
" dari mana aja Lo, gue dari tadi kabarin, telvon tapi Lo malah nggak bisa di hubungi " ucap Roy
" apaan sih bang gue tadi sibuk " ucap Reno marah
" sibuk Lo bilang, sibuk apa Lo " ucap Roy
" gue kerja lah " ucap Reno lalu meninggalkan Roy tanpa menyadari kalau ibunya tidak ada
Reno masuk ke kamarnya, sedangkan Roy masih berdiri di tempatnya.
****
pagi ini Cika sudah siap dengan kursi rodanya, setidaknya dia sudah tidak terlalu banyak membutuhkan orang untuk membantunya duduk di kursi roda.
ceklek
" loh udah siap anak mama " ucap Mamanya
" udah dong ma, owh iya apa hari ini kak Roy udah kerja " tanya Cika
" mama juga nggak tau sayang, mungkin juga dia masih berduka jadi biarin aja lah dia nggak kerja " ucap mamanya sambil membelai rambut Cika
" terus aku berangkat sama siapa " tanya Cika
" sama gue lah " ucap Nova yang tiba-tiba masuk
" ketuk pintu kek kalau masuk kamar orang " ucap Cika sensi
" heheh maaf " ucap nova
" Hem udah udah ayo turun, kita sarapan dulu " ucap mamanya sambil mendorong kursi roda Cika
Nova menutup pintu kamar Cika dan mengikuti mamanya.
di meja makan sudah terlihat papanya mengobrol dengan Rendy.
" loh bang Rendy udah di sini " tanya Cika
" iyalah kan dia juga nganter kamu " ucap Nova
" owh gitu " ucap Cika
mereka langsung menjalankan rutinitas sarapannya
kurang lebih 30 menit mereka selesai makan. mereka langsung menjalankan aktivitas Nya.
" ma papa berangkat dulu ya " pamit beni sambil mencium kening istrinya
" Cika Novasama rendy juga ya ma " ucap mereka barengan dan mencium tangan mamanya
" hati-hati ya mas, hati juga buat kalian " ucap mamanya
Nova Cika dan rendy berangkat menuju kampus, sedangkan beni berangkat ke kantor.
dalam perjalanan Cika di suguhkan dengan pemandangan yang membuat dirinya jengah, karena melihat sang kakak sedang berduaan dengan kekasihnya sedangkan dirinya menjadi nyamuk di dalam mobil.
" cepet Napa nyetirnya, keburu telat ni " ucap Cika sensi
" apa sih kamu dek " ucap Nova tanpa dosa
" lama banget deh " ucap Cika
" hahahaha, ngerasa jadi nyamuk kamu " ucap Nova meledek
" apaan sih " ucap Cika
" jangan gitu dong " ucap Rendy dengan memegang tangan Nova
__ADS_1
" hahah iya iya maaf ya dek " ucap Nova
" iya " jawab Cika
mereka akhirnya tiba di kampus Cika, Rendy dan Nova membantu Cika untuk turun dari mobilnya, karena biasanya Roy yang mengantarkan Cika kali ini Rendy dan nova yang mengantarkan Cika ke kelasnya.
seperti biasa Cika selalu menjadi pusat perhatian semua orang apalagi ada Nova sang model terkenal dan rendy tunangannya.
" emang ya dia itu selalu di kelilingi orang cakep "
" iya loh, yang kemarin aja udah cakep sekarang cakep banget tuh "
" heh itu kan tunangannya Nova si model terkenal itu "
" hati hati aja "
" sebelum janur kuning melengkung kan masih bisa to "
begitulah bisik bisik mahasiswi yang melihat mereka bertiga
" kak udah sampai sini aja, makasih ya " ucap Cika
" kalau ada apa-apa kamu bisa telfon abang, atau abang hari ini telfon boy buat jaga kamu " ucap rendy
" ih boy siapa lagi " ucap Cika
" anak buah dia lah " ucap Nova
" jangan jangan, udah tau kan dari tadi kita jadi pusat perhatian apalagi Abang nyuruh siapa itu kesini pasti ya bakal heboh lagi, capek aku bang, kak Roy aja udah bikin heboh kampus " ucap Cika
" hhaa iya deh iya, yaudah kita balik ya " ucap Rendy
" iya hati hati ya " ucap Cika
Cika masuk kelas dengan menjalankan kursi rodanya sendiri. terdengar suara yang tidak asing di telinga nya.
