
Di bangku penonton. Aku dan timku duduk bersebelahan dengan Tim Aaron. Kami semua saling berdiam-diaman setelah pertandingan itu. Mungkin tim mereka merasa bahwa mereka semua terlalu lemah. Nyatanya, Tim ku lah yang terlalu kuat.
Sesaat aku sedang duduk di samping Leon, seseorang memelukku dari belakang.
"Raphael!!" Sembari memeluk ku.
Aku pun menoleh ke arahnya. Ternyata yang memelukku dari belakang adalah Novaria. Nampak dia terlihat sangat senang ketika memelukku dengan erat.
"Kamu terlihat sangat hebat saat bermain tadi!" ucap Novaria dengan tangan yang memeluk erat diriku.
"Terima kasih Novaria.." sambil mengelus rambut nya yang panjang itu.
Lelahku semakin tak terasa dengan keberadaannya yang ceria itu. Tim Adam serta Tim Reinhart masih duduk di bangku yang berada di Lapangan sambil menunggu pertandingannya dimulai.
"Menurutmu siapa yang akan menang Raph?" tanya Novaria yang menaruh tangannya di kedua Pundakku.
Entahlah, Sebenarnya aku juga tidak bisa menebak siapa pemenangnya. Kedua tim mereka sama-sama kuat. Dengan Tim Reinhart yang berisikan Tom, Xavier, Matt dan Gary serta Tim Adam yang berisikan Michael, Luci, Raymond dan Frans.
"Sulit untuk menebak dengan isi tim mereka yang seperti itu," jawabku.
"Ya kalau dilihat-lihat sih memang begitu. Tapi aku lebih tertarik dengan Timnya Adam," sela Leon.
"Apalagi disana ada Michael dan Luci yang terkenal cepat dalam berlari dengan Adam yang memiliki stat diatas Rata-Rata. Memungkinkan untuk memberikan tekanan yang besar dalam pertandingan." Sambung Vincent yang duduk di samping kiri Leon.
Apa yang dikatakan Vincent itu benar. Kita semua tahu bahwa Adam memiliki statistik di atas rata-rata manusia Biasa. Bahkan, bisa dikategorikan bahwa dia adalah penerus Kakaknya yang saat ini menempati Top Ranker nomor 1 di Jermuntz.
Dengan demikian, mudah baginya untuk melewati siapa saja seharusnya. Akan tetapi, Reinhart serta Tom tidak bisa dianggap remeh. Stats mereka juga tak berbeda jauh dengan Adam.
Kedua tim sangatlah sulit untuk ditebak hasilnya.
PRIITT
Bunyi peluit menyertai sebagai tanda bahwa pertandingan akan segera dimulai. Kedua tim mulai bersiap-siap memasuki Lapangan.
Semua penonton yang melihat itu pun memasang ekspresi serius dan fokusnya. Terkecuali diriku dan Novaria yang malah asik bercanda.
"Hahaha.. kamu kenapa sih Novaria.." sambil mencubit pipinya menggemaskan.
"Aww.. hehe.. gak apa-apa Raphael ku.."
Aku pun berpindah tempat duduk ke belakang di samping Novaria. Aku tidak enak jika mengganggu yang lainnya nanti.
"Yahh.. lebih enak nonton disini bersamamu Nov," ucap ku.
"Bisa aja kamu Raph.."
Kami berdua pun mulai melihat secara bersamaan. Kedua belah tim sudah siap di tempatnya masing-masing. Tinggal menunggu suara peluit yang berkumandang nantinya. Mereka semua tampak bersalaman satu sama lain.
"Adam dan Reinhart bagian menyerang ya.." gumam diriku sambil melipat tanganku.
Mereka berdua akan saling bertarung mencetak skor sebanyak-banyaknya. Ditambah dengan Tom dan Frans yang saling membantu mereka berdua.
"Memangnya sepengaruh itu ya keberadaan mereka?" tanya Novaria.
Aku lumayan bingung untuk menjawabnya, karena keberadaan mereka berdua yang dikenal dengan kemampuan dalam mendukung seseorang sama rata. Dan juga keberadaan yang lainnya juga tidak bisa dianggap enteng.
