
" owh sial " umpatnya
" kenapa Lo " tanya Rendy
Rendy yang baru saja datang untuk mengecek keadaan Cika disambut dengan wajah Roy yang kesal
" Rosa tau kalau Cika kecelakaan bos " ucapnya
" kok bisa, kenapa Lo ngomong ke dia " tanya rendy
" dia tadi video call saya bos dan pada saat yang bersamaan dokter memberitahu kepada cika ya jadi saya tidak bisa berkata-kata lagi, mau ngeles pun udah ketangkap basah " jawabnya
" apa dia akan kesini " tanya rendy
" insyaallah iya bos " jawab Roy
" ini yang gue takutin Roy, makanya gue nggak ingin semua orang tau keadaan keluarga papa pertama gue nggak ingin semua orang khawatir dengan keadaan mereka dan juga gue ingin menjaga mereka dari musuh " jawabnya
" saya mengerti bos " ucap Roy
" owh iya Roy gimana sudah ada hasil dari anak buah Lo " tanyanya
" menurut anak buah saya mereka melakukan pekerjaannya dengan mulus bos, jadi kita perlu banyak waktu untuk mengungkap dalang dibalik kecelakaan itu bos, tapi saya mulai curiga dengan musuh bebuyutan anda bos " jawab Roy
" tapi apa hubungannya dengan keluarga papa " tanyanya
" tentu saja ingin menghancurkan anda bos dengan membuat keluarga tuan beni celaka " jawab Roy
" sial, awasi mereka jangan sampai lengah, kalau ada sesuatu yang mencurigakan kasih tau gue " ucap rendy
" siap bos, owh iya satu lagi bos non Cika akan di pindahkan ke ruang rawat bos " kata Roy
" oke gue urus administrasi dulu dan lo tunggu disini " ucap rendy
" baik bos " jawabnya
Rendy pergi ke resepsionis untuk mengurus administrasi dan pemindahan kamar Cika
*****
sepanjang kelas berlangsung fikiran Rosa tidak fokus pada pelajaran yang di berikan dosennya, sampai ahirnya kelas usai
setelah kelas usai Rosa bergegas pergi meninggalkan kelasnya dan langsung berlari meninggalkan ruangan
karena saat ini dia terburu-buru tanpa sadar di depan gerbang dia menabrak sekelompok pria seniornya saat berada di depan gerbang
BRUUKK
semua buku-buku nya jatuh berserakan
" aw " ucap Rosa dengan memegangi tangannya yang berdarah
" heh Lo kalau jalan pake mata dong " ucap salah satu pria
" wih wih jangan marah marah aja Le lo liat tuh dia cantik banget, bisa lah buat mainan kita hari ini " bisik temannya kepada pria itu
" bagus juga ide Lo " jawabnya
pria itu langsung duduk di hadapan Rosa yang masih memegang tangannya
" gue minta maaf " ucap Rosa dingin dan langsung membereskan buku-bukunya
ketika Rosa ingin pergi pria itu mencegahnya
" eits Lo mau kemana " cegahnya dengan mencoba memegang tangan Rosa
__ADS_1
Rosa langsung menampik nya
" jangan pegang gue " ucap Rosa
" wehh liat nih sombong banget nih cewek " ucapnya di depan teman-temannya dengan senyum mengejek
" gue minta maaf dan biarin gue pergi gue buru buru " ucap Rosa tegas
" gue bakal maafin Lo asal Lo ikut dengan gue " ucapnya berbisik di telinga Rosa
karena merasa risih Rosa langsung menampar pipi pria itu
" br*ngs*k dasar wanita j*l*ng, di naikin malah ngelunjak " ucapnya dengan nada marah
" kenapa Lo mau lagi, gue udah bilang ke Lo kalo gue mau pergi tapi Lo malah nahan gue itu akibat nya " jawab Rosa
dengan perasaan geram pria itu menyuruh teman temannya memegang tangan kedua tangan Rosa dan membawanya ke markas mereka
" bawa dia " perintah nya
" sialan lepasin tangan gue " ucap Rosa