" iya " ucap Cika yang saat ini sudah berada di mejanya
" tumben sendiri, biasanya bodyguard kamu ngintil Mulu " ucap Lucas
" iya dia lagi libur " ucap Cika sambil mengeluarkan bukunya
" owh gitu, eh kamu nanti sibuk nggak " tanya Lucas
" ada apa emang " tanya Cika
" aku pingin ajak kamu jalan " ucap Lucas
" kayaknya aku nggak bisa deh, soalnya aku tiap sore latihan jalan di taman " ucap Cika jujur
" gimana kalau aku temenin kamu " ucap Lucas
" boleh sih, tapi nanti ngerepotin " ucap Cika
" ah enggak lah, mana mungkin ngerepotin, kalau buat kamu mah selalu ada waktu kok " ucap Lucas
" heheh bisa aja kamu " ucap Cika
" heh ngapain Lo, pergi nggak lo " ucap Rosa
" ganggu aja sih Lo " ucap Lucas sebal
" ih biarin, sana " ucap Rosa
Lucas pergi dari hadapan mereka dan kembali ke mejanya.
" ngapain tuh anak " tanya Rosa
__ADS_1
" mau nemenin gue katanya nanti " ucap Cika sambil membaca bukunya
" hah emang Lo mau ngapain " tanya Rosa
" latihan lah, apa lagi " ucap Cika
" sama dokter ganteng yang kemaren " tanya Rosa kepo
" iya lah " ucap Cika santai
" apa Lo terpesona gitu, gue laporin ke Jo baru tau Lo " ucap Cika lagi
" jahat banget jadi temen, kagak demen banget temennya lagi girang Lo " ucap Rosa manyun
" Ngadi Ngadi sih Lo, udah punya pacar ganteng masih aja ngelirik cowok lain " ucap Cika
" tipis cik, lagian Jo juga kan kagak ada, hahahah " ucap Rosa tertawa
Cika langsung menampol kepala Rosa
****
reno sudah siap untuk berangkat ke kantor, tapi hari ini dia merasa ada yang aneh di rumahnya. dari semalam dia tidak melihat ibunya, apalagi saat ini di meja makan yang biasanya sudah ada sarapan sekarang.
Roy keluar dari kamarnya dan pergi ke kamar mandi tapi tangannya di tahan Reno.
" bang " ucap Reno
Roy hanya menoleh ke arah Reno
" ibu mana " tanya Reno
Roy hanya diam tanpa menjawab, wajah Roy terlihat sekali menahan amarah ketika Reno menanyakan hal itu.
" bang gue tanya kenapa Lo diem aja " ucap Reno
" dari kemarin kemana aja Lo " tanya Roy sinis
" maksud Lo apa " tanya Reno
" ibu udh meninggal, puas kan Lo sekarang " ucap Roy
reno terdiam mendengar ucapan Roy
" Lo bohong kan, kemarin ibu baik baik aja, malah nyuruh gue nganterin ke pasar " ucap Reno
Roy mendengar ucapan Reno menjadi makin marah
BUGG
" jadi Lo yang bikin ibu kayak gini ren " ucap Roy
" bang apaan sih Lo, gue tanya apa bener yang Lo katakan itu " ucap Reno teriak
" nggak usah banyak omong deh Lo, kenapa Lo bawa ibu keluar, Lo tau kan kondisi ibu itu masih sakit " ucap Roy
" gue udah cegah tapi ibu maksa " ucap Reno
" kenapa nggak Lo cegah b*ngs*t " ucap Roy
" gara gara kecerobohan Lo itu, ibu meninggal karena kecelakaan Lo tau " ucap Roy
Reno terduduk lemah di lantai, meskipun dia tidak begitu peduli dengan ibunya tapi kali ini entah kenapa ada perasaan kehilangan di dalam hatinya.
" Lo bohong kan bang " ucap Reno yang tanpa sadar meneteskan air matanya
" nggak usah sok peduli deh Lo, Lo kan yang dari dulu menginginkan kematian ibu " ucap Roy lalu meninggalkan Reno yang terduduk di lantai.
__ADS_1