"Ya keberadaan mereka lumayan berpengaruh sih. Hanya saja keberadaan yang lainnya juga tidak bisa dianggap enteng." Mencoba menjelaskan kepada Novaria.
"Ahh! Seperti itu ya maksudnya.. aku lumayan paham." ucap Novaria sambil mengangguk sedikit.
Baguslah kalau dia paham dengan kata yang ku ucapkan. Mereka semua pun mulai bersiap-siap satu sama lain. Alvian yang sedang memegang bola di tengah pun segera bersiap untuk melemparkan bolanya.
Dia memastikan kedua Tim sudah bersiap. Dia tampak menoleh ke arah Reinhart dan Adam secara bergantian. Sepertinya mereka semua sudah siap satu sama lain. Alvian pun mulai melemparkan bolanya.
Adam dan Reinhart pun melompat bersamaan. Bola didapat oleh Tim Adam terlebih dahulu. Luci pun mulai mendrible bolanya di tempat sambil melihat sekitar. Adam dan Michael sudah lari ke depan dengan cepat.
Reinhart serta Gary pun langsung menghalau mereka berdua. Dengan posisi Frans yang diam di tengah serta Raymond yang menjaga di bagian belakang agar tidak ada Counter Attack secara langsung.
Luci mulai maju secara perlahan sambil mendribble bola di tangan kanannya. Xavier pun mulai mendekat ke arah Luci. Dia mencoba untuk menggapai bolanya di tangan Luci. Namun, dengan lihainya Luci mampu menggocek Xavier sehingga dia tidak bisa menggapai bolanya.
Xavier mencoba untuk terus menggapainya tetapi Luci masih saja memindahkan bolanya ke kanan, kiri serta belakang menghindari gapaian tangannya. Hingga akhirnya Luci melempar bolanya ke bawah melewati ************ Xavier.
Luci pun langsung berlari mengejar arah bola melewati samping kanan Luci. Dengan cepat dia mengambilnya dan segera mengoper ke Adam dengan membelakangi tubuhnya.
__ADS_1
Aku sedikit kagum dengan cara dia mengoper. Walaupun itu terlihat mudah, akurasinya sangatlah tinggi sehingga Adam dapat menangkapnya dengan mudah. Adam pun langsung melompat ke belakang dan melempar bolanya ke arah Ring.
Bolanya pun masuk ke Ring. Skor 2-0 untuk keunggulan Tim Adam. Berkat operan Luci yang sangat ajaib. Luci dan Adam pun melakukan sebuah Toss an.
Kini bola mulai dipegang oleh Tom. Tanpa banyak waktu, Tom pun langsung berlari sembari mendribbling bolanya ke depan. Melewati Adam, Michael dalam waktu bersamaan.
Sekarang tersisa Luci, Frans dan Raymond yang berjaga di belakang. Sebuah coveran dari Reinhart serta Xavier langsung mengikuti gerakan Tom.
Mereka melakukan sebuah Pass to Pass secara segitiga yang membuat Luci, Raymond dan Frans kebingungan. Sampai tepat bola kembali ke tangan Tom, Tom pun langsung melakukan sebuah lemparan mengarah ke Ring. Bola pun masuk ke dalam Ringnya itu.
Sekarang skor kedudukan kedua tim sama. 2-2. Sejauh ini, permainan masih lumayan menegangkan. Kedua tim tidak ada yang mengalah sama sekali. Ini lumayan seru saat dilihat.
"Wohh! Tom melaju dengan cepat melewati mereka berdua," celetuk Novaria.
"Tidak heran aku melihatnya seperti itu. Saat aku melawannya bulan lalu saja, dia bisa kabur dari kejaranku," balasku.
Kecepatannya itu memang sangat patut diwaspadai. Hanya saja, dia sering melakukan sebuah gerakan secara asal tanpa berpikir terlebih dahulu.
Kini bola diambil dari luar lapangan oleh Raymond. Kemudian dia mengoper ke Frans yang berada tak jauh darinya. Tiba-tiba, dia langsung melemparkan bolanya dari Ujung seperti yang kulakukan. Sayangnya bola tersebut tidak masuk ke dalam Ringnya.
Dalam pikiranku.
