Ingin Menjadi Top Ranker

Ingin Menjadi Top Ranker
Chapter 53 Suara dari sebuah Bongkahan Es


__ADS_3

DOR..DORR


  [ Poin : 1043 ]


   Peningkatan lagi dibanding hasil sebelumnya. Aku mulai terbiasa memegang sebuah pistol saat ini. Mungkin aku akan bisa menyusul poin Kak Kaizo yang terlalu tinggi itu dalam beberapa bulan ke depan.


   "Tanganku sedikit sakit rasanya.." sambil memutarkan pergelangan lengan kanan ku.


   Mungkin karena efek dorongan yang diberikan oleh pistolnya. Walaupun sudah memegang pistol dalam waktu yang lama, tetap saja efeknya masih akan terasa. 


  Aku akan beristirahat sejenak di bawah untuk menghilangkan sakitnya terlebih dahulu. 


   "Hah.. sebaiknya aku sering - sering melakukan olahraga untuk menguatkan tangan ku agar bisa menetralkan rasa sakitnya," eluh ku sambil duduk di kursi lantai bawah.


   Aku membuka Smartphone ku untuk mengeceknya. Aku menerima sebuah pesan dari Novaria. Dengan cepat aku mencoba untuk membalas pesannya itu.


  -Ada apa Nov? 


  -(sedang mengetik) 


  -Apa kamu punya waktu luang besok Raph?


     Hmm.. aku tidak ada rencana kegiatan apa-apa sih untuk besok selain latihan lagi disini. Lagipula besok adalah Hari Minggu. Aku biasa meluangkan waktu ku di hari itu.


   -Punya Nov, memangnya kenapa?


    Aku bertanya padanya. Sepertinya dia akan mengajakku pergi bersama esok hari. Kalau seperti yang kupikirkan, aku akan menerimanya dengan senang hati. Sudah lama juga aku tidak berjalan bersama dengannya selain di sekolah.


   -Mau pergi bareng ke suatu tempat gak besok?


  Tepat seperti yang kupikirkan. Tanpa banyak waktu, aku langsung membalasnya dengan cepat.


   -Boleh Nov, lagian aku juga udah kangen sama kamu.


    Sedikit menggodanya mungkin lebih baik. 


   -Ihh! Aku juga kangen tau. Yaudah, besok aku kabarin lagi ya Sayang. Dahh..


   -Dah juga..


   Percakapan singkat pun berakhir. Sedikit senang bisa bersamanya lagi esok hari. Rasanya aku merasa kangen bila tidak ada dia di dekatku.


   Aku pun menaruh Smartphone ku kembali. Tanpa diduga, Pintu masuknya terbuka. Padahal kan kuncinya aku yang pegang, kenapa ada seseorang yang bisa masuk.


   Aku pun mulai berdiri dan mencoba memastikan siapa yang masuk itu. Kemungkinan, Ayahanda yang membuka pintunya. Tapi yang kutahu, Kunci untuk masuknya hanya ada 1 dan sedang aku pegang saat ini.


   TESSS


   {Kak Kaizo? Ada apa dia kemari.} 


   Tumben sekali aku melihatnya berada di ITG. Dikarenakan kesibukannya, dia jarang untuk pergi kemari lagi. Aku pun mencoba untuk mendekatinya. Semoga saja dia tidak menjauh dariku lagi.


   "Pagi Kak Kaizo.." sapa ku.


   Dia pun menoleh ke arahku dengan Raut wajah datarnya itu. 


    "Ngapain kamu disini?" tanya Kak Kaizo.


   Wahh!! Akhirnya dia berbicara padaku.. sudah lama sekali aku tidak berbicara dengan dia. Aku sedikit merasa senang dan terkejut dalam waktu bersamaan.


    "Aku lagi latihan aja disini. Kalo Kak Kaizo mau ngapain?" 


    Dia pun melihat-lihat sekitar. Lalu menatap kembali wajahku dengan Tajam setelahnya. Aku sedikit merasa takut saat dia menatapku.


     "Baguslah, aku hanya ingin pergi ke sini untuk mengisi waktu yang senggang," jawab Kak Kaizo dengan Raut wajahnya yang datar dan tatapan tajam.


     Untuk pertama kalinya aku diberikan sebuah pujian olehnya. Aku pun sedikit salah tingkah, semoga saja dengan seperti ini Hubunganku dengannya bisa mengerat.


