ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 15


__ADS_3

" dek bangun " ucap Nova


" apa sih kak " tanya Cika


" Lo nggak kuliah " tanya Nova


" biarin dia libur dulu kak, kakinya kan masih sakit " ucap mamanya sambil membawa susu dan roti di tangannya lalu kembali ke dapur untuk meneruskan masakannya


" iya ma " jawab Nova


" kok bisa kekilir sih, picicilan aja sih Lo " ucap Nova


" namanya juga musibah kak " jawab santai Cika sambil meminum susunya


" ih jorok banget sih nih anak, cuci muka dulu kek apa sikat gigi kek " ucap Nova


" heh kamu pikir aku habis sholat subuh kagak cuci muka sama sikat gigi apa, dari tadi aku cuma rebahan doang tau " ucap Cika


" alesan aja " ucap Nova


" dibilang nggak percaya " jawab Cika


" yaudah gue mau ke kantor papa, mau nitip sesuatu? " tanya Nova


" nggak usah deh, emang di kantor ada apaan " jawabnya


" cowok banyak " ucap Nova sambil menutup pintu kamar adiknya


" sialan " gerutu Cika


karena sedari tadi dia cuma rebahan tanpa melihat ponselnya, alhasil dia kaget ketika baru melihat ponselnya dan banyak panggilan video tak terjawab dari Fero, panggilan tak terjawab dari Lucas, Reno dan Rosa, dan chat yang menumpuk dari mereka


Kak Fero


📥 cik gimana keadaan kaki kamu?


📥 udah baikan atau gimana


panggilan video tak terjawab


panggilan video tak terjawab


📥 kamu udah tidur ya, yaudah kalau gitu, night


Lucas


📥 Cika


📥 besok kuliah aku jemput mau nggak


5 panggilan suara tak terjawab


Reno


📥 cik, gimana keadaan kamu?


📥 tau nggak sih, aku kangen banget sama kamu


📥 sejujurnya aku masih sayang sama kamu


10 panggilan suara tak terjawab


Rosa


📥 woy kuliah kagak Lo


📥 gue jemput yak


📥 bentar lagi gue otw


📥 bales Napa

__ADS_1


📥 cikaaaaaaaaa


10 panggilan suara tak terjawab


3 panggilan video tak terjawab


" ampun deh mereka ini " ucap Cika


Cika lantas mengabari Fero tentang keadaan nya. serta membalas chat Rosa dan memberitahu kalau dirinya tidak masuk saat ini.


" hoamm ngantuk banget, tidur lagi ah " ucap Cika dan langsung memejamkan matanya


belum sempat dirinya tertidur pulas terdengar suara ribut di luar kamarnya, dan suara itu terdengar tidak asing di telinganya.


" aduh berisik deh nih anak sumpah " ucap Cika


Rosa langsung masuk ke kamar Cika tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu


" cik Lo nggak papa kan? " tanya Rosa


" bisa nggak sih masuk itu permisi dulu " ucap Cika


" nggak, soalnya Lo nggak ngabarin gue sih kalau Lo sakit " ucap Rosa


" ya maaf, gue lupa " ucap Cika


" apa Lo lupain gue, sialan Lo " ucap Rosa


" ih emang Lo siapa " ucap Cika


" hih, jadi sekarang Lo nggak masuk " tanya Rosa


" kagak lah, mana bisa gue masuk kuliah, terus Lo ngapain disini bukannya kuliah " ucap Cika


" gue ngikut nggak kuliah " jawab Rosa santai


" maksud Lo " tanya Cika


" b*g* banget sih anak " ucap Cika


" biarin " ucapnya


mereka tetap berantem sampai ahirnya cika tersadar kalau Rosa memiliki hutang penjelasan padanya


" Ros Lo nggak lupa kan " ucap Cika


" apaan sih " tanya Rosa


" Lo hutang penjelasa sama gue, banyak " jawabnya


" hemm masih mau di bahas " tanya Rosa


" masih lah, Lo udah janji " ucap Cika


" yaudah gue cerita " ucap Rosa


Rosa menceritakan semua kejadian yang dialaminya, mulai dari perpisahan orang tuanya dan awal mula hubungannya dengan Johan di mulai.


Cika langsung memeluk erat tubuh Rosa saat dia menceritakan tentang perpisahan orang tuannya, dia mengerti perasaan Rosa saat ini, dia butuh orang yang bisa menjaganya dan peduli dengan dirinya.