{apakah dia mencoba untuk melakukan apa yang kulakukan?}
Karena bolanya tidak masuk, Frans tampak terlihat sangat kesal dengan tangannya yang mengepal itu. Aku tak tahu apa yang ada di benak pikirannya ketika mencoba untuk melakukan hal yang kulakukan tadi. Sejujurnya lemparan ku yang awal itu murni sebuah keberuntungan. Aku hanya melempar sekuat mungkin ke arah Ring lawan.
Tapi tak disangka itu masuk. Sekarang bola sedang berada dalam genggaman Reinhart. Semua anggota tim Reinhart langsung maju ke dalam Area lawan tanpa adanya satu pun penjagaan. Masing - Masing dari mereka saling menghalangi satu sama lain secara one on one.
Reinhart yang dihalang oleh Adam itu tampak tenang dan tak menunjukkan ekspresi panik di wajahnya sama sekali. Dia mendribble di tempat sembari melihat arah tangan Adam. Dia bergerak ke kanan dan ke kiri namun masih bisa diikuti dengan baik oleh Adam.
Sampai, salah seorang dari timnya itu menuju ke dalam Area Free throw Line. Reinhart melakukan sebuah gerakan tipuan untuk mengecoh Adam. Dia bergerak ke arah kanan dan Adam mengikutinya. Namun, dia melakukan sebuah Bounce Pass ke arah kiri. Alhasil bola itu pun lolos dari penjagaan Adam dan mulai mengarah ke Gary yang berada di Free Throw Linenya.
Gary pun langsung melompat menangkap bola yang melambung itu. Dia langsung melakukan sebuah Dunk saat mendapatkan bolanya. Saat ini situasi pun langsung berbalik dengan Tim Reinhart yang memimpin poin sementara.
Reinhart beserta timnya pun langsung kembali ke Areanya dengan cepat. Sayangnya, Counter Attack langsung dilakukan oleh Tim Adam. Frans langsung melemparkan bolanya jauh mengarah ke arah Adam yang sudah bersedia di Area Tim Reinhart.
Adam pun mendapatkan Bolanya dan langsung melakukan Jump Shot dari 3-Points Area. Postur tubuhnya saat melompat itu seperti sudah ahli dalam melakukannya. Dia melemparkan bolanya tepat ketika dia sedang berada dalam fase ketika dia mencapai akhir lompatannya. Dan.. ya, bolanya pun masuk dengan sempurna tanpa menyentuh Ringnya sama sekali.
Kedudukan mulai berpindah dengan Tim Adam yang memimpin.
"Teknik yang sangat bagus. Dia bisa melakukan Jump Shot dengan Bola tanpa menyentuh Ringnya sama sekali," celetuk Leon yang ada di depan ku.
"Memangnya Jump Shot sulit untuk dilakukan kah Leon?" tanya ku.
Dia pun menoleh ke arahku. "Bukannya sulit sih, cuman dengan bola yang masuk sesempurna itu, bisa dipastikan akurasinya itu sangat tinggi," jawab Leon.
Seperti itu ternyata.. aku mendapatkan sebuah ilmu baru darinya.
"Berarti Adam termasuk sempurna ya? Dia mahir di segala bidang akademis maupun non akademik." Tanya Vincent sambil bertopang dagu.
"Bisa dibilang seperti itu." ucap Leon.
"Hmm.. apa kita bisa mengalahkan Adam yang seperti itu?" tanya ku.
Mereka berdua tampak memasang wajah ragu. Hampir mustahil untuk melawannya secara sendirian. Mungkin butuh 2-3 orang yang harus menghalaunya. Tapi, anggota yang lainnya pun tidak boleh bebas dari penjagaan.
Disaat aku dan mereka berdua sedang mengobrol, sekarang papan skor sudah menunjukkan skor 8-6. Dan juga masih tersisa 7 menit lagi sampai pertandingan usai. Mereka saling kejar mengejar poin.
***********
Waktu berlalu dengan cepat, sekarang tersisa 5 menit lagi. Skor dari kedua tim 15-11. Semenjak tadi mereka masih bermain seperti biasanya. Tim Reinhart yang mengandalkan kecepatan dan Tim Adam mengandalkan 3-Pointernya.