      "Terima kasih Kak. Oh iya, Kakak masuk menggunakan apa? Padahal kuncinya aku yang pegang," tanya ku.


      "Aku memiliki Kunci cadangannya. Dan juga.." dia mencoba menatap dengan tatapan yang lebih tajam lagi sampai badanku bergetar. "Apa kau mencuri kuncinya dari Ruang Ayah?" tanya Kak Kaizo.


    Ya.. Haha.. aku mengambilnya tanpa izin sih. Itu bisa dikategorikan dengan pencurian. 

__ADS_1


      "Haha… bisa dibilang begitu. Kalau aku meminta izin padanya langsung, itu akan mengganggu pekerjaannya nantinya." jawabku sambil tertawa malu dengan menggaruk rambutku.


      "Lain kali izin kepada Ayah. Aku tidak mau tempat ini berantakan," ucap Kak Kaizo.


      "Maaf Kak Kaizo. Aku akan meminta izin padanya nanti. Tapi tolong jangan usir aku dari sini, aku masih ingin latihan.." gumamku sambil sedikit menyesal.


       "Tidak, aku tidak akan mengusirmu. Aku hanya minta jangan membuat tempat ini berantakan." 


     Ternyata dia baik kepadaku.. kukira selama ini dia adalah orang jahat. Ya karena aku tidak pernah berbicara padanya sejak kecil. Dan juga sorot mukanya itu membuat ku sedikit takut untuk mendekatinya.


      "Baik Kak! Aku tidak akan membuat tempat ini berantakan." jawab ku dengan kencang sambil memasang postur tubuh tegak.


      "Kalau begitu aku pergi dulu."


    Kak Kaizo pun pergi meninggalkan tempat ini. Aku mungkin bisa memintanya untuk melatihku nanti ketika dia memiliki waktu senggang kalau seperti ini. Belajar darinya adalah hal yang baik.


   Aku pun melanjutkan kembali latihan ku.


   **************


    1 setengah jam berlalu….


   Sekarang aku sedang dalam perjalanan pulang ke rumah setelah berlatih di ITG. Cuaca mulai panas diiringi dengan sinar matahari yang menyengat langsung ke kulitku. Musim panas ini membuatku kerepotan.


    Di jalan, aku tak sengaja bertemu dengan Roselianne yang sedang berjalan di sekitar Area dekat kediamanku. Aku pun mencoba untuk mendekatinya dengan berlari. Aku menaruh tanganku di pundak kanannya. Dia pun dengan cepat menoleh ke arahku dengan Wajah yang sedikit terkejut.


   "Siang Rose.." sapa ku.


   "Hah.. kukira siapa. Ngagetin aja kamu Raph." Roselianne dengan menghembuskan nafasnya perlahan.


   "Maaf-maaf.. kamu habis dari mana Rose?" tanya ku.


   Kalau dilihat dari pakaiannya, sepertinya dia baru saja selesai berolahraga. Tapi kalau olahraga, kenapa dia melewati dekat Kediamanku? Padahal Taman letaknya jauh dari sini.


    "Aku habis dari Luar. Habis Jogging dari Luar tadi." 


   Pantas saja.. dia Jogging di luar Kawasan ternyata. Wajar saja aku jarang melihatnya di Taman saat pagi hari. Dan juga aku sekarang jarang pergi ke Taman sih. 


     "Oh.. habis ini kamu mau kemana? Langsung pulang?" 


     "Ya udah, aku juga pengen pulang. Dah Rose.." sambil mengangkat tangan ku.


     Dia pun mengangkat satu tangannya juga dengan sedikit. Kami pun berpisah untuk pulang ke Kediaman masing-masing.


    ****************


   "Aku mulai bosan… apa yang harus kulakukan ya?"  sekarang masih Jam 10.00, masih lama untuk menunggu besok. Mungkin aku akan mencoba untuk berinteraksi bersama Triniade. Sudah lama juga aku tidak mendengar suara Pak Tua itu.


   Aku pun mencoba untuk memfokuskan pikiran ku untuk mengirim sinyal kepada Triniade. Sambil memejamkan mata, aku mulai berbicara di dalam hati untuk bertelepati dengannya. 


  (Pak Tua!! Oy Pak Tua, apa kamu bisa mendengar suaraku?)


