Ingin Menjadi Top Ranker

Ingin Menjadi Top Ranker
Chapter 60 Mari kita Mulai!!


__ADS_3

"Ha-hallo.." sapa Raphael.


Perempuan itu melihat ke arah Raphael dengan sinis. Dia tak menjawab sapaan Raphael dan malah memalingkan pandangannya.


Tak berputus asa, Raphael menyapanya kembali.


"Hallo.. apa kamu mau bergabung denganku untuk membentuk sebuah Kelompok?"


Perempuan itu terlihat menghela nafasnya dan mengedipkan matanya.


Dia melihat ke arah Raphael setelahnya. "Hei, bisa tidak jangan menggangguku?" ucap Perempuan itu dengan raut wajah sedikit kesal.


"Maaf kalau aku mengganggumu.. tapi aku hanya ingin mengajakmu untuk membuat sebuah kelompok."


"Aku tidak tertarik sama sekali."


Raphael sedikit bingung bagaimana cara membujuknya. Dia ingin sekali membentuk kelompok dengan perempuan itu. Karena dia tahu, Perempuan ini lumayan kuat dan bisa membantunya dalam Ujian selanjutnya.


"Tapi apa kamu yakin? Ujian selanjutnya akan merasa sulit jika dilalui seorang diri. Lebih baik kita membentuk suatu kelompok," Raphael masih mencoba membujuknya.


"Sudah kubilang, aku tak tertarik membuat kelompok denganmu," tolaknya.


Walaupun Raphael terlihat sedikit kuat saat ini, dia belum tentu bisa menyelesaikan ujian selanjutnya secara sendiri. Dan juga, Raphael yakin bahwa dia juga tak bisa menyelesaikan ujiannya secara sendiri juga. Mungkin kalau mereka berdua bekerjasama, mereka bisa lulus dengan mudah.


Raphael melihat bagaimana auranya itu yang terlihat seperti bercahaya. Sudah pasti dia terlihat kuat dengan Aura yang dilihatnya. Makanya Raphael mencoba untuk mengajaknya bergabung walaupun Sifatnya yang sedikit tak peduli itu.


"Apa yang membuatmu Tak tertarik? Apa karena aku terlihat lemah?" tanya Raphael sambil memiringkan kepalanya ke Kiri.


"Iya, kau terlihat lemah di mataku. Aku tidak ingin bergabung dengan kelompok yang diisi oleh para beban yang menghalangi ku."


Raphael sudah menduganya.. hahahaha.. Dia sedikit tersenyum saat ini. Sayangnya perkataan dia sedikit salah.


"Kenapa kamu tersenyum? Apa kamu sudah tidak waras ditolak olehku?"


Raphael mulai memasang Senyum sinis dan Mata yang menyipit itu ke arahnya. "Yah.. sebenernya aku lebih kuat darimu saat ini. Maaf saja, sebetulnya aku ingin membantumu untuk lulus Ujian selanjutnya. Tapi sepertinya kamu tidak mau, ya sudahlah."


Raphael pun pergi meninggalkannya setelah berkata seperti itu.


"Orang yang Aneh!" ungkap Perempuan itu.


Kata yang diucapkan Raphael sebetulnya hanyalah bualan belaka. Tak mungkin Raphael lebih kuat dari perempuan itu. Tapi.. untuk menjadi lebih kuat darinya walau hanya sebentar juga, Raphael bisa mewujudkannya.


Raphael mengeluarkan Poseidon's Water Potion yang dia bawa dalam Sakunya. Berkat Sistem Triniade, dia bisa tahu efek dari Potion ini. Meningkatkan sejumlah Atribut tubuhnya menjadi lebih kuat selama 5 menit.


Dan juga, menetralkan segala Kelelahan yang dirasakan saat bertarung. Hanya saja, efek sampingnya adalah setelah efek Potionnya habis, maka tubuh akan merasakan sakit dan juga kelelahan pertarungan itu.


Mungkin Potionnya akan digunakan saat Ujian selanjutnya. Raphael tengah berjalan mengikuti kelompok yang tadi mengajaknya. Mereka berempat sedang menuju ke Ruangan Ujian selanjutnya.


Sepertinya ini bukan kali pertama mereka semua Mengikuti Ujian. Makanya dia sedikit tahu tentang apa saja Tahapan-Tahapan dari Ujian ini. Tak ada salahnya Raphael mengikuti mereka.


Lagipula Tes tulisnya akan segera berakhir sebentar lagi. Lebih baik dia menunggunya di Ruangan selanjutnya.


****************


Di Tahapan selanjutnya….


Semua partisipan sudah berada di Ruangan. Banyak dari mereka telah membentuk suatu kelompok setelah mendengar bahwa Ujian selanjutnya akan melawan Replika dari para Monster yang ada di Dungeon.


Kecuali Raphael dan Perempuan yang tadi. Mereka berdua tak membentuk suatu Kelompok sama sekali dan hanya mengandalkan diri sendiri.

