
" ma ini aku barusan beliin makanan buat mama " ucap Rosa
" Rosa kamu nggak perlu kayak gini ke mama, lebih baik uangnya di tabung aja " ucapnya
" ah nggak papa ma tapi maaf aku nggak bisa ngasih mama makanan seperti di rumah dulu " ucap Rosa
mamanya tersentuh melihat sikap Rosa yang sangat berubah dari dia yang dulu manja sekarang menjadi dewasa kareg guena keadaan, mamanya langsung memeluknya erat, Rosa juga membalas pelukan itu
Jo mengode Rosa kalau dirinya harus pergi bekerja kembali dan Rosa menganggukkan kepalanya
mamanya melepaskan pelukannya lalu memakan makanan yang di beli putri nya
" nak kamu nggak kuliah hari ini " tanyanya
" aku ijin ma hari ini aku mau nemenin mama, aku kangen banget " ucap Rosa
" maafin mama gara gara mama kamu harus ijin padahal biaya kuliah kamu juga mahal nak " ucapnya
" ah mama apaan sih udah nggak usah gitu, owh iya apa mama mau nginep dulu, eh tapi rumah kontrakan Rosa kecil takutnya mama nggak nyaman nanti " ucap Rosa
" Rosa sayang mama mau kok nginep disini, mama nggak keberatan " ucapnya
" makasih ma, owh iya papa gimana " ucap Rosa
" papa kamu ya masih sama masih dengan wanitanya " ucapnya
" apa papa masih memarahi mama " tanya Rosa
" pernah " ucapnya terpotong dan membuat mata Rosa membulat
" tapi dulu saat kamu sulit di temukan, dia selalu nyalahin mama karena kepergian kamu " ucapnya lagi
" maafin Rosa ya ma " ucap Rosa
" udah udah nggak perlu minta maaf, owh iya pacar kamu tadi mana " ucapnya
" dia balik ke cafe ma " ucap cika
" dia sebenarnya orang baik ya " ucapnya
" Jo emang baik ma, kalau nggak ada Jo aku juga nggak tau hidup aku kayak gimana saat denger mama sama papa mau pisah, mungkin aja aku udah " ucap Rosa terpotong
" jangan ucap kan lagi nak, yang penting saat ini kamu sudah bahagia jangan di inget lagi ya " ucapnya
Rosa menganggukkan kepalanya dan langsung memeluk mamanya lagi, karena memang saat ini Rosa sangat kangen dengan mamanya
******
matahari sore kini berganti dengan bulan yang terang menyinari bumi, mobil hitam mewah melaju kencang berjalan menuju markas utama
hanya butuh waktu beberapa menit mereka akhirnya sampai
Rendy dan Roy berjalan langsung menuju ruangan dimana Reno dan Mona di tahan
" Roy apa lo yakin " tanya Rendy
__ADS_1
" saya sudah yakin bos, lagipula dia memang salah " ucap Roy
mereka berdua langsung masuk ke dalam ruangan
kreaaat
" Abang " ucap Reno dalam hatinya
wajah Rendy dan Roy datar dan dingin
Reno langsung berjalan dan bersimpuh untuk meminta maaf kepada rendy
" maafkan gue, gue akui memang gue salah " ucapnya tapi Rendy hanya diam tak menjawab
" bang maafin gue bang " ucapnya pada Roy
ucapan Reno tidak di gubris sama sekali oleh Rendy dan Roy
" oke kalau kalian nggak mau maafin gue nggak papa, tapi gue mohon lepaskan Mona pacar gue dia sedang hamil " ucapnya memohon
" segitu sayangnya Lo sama kekasih Lo " ucap Rendy dingin
" iya karena dia calon istri gue " ucapnya
" wow hebat banget Roy adik Lo udah mau nikah bertanggung jawab banget dia " ucap Rendy kepada roy
" tapi menurut gue lo tetep laki laki br*ngs*k yang pernah ngehancurin hati adik gue dan juga Lo mau jadi pencuri di perusahaan keluarga adik gue " ucap Rendy kepada Reno dengan dinginnya
