
Sabtu Pagi.....
"Hah...Selesai juga." Ucap diriku sambil memegang Pedang dengan noda bercak darah.
Saat ini aku sedang berlatih di Dunia Paralel Evilanse. Dunia yang dibuat oleh Castrophe Ignite. Kini aku sedang berlatih sendirian. Kumpulan Mayat Monster yang sudah dibabat habis itu pun tergeletak di sekitarku.
-Good job Mr. Raphael. You managed to hunt down a lot of monsters this time alone.
Hologram Jack pun berada di dekatku sekalian. Aku membersihkan Noda darah yang berada di pedangnya menggunakan Dedaunan.
Kali ini, aku ingin meningkatkan kemampuan fisik ku dengan pengalaman melawan Monster sungguhan.
"Jack, apa kamu bisa melacak keberadaan Monster?" Tanya diriku sambil membersihkan pedang.
-I can do anything within the scope of this world. So, What Mr. Raphael did was quite easy for me.
Keberadaannya di Dunia ini bagai seorang yang tahu segalanya.
"Lacaklah keberadaan Monster-monster tingkat menengah saat ini."
-Alright Mr. Raphael, I'll do it for you.
Sebuah Hologram lain mulai muncul kembali di depan Jack. Sebuah Hologram yang tidak bisa kulihat apa isinya. Yang kulihat disana hanya sekedar Hologram yang berwarna biru dengan bentuk Kotak sempurna.
Jack mulai menyentuh layar Hologram yang tak dapat kulihat. Dia mengetuk-ngetuk Bagian-bagian yang sepertinya letak Monster-monster. Dia mencoba untuk mengusap kembali layarnya setelahnya.
Matanya itu tampak fokus sekali sepertinya dalam melacak-lacak monster. Terlihat dari Pupil matanya yang bergerak ke arah kanan dan ke kiri dengan tatapan yang tajam.
Dia pun menutup Layar Hologramnya setelah memeriksa semuanya.
-What monster do you want to hunt down Mr. Raphael?
Hmm.. apa saja monster tingkat menengah yang tersedia disini. Aku pun tidak terlalu tahu spesifik tentang spesies-spesies yang menduduki Dunia Evilanse. Aku pun bertanya kepadanya, "Monster apa saja yang tersedia?" Dengan memiringkan sedikit kepala ditambah ekspresi Bingung.
-There are many, there are Orcs, Ogres, Goblins, Big Wolf Wild And Others.
"Hmm.... Orcs sepertinya lumayan untuk diburu untuk kali ini." Ucap diriku sambil memegang dagu.
-I'll tell you something. A pack of Orcs are in the direction of the countryside, Goblins are around the hills of Tyria, 2 Big Wolf Wild are heading this way and a pack of Ogres are around the lake.
Big Wolf Wild sedang menuju kemari? Dan juga jumlah mereka hanya dua saja. Sepertinya lebih baik untuk berburu Big Wolf Wild ketimbang sekumpulan Orc. Untuk selanjutnya, aku tinggal meminta informasi seputar Big Wolf Wild yang ada di Dunia ini.
Aku bertanya pada Jack, "Aku butuh informasi detail tentang Big Wolf Wild Jack."
-I'm very sorry for this time. I have orders from Castrophe not to divulge anything about the Monster species. Castrophe ordered me to find that information myself.
Jack tampaknya memang tidak bisa berkata sesuatu tentang informasi ini. Mau bagaimana lagi, dia diperintahkan oleh Castrophe seperti itu. Sepertinya memang aku harus mengecek sendiri dengan pertarungan alami.
Sesaat aku ingin Pergi menemui Big Wolf Wild yang berada tak jauh dari sini, Jack langsung mencoba untuk menghentikan ku sejenak.
-Wait, Mr. Raphael, I have some information for you. Maybe it Will come in handy
Aku terheran sejenak. Informasi apa yang ingin dia berikan.
"Informasi apa?" Tanya diriku pada Jack.
