Ingin Menjadi Top Ranker

Ingin Menjadi Top Ranker
Chapter 57 Kenapa Hari Ini!!


__ADS_3

Di dalam…


  "Wahh.." kagum ku melihat suasana Bangunannya.


  Banyak sekali para Hunter yang sedang mencari quest itu.. berbagai macam Clan saling berkumpul untuk berdiskusi.


   Teknologi-teknologi canggih terlihat disini. Mulai dari Robot pembantu, robot pengorganisasian Quest sampai sebuah Layar Visual besar yang bisa ditonton seluruh Ranker. Semua fasilitasnya sangat lengkap disini.


   Aku melihat penjuru bangunan sampai ke sudut-sudutnya dengan kekaguman. Tak salah aku mengikuti Ayahanda kesini. 


   "Yah.. mungkin akan terlihat bagus untukmu melihat Fasilitas-fasilitas lainnya nanti Raphael." Ucap Ayah sambil melirik ke arahku.


   "Masih ada fasilitas yang lainnya?" tanya ku dengan seakan tak percaya.


   "Ini hanya bagian kecil dari seluruh fasilitas yang tersedia. Belum lagi nanti kamu akan melakukan Ujian dengan Keamanan oleh Teknologi tingkat Tinggi," jawab Ayahanda.


   Wahh!! Teknologi yang belum pernah kulihat di Tempat lain ini hanya sebagian kecil dari seluruh Teknologi yang tersedia. Sungguh ajaibnya Asosiasi Ranker dalam menciptakan teknologi demi membantu kesejahteraan umat manusia.


   "Anakmu terlihat sangat Kagum sepertinya ya, Zircon." ucap Jimmy dengan kedua tangan di belakangnya itu sambil berjalan.


   "Wajar untuknya kagum seperti itu. Dia baru pertama kali melihat Asosiasi Ranker dari dalam," jawab Ayah.


  Jimmy pun berhenti dan mendekat ke arahku. Dia memegang kedua Pundakku dengan tangan besarnya itu. Bahkan, telapak tangannya itu bisa saja dengan mudah mencengkram bahuku. 


   Dia mendekatkan wajahnya ke arahku sambil berkata. "Kalau kamu lolos, kamu akan bisa kesini setiap harinya. Jadi, Semangatlah!" dengan bersemangat.


  Mendengar seorang Ayah dari Adam berkata seperti itu, semangatku mulai meningkat. Kalau aku bisa kesini setiap hari, mungkin akan lebih baik untukku meminta sebuah Job untuk membasmi Dungeon-Dungeon tingkat rendah.


   Pengalaman lebih berarti ketimbang Berlatih tanpa Praktek. Walaupun Latihan ku bisa membuahkan hasil, tapi tetap saja itu hanyalah sebagian kecil untuk diriku menjadi lebih kuat. Dan juga, monster yang berada di Evilanse World sedikit lebih lemah ketimbang yang ada di Dungeon-Dungeon.


   "Baik om!" balasku sambil bersemangat.


   Om Jimmy pun kembali melanjutkan berjalannya. Aku sebenarnya tidak tahu kita bertiga akan pergi kemana, tapi kalau dilihat dari jalur yang dilewati oleh Om Jimmy, sepertinya akan menuju ke Meja Resepsionis yang di depan.


   Aku pun mengikuti mereka berdua sambil melihat-lihat ke arah Para Ranker yang berbahagia itu.


  Ada sekumpulan orang yang membuatku tertarik. Mereka sedang duduk dengan mengelilingi meja bundar di tengah mereka. Salah seorang Ranker tampak berdiri menaikkan salah satu kakinya di atas meja sambil menunjuk serta melihat ke arah Atas.


   "KITA YANG TERKUAT!!" Ucap Ranker itu dengan suara keras.


   Anggota-anggota yang lainnya pun juga berteriak merespon teriakannya itu. "WOO!!"


  


   Sekumpulan orang yang Aneh. Tapi dengan semangatnya yang seperti itu, mungkin saja mereka terlihat kuat. Sepertinya Komposisi Clan mereka terdiri dari seorang Fighter, Killer, Healer dan juga Tanker.


