ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 41


__ADS_3

selesai sholat Fero berdiri mematung memandang tubuh Cika yg sedang berbaring lemah di tempat tidur dari balik pintu.


" gue tau perasaan Lo fer " ucap Rendy sambil menepuk pundak Fero


Fero hanya terdiam tanpa berkata apapun


tiba tiba salah satu anak buah Rendy yang di tugaskan menjaga ruangan Nova berlari


" bos " ucapnya


" ada apa " tanya Rendy


" nyonya besar sudah siuman dan tadi saya juga sudah panggilkan dokter " ucapnya


" baik saya akan kesana " ucap rendy


Rendy memberitahu beni tentang keadaan mama mertua nya itu


" pa mama sudah siuman, lebih baik papa saat ini temuin mama " ucap Rendy pelan


" Cika " jawab beni


" biar Cika aku dan Fero yang jaga pa, papa jangan khawatir di sini juga banyak anak buah Rendy yang berjaga " jawab Rendy menenangkan


" baiklah, papa minta tolong jaga Cika " ucap beni pada rendy


" papa tenang aja, Rendy pasti jaga Cika kok " ucapnya


beni pergi untuk menemui istrinya dia melihat Fero yang masih tetap berdiri di tempatnya, dia menepuk pundak Fero untuk memberinya semangat


Fero yang kaget dengan perlakuan beni langsung melihat ke arah beni, tapi beni tetap berjalan untuk menemui istrinya


" ngapain sih masih bengong di situ, mending duduk deh " ucap Rendy


" ren Lo jawab jujur, kenapa Cika bisa sampe katak gini " tanya Fero


" gue juga masih selidiki penyebab kecelakaan itu " ucap Rendy dengan tubuhnya menyender di tembok


" maksud Lo kecelakaan itu di sengaja " tanya Fero


" kemungkinan besar iya, tapi Lo tenang aja gue udah ngurus semua anak buah gue mengawasi rumah sakit ini dan menyelidiki kasus ini " ucap rendy


Fero mengepalkan tangannya erat dengan wajah yang sedikit menahan amarahnya


*****


kriingg


suara ponsel Reno berdering dan membuyarkan lamunan nya


"oh shitt siapa sih ganggu banget malam malam gini " ucapnya


dia mengambil ponselnya dengan wajah sedikit marah, lalu dia membaca nama yang tertera yaitu kekasihnya wajahnya langsung berseri seri


" hallo sayang "


" hallo "


" kamu udah nggak marah lagi kan sama aku "


" hemmm "


" makasih sayang, owh iya kamu telvon ada apa "


" kamu udah tau berita yang lagi viral ini "


" hah berita apa "


" sedikit lagi kehancuran keluarga mantan kekasih kamu itu sudah di depan mata "

__ADS_1


" maksud kamu "


" saat ini mantan kekasih kamu beserta mama dan kakaknya sedang ada di rumah sakit, mereka mengalami kecelakaan hebat dan katanya mantan kamu itu kritis "


" kamu dapat kabar dari mana, kalau benar tapi kenapa di grup kantor tidak membahas itu "


" haduh kamu itu bodoh atau apa sih, kamu tau kan aku punya banyak mata mata "


" owh iya "


" bodoh "


" terus rencana kita saat ini apa "


" huh karena si tua Bangka itu pasti sedang mengurus keluarga nya kita bisa mengambil alih perusahaan "


" caranya sayang "


" kita lakukan besok saja, tapi ingat jangan sampai kamu melakukan hal bodoh seperti apa yang selalu kamu lakukan "


" ya ya ya "


tutt


Mona mematikan ponselnya sepihak dan membuat Reno kesal


" dasar cewek maunya benar aja " ucap Reno kesal


******


" aduh kok Cika gak angkat telfon sih, kemana dia ya " ucap Rosa sambil mondar-mandir memegang ponselnya


Riri yang melihat Rosa seperti setrika an menjadi pusing sendiri


" Ros bisa nggak duduk, puyeng gue liatnya " ucapnya


" aduh mbak nggak bisa, ini aku lagi panik banget perasaan aku nggak enak " jawab Rosa


" sahabat aku dari pagi nggak bisa di hubungi mbak dan feeling aku kayak nggak enak gitu " ucap Rosa


" haduh udah deh mending kamu doain aja dia smoga baik baik aja, atau nggak kamu telvon siapanya gitu yang dekat sama dia " saran Riri


" iya juga ya mbak, kok aku nggak kepikiran gitu " ucap Rosa


" hemmm emang dasar kamunya aja bikin orang puyeng tau nggak, kayak setrikaan aja mondar-mandir " ucap Riri


