
"Ramai sekali.." ucapku berada di stasiun Stuttgarter.
Aku ingin pergi tempat yang dijanjikan oleh ku dan Novaria. Aku sengaja tidak membawa kendaraanku agar bisa lebih lama untuk berduaan dengannya. Sayangnya walaupun sekarang hari libur, Stasiun tetap ramai seperti hari biasanya.
Banyak sekali orang-orang yang pergi menggunakan kereta disini. Seperti Keluarga yang satu itu, mungkin mereka bertiga akan pergi berlibur di Akhir pekan ini.
Aku mengecek Smartphoneku untuk melihat waktu sekarang.
"Masih Jam 09.00, masih ada waktu sebelum waktu yang dijanjikan."
Kami berdua memutuskan untuk bertemu bersama di Taman Kota Berlintz pada Jam 10.30. Masih tersisa waktu sekitar 1 jam setengah untukku sampai tepat waktu. Masih lama sih itu.. aku tinggal menunggu kedatangan kereta sesuai jadwal saja.
Kereta menuju Berlintz dijadwalkan datang pada Jam 09.15 terlihat dari Papan Keberangkatan itu. 15 menit dari sekarang. Aku duduk di tempat yang disediakan untuk menunggu kereta.
Disebelahku ada satu keluarga yang sedang duduk juga.
"Pah, apa keretanya akan datang sebentar lagi?" ucap si anak.
"Sebentar lagi Nak.. sabar aja ya." ucap sang Ayahnya.
"Aku ingin pergi ke taman hiburan!" rengek anak kecil itu.
"Husstt! Nanti diomelin Ama penjaganya loh." sang ibu pun mencoba untuk menenangkannya.
"Ti..dak Mau!! Aku pengen pergi sekarang!"
Suara rengekan dan tangisan anak kecil itu cukup menggangguku. Aku pun mengeluarkan Airpods ku dari saku baju ku dan mulai memakainya di Telinga.
Setidaknya suara rengekan anak kecil itu bisa teredam menjadi lebih kecil. Aku pun memperhatikan Smartphone ku sembari menunggu kereta datang.
Melihat Berita - berita mengenai Dungeon Break atau pun menara yang muncul secara tiba-tiba. Seperti berita yang satu ini. Artikel dari sebuah Perusahaan Berita besar di Negara ini, Rotschild Channel.
Mereka mengangkat berita tentang Kemunculan Dungeon di Luar negeri yang masih belum terselesaikan. Bahkan sebagian besar Ranker dari penjuru dunia sudah mencoba untuk menaklukan Menara itu tapi belum ada yang bisa menyelesaikannya juga.
Dengan keadaan yang tak kusangka, anak kecil yang merengek tadi berada di depanku dengan wajah kebingungan serta menaruh jari telunjuknya di mulut. Aku pun menoleh ke arahnya.
"Ada apa Dek?" tanya ku.
"Yang Kakak pakai di telinga itu apa?" sambil menunjuk ke arah Airpods yang kupakai.
Aku pun mencabut salah satu Airpods dan memperlihatkan padanya. "Ini namanya Airpods, fungsinya untuk mendengarkan musik." sambil tersenyum.
"Wahh! Boleh aku pakai?" Celetuk anak kecil itu sambil merasa kagum dengan Airpodsnya.
Aku pun memberikan sepasang Airpods padanya. Itung-itung untuk membantu orang tuanya membuat dia merasa tenang. "Ini, biar kakak Pasangin sekalian saja di telinga mu ya.." jawabku.
"Maaf ya mas Kalo dia membuatmu kerepotan.." sahut ibu dari anak kecil itu.
"Gapapa kok Bu.. gak merepotkan," sanggah ku.
Airpodsnya pun sudah terpasang di Telinganya. Aku memutar lagu dari smartphoneku agar dia bisa mendengar suaranya dari Airpods.
"Wahh! Ada suaranya di telinga ku. Ibu Ibu… Ada suara musik di telingaku." cetus anak kecil tersebut sambil menggerakkan tumit ibunya dengan senyum yang lebar.
"Haha iya Nak.. sekarang kamu tenang ya.. duduk disini." ucap sang ibu sambil menepuk ruang kosong di sebelahnya.
Anak itu pun duduk dengan tenangnya di samping ibunya sambil mendengarkan musik menggunakan Airpodsku. Aku pun turut senang bisa membantu Keluarga kecil mereka. Walaupun tidak terlalu besar.
************
15 menit berlalu….
