
matahari kali ini sangat bersahabat. setelah selesai kuliah Cika berencana mengajak rosa ke toko buku langganan nya.
" eh cik " ucap Rosa yang memberhentikan aktifitas Cika yang sedang berkemas
" iya " ucapnya
" kayaknya gue nggak bisa ikut deh, gue ada urusan mendadak hari ini " ucap Rosa bohong
" yah gimana dong, kan gue pingin banget ngajakin Lo Q time " ucap Cika sedih
" ya jangan sedih gitu dong, besok kan masih bisa, insyaallah gue besok free " ucapnya
" yakin " tanya Cika
" yakin lah " ucap Rosa meyakinkan Cika
" yaudah deh besok aja " ucap Cika pasrah
" nah gitu dong, baru sahabat gue " ucap Rosa
" ya ya ya, eh Lo tadi kenapa lari lari, kok nggak naik angkot tumben " tanya Cika
" eum itu gue kesiangan, iya kesiangan " jawabnya
" owh gitu, Ros Lo kok nggak pernah ajak gue ke rumah Lo lagi sih " ucap Cika
" ya gimana belum sempat aja kan, kan kita sama sama sibuk, iya " ucapnya gagap karena berbohong
" Lo nggak lagi nyembunyiin sesuatu kan dari gue " tanya Cika menyelidik
" ah apaan sih ya nggak lah, apa coba yang harus gue sembunyikan dari Lo " ucap Rosa dengan tenang
" yaudah, awas aja Lo sampe nyembunyiin sesuatu gue bakal marah sama Lo " ucap Cika
" ya elah ya jangan gitu dong, jahat banget sih Lo " ucap Rosa
" biarin " ucap Cika
" pulang sekarang " ucap Roy yang tiba-tiba muncul
" bisa nggak sih kak Roy kalau datang itu permisi dulu " ucap Rosa
" tau nih, bikin jantungan aja " ucap Cika
" hehe maaf, pulang sekarang " ucap Roy
" iya kak, ayo " ajak Cika
" bareng kedepannya " tanya Cika
" boleh deh " ucap Rosa
mereka keluar dan menuju mobil, sedangkan Rosa harus menunggu ojek online yang dia pesan.
" Ros gue duluan ya, hati hati " ucap Rosa sambil melambaikan tangannya
" kok tumben nggak bareng " tanya Roy
" katanya sih dia ada urusan mendadak gitu, padahal rencana tadi aku mau keluar sama dia " ucap Cika sedih
Cika teringat tadi fero mengajak nya bertemu, Karena saat ini acaranya dengan Rosa batal dia berencana memberikan kejutan untuk Fero dengan datang ke kliniknya dengan membawa makan siang sekalian dia menjawab pertanyaan Fero semalam.
" kak Roy mampir di warung makan itu dulu ya, terus nanti anterin aku ke klinik kak Fero " ucap Cika
" kakak liat liat kamu sekarang seneng banget kalau sama Fero, kalian jadian " ucap Roy menggoda
__ADS_1
" ih kakak apaan sih " ucap Cika malu malu
" alah cik, kakak seneng kalau kamu bahagia dan kakak juga seneng kamu bisa ngelupain masa lalu kamu yang kelam itu " ucap Roy
" ah nggak usah bahas itu lah kak udah basi, hahahhaa " ucap Cika
" yaudah semoga kamu sama dokter Fero segera bersatu " ucap Roy
Cika mengamini dalam hatinya
Roy mengantar Cika ke sebuah warung makan tempat dimana dia dengan Fero pertama kali makan di pinggir jalan
" tumben banget makan disini cik " tanya Roy, karena tidak biasanya dia makan di pinggir jalan
" ya karena disini enak makanya aku kesini " ucap Cika
" owh gitu " ucap Roy yang hanya di angguki Cika
Roy mengemudikan mobilnya dengan santai, kurang lebih 20 menit Roy sampai di klinik Fero.
Cika turun dengan membawa kotak nasi yang dia beli tadi. seperti biasa dia masuk dan langsung di sambut perawat, tapi dia tidak melihat suster yang biasanya, dia melihat suster yang sedikit judes dan cuek.
