Ingin Menjadi Top Ranker

Ingin Menjadi Top Ranker
Chapter 65 Angka 05 dan Bunga Mawar


__ADS_3

Di Taman dekat Rumah Novaria..


    "Dimana ya Antingnya.." ucapku sambil melihat ke arah Rerumputan.


   Sejak tadi aku mencarinya belum ketemu juga. Kondisi Taman juga sudah mulai Ramai oleh Kanak-Kanak. Sehingga menyulitkan ku untuk Mencarinya dengan bebas.


   Karena di sekitar rerumputan yang ada di hadapanku ini tidak ada, aku pergi ke tempat yang lain. Mungkin di sekitar Permainan yang berbentuk Kotak-kotak itu. Tapi disana banyak anak-anak yang sedang memakai Alatnya.


   Bagaimana ya… sejujurnya aku tidak ingin mengganggu mereka bermain. Tapi mungkin saja, Antingnya jatuh disana. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi mencarinya disana dan menghiraukan anak kecil yang sedang bermain.


   Sembari memegang sebuah Rangka besi dari sebuah Kubus, aku melihat ke arah bawah dengan perlahan. Mencari di dalam dan juga luar dari Mainan yang seperti tangga majemuk yang berbentuk kubus. 


   "Kakak, lagi ngpain?" tanya salah satu anak yang menyadari ku.


   Aku pun menjawabnya sambil melirik dan mencari di sela-sela mainannya. "Kakak lagi nyari sebuah anting. Kalian lanjut main saja dan hiraukan aku." 


   "Hmm.. ya sudah." 


   Aku pun lanjut mencarinya dan memutari Permainnya. Banyak juga anak-anak yang memandangiku sih. Tapi aku mencoba untuk membuat mereka tetap bermain dengan senangnya dan menghiraukan ku.


   "Disini juga enggak ada.. mau cari kemana lagi ya," ucapku sambil menaruh kedua tanganku di samping perut.


   Alice dan Novaria yang mencari di sekitar Permainan lain itu pun sepertinya tak kunjung mendapatkan hasil. Mereka yang masih memakai seragam sekolah itu tak menyadari bahwa seragam mereka kotor terkena debu ataupun tanah. 


   Aku sempat melepaskan Seragamku sih dan memasukkan ke dalam Tas. Sekarang aku hanya memakai Baju Casual. Terlalu sulit untuk menemukannya kalau begini. Apa aku bertanya pada anak-anak ini ya?


   Barangkali mereka pernah melihat atau mengambil sepasang Anting yang tergeletak di tanah. 


    "Hallo.." sambil tersenyum ke salah satu Anak yang sedang bermain.


   Anak itu pun melihat ke arahku sambil memanjat tiang-tiang itu. 


    "Uwah! Bikin kaget aja Kakak," balas Anak itu dengan wajah yang terkejut.


    Kenapa dia terkejut? Padahal aku tidak dengan mendadak memanggilnya. Dia pun melanjutkan menaiki Tangga kubus itu. Sampai dia berada di atas dan duduk di salah satu penyangga.


    "Ada apa?" dengan ekspresi datar.


     Melihat wajahnya aku jadi teringat dengan Kak Kaizo. Bisa-bisanya anak sekecil ini memiliki raut wajah yang Datar seperti itu.


     "Apa kamu pernah melihat sebuah Anting yang berbentuk bunga? Mungkin kamu atau temanmu pernah melihatnya tergeletak di suatu tempat." tanyaku sambil menjelaskan bentuknya dengan tanganku.


     "Anting? Aku gak pernah lihat anting kaya gitu di sini. Tapi coba aku tanya temanku, barangkali dia pernah melihatnya." Balas anak itu. "Oy Frey, sini sebentar." Sambil berteriak dia memanggil temannya.


     "Ada apa Karl?" Salah seorang anak yang berada di tempat yang lebih tinggi.


     Dia pun turun dari tempatnya dengan bertumpu pada tiap penyangga di kakinya dengan perlahan. 


      "Kakak ini lagi mencari sebuah Anting berbentuk Bunga katanya. Apa kamu pernah melihatnya? Kamu kan sering bermain disini sepanjang hari," ungkap Bocah itu pada temannya.


      "Bunga yang Kelopaknya berwarna putih dan tengahnya berwarna kuning bukan?" tanya Anak kecil itu padaku.


    Nah!! Sepertinya anak ini tahu sesuatu tentang Anting itu. Aku pun mencoba untuk menanyakan lebih detail.


