ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 22


__ADS_3

hiruk pikuk kehidupan perkotaan, kemacetan di mana mana, membuat Cika gemas karena saat ini dia hampir telat gara gara terjebak macet.


" aduh bakal telat nih " ucap Cika


" di depan macet banget cik, apalagi kita ada di tengah mau kemanapun kita nggak bisa " ucap Roy


" kak aku naik ojek online aja deh " ucap Cika


" jangan dong, nanti aku kakak di marahin bos cik " jawab Cika


" ya gimana lagi kak, udah siang banget ini hari ini aku ada kelas pagi kak " ucap Cika


" tunggu kakak cari jalan keluarnya " ucap Roy


Cika membuka jendela mobilnya sambil memegang ponselnya, sikunya sedikit keluar dari jendela.


tinnnn


" aduh " ucap Cika


" kamu kenapa " tanya Roy panik


pengendara motor itu turun untuk meminta maaf


" maaf maaf " ucapnya


" kakak " ucap Cika


" Cika, maafin kakak ya " ucapnya


" iya kak " ucap Cika


" kamu mau kuliah " tanya Fero


" iya kak, tapi kejebak macet gini " jawab Cika


" kakak anter aja gimana, kebetulan kakak lagi pas banget bawa motor " ucap Fero


" emang bisa kak, ngerepotin kan pasti aku " tanya Cika


" tenang aja pasti bisa kok dan kamu nggak pernah ngerepotin sama sekali " ucap Fero


" yaudah kak kalau gitu " ucap Cika


" kak Roy aku pergi sama dokter Fero ya, jadi nanti kakak ke kampus bawa kursi roda aku " ucap Cika pada Roy


" yaudah kalau sama dokter aku nggak papa, nanti aku bawain kursi rodanya, tapi tongkat ini kamu bawa juga barangkali aku belum datang pas kamu di sana " ucap Roy sambil memberikan tongkat kepada Cika


" makasih kak " ucap Cika


Cika di bantu Roy untuk naik ke motor Fero, sedikit kesusahan karena memang saat ini Fero menggunakan motor sport miliknya.


" udah " tanya Fero


" udah kak " jawabnya


" saya permisi dulu ya mas " pamit Fero ke ada Roy dan hanya di angguki oleh roy


dengan hati hati Fero mengendarai motornya, melewati kemacetan kota yang begitu padat. perasaannya saat ini tidak bisa di gambarkan dengan kata kata, sangking senangnya.


*****


kreat suara pintu kamar terbuka, terlihat ibunya saat ini dengan pakaian yang rapi.


" mau kemana? " tanya Reno


" mau kepasar sebentar " ucapnya


" emang udah sehat, jangan macem-macem deh nanti malah aku lagi yang di marahin " ucap Reno


" udah kamu tenang aja, ibu naik angkot kok " ucapnya

__ADS_1


" biar gue anterin aja bu " ucap Reno cuek


ibunya senang meskipun nada reno memang masih cuek padanya.


Reno mengambil kunci mobilnya dan keluar.


" ayo " ucap Reno


ibunya langsung bergegas masuk ke dalam mobil Reno. rasa bahagianya tak bisa di bendung lagi, wajahnya dari tadi sumringah dan terus tersenyum menatap sang anak.


tak terasa mereka sampai di pasar dan Reno menurunkan ibunya di tepi jalan.


" sampai sini aja, gue buru buru "ucap Reno


" iya nggak papa, biar ibu nyebrang sendiri nanti nak, kamu hati hati ya " ucap ibunya tersenyum dan melambaikan tangannya


ibu Reno menyebrang di bantu tukang parkir yang ada di pasar.


****


" makasih banget ya kak kalau nggak ada kakak pasti aku bakal telat " ucap Cika yang sudah di turunkan oleh Fero


" santai aja sama kakak, kalau ada apa-apa hubungi kakak ya " ucap Fero


" kamu jalan juga pelan pelan aja, jangan terlalu terburu buru, maaf kakak nggak bisa anter kamu sampai dalam, ada kerjaan yang harus kakak selesaikan " ucap Fero


" iya kak, makasih banyak ya " ucap Cika


" yaudah kakak berangkat " pamit Fero


" hati hati di jalan kak " ucap Cika melambaikan tangannya


saat Cika melihat Fero yang sedang melakukan motornya, dia di kagetkan dengan hadirnya Rosa di belakangnya.


" WOY, ngapain Lo " tanya Rosa


"sialan, bisa nggak sih Dateng itu permisi dulu " ucap Cika


" lah salah sendiri Lo ngelamun di tengah jalan " ucap Rosa


" ya belum sih, tadi itu macet jadinya gue naik motor makanya gue pake tongkat nggak mungkin kan gue bawa kursi roda gue pake motor " ucap Cika


" hah Lo naik ojek, emang boleh " tanya Rosa


" enggak, aduh mending kita masuk aja deh, keburu telat ini, dan bantu gue " ucap Cika


" oke " jawab Rosa dan langsung membantu Cika berjalan


meskipun memakan waktu lama Rosa dengan telatennya membantu Cika berjalan sampai kelasnya. mereka Sampai di kelas tepat waktu.