Jack pun mulai membuka sebuah Ruang udara. Hembusan angin dengan tekanan tinggi mulai membawaku terbang di Udara. Aku sedikit panik karena hembusan angin kencangnya.
"Oy Jack! Apa yang coba kamu lakukan padaku?" Teriak aku dengan sedikit panik.
-Big Wolf Wild is weak against Air attacks. They can't fly.
Ah! Dia membawaku terbang agar dengan mudah melawan Big Wolf Wildnya. Informasi serta tindakan yang sangat Tepat Jack.
-This gust of wind will take you quickly to the Big Wolf Wild.
"Terima kasih Jack. Aku menghargai bantuanmu." Teriak aku ke arah Jack.
Hembusan anginnya pun mulai membawaku ke arah Hutan Besar. Dari atas, aku bisa melihat segalanya saat ini.
"Wah! Kalau melihat dari atas sini hutannya jadi terlihat lebih jelas." Cetus diriku dengan Perasaan gembira.
Aku bisa melihat Sela-sela pepohonan besar ini berkat Hembusan Angin yang dibuat oleh Jack. Banyak sekali Tanaman-tanaman yang tak sempat kulihat pada Minggu lalu. Dan aku juga sempat melihat Bekas pertarungan ku Minggu lalu dengan Seekor Wyrm.
Pepohonan yang seharusnya hancur berkat pertempuran Minggu Lalu, kini sudah kembali seperti semula. Seperti Dunia melakukan sebuah Regenerasi pada wilayahnya.
Sambil melihat sekeliling, aku juga mencari-cari 2 Ekor Big Wolf Wild yang di informasikan oleh Jack. Aku mencari-cari sambil melihat ke dalam Hutan yang lebat. Tak makan banyak waktu, aku menemukan 2 ekor Big Wolf Wildnya.
"Mereka lemah terhadap serangan Udara.. berarti aku harus menyerang dari sini." Gumam diriku.
Pedang yang tadi kubuat pun sekarang kugantikan dengan Sebuah Busur panah. Busur panah yang terbuat dari Besi yang dilumuri oleh warna Perak yang sangat berkilau. Dilengkapi dengan 4 Panah untuk menyerang.
Kedua Big Wolf Wild itu sedang berjalan dengan santainya. Raut wajah mereka begitu seram dengan sejumlah bekas luka di sekitar matanya. Sepertinya mereka berdua habis dari pertarungan yang sengit.
__ADS_1
Aku pun mencoba menarik 1 Panahku ke arah mereka. Aku juga mengaktifkan Skill Future Sight yang sudah lama Tak Kugunakan.
"Future Sight!" Ucap diriku sambil menarik anak Panah.
Dalam penglihatan ku sekarang, aku bisa melihat gerak gerik selanjutnya Big Wolf Wild itu. Mereka akan bergerak lurus Mengarah ke luar Hutan.
Aku akan mengincar yang berada di sebelah Kanan. Tampak Big Wolf Wild yang berada di Kanan terlihat sangat lemah dan tak berdaya. Dengan Jumlah luka yang sangat besar itu, kemungkinan dia tidak bisa bergerak dengan leluasa.
Aku pun langsung melepaskan anak panahnya ke arah dia.
"TSS!" Suara Anak Panah yang menembus Udara.
Anak Panah itu melesat dengan Kencang. Dan Ya, Anak Panah itu mengarah tepat ke Bagian kepala Big Wolf Wild itu.
"Yes Kena!" Jelas diriku dengan Perasaan Bahagia karena Anak Panahnya yang mengenai tepat di bagian Kepala Big Wolf Wild itu.
Aku tak boleh bersenang terlebih dahulu untuk sekarang. Karena Big Wolf Wild yang satu lagi sudah menyadari keberadaan ku. Dia menatap tajam ke arahku saat ini. Sejenak dia melihat Mayat Temannya yang tergeletak berkat anak Panah ku.