     "Iya Benar! Apa kamu melihatnya?" tanya ku dengan nada yang bersemangat.


     Bocah itu pun memegang dagunya dan menoleh ke arah kanan atas sedikit dan matanya melirik ke atas.


      "Aku melihatnya mungkin sekitar 2 hari yang lalu. Tapi itu diambil oleh seseorang yang kebetulan melintas di Arah Ayunan yang di sana." Sambil menunjuk ke arah Ayunan.


     2 hari yang lalu? Dan juga diambil oleh seseorang.. aku mendapatkan petunjuk berkat bocah ini. Untungnya aku bertanya padanya. Kalau saja aku tidak bertanya padanya, mungkin saat ini aku masih mencarinya kesana kemari dan tidak akan membuahkan hasil.


    Karena aku sudah mendapat Informasi ini, aku pun berterima kasih padanya. "Terima kasih Ya.. oh iya, sebagai ucapan terima kasih.." aku mengambil sebuah permen yang ada di kantung bajuku. "Ini ada Permen lolipop buat kalian berdua. Terima kasih sekali lagi ya.." sambil memberikan kedua permen lolipop pada dua anak kecilnya.


    "Wah!!" Mereka pun mengambil lolipopnya dengan Ekspresi senang. "Makasih Kak!" dia pun membuka bungkusan permen Lolipopnya dan mulai mengemut permennya.


    Aku bergegas pergi ke Arah Alice dan juga Novaria yang masih sibuk mencari. Tapi kalau sudah diambil orang, dengan terpaksa Novaria harus mengikhlaskannya. Ah iya, aku lupa menanyakannya. Aku pun kembali lagi ke arah Anak itu.


     "Oh iya, aku hampir lupa. Apa kamu kenal orang yang mengambil antingnya?" tanya ku kembali.

__ADS_1


     "Blepp.. Tidak. Orang itu terlihat dewasa dan juga asing. Aku belum pernah melihatnya sebelumnya." Ucap anak itu sambil mengemut permennya.


      "Baiklah.."


     Siapa ya kira-kira yang mengambil Anting itu. Alice yang tengah mencari di sebuah Pohon itu sambil mengorek rumput di sekitar, aku panggil sejenak untuk memberitahu Informasi yang kudapatkan.


    "Lic!!" Ucapku.


    Alice pun menoleh ke arahku dengan tangan dan pipinya yang sedikit kotor akibat tanahnya.


    "Ada apa Raph?" tanya dia dengan berdiri dan menggesekkan kedua tangganya untuk menghilangkan noda tanah di tangannya.


   "Aku dapat Informasi dari Anak kecil. Katanya dia melihat Anting yang Novaria pakai sudah diambil oleh Orang lain 2 hari yang lalu," ungkapku.


   "Hah! Kalau begitu gimana dong?" balas Alice dengan sedikit terkejut dan menanyakan kepastian.


     "Aku juga tidak tahu." Sambil mengangkat kedua Pundakku. "Aku juga bingung bagaimana mengatakannya pada Novaria. Kalau antingnya itu sudah diambil oleh seseorang," balasku dengan tangan kanan memegang leher.


     "Mau bagaimana lagi Raph.. sepertinya kita harus memberitahunya walaupun itu kabar buruk untuknya. Dia harus mencoba untuk mengikhlaskannya," jawabnya.


     "Biar aku yang memberitahunya. Mungkin saja dia akan sedikit tenang kalau aku menjelaskan padanya," cetus ku sambil memegang pundak kanan Alice. 


     "Oke.."


    Kami berdua pun mendekati Novaria yang masih sibuk mencari itu. Dengan perasaan yang sedikit terpaksa, aku memanggilnya.


    "No-Nov.." 


    "Ada apa?" Sambil sibuk mencari.


    "Sebenarnya tentang Antingmu.." sebelum aku selesai berbicara. Novaria sudah menyelaku.


    "Apa Antingku sudah ketemu?" Dengan nada Bersemangat.


    Dia terlihat begitu bersemangat mendengarnya. Aku jadi sedikit ragu untuk memberitahu bahwa Antingnya sudah diambil oleh Orang lain. Aku pun melirik ke arah Alice yang berada di sampingku dengan tatapan kesedihan.


     "Justru sebaliknya.. aku mendengar dari anak Kecil, katanya Antingmu sudah diambil oleh orang lain 2 hari yang lalu. Maaf kalau memberikanmu kabar yang tidak mengenakkan.." ucapku dengan suara yang lembut.