   Itu semua terlihat dari bagaimana cara mereka semua berpakaian. Salah seorang disana memakai sebuah Armor besi yang besar dan tebal dan sebuah Shield di tangannya. Itu menunjukkan bahwa dia adalah seorang Tanker.


   Sedangkan yang perempuan itu dengan pakaian seperti seorang Sister dari Gereja dengan sebuah Tongkat yang di atasnya terdapat bola berwarna kuning itu, menunjukkan bahwa dia adalah seorang Healer. 


   Dan orang yang berdiri itu, dilengkapi dengan sarung tangan di tangannya. Sedangkan untuk yang kurus tinggi, sepertinya dia seorang Killer. Tapi aku juga tidak tahu kalau yang kurus tinggi itu, sebab pakaiannya terlihat aneh. Dia memakai sebuah Jas berwarna Hitam dengan celana panjang. Tapi yang bisa membuatku berpikiran bahwa dia adalah seorang Killer adalah pedang runcingnya itu.


  Yahh.. komposisi Clan mereka terlihat saling melengkapi sih. Mungkin mereka salah satu bagian dari Clan tingkat Tinggi.


   Sistem Clan disini terbagi menjadi 3. Rendah, Menengah dan Tinggi. Itu tingkatan umum yang masyarakat ketahui.


   Tapi, ada satu tingkatan lagi yang sebenarnya ada. Jarang sekali ada Clan yang memiliki Tingkat ini. Bahkan, hanya ada 5 Clan yang memasuki Tingkatan ini.


   Tingkat Superior. Salah satu Clan yang masuk ke dalam Tingkatan itu adalah Clan yang dibentuk oleh Kyle, "Freedom Wings". Sebuah Clan dengan anggota yang rata-ratanya berada di Tier S. Dengan simbol sebuah Sayap Elang yang berwarna putih. Dan juga, Clan yang memiliki Pencapaian tertinggi di Negeri ini.


   Itu adalah Clan yang sangat diidam-idamkan oleh para Ranker. Sesudah kamu masuk ke Clan itu, sudah pasti Kekuatan, popularitas dan juga Kekayaanmu akan meningkat secara drastis.


  Salah satunya adalah Sekretaris Clan itu yang bernama, "Diona Alfred Wallace". Seorang perempuan yang bahkan sebelum dia bergabung dengan Clan milik Kyle itu tak ada yang mengenal namanya. Tapi sekarang, dia bagaikan seorang Artis di negeri ini.


   Tak jarang dia sering masuk dalam siaran Televisi dengan Kemampuannya itu. Yah.. memang itu berkat kepopuleran Top 1 Ranker Kyle Roswell yang tak lain tak bukan adalah Anak dari Om Jimmy di depanku ini.

__ADS_1


   Keluarga mereka terlihat membahayakan ketimbang Keluargaku..


  *****************


   "Kita sudah sampai di Meja Resepsionisnya. Kamu Raphael, hanya tinggal mengisi saja formulir yang disediakan disana dan mengecek seberapa besar potensimu." ucap Om Jimmy.


   "Baik Om," jawabku


   "Ya sudah, kalau begitu Raphael. Kamu isi sendiri ya.. Ayah sama Jimmy ini ingin pergi ke Ruang Kerja Om Jimmy. Ada sesuatu yang ingin Ayah bahas dengannya." ungkap Ayahanda sambil menunjuk ke arah Om Jimmy yang melipatkan tangannya itu.


   "Baik Ayahanda, aku akan mengurusnya sendiri," balasku.


   Mereka berdua pun pergi meninggalkanku. Setelahnya, aku hanya harus bertanya pada seorang Perempuan yang menjadi Resepsionis ini.


   "Permisi.." sapa ku.


   Sang Wanita Resepsionis itu sepertinya terlihat sibuk dengan banyaknya orang yang ingin mendaftar juga sebagai seorang Ranker. Ya.. penghasilan utama di negeri ini berasal dari Ranker sih.. wajar jadinya kalau banyak orang juga yang ingin menjadi Ranker. 


   Salah satu wanita resepsionis itu mulai mendekat ke arahku.


   "Ada yang bisa dibantu?" tanya nya.


