
" sus apa masih ada pasien lagi hari ini " tanya Fero
" saya rasa sudah tidak ada dok, tadi pasien terakhir yang anda periksa " jawab suster
Fero memasuki kembali ruangannya untuk sedikit mengistirahatkan tubuhnya.
" Cika lagi apa ya, kenapa nggak ketemu sebentar aja rasanya lama banget padahal kemarin baru ketemu, apalagi sekarang dia udah sembuh nggak akan ada kesempatan gue deketin dia lagi nih " ucap Fero
" apa gue mulai ada rasa ya sama dia " ucap Fero
Fero memandangi foto Cika yang dia ambil secara candid di handphone nya.
" argghh " teriak Fero sambil mengacak-acak rambutnya
drtt drtt
Fero melihat ponselnya dan tertulis nama Cika yang menelfon dirinya.
dengan semangat Fero mengangkat telfon nya
" hallo assalamualaikum kak "
" iya waalaikumsalam, ada apa cik? "
" kak apa boleh hari ini aku buat janji untuk ketemu kakak "
" pasti pasti boleh, tapi saat ini kakak lagi ada di klinik, apa nanti kakak jemput kamu untuk ketemu "
" nggak kak di klinik aja nggak papa, biar aku nanti ya kesitu "
" yaudah deh kalau gitu, nanti kakak kirim alamat nya "
" iya tunggu ya kak, setelah kuliah aku selesai aku kesitu "
" iya semangat belajarnya "
dengan perasaan yang berbunga bunga kini di rasakan Fero setelah mendapat telfon dari Cika.
" gila tuh cewek, kenapa bisa bikin gue kayak gini ya " ucap Fero
*****
di balik pintu ruang kesehatan terlihat Lucas sedang berada di situ mendengar percakapan Cika di telfon
" Cika mau ketemu siapa ya, apa mau ketemu dokter nya " batin Lucas
karena kelamaan di luar Lucas ahirnya masuk dan didalam ternyata cuma ada Cika sedangkan Roy bertugas membeli kursi roda dan Rosa di panggil dosen untuk menjadi saksi. keberuntungan berada pada Lucas
" Cika " ucap Lucas
" eh kamu " ucap Cika ingin bangun
" eh jangan duduk, tiduran aja nggak papa " ucap Lucas menahannya
" iya maaf ya, kamu ngapain kesini " tanya Cika
" aku tadi denger kamu jatuh jadi aku langsung kesini deh " ucap Lucas
" owh iya ini buat kamu " ucap Lucas dengan memberikan brownies coklat kesukaan Cika
__ADS_1
" wah kamu tau aja kalau aku suka ini, makasih ya " ucap Cika
" iya dong apa sih ya g aku nggak tau dari kamu " ucapnya
" ah kamu bisa aja " ucap Cika
" iya lah, kamu nanti siang mau kemana maaf tadi nggak sengaja denger " tanya Fero
" owh itu aku mau ketemu dokter " jawab Cika
" mau aku anter, aku takut kamu kenapa-kenapa " tawar Lucas
" nggak usah aku kan udah ada yang jagain " jawab Cika
" hemm, non ini silahkan " ucap Roy sambil membawa kursi roda nya
Roy membantu Cika untuk duduk di kursi rodanya
" biar aku aja yang dorong " ucap Roy yang ingin mendorong kursi roda tapi tangannya di tahan oleh Roy dengan tatapan yang tajam
" biar saya saja " ucap Roy tegas
" iya biar kak Roy aja, lagian tadi udah izin kok sama pak Seno " ucap Cika dengan senyum
" yaudah kalau gitu cik " jawab Lucas
Roy mengantarkan Cika dengan kursi rodanya ke kelasnya
" sial tuh orang, bikin gue nggak bisa Deket sama Cika " batin Lucas
sepanjang perjalanan menuju kelas, Cika menjadi pusat perhatian karena dia datang dengan kursi roda.