    Perlahan, ekspresi semangatnya pun kian memudar. Tatapannya terasa kosong ketika mendengarnya. Senyumnya pun ikut memudar. Maaf Nov, tapi inilah fakta yang bisa kita dapatkan.


    "Ya sudah.. kalau begitu aku mau pulang dulu." Dengan nada yang rapuh.


    "Ah! Tapi jangan berputus asa, aku akan mencari orangnya nanti," balasku.


    "Terima kasih Raphael.. tapi, sedikit mustahil untuk menemukannya. Sepertinya aku harus membeli yang baru dan memberitahukannya pada Ayahku," balas Novaria dengan senyuman yang dipaksakan.


    Dia pun berjalan pulang dengan lemas dan tak ada semangat. Aku tahu kalau saat ini dia sedang sedih. Lebih baik aku memberikannya waktu untuk bersedih. Aku tidak ingin memaksakan untuk menenangkannya, yang ada aku malah menyakiti perasaannya nanti.


    "Bagaimana ini Raph.. aku jadi tidak enak kepadanya," ucap Alice.


    "Biarkan saja terlebih dahulu.. mungkin dia akan sedikit mengurung di kamarnya karena kehilangan barang pemberian yang berharga baginya," balasku.


   Kuharap itu tidak lama.. melihat bagaimana ekspresinya berubah 180°. Aku harus meminta bantuan Vania nanti untuk melacak seseorang.


     "Aku akan mencoba mencari orangnya nanti. Semoga saja anak kecil yang tadi masih ingat ciri-ciri orang yang mengambilnya," sambil melihat ke arah Jam Tangan.


    "Aku juga akan membantu nanti. Kalau begitu, aku pulang dulu ya Raph. Kamu bisa pulang sendiri kan?" 


    "Bisa Lic, nanti aku minta Supir Pribadi Keluargaku untuk menjemput," balasku sambil mengambil Smartphone di Tas. 


    "Ya sudah, sampai ketemu lain Waktu Raph!" Alice pun pergi meninggalkan ku. 


    Aku kembali lagi dan lagi ke Anak itu dengan berharap dia mengenali ciri-ciri dari orang yang mengambil cincinnya. Anak itu sudah tidak ada di tempat permainan yang tadi. Aku mulai melihat sekeliling untuk mencari dimana Anak Kecil yang tadi berada.


    "Ah! Itu dia." Aku melihat dia sedang bermain Jungkat Jungkit. Aku pun mendekatinya.


    "Ada apa lagi Kak?" tanya mereka.


    "Kamu.." sambil menunjuk ke anak yang berbaju Merah yang memberitahukan ku tadi tentang informasi Antingnya. "Apa kamu masih ingat dengan persis bagaimana ciri-ciri orang yang mengambil Antingnya?" 

__ADS_1


    "Aku tidak terlalu ingat sih Kak. Dia memakai sebuah Jubah hitam soalnya dan tampak mencurigakan." 


   Hah.. aku tidak bisa menemukannya dengan cepat kalau hanya mengandalkan jubah hitam. Aku perlu ciri-ciri yang lebih spesifik. Ya sudahlah.. lagipula aku juga sudah mendapatkan informasi yang cukup penting darinya.


   "Baiklah.. maaf kalau mengganggu kalian sedang bermain." Aku berbalik arah dan mulai melangkah.


   "Ah! Tapi aku ingat sesuatu Kak." Sela dia saat aku baru mulai melangkah. Aku pun berhenti dan mencoba untuk mendengarkan apa yang dia ucapkan. "Di wajah orang itu, terdapat Tato seperti bunga Mawar yang berwarna Hitam dan Juga Tato nomor 05 di Pipi Kanannya." 


    Bagus!! Aku mendapatkan Ciri-ciri yang sangat bisa kugunakan untuk mencari. Anak kecil ini.. aku terlalu banyak berhutang Budi padanya. Mungkin lain kali kalau aku kembali kesini, aku akan membawakannya sesuatu.


    "Terima kasih Banyak!! Aku akan membawakanmu sesuatu lain kali," aku memujinya.


    "Sama-sama Kak, lain kali bawalah sesuatu yang lebih besar lagi."


   Aku pun berlari dengan cepat untuk keluar dari Kawasan. Sambil melambaikan tanganku ke belakang, ke arah anak kecil itu. "Baiklah, aku akan membawakanmu sesuatu yang lebih besar lain kali!" 