Bola sekarang sedang dipegang oleh Matt yang berdiri garis tengah. Strategi Defense Zone dilakukan oleh Tim Adam. Dengan Raymond dan Frans yang menjaga di Zona Corner, Michael dan Luci yang berjaga di Area 3-Point dan Adam yang berjaga di dekat Garis tengah. Matt terlihat mulai kebingungan. Karena tidak ada Ruang Kosong yang bisa digunakan untuk mengoper.
Tapi, Matt melakukan sebuah gerakan ke belakang. Tak ada yang menduga apa yang dia ingin lakukan. Dia langsung melemparkan bolanya ke arah Backboard Tim Adam. Ketika bola itu dilemparkan, Reinhart dan Tom saling bekerja sama. Tom melakukan sebuah Screen kepada Michael dan Luci yang berjaga di area 3 Poin. Reinhart pun langsung berlari tanpa penjagaan ke Free Throw Lane.
Bola pun tidak masuk ke dalam Ring. Namun, Reinhart langsung melompat untuk melakukan sebuah Rebound dan Memasukkan bolanya ke dalam Ring dengan sebuah Dunk. Tidak ada yang terpikirkan bahwa Matt akan melakukan hal itu. Aku bisa melihat wajah Tim Adam yang dipenuhi perasaan terkejut itu.
"Caranya untuk lepas dari Defense Zone itu cukup tak terpikirkan. Bagaimana bisa dia percaya kepada Timnya untuk melakukan sebuah Rebound bolanya," celetuk Leon dengan menegapkan badannya.
"Entah tim mana yang akan memenangkan Pertandingannya, ini semua hanya bisa dilihat saat menit-menit terakhir." ucap ku.
"Kalian berdua dari tadi kayaknya serius amat. Apa kalian sedang mengamati permainan mereka?" sela Isaak.
"Aku sih cuman sekedar melihat." jawabku.
"Aku sedikit tertarik dengan basket. Makanya aku sedang mengamati permainan-permainan mereka," balas Leon.
__ADS_1
"Dari waktu kita pertama ketemu aja kamu udah suka dengan Basket Leon. Saat kamu sedang bermain Basket jalanan melawan para Anak sekolah lain." ucap Novaria.
"Masih inget aja Nov.. padahal aku sudah lumayan lupa loh sama kejadian itu."
"Gimana gak inget, orang kamu mengajakku untuk ikut bermain basket padahal saling tidak kenal. Dan juga aku saat itu mana paham tentang Basket."
"Mau gimana lagi, aku kekurangan personil. Terus kamu kebetulan lewat. Yaudah mending aku ajak daripada dicemooh sama Para Berandalan itu."
Pertemuan yang tak disangka-sangka nampaknya. Bagaimana bisa mereka berdua bisa akrab hanya dengan kejadian itu.
***************
1 menit tersisa…
Sekarang kedua belah pihak mulai memaksakan untuk mencetak skor. Papan skor yang menunjukkan Skor kedua belah pihak 32-30. Itu adalah skor dari ketatnya persaingan kedua Tim. Mereka semua mulai menerobos masuk dan berganti strategi menjadi Full Offense. Reinhart mencetak 3 Poin. Kemudian skor itu pun dibalas kembali dengan Adam yang melakukan Jump Shot kembali.
Detik sudah menunjukkan angka 30. 30 detik lagi yang tersisa. Mereka semua langsung bermain dengan kecepatan tinggi dan intensitas tekanan lapangan yang berat. Skor demi skor tercetak. Hingga skor saat ini sudah 40-41. Hanya tersisa 5 detik lagi.
Bola dipegang oleh Frans. Dengan waktu yang seperti itu, Sepertinya Tim Reinhart akan memenangkan pertandingan. Namun, tanpa disangka-sangka, Frans melempar bolanya dari ujung ke ujung sama seperti yang tadi dia lakukan.
Semua pandangan tertuju ke arah bola yang melayang itu. Waktu terus berjalan dengan cepat. Bola melambung tepat ke arah Ringnya.
TSSS
Bola itupun dengan mengejutkan masuk ke dalam Ringnya bersamaan dengan waktu yang Habis. Skor berubah menjadi 43-41 dengan kemenangan Tim Adam. Frans melakukan sebuah Hal nekat dengan waktu yang hanya sepersekian detik itu.
Frans pun melakukan sebuah Selebrasi dengan menunjuk ke arah ku yang berada di Bangku Penonton. Tatapan matanya itu seakan-akan ingin membuktikan bahwa dirinya bisa melakukan apa yang ku lakukan.