" ih ngeselin banget deh, yaudah aku coba telfon bodyguard nya dulu " ucap Rosa sambil mencari nomor Roy


" ih gaya gayaan pake bodyguard segala " batin Riri sambil membereskan barang-barangnya


Tut Tut Tut


" aduh kak Roy kok nggak di angkat sih " ucap Rosa


Rosa tetap menelfon Roy sampai akhirnya Roy mengangkat telfon


" kak Roy kenapa lama "


" maafkan saya, saya sedang ada urusan "


" kak Roy sama Cika nggak, dia dari tadi nggak bisa di hubungi "


Roy terdiam cukup lama


" kak masih disana kan "


" eh iya Ros maaf "


" hemm, kakak saat ini sama cika kan, Cika baik baik aja kan "

__ADS_1


" eum iya Ros, Cika baik kok "


" dia dimana sih, kok dari tadi nggk bis di hubungi, ponselnya mati "


" eum Cika ada dia sedang d urusan penting Ros, mungkin ponselnya lowbat "


" eum gitu ya, yaudah nanti kasih tau aj klu ku telfon dia "


" iya nanti aku kabarin "


" yaudah kak aku matiin dulu kak "


Rosa mematikan ponselnya dengan perasaan sedikit lebih tenang, lalu dia membereskan barang-barangnya dan bergegas untuk pulang


" gimana " tanya Riri


" syukurlah kak Cika nggak papa barusan aku udah telfon, tapi kok perasaan aku masih nggak enak ya mbak " ucap Rosa


" udah deh mungkin itu karena fikiran kamu aja, kan dari tadi kamu telfon nggak di angkat " ucapnya sambil menenangkan Rosa


" iya mungkin ya mbak cuma fikiran aku aja, semoga dia baik baik aja " ucap Rosa menenangkan dirinya


" eh iya Ros aku lupa terus nanyain ke kamu " ucap Riri


" nanya apaan mbak " tanya Rosa


" aku kapan lalu pernah ngeliat kamu di jemput cowok pake mobil, itu siapa pacar kamu ya " goda riri


" ah mbak apaan sih " ucap rosa sambil tersipu malu, terlihat pipinya saat ini sedang merona


" alah Ros ngapain malu coba, kan mbak udah anggep kamu sebagai adik mbak sendiri " ucap Riri


" hehehe iya mbak " ucapnya


" itu beneran pacar kamu " tanya Riri


" iya mbak itu pacar aku " ucap Rosa


" kelihatannya di sayang banget sama kamu, kapan lalu mbak pernah nggak sengaja ngeliat kamu pas kunci rumah mbak ketinggalan, dia sangat menjaga kamu banget tapi kelihatannya kayak serem " ucapnya


" hahahah dia emang serem mbak, tapi emang iya sih dia baik banget " jawab Rosa


tanpa sadar mereka sudah ada di depan pintu toko, saat Rosa sudah selesai mengonci pintu nya tiba tiba ada sebuah tangan dengan keras menampar pipi nya


PLAKK


Riri kaget melihat kejadian itu


" mama papa " ucap Rosa lirih


" emang anak nggak tau di untung kamu ya, beraninya kamu bikin orang tua kamu stres rosa " ucap papanya sambil teriak


" iya kenapa kamu kabur dari rumah " ucap mamanya


" peduli apa kalian sama aku " ucap Rosa sambil memalingkan wajahnya dan air mata yang masih tetap tertahan di pelupuk matanya


" anak kurang ajar " ucap papanya sambil ingin menampar pipi Rosa tapi tangannya di tahan oleh tangan Jo


" jangan menyakiti wanita, apalagi itu anak om sendiri " ucap Jo


( Riri yang melihat Jo sangat terpana dan terpesona dengan ketampanan Jo sampai lupa kalau saat ini dia sudah punya suami )


" kurang ajar pasti kamu yang ajak anak saya kabur " ucap papa Rosa


" jangan pernah papa nyalahin Jo, kenapa kalian selalu menyalahkan orang lain atas kesalahan kalian sendiri " teriak Rosa


" apa maksudmu Rosa " ucap mamanya


" kalian mentingin ego kalian sendiri tanpa mentingin perasaan aku, apa kalian pernah mikirin perasaan aku nggak kan, untuk saat ini aku udah milih hidup aku sendiri jadi kalian nggak usah urusin hidup aku lagi, urusin aja kepentingan pribadi kalian sendiri " ucap Rosa sambil menarik tangan Jo dan membawanya ke mobil

__ADS_1


suasana menjadi hening, di sisi lain Riri langsung pergi meninggalkan kedua orang tua Rosa yang saat ini sedang terdiam mencerna ucapan anaknya.


__ADS_2