Kereta menuju Berlintz pun sudah datang. Sontak, aku dan Keluarga kecil di sebelah ku langsung berdiri secara bersamaan. Sang ibu pun menyuruh anaknya untuk memberikan Airpodsnya kepadaku.
"Berikan kembali Airpodsnya Nak ke Kakak itu.." perintah sang ibu.
Anak kecil itu pun melepaskan Airpodsnya dari telinga dan memberikannya padaku. "Ini Kak Airpodsnya.. Makasih ya!" ungkap anak kecil itu dengan senyum lebar tersirat di wajahnya.
"Sama-sama.. Jadilah anak yang baik ya." balasku dengan mengusap rambut anak kecil itu.
"Baik Kak.."
"Makasih ya Dek udah minjemin Airpodsnya untuk sementara waktu. Itu bisa menenangkan dirinya yang tadi Merengek." ucap sang bapaknya.
"Sama-sama juga Pak.. yah.. aku juga senang melihatnya ceria kembali." jawab ku sambil berdiri.
"Kami pergi dulu ya dek.." ucap kedua orang tuanya sambil menggandeng tangan si anak Kecil.
"Dah Kak!" lanjut si anak kecil itu sambil menoleh ke belakang, ke arahku.
"Dah.." aku sambil melambaikan tangan ke arah anak kecilnya.
Aku pun pergi untuk masuk ke dalam kereta setelahnya…
***********
1 Jam Berlalu…
Akhirnya aku sampai di kota Berlintz. Aku berjalan kaki untuk pergi ke tempat pertemuan, Taman Kota Berlintz.
Banyak sekali Orang yang berlalu lalang disini, Pakaian-pakaian mereka terlihat sangat modelist. Seperti seseorang yang berada di depanku, dia memakai sebuah Hoodie berwarna Hijau dengan Merk Luma.
Ada juga yang memakai Long blazer panjang, dress dan macam-macam lainnya. Mungkin karena ini Akhir pekan dan juga Kota Berlintz merupakan Ibu kota sehingga Pusat hiburan berada di sini semua.
Aku berjalan melewati kerumunan pejalan kaki, suara mobil berlalu lalang memenuhi isi kota. Cuaca yang cerah dengan sedikit panas yang menyengat. Untungnya aku memakai sebuah Topi untuk menghalau cahayanya.
Dengan kedua tangan kumasukkan ke saku, aku berjalan dengan pelan mengikut irama langkah kaki mereka semua. Kebanyakan pejalan berasal dari sebuah Keluarga yang hendak berlibur.
__ADS_1
**********
Sampai di tempat pertemuan….
Tampaknya Novaria belum sampai. Kuputuskan untuk menunggunya di bawah Pohon rindang.. lagipula aku datang 10 menit lebih awal dari Jadwal yang seharusnya. Aku berdiam diri dengan bersanding pada batang pohon besar di belakangku.
Orang-orang berlalu lalang di depanku dengan cepatnya. Entah apa yang mereka kejar sampai berjalan terburu-buru seperti itu. Sampai aku melihat sebuah Poster yang terpasang di tiang penyangga lampu. Ternyata hari ini dan di tempat ini, akan ada sebuah Event hiburan. Pantas saja mereka terlihat terburu-buru seperti itu.
5 Menit Berjalan….
Aku menoleh ke kanan dan ke kiri dengan harapan Novaria sudah datang. Walaupun ada Kursi taman yang panjang, namun semuanya sudah terisi penuh tanpa ada ruang sama sekali. Membuat ku terpaksa berdiri.
Sampai pada waktu menunjukkan pukul 10.28, akhirnya aku melihat Novaria yang tengah terburu-buru kemari. Aku pun bangun dari sandaran ku dan membetulkan posisi topi yang kupakai. Aku mengangkat tanganku agar dia dapat melihatku.
Dia pun melihat ke arahku sesaat aku mengangkat tanganku. Dia membalasnya dengan mengangkat tangannya juga sambil tersenyum lebar. Dia berlari setelah melihatku.
"Hah..maaf membuatmu menunggu lama Raph.." dengan terengah-engah.
"Gapapa Kok, lagian aku juga baru sampai," sambungku dengan berbohong padanya.
Nafasnya pun terlihat terengah-engah, kayaknya dia kelelahan karena dia lari tadi. Aku menunggunya sejenak untuk dia beristirahat.
Novaria pun langsung menegapkan badannya dan terlihat sudah tidak kelelahan setelah beristirahat sejenak. Aku pun langsung bertanya padanya mengenai agenda hari ini.