" makanya Lo jangan macem-macem sama gue " ucap Pria itu
BUG BUG
" Leo " ucap teman temannya
" br*ngs*k siapa Lo, beraninya Lo ikut campur urusan gue " ucapnya dengan memegang ujung bibirnya yang berdarah
" jelas itu urusan gue karena dia calon istri gue " bisik Jo di telinga pria itu
" lepasin cewek itu, karena gue lagi buru buru " ucap Johan dingin
" kalau gue nggak mau Lo mau apa " ucapnya
" heh siapa takut , gue nggak takut sama lo " ucapnya dengan nada sombong
Johan tersenyum smirk melihat kesombongan pria itu
BUG BUG BRAAKK
Johan langsung memukul tubuh dan wajah pria itu hingga sedikit babak belur
teman temannya hanya melongo melihat Johan yang seperti sedang kerasukan memukul tubuh Leo, karena ada kesempatan Rosa menginjak kaki orang yang memegang tangannya dan langsung berlari ke arah Johan
" sepertinya cukup main mainnya " ucap Johan
Johan membungkuk dan berbisik
" sekali lagi gue tau Lo ganggu pacar gue, gue pastiin itu hari terakhir Lo ngeliat dunia " bisiknya dan langsung pergi dari tempat itu
Johan meludah di sembarang tempat dengan mengumpat
" cuihh membuang waktu " ucapnya dengan tetap berjalan
sedangkan leo saat ini kesakitan karena dia sama sekali tidak bisa melawan Johan
" sial, woy Lo semua masih akan tetep di situ nggak bantuin gue " teriak leo
mereka langsung berlari membantu leo dan membawanya ke rumah sakit
" br*ngs*k kenapa Lo semua nggak ada yang bantuin gue " ucap leo
" orang dia jago banget, mirip banget kayak orang lagi kesetanan "
__ADS_1
" iya le "
" sial Lo, teman macam apa Lo " ucapnya
" eh Lo ngeliat nggak tato yang ada di tangannya nggak sih, gue kayak nggak asing gitu " ucap salah satu temannya
" maksud Lo " tanya leo
" gue kayak pernah lihat tuh tato tapi dimana gitu gue lupa " jawabnya
" alah biarin aja kagak penting juga, yang lebih penting mending Lo cepetan deh bawa mobilnya gue udah nyeri nih " ucap leo
" oke "
mereka mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi
*****
dokter keluar dari ruangan Cika
" dokter gimana keadaan adik saya " tanya rendy
" syukurlah hari ini pasien akan di pindahkan ke ruang rawat, tapi pasien masih belum sadar untuk saat ini " jawabnya
" eum tapi apakah kondisinya sudah membaik " tanya Rendy lagi
" untuk kondisinya sudah membaik kita hanya menunggu pasien sadar saja " jawabnya
" terimakasih banyak dok " ucap rendy
" sama sama pak, kalau begitu saya permisi " ucapnya
" permisi pak apakah anda sudah mengurus administrasi untuk pemindahan kamar pasien " tanya suster
" sudah sus " jawab Rendy
" baik terimakasih, kalau begitu saya permisi dulu " ucapnya
Rendy hanya menjawab dengan anggukan
tidak butuh waktu lama akhirnya Cika sudah bisa di pindahkan di ruang rawat
Rendy menemani Cika karena saat ini beni masih berada di UGD
*****
" arghh " ucap Nova dan mamanya
" saya akan panggilkan dokter " ucap Roy
tidak berselang lama dokter datang untuk memeriksa keadaan Nova dan mamany
" gimana keadaannya dok " tanya Roy
" syukurlah keadaan nya sudah mulai membaik, kalau begitu saya permisi pak " jawab dokter
" baik dok " jawab Roy
" non, nyonya apa kalian membutuhkan sesuatu " tanya Roy
" dimana Cika dan suami ku Roy " tanyanya
" eum tuan sedang ke kantin nyonya " jawab Roy
" Cika " tanya Nova
__ADS_1
" eum itu " ucapnya terpotong
kreaatt