   "Aku ingin mendaftar menjadi seorang Ranker. Apa boleh aku meminta Formulirnya?" 


   "Baik, tunggu sebentar ya.."  


   Sang Wanita Resepsionis itu pun menjauh untuk mengambil sebuah Chip berbentuk bulat di lemari yang berada di sudut ruang Resepsionis itu. Setelah mengambilnya, dia kembali kemari.


   "Silahkan isi terlebih dahulu formulirnya ya.." ucapnya sambil mengurus yang lain.


   Aku pun menekan sebuah Tombol kecil yang ada di chip. Sebuah Layar Hologram yang berbentuk seperti kertas muncul. Aku langsung mengisi formulirnya menggunakan sebuah pulpen khusus dengan mengandalkan energi Avrion. 


   Beberapa menit berlalu….


   Aku sudah selesai mengisi Formulirnya yang berisi tentang data diri tentangku. Aku memanggil kembali sang Resepsionisnya seusai mengisi formulir.


   Salah satu resepsionis pun melihat ke arahku dan bergerak kemari.


   "Ada apa?" tanya dia.


   "Aku sudah mengisi formulirnya.. apakah ada tahapan lain?" tanya balik.


   Dia pun mengambil Chipnya dan membaca semua isi formulir itu dengan seksama. Kemudian dia pun menaruh kembali Chipnya di meja yang berada di depanku.


   "Untuk selanjutnya bisa menunggu untuk mendapat giliran melakukan Tes fisik dan analisa statistik mu nanti. Kamu boleh duduk di tempat yang tersedia disana!" ucapnya Sambil mengulurkan tangannya menunjuk sebuah Kursi yang berada di dekat Jendela besar itu.


   "Terima kasih.." balasku sambil berbalik arah menuju ke kursi yang ditunjuknya.


   Seperti instruksi yang tadi diberikan, aku menunggu sejenak sampai aku mendapatkan giliran ku untuk melakukan tes yang pertama. Tes fisik dan Analisa Statistik.


  Aku sedikit gelisah tentang tesnya itu.. dalam pikiranku, dipenuhi dengan sebuah kata yang sedikit pesimis.


   {Bagaimana kalau aku tidak lulus tes fisiknya?}


   Aku menggigit jari telunjuk tangan kananku agar aku merasa sedikit tenang. 


   Tak lama..


   Seseorang duduk di sampingku. Aku cukup terkejut dengannya yang secara tiba-tiba langsung duduk tanpa berbicara sepatah kata pun. Aku pun melirik ke arahnya sambil menundukkan kepalaku.


  Seorang perempuan berambut panjang berwarna kuning dengan memakai sebuah Baju Kasualnya serta memakai Blazer panjang berwarna putih di luarnya. Aku tidak ada niatan untuk menyapanya walau dia berada di sampingku.


   Aku melihat ke arah lantai sambil memejamkan mataku sejenak dengan kedua tangan bergenggam erat…


   "Permisi.." suara seseorang.

__ADS_1


   Mendengar itu, mataku pun langsung terpejam. Aku melirik ke arah suara itu datang. Suara itu ternyata berasal dari wanita yang disampingku. Dia tampak menoleh ke arah wajahku yang sedang menunduk itu.


  Aku langsung menegapkan posisi dudukku dan membalas ucapannya. "Halo juga.." sambil melihat ke arahnya.


   "Apa kamu juga sedang menunggu untuk Tesnya?" tanya nya.


   "Iya, saya sedang menunggu untuk melakukan Tesnya." jawabku sambil mengelus rambut belakangku dan sedikit tersenyum paksa.


   "Ternyata sama.." sambil menyatukan kedua telapak tangannya saling bersentuhan. "Apa kamu juga ingin menjadi seorang Ranker? Atau hanya sekedar melakukan tes saja?" tanyanya lagi.


    "Saya ingin menjadi seorang Ranker dimari. Kalau kakaknya.. mau jadi Ranker juga?" tanyaku.


   "Ah, tidak. Aku kemari hanya untuk sekedar melakukan Tes saja. Sudah lama aku tidak memeriksa kembali fisik dan statistik ku." Balasnya dengan telapak tangan kanan digerakkan untuk menyanggah.