Lucas yang sedari tadi menunggu Cika langsung berlari saat melihat Cika datang


" aduh kenapa kamu nggak kasih tau aku aja sih cik, kan nanti aku bisa bantu kamu " ucap Lucas


" kan udah ada gue astaga, Lo nggak liat " ucap Rosa


" beda lah Lo kan sahabatnya kalo gue kan " ucapnya terpotong sambil senyum-senyum tidak jelas


" apa? " tanya Cika lembut


" calon pacar kamu " ucap Lucas dengan pedenya


Rosa langsung memasang wajah jijik mendengar ucapan Lucas, sedangkan Cika hanya tersenyum canggung.


" alah becanda aja kali " ucap Lucas dengan tertawa


Lucas langsung membantu Cika untuk masuk ke dalam.


" cik Lo nyadar nggak sih, si Lucas care banget kek elo itu beda banget, kayak dia punya rasa gitu " bisik Rosa


" aduh Ros mana mungkin, kita tuh cuma temen, lagian gue juga masih males tau namanya cinta cintaan " ucap Cika

__ADS_1


" heh tidak ada yang tidak mungkin sayang, apalagi mamanya dia sama mama Lo temenan, bisa jadi kalian nanti di jodohkan " ucapnya


" sembarangan, kayak kagak laku aja pake acara jodoh jodohan " ucap Cika


" siapa tau " ucap Rosa tertawa kecil


" selamat pagi anak anak, untuk kelas hari ini kita melanjutkan pelajaran yang kemarin " ucap dosen


" baik Bu " ucap semua mahasiswa


****


puluhan pasien sudah di tangani Fero. dengan ramah dan sabar dia memeriksa semua pasiennya. sampai banyak ibu ibu yang menyukai nya agar bisa menjadi mertuanya.


" aduh nak dokter, kenapa ganteng sekali " ucap pasien wanita tua di depannya


" ah ibu ini bisa aja, owh iya Bu jangan lupa diinim rutin obatnya sesuai yang saya tuliskan " ucap Fero


" duh orang saya liat dokter aja sembuh dok " ucap ibunya


" mana mungkin bisa seperti itu Bu " ucap Fero dengan senyumannya yang khas


" ah saya becanda dok kalau saya sembuh hanya lihat dokter ngapain saya harus datang kesini " ucapnya


" ngomong ngomong dokter ganteng ini udah punya calon belum? " tanya si ibu


" yah doain aja Bu, semoga bisa di dapatkan " ucap Fero


" pasti istri idamannya cantik, pinter iya to, kan dokter itu udah baik, ramah, ganteng lagi " ucap si ibu


" hehehe, nggak juga kok Bu " ucap Fero


" yaudah dokter saya permisi dulu ya, maaf saya sudah kepo " ucap si ibu dan langsung keluar dari ruang praktek Fero


" hufttt, lelah banget " ucap Fero menyenderkan punggungnya ke kursinya


tok tok tok


" dokter ada pasien korban tabrak lari, dan sekarang keadaan kritis, sekarang beliau ada di ruang UGD dok " ucap suster


Fero terbangun dan berlari menuju ruang UGD.


terlihat seorang wanita tua yang bersimbah darah di bangkar.


dengan penuh kesabaran Fero menangani wanita itu sampai akhirnya dia melewati masa kritisnya.


" alhmdulillah " ucap Fero bersyukur saat pasien nya selamat


" suster tolong bersihkan lukanya, dan telfon keluarganya " ucap Fero


" warga hanya menemukan barang ini di lokasi kejadian dok "ucap suster sambil memberikan dompet dan sebuah paper bag


Fero membuka dompet ibu itu dan melihat foto 2 anak kecil dan 1 wanita dewasa yang pasti itu adalah foto ibu itu dan anak anaknya. Fero hanya melihat itu dan juga KTP di dompetnya tidak ada nomor telepon yang bisa di hubungi.


saat Fero membaca alamat di KTP itu, tiba-tiba sang ibu kembali Kritis.


" dok beliau kritis kembali " ucap suster


dengan segera Fero menangani ibu itu lagi, segala upaya Fero lakukan untuk menyelamatkan nya, tapi Tuhan berkehendak lain.


" innalilahi wa innailaihi rojiun " ucap Fero


suster menutup tubuh ibu itu dengan selimut.


" dokter gimana dok, kita nggak bisa menghubungi siapapun " ucap suster


" kita langsung bawa saja ke rumah beliau, nanti saya akan mengantarkannya, mandikan dan suruh supir untuk siapkan ambulans, saya akan mengikuti dari belakang " ucap Fero


" owh iya sebentar lagi jadwal saya sudah kosong kan " tanya Fero


" sudah dok " jawab suster

__ADS_1


" baiklah " ucap Fero


Fero masuk ke ruangannya untuk membereskan segala keperluannya. tak lupa dia mengabari Cika kalau hari ini dia tidak bisa mengajari dirinya berjalan.


__ADS_2