__ADS_1


Raphael melihat ke Arah Jam di Smartphonenya. "Tak terasa sudah Jam 14.23. Sudah berapa Jam dan masih belum selesai Juga Ujiannya," gumam Raphael.


Mereka semua berkumpul di satu Ruangan yang ditutupi oleh Kaca besar yang cukup keras. Dengan bentuk Ruangan layaknya sebuah Limas. Di depan mereka semua, ada sebuah Ruang yang hanya terdiri dari Kaca kecil. Itu tertutupi oleh sebuah Dinding besi yang tak tahu apa yang ada di dalamnya.


Dan juga, ada sebuah Tempat menonton di atas mereka yang terdiri dari kursi yang banyak. Dan juga, sebuah kaca untuk menutupinya. Sepertinya mereka semua akan menonton dari sana.


"Yah.. aku cukup Bersemangat karena ini adalah Ujian yang terakhir." Ucap salah seorang.


"Kita harus lulus bersama disini. Kerahkan skill kalian semaksimal mungkin," balas sebelahnya.


Kelompok itu terlihat bersemangat. Seseorang berdiri dari sebuah Ruang yang berada di depan mereka.


"Perhatikan semuanya!!" Ucapnya melalui sebuah Pengeras suara.


Semua pandangan dan fokus tertuju ke arahnya. Yang berdiri dan berbicara disana adalah Ryne Ychfal yang tak lain adalah orang yang menuntun Raphael tadi. Kenapa dia berdiri disana selayaknya seorang petinggi?


"Siapa dia?" suara pelan sambil berbisik terdengar.


"Saya, Ryne Ychfal. Orang yang akan menguji kalian semua dalam Ujian kali ini. Salah satu Petinggi dari Asosiasi Ranker yang mengatur jalannya Ujian."


Ternyata dia salah satu petinggi disini. Pantas saja kelihatannya dia terlihat kuat.


"Kalian semua yang ingin Menjadi Seorang Ranker, sepertinya kalian sudah siap untuk mempertaruhkan Nyawa kalian semua ya.. Sayang sekali.. dalam Ujian kali ini, kesulitannya akan dinaikkan untuk menguji Kekuatan anda semua."


Mereka semua tampak mempertanyakan apa yang dia bicarakan. Terlihat wajah-wajah yang dipenuhi kegelisahan mulai muncul. Pidato yang dia berikan nampaknya cukup membuat perasaan mereka terlihat ketakutan.


"Kalau kalian semua memang ingin menyerah dari sekarang, maka menyerahlah sebelum terlambat. Sebab kalau kalian tidak bisa melawan Replika monster yang akan jadi bahan uji coba, maka kematian bisa mendatangi kalian. Disini, Kami selaku Asosiasi Ranker akan menyeleksi dengan serius untuk mencari Ranker yang berkualitas dan tidak hanya menginginkan kekayaan dan popularitas!"


Terlihat, tak ada satupun yang berniat Menyerah. Walau begitu, gelisah masih menghantui mereka. Ryne menatap mereka semua dengan tajam. Dia sedikit tersenyum setelahnya ketika rak ada seseorang yang berniat Menyerah.


"Bagus! Berarti kalian semua sudah Siap untuk mati dalam Ujian ini. Kalau begitu, tidak usah banyak omong, kita akan segera memulai Ujian Terakhirnya. Kalian semua, Bisa duduk di tempat yang sudah tersedia diatas melalui sebuah Tangga yang berada di pinggir."


Ryne pun menyelesaikan pidatonya dan mulai pergi meninggalkan mereka semua. Semuanya pun naik ke atas untuk duduk di tempat yang berada di atas itu. Sebuah Tirai yang terbuat dari Xenoid terbuka di atas. Terlihat, Zircon, Jimmy, Ryne serta petinggi Lainnya berada di sana sambil duduk mengawasi jalannya Ujian.


Kontestan pertama sudah mulai berdiri di Area Pertarungan di bawah. Kelompok yang lumayan berantakan. 2 orang memakai sebuah pedang dan tak ada yang menjadi seorang Tanker.


"Mulai dari Kontestan pertama, Kelompok yang diberi Nama "The Power of Strongest" sudah maju untuk memulai Ujiannya. Sebuah Koloni Monster Replika akan dimunculkan sebentar lagi dalam Hitungan.. 1..2…3."


Sekelompok Goblin dan Orcs mulai muncul di depan mereka berempat.


"Hig, Vyr, Kalian Berdua serang dari dekat. Aku dan Lia akan Mendukung dengan Skill kami berdua," ucap seseorang bernama Violen


"Baiklah!"


Mereka berdua yang memakai pedang pun langsung menyerang mendekat ke arah Kerumunan Goblin dan Orcs itu. Lia dan juga Seorang support itu langsung memakai skill Improvement dan Healing kepada mereka berdua.


Saling tebas menebas Monster tersebut dengan sebuah Efek peningkatan yang diberikan oleh kedua Support itu membuat mereka terlihat mudah. Namun, Kelompok monster terus bertambah banyak walaupun mereka sudah menebas mereka.