Sepertinya dia diselimuti oleh Rasa Dendam karena Rekannya dibunuh di sampingnya. Dia langsung menunjukkan taringnya dan berlari ke arahku dengan memanjat pepohonan besar. Aku pun mengambil anak Panah kembali untuk menyerangnya.
Mencoba menembakkan ke arah Big Wolf Wild yang sedang mengarah padaku. Aku lepas kembali anak panah yang telah kutarik. Sialnya, gerakan Gesit yang satu itu mampu menghindari Anak Panah yang melesat kencang menembus Udara itu.
Dia memanjat dengan bergerak ke pepohonan-pepohonan besar. Bergerak kemana-mana yang membuatku sulit untuk menembaknya. Untungnya dengan Skill Future Sight, aku bisa memprediksi kan Jalur yang dilewati.
Saat ini, aku melihat penglihatan bahwa dia akan melompat ke arah Pohon yang berada di bawah Kanan ku. Aku pun mulai mengambil 1 anak Panah mencoba untuk menembak ke arah jalur yang aku lihat itu.
"TSS!"
Nampaknya anak Panah itu akan mengenai dirinya. Namun, sebuah kejadian tak terduga pun terjadi. Sepertinya Big Wolf Wild itu bisa melihat anak panah ku yang melesat kencang ke arahnya. Dengan Kecepatan yang luar biasa, dia berhasil menghindarinya.
Seketika aku sedikit panik karena dia mampu menghindari serangan yang seperti itu. Dan juga Hanya tersisa 1 Anak Panah lagi yang bisa kugunakan.
Sebuah Notifikasi dari Sistem Triniade pun Muncul di hadapanku.
「 Misi Hari Ini : Bunuhlah Big Wolf Wild itu dengan berhadapan 」
{Hah? Berhadapan dengan Big Wolf Wild itu? Bagaimana caranya?} Kata-kata itu muncul dalam benak pikiranku kali ini.
Aku bisa melihat bahwa Big Wolf Wild itu melompat-lompat dengan cepatnya ke pepohonan-pepohonan satu dengan yang lain. Ah! Aku mulai memahami sesuatu berkat Notifikasi itu.
Aku pun mencoba untuk tenang mengamati pergerakannya. Aku menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diriku. Lalu aku mengeluarkannya dengan perlahan.
Aku melihat kembali ke arah Big Wolf Wild itu yang sedang melompat-lompat. Aku bisa melihat bahwa ada suatu Momen Big Wolf Wild itu lompat ke arahku yang melayang di Udara.
Sepertinya itu adalah Momen yang terbaik untuk menyerangnya. Aku pun mulai mempersiapkan sebuah Anak Panah yang kutarik sembari menunggu Big Wolf Wild menerkam ke arahku.
Dia pun melompat ke arahku sambil mengaum, "AAUUKK!".
Dia terbang di Udara, aku pun langsung melepaskan tarikannya.
"TSSRR!"
Anak panah itu mengarah tepat ke Kepalanya. Sepertinya ini adalah akhir yang sesungguhnya. Dia tidak bisa bergerak sama sekali di Udara untuk menghindari panah itu. Sesuai dugaan ku, Panah itu pun menancap tepat di Kepalanya.
Dia pun terjatuh ke tanah dengan kondisi tak bernyawa. Notifikasi muncul kembali setelah aku membunuh Big Wolf Wild itu.
「 Misi Selesai! Anda mendapatkan 4 SP berkat menyelesaikan misinya 」
Wow! 4 SP dengan membunuh 2 Big Wolf Wild? Berarti mereka setara dengan Adela. Memang benar-benar Monster tingkat menengah. Hembusan anginnya pun kini kembali membawaku ke tempat semula.
Aku melihat Jack yang sedang melambaikan tangannya padaku.
-Congratulations Mr. Raphael, you managed to defeat those 2 Big Wolf Wild.
Hembusan anginnya pun menurunkan diriku tepat di depan Jack. Aku berterima kasih padanya berkat Informasi dan Hembusan Angin yang membawaku ini.
