ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 11


__ADS_3

dua hari setelah kejadian itu Rosa mengasingkan dirinya di tempat yang hanya dia dan Jo yang tau dan dua hari juga Rosa berpura-pura ijin untuk pergi keluar kota.


" hiks hiks hiks " tangis Rosa pecah saat dia ingat kejadian malam itu


tanpa di sadari Jo sudah berada di depan pintu kamarnya dengan membawa makanan di tangannya. dengan lembut Jo mengelus punggung Rosa.


" makan ya, kamu dari kemarin nggak makan Lo " ucap Jo


" enggak " ucapnya


" Ros kalau kamu gini terus kasian orang tua kamu " ucap Jo


" orang tua gue udah nggak peduli lagi sama gue " jawab Rosa


" kamu nggak boleh ngomong gitu Ros " ucap Jo


" udah kebukti kok, sekarang aja mereka nggak nyariin gue, boro boro nyariin telfon aja enggak Jo, hiks hiks hik " ucap Rosa


Jo mencoba menenangkan Rosa dengan memeluknya, tanpa sadar Rosa membalas pelukannya.


" tenang aja ada aku Ros, aku akan selalu ada buat kamu " ucap Jo


" aku sayang sama kamu, aku mau jaga kamu " ucap Jo lagi


" hiks hiks aku nggak pantas buat kamu, aku udah nggak sekaya dulu, orang tua aku aja sekarang udah nggak jelas Jo " kata Rosa


" Ros aku nggak peduli sama semua itu, yang paling penting saat ini aku mau jaga kamu " ucapnya sambil memegang dagu Rosa dan menatap nya


" maaf selama ini aku nggak pernah peduli sama kamu " jawab Rosa


" Ros udah kamu nggak usah pikirin itu semua,yang penting saat ini aku mau kamu jawab ros, kamu mau jadi pacar aku " ucap Jo dengan menggenggam tangan Rosa


Rosa mengiyakan ucapan Jo, karena Rosa tau selama ini hanya Jo yang peduli dengan dirinya dan sayang sama dirinya. Jo yang mendengar ucapan Rosa sangat amat senang saat ini dia langsung saja mencium tangan Rosa.


****


" kak gimana kalau kita makan dulu " ucap Cika


" terserah non aja " jawab Roy


mereka masuk dan memesan makanan di salah satu food court di dalam bandara sambil menunggu kedatangan Nova dan Rendy.


" kak jangan deh panggil aku non dong kak " ucap Cika


" nggak bisa lah, kan kamu majikan aku " jawab Roy


" udah lah anggep aja aku adek kamu kak " jawab Cika


" br*ngs*k si Reno, bisa bisanya dia selingkuh dari gadis se cantik dan sebaik Cika " ucap Roy dalam hatinya


" kak " ucap cika


" eh iya " ucap Roy kaget


" kok ngelamun sih kak " tanya Cika


" eh maaf maaf " ucap Roy


" iya, pokoknya kakak nggak boleh panggil aku non ketika kita sedang jalan berdua, kalau di depan papa dan bang rendy sih itu terserah kakak aja " ucap Cika

__ADS_1


" iya udah terserah kamu " jawab roy


" permisi silahkan ini makanan nya " ucap pelayanan


" makasih " ucap Cika


mereka menyelesaikan makannya dan sesekali mengobrol santai


" boleh kakak bertanya " tanya Roy


" apa kak " jawab Cika


" kenapa kamu masih sendiri, padahal kamu cantik, baik, pintar " ucap Roy


" aku lagi pingin sendiri kak untuk saat ini " jawab Cika


" kenapa? " tanyanya


Cika diam dan menghela nafasnya


" maaf bukannya kakak ikut campur, tapi kakak lihat kamu banyak banget yang suka tapi tidak satupun kamu respon " ucap Roy lagi


" nggak papa kak, tapi ya bukannya aku nggak respon, aku cuma masih ingin sendiri dan memantapkan diri saja " ucap Cika


" apa kamu trauma sama masa lalu " tanya Roy


" kurang lebihnya seperti itu kak " jawab Cika


tiba-tiba terdengar suara notifikasi di ponsel Cika


kak nova


📤 makan, laper


📥 adek sialan, oke gue susul


📤 ya, aku laper nunggu situ kagak nongol nongol


📥 yaudah tunggu


📤 siap


tidak berselang lama Nova dan Rendy datang memasuki food court. dengan menggunakan masker dan kacamata nya agar para penggemarnya tidak mengenalinya Nova berjalan menuju meja Cika.