   Beberapa menit tak mendapat respon darinya. Sulit sekali untuk menghubunginya ketika aku ingin berbicara padanya. Aku pun mengalihkan pikiranku dan mencoba untuk menghubungi Vania. 


    (Vania.. apa kamu bisa mendengar suaraku?)


   Tak berselang lama, ada suara seseorang terdengar dari pikiranku.


    (Ada apa Tuan Raphael?)


   Akhirnya aku bisa terhubung dengannya. Walaupun tak berbicara pada Triniade, aku masih bisa bertanya pada Vania nantinya.


    (Apakah SP Sistemnya sudah diperbaiki Vania? Aku ingin menukarkan sedikit poin yang kudapatkan.)


    (Sudah diperbaiki Tuan Raphael.. Anda bisa menukarkannya sekarang.)


    Baguslah, tapi masalahnya kini aku tak mengerti bagaimana cara menukarkannya. Aku harus bertanya lagi kepadanya tentang penukarannya seperti apa.


    (Bagaimana cara menukarkannya? Aku tidak tahu caranya.)


    (Aku akan membimbing Tuan Raphael bagaimana cara untuk menukarkannya. Anda bisa melihat sebuah Jendela Sistem nantinya.)


    Mendengarnya berkata seperti itu, aku pun langsung membuka mataku dan mencoba berinteraksi menggunakan Jendela sistemnya. 

__ADS_1


    "Status Activated." ucapku dengan pelan.


    Sebuah Jendela Sistem langsung muncul di hadapanku. Aku sedikit terkejut melihat statistik diriku. Kini, semua kemampuan tubuh mulai meningkat semua ke Tier C. Sebuah peningkatan Drastis hanya karena berlatih selama Berbulan-bulan.


   「 Untuk menukarkan SP, anda bisa pergi ke Halaman penukaran 」


   Sesuai dengan arahan yang diberikan Vania, aku memencet halaman penukaran yang berada di paling bawah Jendela sistemnya. 


     「 Weapon , Attribute, Statistik, Item 」


    Banyak sekali Jenis yang bisa ditukarkan. Aku pun mengecek semua Barang dari semua Jenis yang ada. Dimulai dari Weapon. Ada sebuah Darkness Dagger seharga 10.000 SP. Ini terlalu mahal, dan juga dilihat dari Attribut senjatanya, itu hanya biasa saja dengan Membuat bekas luka yang tidak bisa dihilangkan.


   Kemudian ada Alcantara Spear, sebuah Tombak dengan Ujung lancip berwarna perak dengan motif Singa di ujung gagangnya. Ini juga jelek. Aku pun melihat-lihat lagi ke bawah sampai sudah tidak ada lagi yang dijual. 


   "Kualitas senjatanya sangat mahal dan juga tidak cocok untukku. Haruskah aku berpindah ke bagian Attribute?" gumamku


   Aku membuka bagian Attribute. Lumayan banyak perlengkapan yang bisa ditukarkan disini. Mulai dari Armor, sarung tangan, Cincin dan juga Kalung. Semuanya tampak menarik dan juga berharga murah. Seperti Mystical Gloves ini, kulihat dia memiliki sebuah kekuatan yang bisa membuat siapa saja yang tersentuh dengan sarung tangannya akan ditandai olehnya selama beberapa hari. Itu cukup bagus untuk sekelas Sarung Tangan hitam yang berharga 75 SP ini. SP yang kumiliki sekarang hanya 100. 


   Tanpa memikirkan lagi, aku pun langsung menukarkannya dengan Sarung Tangan Hitam ini. 


   「 Penukaran berhasil dilakukan 」


   Sebuah Sarung Tangan Hitam tadi pun langsung muncul di depanku dengan ajaibnya. Aku pun segera mengambilnya. Terlihat, Sarung Tangan itu seperti mempunyai Aura mistis yang mengelilinginya. Aku pun memegangnya langsung dengan tanganku dan mencoba untuk memakainya.


   "Bahannya lembut dan juga ini terlihat bagus ketika aku pakai." Sambil berdiri di depan kaca dengan memakai Mystical Glovesnya. Tapi aku tidak terus menerus memakai ini, aku tidak ingin seseorang yang aku sentuh nantinya akan mendapatkan sebuah Tanda yang menunjukkan lokasinya nanti. 