Aku lumayan terkejut saat dia menunjuk ke arahku. Apakah itu sebuah tantangan yang diarahkan padaku? Kalau begitu, aku akan menerimanya dengan senang hati.
"YAHH!! Reinhart malah Kalah sebelum melawanku. Aku jadi tidak semangat bermain lagi.." Kroenzi dengan memasang wajah Lesu.
Kami semua pun terkejut dengan apa yang diucapkan Kroenzi. Aku lupa! Dia bergabung ke dalam Timku hanya karena ingin mengalahkan Reinhart. Bagaimana jadinya jika Reinhart sudah kalah terlebih dahulu sebelum bertanding. Dengan semangat yang menurun itu, mustahil untuk mengalahkan Tim Adam nanti.
"Ya-ya.. semangat aja Kroenzi. Kita kan masih bisa bermain lagi nanti biar menang." Aku mencoba untuk membuatnya Semangat.
"Percuma saja Semangat kalau tidak melawan Reinhart.." balas Kroenzi.
Sial.. Sikapnya yang seperti anak-anak itu membuat ku kesal. Namun, aku harus mencari cara untuk mengembalikan semangatnya. Apa yang harus kulakukan sekarang?
"Tidak boleh begitu dong Kroenzi. Kita kan satu tim, kita harus punya satu visi yang sama. Buanglah sikap keras kepalamu itu." ucap Leon sambil menasehati Kroenzi.
"Betul tuh.. kita sebagai tim harusnya bisa satu visi," sahut Vincent.
"Lagi pula kan tidak ada salahnya kita mencoba untuk melawan Tim Adam untuk menang. Barangkali kalau memang nanti dapat Hadiah dari Pak Gritz," ucap Isaak.
Akhirnya 3 orang ini mengerti perasaanku. Mereka bertiga mencoba untuk membuat Kroenzi bersemangat kembali.
"Tidak Tidak Tidak.. aku akan semangat bila lawanku adalah Reinhart." Kroenzi menggelengkan kepalanya.
Apa yang harus kuucapkan agar semangatnya itu berkobar kembali.. Aku mulai memikirkan apa yang harus kuucapkan padanya. Ah! Sebuah Lampu muncul di otakku.
"Hey Kroenzi, kau bilang ingin mengalahkan Reinhart bukan tadi?" tanya ku.
"Iya, kan kamu mengajakku seperti itu tadi."
"Kalau begitu kamu bisa tetap mengalahkan Reinhart walaupun Reinhart tidak bermain lagi." Aku mencoba untuk meyakinkannya.
"Bagaimana caranya?"
"Kamu pikir saja.. kalau kita memang melawan Tim Adam, berarti otomatis kita juga sudah mengalahkan Timnya Reinhart bukan? Secara Tim Reinhart saja kalah melawan Tim Adam. Kalau kita mengalahkan Tim Adam, Berarti tanpa berpikir saja kita juga telah mengalahkan Tim Reinhart." Ujarku sambil menyilangkan Kedua kakiku sambil duduk.
Ekspresi nya yang tadinya lesu pun mulai bersemangat kembali. "Benar Juga! Kenapa aku tidak kepikiran tentang itu ya.. baiklah, aku akan bersemangat kembali HYAHH!! Demi mengalahkan Reinhart!" ucap Kroenzi dengan berdiri sambil semangat yang membara di tubuhnya.
Untung saja itu bisa membuatnya semangat.
{Huft..} sambil mengelus dada.
Karena selanjutnya giliran Tim ku dan Tim Adam yang bermain, Tim ku pergi kembali ke Lapangan. Tapi sebelum itu, aku pun mengelus kembali Rambut Novaria agar aku bisa semangat.
"Semangatin aku lagi ya Nov!" ucapku sambil mengelus rambutnya yang halus.
"Pasti Raph!!" jawab Novaria dengan semangat.
"Hahaha… yaudah aku pergi ke bawah Dulu ya. Dah.." sambil melambaikan tangan ke arahnya.
"Dah Raph…" dia membalas Lambaian tanganku.
__ADS_1
Aku pun pergi menyusul Tim ku yang sudah berjalan sejak tadi…