"Terima kasih Jack," Tutur diriku dengan Perasaan puas yang kurasakan.
-You're Welcome. Also, do you want to redeem hunting points?
Hmm.. sepertinya aku akan menyimpan koin-koin itu dan tak akan ku tukarkan dengan sebuah Item. Minggu lalu juga Poseidon's Water Potion belum sempat ku pakai.
"Tidak Jack, aku akan simpan Koin-koin itu," Sanggah diriku.
-Alright.
Jack pun membuka Portal Teleportasinya. Aku pun masuk menggunakan Portal dan pergi kembali ke Dunia ku..
*******************
Keesokan Harinya...
Sekarang adalah Hari Minggu. Hari dimana Keluarga ku kembali dari Frencs dan juga Hari yang paling kunantikan akhir-akhir ini. Ya, Hari dimana aku dan Novaria akan Melakukan yang namanya Kencan.
__ADS_1
Aku bahkan sangat Excited menunggu Hari ini. Seperti hari-hari biasa, pada pagi hari aku menyempatkan sedikit waktu ku untuk berolahraga di ITG (Ignite's Training Ground) dengan sendirian. Karena setelah aku mengetahui bahwa di ITG ada sebuah Ruangan yang menghubungkan Dimensi Nyata dengan Dimensi Paralel aku sering pergi kesana.
Untuk berlatih dan juga mendapatkan pengalaman secara nyata melawan monster-monster yang biasa ada di Dungeon ataupun Menara. Aku pemanasan terlebih dahulu dengan melatih Akurasi ku di Ruangan Accuration Hit Ground.
[ Raphael Ignite : 875 ]
"Hah.. Sepertinya akurasi ku mengalami sedikit peningkatan setelah berlatih secara Konsisten." Dengan Ritme nafas yang sedikit cepat dan pori-pori kulit yang terbuka sehingga menyebabkan air mengucur di sekujur badan.
Aku mulai mengelap keringat ku menggunakan sebuah kain yang kusiapkan. Aku mengelap dari bagian leher sebelah kanan sampai ke bagian dahi ku. Rambutku juga sedikit basah berkat keringat yang membasahi.
Aku beristirahat sejenak di lantai bawah sekalian minum air mineral. Aku meminum air mineralnya langsung dari Kran yang khusus. Aku menadahkan mulutku dibawah krannya lalu kuputar sehingga air mengalir deras ke arah mulutku. Aku menelan airnya dengan perlahan-lahan.
Ahh... segarnya, Air yang terasa dingin dan segar ini. Aku pun kembali melanjutkan latihannya.
**************
2 Jam Berlalu...
Sekarang aku sudah berada di Kediamanku. Membersihkan diri dari bau keringat hasil olahraga dan juga bersiap-siap untuk pergi bersama Novaria ke sebuah Taman Hiburan yang ada di Kawasan Berlintz.
Selesai membersihkan tubuh, aku pun pergi ke arah lemari untuk memakai pakaian. Aku sedikit bingung untuk memakai pakaian yang seperti apa saat bermain di Taman Hiburan. Apakah Pakaian Casual cocok? Atau Pakaian seperti Setelan Jas hitam? Entahlah.. aku tidak mengerti tentang Fashion-Fashion seperti itu.
Tapi menurutku, lebih baik untuk memakai sebuah Kaos berwarna Merah serta sebuah Blazer berwarna Abu-abu. Aku pun mengambil setelan itu dari dalam Lemari. Untuk celana... lebih baik aku memakai sebuah Celana Chino berwarna Krem.
Aku pun melihat dari balik Kaca tentang Pakaian ku. Aku pun sedikit bergaya di depan Kaca.
"Kayak gini ga masalah sepertinya. Masih tetap kelihatan Sopan." Ucap diriku di Depan Kaca.