" cik dokter Fero nggak salah pilih suster kan " tanya Roy berbisik
" tau tuh, yaudah aku masuk dulu, ngajak gibah aja kamu kak " ucap Cika
" ada yang bisa di bantu " ucap Vina ketus
" saya mau bertemu dokter Fero, apa beliau ada di dalam " tanya Cika sopan
" apa sudah ada janji dengan dokter " tanyanya
" eum sebenarnya belum sih, tapi saya sudah biasa kesini sus untuk kontrol " ucap Cika
" sumpah nih orang bikin gue gedek " batin cika
Fero mendengar suara keributan di depan Langsung pergi ke arah suara itu
kreaat
" Cika " ucap Fero dengan mengembangkan senyumnya
" kak " ucap Cika
vina yang melihat adegan itu menjadi geram karena melihat Fero tersenyum dengan wanita lain
" kenapa kamu nggak suruh dia masuk " ucap Fero dingin kepada Vina
Cika yang melihat Fero tiba tiba berubah langsung bingung
Fero mengajak cika masuk ke ruangan nya, sedangkan Vina sedang menahan amarahnya karena tidak suka dengan kehadiran cika, Roy mengawasi gerak-gerik Vina dari jauh.
*ruangan fero *
" kok kamu nggak ngabarin aku sih, tadi katanya nggak bisa " ucap Fero
" ya mau surprisesin kakak aja, owh iya kakak udah makan " tanya Cika
" eum belum nih, kamu mau makan ayo keluar cari makan " ajak Fero
" ngapain keluar sih kak, nih aku bawa makanan favorit kakak " ucap Cika sambil memberikan sekotak makanan yang dia beli tadi
" ya ampun kamu baik banget sih " ucap Fero
" sini aku bukain " ucap Cika membuka kotak nasi itu
__ADS_1
" aduh idaman banget sih kamu cik " batin Fero
" kak nih dinamakan " ucap Cika
" kalau gini kayak ngerasa Punya pasangan deh " goda Fero
Cika tersipu malu mendengar pernyataan Fero
" gimana jawaban kamu " tanya Fero serius sambil menggenggam tangan Cika
" aku mau tanya ke kakak, kapan kakak mulai suka sama aku " tanya Cika
" pastinya sih kakak nggak tau, tapi kakak udah ngerasa nyaman sama kamu saat kakak mengajari kamu berjalan, dan mulai saat itu aku ada rasa sama kamu " ucap Fero
" eum gitu " ucapnya
" gimana cik, aku tanya sekali lagi ya, kamu mau nggak jadi pacar aku " tanya Fero lagi
Cika tersenyum dan mengangguk malu dihadapan Fero
refleks Fero memeluk Cika sangking senangnya, awalnya Cika hanya diam tapi lama-lama dia membalas pelukannya
tiba-tiba Vina masuk kedalam ruangan Fero dengan tergesa-gesa karena ada sesuatu yang darurat, dia melihat adegan yang membuat hatinya hancur dan marah. Vina mengepalkan tangannya erat.
" permisi dok, ada pasien tabrak lari dok " ucap Vina dengan sedikit centil
Fero langsung melepaskan pelukannya
" ah maaf " ucapnya berbisik pada Cika dengan tersenyum
" baik saya akan segera kesana " ucap fero tegas
" sayang aku pergi dulu ya, kamu jangan kemana-mana tunggu aku " ucap Fero lembut pada Cika
Vina semakin marah karena perbedaan sikap Fero terhadap dirinya dan Cika
" sial siapa sih tu cewek, dia pasti bakal ngegagalin usaha gue ngedapetin dokter Fero " batin Vina
" gue bakal kasih dia pelajaran " batinnya lagi
vina pergi keluar dengan melirik Cika dengan tatapan mata yang tajam
" ih tu suster kenapa sih, apa dia suka sama kak Fero ya, nggak bisa di biarin nih " ucap Cika
tiba-tiba ponselnya berbunyi
" hallo assalamualaikum kak ada apa "
" kamu tenang aja, perawat itu nggak akan bisa macem-macem kok sama kamu "
" hah kok kakak bisa ngomong kayak gitu sih "
" kakak tau dia pasti berencana melakukan sesuatu ke kamu, dari tatapan nya sudah terlihat cik "
" ah emang the best deh kamu kak "
" yaudah kakak lanjut menjaga situasi depan, apa kamu masih lama disini, tadi bos nelfon menanyakan lokasi kamu saat ini "
" eum kayaknya lama kak, gimana kalau kakak pulang aja daripada kelamaan nunggu aku "
" kakak akan tetap nunggu di luar, karena situasi masih was was, kakak nggak tenang "
" yaudah terserah kakak, aku tutup dulu ya kak "
Cika mematikan ponselnya dan langsung menutup kotak makan yang belum sempat Fero makan
__ADS_1