" iya gue memang salah gue salah telah mempermainkan cika dan mencoba menguasai harta cika, tapi itu dulu saat ini gue udah sadar dan silahkan kalau memang kalian mau hukum gue tapi gue mohon jangan apa apakan mona " ucapnya
" Roy hukuman apa yang pantas buat pria ini " tanya Rendy
" terserah bos saja, kalau bisa hukuman yang setimpal seperti apa yang sudah dia perbuat kepada cika " ucap Roy dingin
" Roy Lo nggak belain dia, dia adik Lo Roy " ucap Rendy dengan mempermainkan nada bicaranya
" saya nggak akan bela orang yang salah bos meskipun itu keluarga saya sendiri " ucap Roy
" sakit banget kalau gue jadi Lo, bahkan kakak kandung Lo sendiri nggak belain Lo " ucap Rendy berbisik kepada Reno
air mata Reno menetes, tapi Reno berfikir memang dia pantas mendapatkan hukuman karena dirinya memang salah, sedangkan Mona hanya bisa menangis karena memang dirinya lemah untuk saat ini
" hukum gue kalau itu bikin kalian puas " ucap Reno
bug bug
hanya beberapa pukulan yang Rendy berikan kepada Reno
" kenapa Lo nggak bunuh gue aja sekalian " ucap Reno sambil memegang wajahnya
" Lo masih selamat gue nggak akan bunuh Lo karena gue udah janji nggak akan bunuh orang lagi dan gue juga nggak akan Setega itu memisahkan Lo sama calon anak lo " ucap Rendy
" kita punya satu permintaan buat Lo " ucap Roy
" apa " ucapnya sambil menahan rasa sakit
__ADS_1
" Lo harus pergi jauh dari kota ini bersama calon istri Lo itu dan jangan pernah ganggu keluarga papa beni lagi " ucap Rendy
" gue bakal lakuin apapun yang penting gue dan Mona bisa selamat " ucapnya
" jawaban yang cepat " ucap Rendy yang langsung pergi dari tempat itu
Roy hanya mengangguk dan juga langsung pergi mengikuti Rendy
ketika di luar Roy menghampiri Rendy
" bos kenapa bos bebasin mereka " tanya Roy
" karena memang gue sekarang nggak sekejam dulu Roy " ucap Rendy
" tapi, apa bos yang akan mengirim mereka " tanya Roy
" iya gue udah nemuin tempat yang cocok buat mereka, sekarang Lo ikut gue " ucap Rendy
Roy mengikuti Rendy ke ruangan nya
******
" owh iya jeng kalian mau menginap di mana " tanya mirna
" sepertinya kita akan ke hotel bareng sama Reno, iya kan nak " ucap Monik
" eh kok aku juga orang aku disini jaga cika " ucap Reno
" loh " ucap Monik kaget
" iya jeng dia dari kemarin jaga cika, tapi nak lebih baik kamu istirahat aja biar Tante disini yang jaga cika " ucap mirna
" ma gimana kalau Tante Monik sama om Richard tinggal di rumah nenek dari pada di hotel " ucap Nova
" iya juga ya, gimana apa kalian mau " ucapnya
" aduh kok merepotkan begini sih jeng " ucap Monik
" aduh nggak lah sukur sukur ini ucapan terimakasih saya karena sudah jauh jauh buat jengukin anak saya " ucapnya
" eum nanti biar saya tanyakan ke papinya Reno dulu jeng " ucap Monik
" saya berharap nya sih kalian mau Nerima tawaran saya " ucapnya
" iya jeng, Reno kamu ikut bunda nggak baik kamu disini kamu belum halal " ucap Monik
" ya kalau gitu segera halalkan aja bund " ucap Fero
Fero mendapatkan cubitan kecil di tangannya dan pelototan mata dari cika
" ya bunda sih tergantung kalian iya kan jeng " ucap Monik makin menggoda
" iya orang tua itu nurut apa kata anak " ucapnya mengompori juga
" ya tapi jangan langkah in gue " ucap Nova
__ADS_1
dan semuanya tertawa disitu kecuali para suami karena memang mereka sedang keluar untuk membahas sesuatu