" bentar lagi langsung pulang aja, capek gue " ucap Nova sambil mendudukkan tubuhnya


" iya iya, aku juga capek tau nunggu kamu kak aku baru balik dari kampus loh " ucap Cika


" ih ikhlas nggak sih " ucap Nova


" enggak sih sebenarnya " jawab Cika


" hih sialan " ucap Nova sambil menjitak kepala Cika


" sayang jangan gitu dong, itu kan adik kamu " ucap Rendy sambil mengelus tangan Nova


" bisa nggak sih nggak pake bucin depan aku " ucap Cika sinis


" sukurin makanya punya pacar yang baik, jadi kan kagak kayak gini ahirnya " ucap Nova sambil menyomot makanan adiknya

__ADS_1


semua orang di situ tertawa karena ulah adik kakak itu. kurang lebih 15 menit mereka langsung keluar untuk pulang ketika sedang berjalan Cika tidak sengaja menabrak seseorang.


BRUKK


" maaf maaf, saya tidak sengaja " ucap Cika sambil membenarkan tas orang itu


seketika wajah Cika kaget saat melihat siapa yang sedang ia tabrak saat ini.


" om lukman " ucap Cika


" Cika " ucap Lukman


" om ngapain disini? " tanya Cika sambil celingukan mencari Rosa, karena dia sedang bersama wanita lain


" om ada urusan, owh iya dimana Rosa " jawab Lukman


" maksudnya apa, kenapa om malah tanya ke saya " ucap Cika


" bukannya Rosa ada sama kamu " ucap Lukman


" om nggak usah ngarang deh, Rosa udah nggak tinggal di rumah aku udah dari 2 hari lalu om, terus dia bilang sekarang dia pergi sama orang tuanya ke luar kota " jawab Cika


Lukman termenung mendengar ucapan Cika, dia langsung berlari meninggalkan Cika dan wanita yang bersamanya tadi.


****


di sebuah gudang tua yang sudah usang, terlihah sekelompok manusia yang sedang berdiri seperti menjaga gudang itu dari luar. terlihat seorang pria yang sedang duduk di kursi kejayaannya dia sedang membaca ponselnya dengan kaki yang ada di atas meja.


" bos saya sudah tau siapa yang membunuh salah satu anak buah kita " jawab pria bertato


" siapa " ucapnya dan masih tetap santai di atas kursinya


" kelompok black devil " jawab si pria


BRAKK


pria itu langsung berdiri dari kursinya dan menggebrak meja


" br*ngs*k kenapa dia bisa membunuhnya, kita tidak pernah ada masalah sama mereka " jawabnya


" karena dia sudah berani menggoda kekasih dari ketua black devil bos " jawab si pria


" sial harusnya kita bisa mengajak kerjasama dengan kelompok itu untuk menghancurkan black wolf " ucapnya sambil mengepalkan tangannya


" ah br*ngs*ek " teriaknya


****


" boy sebaiknya kamu pulang saja, saya sudah lebih baik untuk hari ini " ucap Fero


" saya nunggu perintah dari bos tuan " jawab boy


" sudahlah, nanti aku akan urus semua kalau Rendy berani marahin kamu " ucap Fero


" tapi tuan " ucap boy


" sudah kamu pulang saja " ucap Fero


terpaksa boy pergi meninggalkan apartemen Fero

__ADS_1


__ADS_2