" saya nggak salah mereka yang memulai semua ini " ucap Jesica dengan angkuh
" heh nggak sadar Lo yang mulai, Lo yang pasang kaki Lo di depan pintu sampai akhirnya gue sama Cika jatuh " ucap Rosa
" itukan salah Lo kenapa jalan nggak hati hati " jawabnya
" eh sumpah ngeselin banget sih nih anak " ucap Rosa
" cukup cukup, Rosa apakah yang kamu ucapkan itu benar " tanya pak Pram
" iya pak, saya sama Cika mau ke toilet terus mereka memasang kakinya di depan pintu yang membuat saya sama Cika jatuh pak, dan saat ini kaki Cika makin parah, banyak kok pak saksinya" ucap Rosa
" apa benar itu Jes " tanya pak Pram
" iya pak " ucapnya sedikit angkuh
pak Pram menghela nafas panjang
" untuk saat ini kalian saya skors 3 hari " ucap pak Pram
" APAA " ucap mereka barengan kecuali Rosa yang sedang tersenyum smirk
" nggak bisa gitu dong pak, masa kita di skors sih " ucap jesica
" kan dia juga nggak kenapa-kenapa banget " ucap teman Jesica
" udah cukup nggak ada bantahan lagi, sekarang kalian boleh keluar " ucap pak Pram
__ADS_1
Rosa mengejek Jesica dan pergi meninggalkannya
" sial, awas saja bakal ku balas ulah mereka ini " ucap Jesica dengan mengepalkan tangannya
****
Fero yang sedari tadi tak henti-hentinya melihat jam di tangannya dan mondar mandir di ruangannya. serasa waktu begitu lama bagi Fero. tiba-tiba terdengar ketukan dari arah luar
tok tok tok
" dok ada yang mau ketemu dokter, katanya sudah ada janji " ucap suster
" suruh masuk sus " ucap Fero dengan wajah yang berseri
" assalamualaikum kak " ucap Cika dengan duduk di kursi roda yang di dorong oleh suster
wajah yang awalnya berseri kemudian berubah menjadi panik saat melihat Cika yang duduk di atas kursi roda
" kamu kenapa, tadi pagi kamu bilang kamu sudah baikan " ucap Fero mendekati Cika
" sus kamu bisa pergi " ucap Fero
" baik dok " ucapnya sambil menutup pintu
" tadi ada insiden kak saat aku kuliah, jadi dokter menyuruh aku untuk tidak terlalu banyak bergerak " ucap Cika
" kenapa kamu nggak hati hati sih " ucap Fero, terlihat kepanikan di raut wajahnya
" kak Fero tenang aja aku nggak papa kok " ucap Cika dengan senyum yang manis
" kayak gini kamu bilang nggak papa cik, bagaimana bisa " ucapnya
" kenapa kak Fero panik begini " ucap Cika
" ya nggak papa, takut aja terjadi sesuatu sama kamu " ucap Fero
" owh iya tumben kamu ngajak janjian, ada apa " tanya Fero untuk menghilangkan rasa canggungnya
" owh iya kak gini, kan kaki aku masih sakit aku mau kakak jadi guru aku belajar jalan lagi " ucap Cika
" ya ampun cuma itu, kenapa kamu nggak bilang di telfon cik kan bisa " ucap Fero
" aku nggak enak kak kalo ngomong di telfon, kan kalau gini sekalian aku juga bisa main di klinik kakak " ucap Cika
" iya juga ya, hahaha " ucap Fero
" sekalian aja kakak atur jadwal buat kita belajar, tapi mulainya hari Sabtu aja ya kak, soalnya aku 2 hari kedepan ada acara keluarga " ucap Cika
" bisa di atur untuk jadwal cik, kamu tinggal siap aja nanti kakak yang ke rumah kamu " ucap Cika
" kalau gitu Cika mau pulang ya kak, soalnya hari ini aku mau fiting baju " pamit Cika
" eum hati hati ya, jangan sampai kamu terlalu lelah " ucapnya
" iya kak, Cika pamit ya " ucap Cika
" kakak anter sampe depan " ucap Fero dan di balas senyuman oleh Cika
Fero mendorong kursi roda Cika sampai ke mobilnya, di situ ada Roy yang menggunakan masker dan kacamata hitam, untuk membantu Cika masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
Fero seperti tidak asing dengan pria itu, tapi dia pernah bertemu di mana pikirnya.