Selanjutnya, aku memakai sepatu putih. Banyak sekali koleksi sepatu yang jarang kupakai. Itu semua berkat pemberian Kak Lily dan Juga Ibunda yang sering memberiku barang - barang. Padahal aku sudah banyak sekali yang tidak terpakai, tapi mereka tetap saja memaksa. Akhirnya aku menyimpannya di Rak Koleksi sepatunya.
Aku mengambil Smartphone ku yang tergeletak di atas meja dan pergi ke Ruangan Joanne untuk meminta Kunci Kendaraan ku.
**********
Di dalam Ruangan Joanne...
"Joanne, aku butuh Kunci mobil ku." Ujar diriku.
Aku memutuskan untuk memakai Mobilku. Untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu terjadi Hujan saat perjalanan. Aku tidak mau aku ataupun Novaria hujan-hujanan saat perjalanan. Aku tidak ingin melihatnya terbaring sakit hanya karena aku memaksa keegoisanku untuk mengendarai Motor.
"Wah! Kamu tampak mempesona Tuan." Ucap Joanne dengan melihat ke Arahku.
Syukurlah seseorang berkata seperti itu tentang Pakaian yang kupakai.
"Terima kasih. Tapi aku butuh Kunci mobilnya dengan cepat," Desak diriku.
Joanne mengambil sebuah Kunci yang ada di gantungan kunci. Dia pun langsung menyerahkan padaku setelahnya, "Ini Tuan Muda." Sambil memberikan Kuncinya.
Aku pun mengambilnya dengan cepat dan segera pergi dari ruangannya...
************
Sampai di Depan Kawasan Perumahan Novaria, aku pun mencoba untuk Mengabarinya. Aku menelpon Nomornya yang kudapat dari Leon.
Aku menggunakan sebuah Airpods yang ditempelkan di telinga. Beberapa saat, dia menjawab Telepon ku.
"Halo Nov, aku sudah sampai di Depan Kawasan Rumahmu." Cakap diriku.
-Halo, Baik Raphael. Aku akan segera menuju kesana. Tunggu sebentar ya.
Novaria pun memutus teleponnya. Aku menunggu seperti yang dia minta padaku. Sembari menyetel musik di airpodsnya.
Beberapa menit.... Aku mencoba untuk melihat ke arah Kawasan Rumahnya. Aku melihat seseorang sedang berjalan menuju kemari. Yang tak lain tak bukan adalah Novaria. Dia memakai sebuah Wrap Dress bermotif bunga-bunga yang berwarna merah dan juga nampak memakai sebuah Breton Cap berwarna Merah.
Novaria mendekati mobilku saat ini. Aku membuka kaca Mobil ku.
"Siang Nov." Sapa diriku padanya.
"Siang juga Raphael, maaf ya udah nunggu lama..."
"Gapapa kok. Santai saja." Balas diriku dengan tersenyum. Aku pun meminta dirinya untuk masuk ke mobil setelahnya, "Masuk aja Nov."
"Iya Raph."
Novaria pun masuk melalui pintu sebelah kanan. Aku sedikit terpesona dengan gaya pakaiannya Novaria. Aku sedikit memuji pakaian yang dikenakannya, "Kamu terlihat elok memakainya Nov." Sambil melihat ke arah dirinya.
Novaria pun seketika mukanya Merah merona. Aku bertanya padanya, "Kenapa Mukamu memerah Nov?" Sambil memiringkan kepala ke kiri.
Dia pun mulai menutup mataku seketika, "Ja-jangan lihat aku!" Teriak Novaria.
Entah kenapa dia seperti sedikit kesal ketika aku membahas tentang wajahnya yang memerah. Tapi.. Sial, Ekspresinya yang seperti menahan malu itu terlihat imut di Mataku. Sepertinya ada yang tidak beres dengan kepalaku saat ini.
"Berangkat sekarang Nov?" Tanya ku.
__ADS_1
"Te-terserah kamu aja Raph." Jawab Novaria dengan suara terbata-bata sambil melihat ke arah Bawah.
Karena dia berkata seperti itu, aku pun langsung tancap gas menuju tempat yang dituju...