    Sepertinya aku harus menyimpannya lagi di tempat penyimpanan khusus ku yang berada di Ruang Musik. Poseidon's Water Potion yang kutukarkan dari Jack juga masih tersimpan dengan baik disana. Aku belum memakainya karena aku bingung mau memakainya bagaimana. Lebih baik aku menyimpannya untuk berjaga-jaga nanti.


   Aku pun menaruh Mystical Glovesnya di sebuah Peti kecil yang kusembunyikan di sudut-sudut Ruang Musik. Di peti ini hanya ada Poseidon's Water Potion saja. Sekarang ada 2 barang yang tersimpan disini. Semoga saja suatu hari nanti barang-barang ini bisa terpakai dengan baik.


   Aku pun menutup kembali petinya dan mencoba untuk menukarkan SP yang tersisa. Membuka Jendela sistem kembali dan membuka bagian Statistik kali ini. Di halaman ini, aku bisa meningkatkan statistik ku menggunakan SP untuk sementara waktu. Dan juga harganya lumayan mahal, untuk satu level saja aku harus merogoh kocek sebesar 50 SP untuk salah satu Statistik.


   Percuma saja, sekarang aku hanya tersisa 25 SP lagi.. aku pun berpindah halaman ke Item. Banyak sekali item yang tersedia. Dan juga, aku melihat Poseidon's Water Potion yang kutukarkan pada Jack juga terjual disini. Sepertinya Item itu memang memiliki Istimewa tersendiri.


    Aku melihat sebuah Kantong kecil. Dari deskripsinya, Kantong ini bisa menyimpan segala apapun barang di dalamnya. Dan juga, harganya hanya 25 SP. Ini sesuai dengan SP yang kumiliki sekarang. Harusnya Kantong ini akan berguna untuk menyimpan barang-barang yang bisa kudapat di Evilanse World nantinya.


   Aku baru menyadari bahwa saat membunuh para monster-monster, mereka selalu menjatuhkan sesuatu dari tubuhnya. Entah itu sebuah Taring, cincin atau pun sebuah Bebatuan berwarna layaknya permata.


   Karena aku tidak bisa membawa itu semua, terpaksa aku meninggalkan barang jatuhan itu disana. Dengan Item Kantong kecil yang bisa membawa apa saja ini, aku bisa mengambil Hasil perburuan ku nantinya dengan jumlah banyak.


   Aku pun langsung menukarkannya kembali. 


   「 Penukaran berhasil dilakukan 」


   Aku pun menunggu Kantong itu muncul di hadapanku.


  **************


   Beberapa saat kemudian…


   "Ini mana barangnya, apakah sistemnya error lagi?" celetuk ku.


   Sudah beberapa menit aku menunggu tapi kantong itu belum muncul juga. Aku pun dengan segera berbicara kepada Vania.


   (Vania.. Apakah sistemnya Error kembali?)


   Tak lama, dia pun membalasnya.


   (Tidak Tuan Raphael, Sistemnya berjalan dengan baik. Tidak ada masalah yang berarti di sini.)


   (Lantas, kenapa kantung yang kutukarkan belum muncul juga?)


   (Kantong dimensional itu ya.. mau anda tunggu sampai berapa lama pun kantong itu tidak akan muncul di hadapan anda.)


    Kalau begitu kenapa dia menaruh barang itu di Penukaran?


   (Memangnya kenapa?)


   (Karena Item itu akan terpasang sendiri dengan Sistemnya. Anda bisa membukanya dengan mengucapkan Open Storage. Nanti dengan otomatis akan muncul jendela penyimpanan yang bisa anda gunakan.)


   Ternyata seperti itu. Kukira tadi ada sebuah masalah yang terjadi. Aku pun mencoba untuk mengucapkan apa yang Vania katakan tadi.


   "Open Storage."

__ADS_1


   Jendela Sistem pun muncul kembali. Ada beberapa kotak di sana yang bisa digunakan untuk menyimpan. Aku cukup terkagum dengan mekanisme sistem yang Triniade buat. Dan juga, kapasitas dari penyimpanan ini cukup banyak. Apalagi masih bisa di upgrade kapasitasnya dengan menggunakan SP.


   Aku akan menyimpan Poseidon's Water Potion dan Mystical Glovesnya disini saja ketimbang di peti kecil itu….


__ADS_2