"Sial! Banyak sekali Monster ini. Vyr, kau lari ke arah Kanan. Aku akan lari ke sebelah kiri untuk membagi kerumunan monster ini menjadi 2," teriak Hig.


"Baiklah."


Vyr menuruti perkataan Hig dan berlari ke arah Kanan. Sedangkan Hig ke arah kiri. Sesuai dengan apa yang dikatakan Hig, kerumunan Goblin dan Orcs itu pun terpecah belah menjadi 2. Ada yang menuju ke Arah Vyr. Dan juga ke arah Hig.


Pedang milik Hig pun diselimuti oleh Api yang berwarna merah. Sepertinya dia mempunyai skill Flame Envelopment. Sedangkan Vyr, dia terlihat bergerak dengan cepat. Skill Increased yang dia pakai.


Mereka berdua terlihat berulang kali menebas monster-monster itu.


"Lumayan juga kerjasama mereka. Sepertinya peserta kali ini sedikit memuaskan." Ucap Jimmy.

__ADS_1


"Baguslah kalau ada Kandidat yang berpotensi menjadi Ranker tingkat Menengah," balas Zircon.


Lia dan juga Violen tampak menahan skill mereka tetap Aktif sekuat mungkin. Hig dan Vyr sangat lihai menggunakan pedang mereka sampai-sampai Monster yang tersisa tinggal sedikit.


"Kerjasama yang bagus. Walaupun komposisi tim mereka sedikit berantakan," gumam Raphael.


*************


Semua monster replika telah mereka basmi. Sungguh hebatnya..


"Kelompok The Power of Strongest Lulus dari Ujiannya!" Teriak Ryne dari pengeras Suara.


Sontak, seluruh yang menontonnya pun bertepuk tangan kepada kelompok mereka. Kelompok pertama yang berhasil Lulus dalam ujian kali ini.


PROOKK.. PROOKK


"Mereka berdua terlihat Hebat!"


"Aku jadi Bersemangat untuk Lulus ujiannya seperti mereka."


Seluruh pujian mulai terdengar mengarah kepada Kelompok mereka.


"Semuanya! Terima kasih atas pujiannya. Kuharap kalian semua Juga lulus seperti Kelompok lu." Teriak Hig.


"Yah.. tidak sia-sia kita berlatih bersama sebelum Ujian dimulai. Akhirnya sekarang kita Resmi menjadi seorang Ranker." Ucap Vyr dengan senyuman di wajahnya.


"Kau benar! Sekarang kita berempat telah Menjadi Seorang Ranker. YEY!!" balas Lia dan Violen.


Mereka berempat pun keluar dari Area pertarungan dengan kesenangan yang mereka rasakan.


"Oke! Sekarang giliran Kelompok selanjutnya."


Kelompok selanjutnya pun langsung turun melompat dari Tempat menonton. Seorang dengan Badan serta Otot yang besar sambil memegang sebuah Pedang yang besar juga. Diikuti dengan sebuah pria dengan memakai Jubah putih dan berkacamata.


Sebuah hentakan keras pun terdengar. Diselimuti oleh asap yang menutupi mereka.


"Hey Hey.. apa hanya segitu saja Kemampuan calon Rankernya." Ucap salah seorang dengan posisi jongkok sambil memegang pedang besar yang didirikan.


"Jangan menghina orang lemah seperti itu Rayosz. Kita seharusnya memuji mereka yang mati-matian hanya untuk sebuah Ujian," balas seseorang menggunakan Jubah putih dengan sebuah Tongkat di tangannya.


"Hahaha!! Omonganmu lebih nyelekit daripada omonganku. Abeld."


Mereka terlihat menghina peserta yang sebelumnya. Tipe-tipe orang yang sombong dan juga Tak ada kebaikan sama sekali terpancar dari wajah mereka.


"Kelompok 'Tyrant of Darkness' telah maju terlebih dahulu. Sepertinya mereka berdua terlihat percaya diri sekali untuk lulus Ujiannya."


Rayosz terlihat tertawa sinis kepada para penonton. Seketika penonton dibuat geram oleh perilakunya yang sombong itu.


"Sudahlah.. cepat keluarkan Monsternya sekarang juga. Kalau bisa tingkat kesulitannya dinaikan lagi hanya untuk kami berdua," tuntut Rayosz.


Sesuai permintaannya, sebuah Replika monster dari seorang Lich tingkat menengah dimunculkan di hadapannya.


"Haha!! Hanya seorang Lich? Aku bisa dengan mudah mengalahkannya." Dia mulai berdiri sambil menenteng pedang besarnya di pundak.


"Sepertinya aku tidak akan ikut campur dengan pertarungan mu dengannya," jawab Abeld.


"Ya! Kau diam saja di tempat mu Abeld. Aku akan mengalahkanya sendirian."


Rayosz maju dengan menyeret Pedang besar itu hanya menggunakan tangan kanannya.

__ADS_1


"Mari kita Mulai!" Teriak Ryne.


Lich itu mulai merapalkan sebuah Mantra…


__ADS_2