" sabar gue tau Lo kuat " ucap Cika dengan mata yang berkaca-kaca


" gue udah mencoba sabar cik, makanya gue menyendiri untuk menenangkan hati gue " jawab Rosa


" gue tau,dan gue yakin Johan adalah pilihan yang tepat buat Lo, dia baik dan dia juga angkat sayang sama Lo " ucap Cika


" gue juga baru sadar cik kalau Johan sangat sayang banget ke gue " ucap Rosa dengan sedikit menangis di pelukan Cika


" gue pasti doain kalian yang terbaik " ucap Cika


****

__ADS_1


semua mata tertuju pada Mona, ketika dirinya melewati semua karyawan, meskipun sekarang dia sudah menggunakan baju kantor seperti pegawai lain, tapi kesan seksi pada baju itu tidak di hilangkan oleh Mona. karena tujuan Mona cuma satu, hanya ingin menggoda Beni.


" ih gila seksi banget sih tuh sekertaris baru "


" iya cantik pula "


" wah apa mungkin karena itu si bos Nerima tuh cewek "


" ah nggak mungkin Lo tau sendiri kan bos gimana orangnya, dingin banget "


begitulah ucapan orang orang setelah melihat Mona.


" bisa tidak saat jam kerja kalian tidak menggibah disini " ucap Nova ketus


" maaf mbak " ucap semua karyawan dan langsung pergi kembali bekerja


" emang dasar ya karyawan sekarang, cowok cewek sama aja " uca nova sambil berjalan menuju ruangan papanya


seketika mata Nova terbelalak melihat seorang wanita yang berpenampilan agak seksi dengan kerah kemeja atas yang sengaja tidak di kaitkan dan memperlihatkan sedikit belahannya. mencoba menggoda papanya dengan membungkuk kan badannya depan papanya ketika memberikan berkas penting.


dengan tersenyum licik Nova menghampiri wanita itu dan dengan sengaja menyiramkan kopi panas yang dia beli di cafetaria tadi di tubuh wanita itu.


" aw panas " ucap Mona


" ups sorry, sengaja " ucap santai Nova sambil mendudukkan tubuhnya di sofa


beni tersenyum smirk melihat tingkah anaknya.


" kayaknya kulit kamu melepuh, mending ke klinik di bawah gih sana sekalian ya ganti baju " ucap Nova


" sial kenapa wanita ini masuk sih, si tua Bangka itu juga nggak belain gue lagi, sakit banget lagi " batinnya


" baik saya permisi dulu, aw " ucap Mona sambil menahan rasa sakitnya


Mona keluar dari ruangan beni dan langsung menuju ke klinik kantor


" kenapa papa terima wanita seperti itu? " tanya Nova tegas


" karena papa sudah merencanakan sesuatu " ucap santai papanya


" maksudnya pa " tanya Nova


" mungkin bisa di bilang permainan sayang " ucap Beni


" ada hubungannya dengan Cika? " tanya Nova


" ya bisa dibilang seperti itu " ucap papanya lagi


" ih kenapa papaku selalu saja selangkah lebih depan dari mereka " ucap Nova bergelayut manja pada papanya


" kamu kan tau sendiri papa kamu ini sayang, owh iya tumben kamu kesini ada apa? " tanya Beni


" bukankah papa yang menyuruh ku datang kesini " ucap Nova


" astaga papa lupa sayang, hahahaha " jawab Beni


" emang kenapa aku harus kesini " tanya Nova


" papa mau ngeluarin produk baru dan kali ini papa mau kamu jadi BA di produk papa " ucap papanya


" boleh asal cuannya memadai ya pa, hahahah " ucap Nova.


" berani kamu ya perhitungan sama papa " ucap beni pura pura marah


mereka melanjutkan pembahasan masalah model produk baru, sedangkan Mona yang saat ini ada di klinik merasa badannya melepuh semua gara gara Nova.


" kamu kenapa bisa begini mbak " tanya perawat yang ada di klinik


" nggak sengaja ketumpahan kopi panas sus " ucap Mona


" yaudah ini saya kasih salep agar lukanya sepat kering ya " ucap perawatan itu

__ADS_1


" iya baik, terimakasih " ucap Mona lalu keluar dari klinik


__ADS_2