"Kira mau kemana Nov? Kamu belum ngomong apapun." sambil melihat ke arahnya.
"Aku belum bilang ke kamu ya?" Novaria sambil memiringkan kepalanya sedikit.
"Belum Nov," jawabku.
"Aku ingin mengajakmu ke Event Hiburan yang ada di dekat sini. Tapi sepertinya aku lupa memberitahunya kemarin."
Ternyata seseorang sepertinya bisa lupa ya.. hahaha.. aku sedikit tertawa sejenak sambil menutup nya dengan jari ku.
"Event hiburan yang tertempel di Poster itu ya?" Sambil menunjuk ke arah Poster yang tertempel di Tiang penyangga.
Dia pun melirik ke arah yang ditunjuk.
"Iya Raph. Event itu, katanya sih kita bisa mendapatkan hadiah kalau bisa naik ke panggungnya."
Kalau begitu sepertinya kita harus cepat-cepat kesana. Dari tadi aku melihat banyak orang yang sedang berlari kesana.
"Yaudah ayo Nov kesana. Dari tadi aku melihat banyaknya orang yang pergi kesana dengan terburu-buru."
"Ayo Raph! Nanti kita ga kebagian tempat paling depan lagi." dia dengan semangatnya menarik tanganku setelah itu.
Aku yang ditarik olehnya pun terpaksa menggerakkan kaki ku dengan cepat mengikuti irama langkah kakinya.
"Yahh.. gak kebagian tempat yang paling depan deh.." ucap Novaria dengan nada sedikit bersedih.
"Udah gapapa, kita lihat disini saja." Aku sambil mengelus punggungnya.
"Coba aja aku tadi datangnya lebih cepet. Pasti udah berada di bagian depan saat ini," eluhnya.
Mau datang paling cepat pun, memang terasa sedikit tidak mungkin untuk berada di bagian depan. Aku yang datang lebih awal saja sudah banyak orang yang pergi kesini.
Acaranya pun dimulai.. aku dan Novaria melihat Acaranya dengan tenang.
"HAAALLOOO KALIAN SEMUA YANG HADIR DISINI!" teriak sang pembawa acara yang berada di atas panggung. Semua orang pun menyambut pembawa acara itu dengan penuh semangat. "PASTI KALIAN SUDAH GA SABAR YA UNTUK MELIHAT PERLOMBAAN APA YANG AKAN KAMI ADAKAN KALI INI!" Semua yang hadir pun menjawab secara bersamaan. "IYA!"
"Hahaha.. Suara kalian yang bersemangat di cuaca yang terik itu menandakan bahwa kalian semua sangat menantikan Acara ini.." ucap sang pembawa acara sambil bergerak menuju ke arah para Penonton. "Baiklah.. tidak usah membuang-buang banyak waktu. Mari kita perlihatkan hadiah utamanya kali ini." Sambil menunjuk dengan kedua tangannya yang terbuka itu ke arah tirai yang tertutup di belakangnya.
Semua penonton pun tampak penasaran tentang hadiah utamanya kali ini. Tak terkecuali Novaria yang juga ikut penasaran. Kedua tangannya yang mengepal erat itu menunjukkan bahwa dirinya sangat penasaran dengan hadiahnya.
"Mari kita hitung bersama - sama untuk melihat hadiah utamanya ya!" sambil mengarahkan sebuah Alat perekam suara langsung yang bernama Mairofone ke kumpulan para penonton. "1…" semua penonton pun ikut mengikuti ucapannya. "2….." ini adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh kebanyakan Penonton. "Tiigggaaa!!!" Sebuah tirai pun terbuka.
Isi dari tirai itu adalah sebuah Boneka beruang berwarna pink yang sangat besar. Untuk acara besar seperti ini, hadiah utama yang mereka tawarkan hanyalah sebuah Boneka? Apakah mereka mencoba untuk membuat hiburan dengan membuat lelucon?
Aku tidak tahu apa yang pihak penyelenggara pikirkan. Tapi respon para penonton malah terlihat senang dan bersemangat sekali. Novaria pasti tidak tertarik sama sekali dengan hadiah utamanya…
Aku melirik ke arahnya. Ternyata pikiranku salah. Mata Novaria tampak berbinar-binar seperti menginginkan boneka besar itu. Sepertinya aku juga menginginkan Boneka itu berkat Novaria.
"Oke.. perlombaan kali ini bermain sebuah alat yang kami sediakan." ucap sang pembawa acara itu sambil merujuk ke samping panggung.