   Sambil berlari, aku meminta Arnold untuk menjemputmu di Kawasan Perumahan Blumenbild. Aku memintanya untuk berkendara dengan cepat. Aku ingin bergegas pulang kerumah dan meminta bantuan pada Vania. Saat ini kalungku berada di rumah, sehingga aku tidak bisa berinteraksi dengan Sistemnya.


   *************


  Di rumah… 


   Aku langsung membuka pintu mobil dan berlari menuju Kamarku dengan cepat. Menempelkan tanganku di Fingerprint. 


   "Ayolah!! Cepat terbuka.." sambil kakiku tidak bisa diam.


   KREKK..


   Pintu terbuka secara perlahan. Di Depan, aku melihat Kak Lily dan juga Ibunda yang sedang berbincang di sana. Aku menghiraukan mereka dan berlari menuju Kamarku.


   "Hey Raphael! Mau kemana?" tanya Kak Lily dengan nada sedikit kencang.


   "Maaf Kak, Ibunda. Aku sedang terburu-buru!!" Sambil berlari menaiki Tangga spiral.


   "Anak itu!!" Kak Lily dengan kesal.


   Di depan Kamar, aku langsung mendorong pintunya. Di dalam, aku melemparkan tasku ke arah Ranjang tidurku dan segera mengambil Kalung yang kusimpan di Atas Meja belajar.


   Tanpa mengganti pakaian terlebih dahulu, aku langsung memakai Kalungnya.


   ×Vania! Apa kau mendengar suaraku? 


   ×Saya Mendengarnya Tuan.. ada apa Tuan memanggil saya.


   ×Aku perlu bantuanmu untuk melacak suatu barang. Apa kamu bisa?


    ×Mohon maaf Tuan Raphael, saya tidak punya Hak untuk ikut campur secara langsung untuk membantu Tuan. Tapi kalau memang Memerlukannya, saya Sarankan untuk menukarkan beberapa SP untuk membeli Suatu Item yang bernama Tracking Devices. 


    Ahh.. tapi aku tidak terlalu peduli dengan SP. Aku bisa mencarinya dengan memasuki Suatu Dungeon nantinya. Yang terpenting aku harus menemukan Sepasang Anting milik Novaria, sebelum dia sedih secara mendalam.


    ( Status Activated! )


   Sebuah Jendela Status muncul. Aku langsung menekan Tombol Penukaran dan Mencari Item yang dimaksud oleh Vania. Aku mengusap Layarnya secara cepat di bagian Item. Banyak barang yang kulewati yang sebetulnya mungkin lebih berguna dari ini.


   Aku pun melihat Barang yang dimaksud. "Ini dia!" Sambil melihat ke arah Item yang berbentuk bulat kecil dengan di tengahnya ada Simbol Pemancar. Tapi.. Harganya lumayan mahal itu 1 alat saja. Aku hanya punya 28 SP. Dan harga Tracking Devicesnya senilai 25. 


   Aku tidak perlu berpikir terlalu lama! Aku langsung menukarkan 25 SP dengan sebuah Item Pelacak ini. Sebuah Alat muncul di depanku setelahnya. Sesaat aku memegang alat itu, sebuah layar deskripsi muncul.


   [ Sebuah Item yang dapat membantu anda untuk melacak sesuatu dengan Tepat dan secara Akurat. Namun, hanya bisa digunakan sekali saja. Cara menggunakannya hanya tinggal menyentuh bagian tengahnya dan mulai Memikirkan bagaimana bentuk yang spesifik dari yang ingin anda cari itu. ]


   Hah! Hanya bisa digunakan 1x?? yang benar saja.. aku cukup kesal melihat betapa buruknya Item ini. Yah.. aku sedikit memakluminya dengan harga dibawah 50 SP, jarang sekali ada Item yang memiliki kualitas bagus.


   Mau bagaimana lagi, akan aku gunakan satu-satunya kesempatan ini untuk mencari Sepasang Anting Novaria yang hilang. Sesuai dengan instruksi dari Deskripsinya, aku menekan tombol di tengah dan mulai membayangkan bagaimana bentuk Anting Novaria.


   {Sepasang Anting bermotif Bunga Anggrek yang berwarna putih dan di tengahnya berwarna kuning. Dengan bagian ujungnya yang sedikit Lancip. }


   Item itu mulai bekerja setelah aku membayangkan bagaimana bentuk barang yang kucari. Sialnya!! Aku sungguh terkejut ketika melihat dimana anting itu berada


   "Mustahil!!" Dengan Ekspresi terkejut…

__ADS_1


__ADS_2