    "Ternyata Kakak seorang Ranker ya!!" Aku sedikit semangat setelah mendengar dia seorang Ranker.


    "Benar.. aku sudah lumayan lama menjadi seorang Ranker. Memangnya apa tujuanmu menjadi Ranker?" cecarnya.


    "Untuk sebuah tradisi keluarga kami sih.. walaupun ya.. aku juga berniat menjadi Ranker untuk tujuan lain. Tapi prioritas utama ku saat ini mungkin untuk meneruskan silsilah keluargaku," balasku.


   Tapi kalau dilihat-lihat, wajah dan warna rambutnya sedikit mengingatkan ku pada Seseorang. Tapi tidak mungkinlah aku bertemu salah seorang keluarga dari teman kelasku secara bersamaan di hari ini.


     "Memangnya kamu berasal dari Keluarga mana?"  


     "Yah…." Aku sedikit bingung untuk menjawabnya. Aku tidak ingin menimbulkan masalah yang berarti kalau aku menyebutkan nama Keluarga ku. Aku sedikit memprediksi akan ekspresinya ketika mendengar nama Keluargaku.


   Pasti dia akan terkejut mendengarnya. 


   "Aku berasal dari Keluarga Ignite." Sambil tersenyum.


   Namun, tak sesuai apa yang kuduga. Ekspresinya seakan biasa saja mendengar nama Keluargaku.


    "Ignite ya.. kalau begitu, apa kamu Raphael Ignite?" 


   Bagaimana dia tahu? kenapa hari ini rasanya banyak sekali orang yang tak kukenal mengetahui namaku? Apakah aku seterkenal ini sekarang? Padahal aku tak melakukan hal berarti dan juga tak pernah masuk dalam siaran televisi. Bagaimana bisa namaku dikenal seperti itu.


   "Kok kakak bisa tahu namaku?" tanyaku.


   "Sebenarnya.. aku sering mendengar nama itu saat Adikku latihan. Dia selalu meneriakkan nama yang tak kukenal setiap kali dia memukul robot latihannya. Tapi entah Mengapa, saat dia menyebut nama itu, dia terlihat sangat bersemangat sekali. Jadinya aku sedikit penasaran dengan nama yang dia sebut itu." 


    Adiknya? Jangan-jangan adik yang dia maksud adalah…


    "Jangan bilang kalau kamu adalah Kakaknya Frans?" tanyaku seolah tak percaya.


    "Benar! Apa kamu mengenalnya?" sambil memasang raut wajah senang dan menepuk tangannya sekali.


   { Aahhh!! Kenapa hari ini aku selalu bertemu seseorang dari kenalan ku di sekolah. Padahal aku tak berniat untuk bertemu mereka. Tapi kenapa mereka selalu berada di dekatku saat ini…} sambil merasa jengkel dalam hati.


   "Aku teman sekelasnya.. bagaimana mungkin aku tak mengenalnya!" jawabku dengan tegas.


   "Hahaha… Sifatmu persis seperti adikku. Adikku bahkan menganggapmu sebagai Rivalnya." ucapnya sambil tertawa.


   Aku sudah tahu akan hal itu. Aku mulai ingat kenapa Frans sedikit sensasional saat berhadapan denganku. Itu bermula ketika aku mengalahkannya saat bermain Hit & Run. Semenjak kekalahan itu, dia mulai sering menantang ku di berbagai bidang. Namun, kebanyakan aku menolaknya karena waktunya tak sesuai.


   "Peserta No 0572 atas Nama Raphael Ignite dipersilahkan untuk memasuki Ruang Tes!" suara pengumuman.


   Aku pun berdiri setelah mendengar pengumumannya.


   "Aku masuk dulu ya Kakaknya Frans, nanti kita berbicara lagi oke!" ucapku sambil 


memasang simbol OK di tanganku.


   "Baiklah.."


   Aku pun pergi ke Ruang Tesnya. Dengan hampir semuanya orang yang ada disitu melirik ke Arahku yang tak lain adalah keturunan Ignite…

__ADS_1


  


__ADS_2