Sebuah alat muncul dengan sebuah Hoverboard yang membawa alat itu naik ke panggung. Sebuah Balok yang berdiri tegak dengan di dalamnya terlihat seperti Replika Pistol yang terhubung dengan sebuah Layar monitor besar.
"Permainan kita kali ini ialah…. menembak target dengan pistol replika ini. Siapapun yang mendapatkan poin tertinggi, berhak untuk membawa hadiah utamanya.."
WOOOO
Para penonton bertepuk tangan dengan keras. Aku lumayan percaya diri untuk mendapatkan Hadiah utamanya. Hasil latihanku bisa berguna di tempat seperti ini juga.
"Para Pemain hanya diberikan waktu 10 detik untuk memainkan alat ini.. dikarenakan dengan banyaknya para partisipan yang hadir, pihak penyelenggara memiliki visi utama untuk seluruh partisipan bisa memainkannya."
10 detik merupakan waktu yang cukup singkat. Untuk orang awam, mungkin hanya bisa menembak sekitar 1-2 target saja. Tapi untukku, aku mungkin bisa mencapai target sekitar 10 dalam waktu 10 detik.
"OKE! Para partisipan harap mengantri untuk menaiki panggungnya dan jangan berebutan ya.. semuanya akan dapat mencoba permainannya kok.." ucap sang Pembawa Acara itu dengan mengatur para partisipan yang ingin ikut mencobanya.
"Ayo ikutan Raph! Aku mau Boneka yang besar itu!" ucap Novaria dengan bersemangat ingin mencobanya.
"Baiklah," jawabku.
Semua yang hadir pun mulai mengantri secara 4 barisan. Untungnya alat yang tersedia ada 4. Tidak bisa dibayangkan jika alat itu hanya ada 1.. mungkin kekacauan akan terjadi. Aku dan Novaria berpisah barisan untuk mendapatkan skor tertinggi. Antriannya cukup panjang sih.. mungkin akan memakan waktu lama untuk bisa menaiki panggung.
__ADS_1
***************
Beberapa Jam Berlalu…
Antriannya pun tak kunjung usai. Hanya beberapa langkah lagi untukku sampai di panggung. Orang yang berada di depanku kalau dilihat-lihat sepertinya dia ahli memakai senjata. Aku bisa melihat otot lengannya itu yang sudah mengembang.
"Selanjutnya.."
Orang yang di belakangku pun segera naik ke panggung dan pergi ke dalam Alat itu. Karena balok itu terlihat gelap dari luar, aku tidak bisa melihat bagaimana cara dia menembak. Hanya saja.. ketika aku melihat skor yang terlihat di Papan bergerak itu, aku cukup terkejut. Dia mendapatkan Poin 10. Yang berarti, dalam waktu 1 detik dia bisa menyapu bersih 1 target.
Orang itu pun keluar dari alat tersebut dan pergi turun dari panggung. Aku melirik ke arah orang itu sejenak.
"Selanjutnya.."
Aku pun dengan segera masuk ke dalam alat itu. Tak disangka, ternyata ada 2 pistol yang ada disini. Perasaan tadi saat dinaikkan ke panggung, aku cukup melihat sekilas bahwa hanya ada 1 pistol. Tapi ini sebuah keuntungan bagiku.
Aku pun mengambil dua pistol itu dan menggenggam nya dengan erat. Sebuah layar kecil ditunjukkan di depanku. Ada sebuah target seekor burung yang sangat banyak sedang berterbangan. Mengisi namaku di layarnya setelahnya.
[ Ready! GO ]
Aku pun langsung menembak dengan menggunakan dua pistol ke arah burung-burung itu. 2..4..6..8.. burung tertembak sekaligus. Dalam waktu 10 detik, aku berhasil mengumpulkan skor sebanyak 18. Itu jauh melebihi rata-rata partisipan. Aku pun menaruh replika pistolnya kembali dan pergi ke luar.
Di Luar, banyak orang yang melirik ke arahku. Aku tidak terlalu kaget dengan itu, dengan skor yang kudapatkan, persentase kemenangan ku sangatlah tinggi. Aku pun pergi menuruni panggung dengan mengabaikan pandangan mereka. Semoga saja tidak ada yang bisa menyusul skor ku sampai akhir permainan.
************
"Karena semua partisipan sudah mengikuti acaranya.. sekarang tinggal pengumuman pemenangnya.. sepertinya para penonton sudah menebak siapa pemenangnya bukan.."
BISAA!
"Baiklah.. untuk pemenangnya adalah…." sebuah suara keras terdengar mengikuti pembacaan pemenang.
Semua orang tampak berharap dia menjadi pemenangnya. Novaria juga sedikit berharap bahwa dia menang dan mendapatkan hadiah utamanya. Dia berdoa dengan mata yang tertutup dan tangan yang saling bergenggaman erat.
"RRRAAAPHAELLLL…. IGNITEE!" teriak sang pembawa acara.
Novaria melihat ke arahku seketika. Dia terlihat memasang wajah bahagia ketika mendengar namaku yang terpilih menjadi pemenang.
"Kamu menang Raph!!" semangat Novaria menggerakkan bahu ku.
"Silahkan untuk pemenang maju dan naik ke atas panggung untuk mengambil hadiah utamanya."
Aku pun bergegas maju ke arah panggung. Semua orang melirik ke saat aku berjalan melewati mereka. Ada beberapa orang yang tampaknya tak senang dengan kemenangan ku.
"Wajar saja dia menang.. dia dari keluarga Ignite yang terpandang itu.."
"Kenapa harus ada anggota keluarga Ignite yang mengikuti permainan ini.."
Aku mengabaikan berbagai bisikan yang terdengar olehku. Sesampainya di Panggung, aku disambut meriah oleh sang pembawa acaranya.
"Ini dia pemenangnya! Ucapkan selamat untuk Raphael Ignite.." sambil memperkenalkan ku dengan tangan kanannya merujuk ke arahku.
Suara tepuk tangan memeriahkan acaranya.
"Boleh berikan sepatah kata ataupun kalimat kepada para penonton?" sambil memberikan Mairofone kepadaku. Aku pun mengambil Marifonenya dan mulai berbicara.
"Ehem.. pertama-tama.. aku ucapkan terima kasih atas tepuk tangan kalian semua." aku berdehem untuk mendapatkan perhatian dari mereka semua. "Mungkin ada sebagian orang yang tak senang saat aku memenangkan acaranya. Tapi percayalah, semua orang bisa mencapai tingkat itu dengan berusaha keras. Kecilkan omonganmu dan Tingkatkan Aksi!" ucapku kepada mereka semua.
Aku pun memberikan Mairofonenya kembali. "Tepuk tangan sekali lagi untuk Raphael Ignite yang telah berhasil menjadi pemenang acara kali ini," ucapnya sambil tepuk tangan.
"Kamu boleh mengambil hadiah utamanya Raphael.. atau bisa kubilang Tuan Raphael untuk menghormati anggota keluarga Ignite." ucapnya padaku.
"Panggil saja Raphael. Jangan terlalu formal hanya karena aku bagian dari Keluarga Ignite."
"Haha.. Baiklah, kalau begitu ini Hadiah Utamanya." sambil menyerahkan Boneka beruang besar berwarna pink kepadaku.
Setelah mendapatkan Boneka yang besar ini, aku pun kembali turun dan menemui Novaria. Aku ingin menghadiahkan Boneka ini padanya.
Dengan Menggenggam erat Bonekanya, aku berjalan melewati kerumunan lagi.
"Selamat Raphael!" Novaria sambil bertepuk tangan.
"Terima kasih Nov.." balasku. "Dan juga, ini bonekanya untuk mu saja. Aku memang sengaja untuk memberikan kepadamu kalau aku menang." sambil memberikan boneka besarnya kepada dia.
Dia tampak tak menyangka bahwa aku memberikan boneka besar yang kudapatkan untuknya. Dia tampak senang dan menerimanya dengan senang hati. "Terima Kasih sayang.." dengan kebahagiaan tersirat di wajahnya.
Karena acaranya sudah selesai dan juga hari sudah mulai sore, Aku dan Novaria pun memutuskan untuk pulang sekarang. Kami berdua pergi pulang dengan menggunakan kereta bersama-sama.
*************
Di Kereta….
Novaria tampak tertidur di sampingku dengan memegang erat boneka yang kuberikan padanya. Sepertinya dia kelelahan setelah mengikuti acara itu. Dia tertidur pulas saat ini.
Aku pun tersenyum ke arahnya
dan mencoba mengelus rambutnya.
"Kayaknya kamu lelah banget ya Nov.." Ucapku sambil mengelus Rambutnya. Dia pun bergerak sembari tertidur dan mulai bersandar di bahuku saat ini.
Aku pun merangkulnya dengan erat dari samping agar dia merasa lebih nyaman…
__ADS_1