ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 43


__ADS_3

" bukan urusan Lo " ucap Vina ketus


suster itupun pergi


di tempat lain Fero saat ini sudah menuju bandara karena anak buah Rendy sudah memesankan tiket untuknya


****


" boss " ucap Roy


" ah Roy untung kamu disini, ada yang ingin gue bicarain " ucapnya


" mengenai apa bos " tanya Roy


" tapi gue harap Lo nggak kecewa atau marah sama gue " ucapnya lagi


" emang kenapa bos " tanya Roy yang penasaran


" gue nahan adik Lo " ucap Rendy


" dia kenapa bos " tanya Roy yang sedikit shock


" dia ingin mencuri berkas penting di perusahaan papa beni " ucapnya


" astaga anak itu kenapa bikin ulah lagi, ya Allah bos saya bener bener minta maaf atas kelakuan adik saya " ucap Roy sedih


" gak papa Roy " ucapnya


" saya pasrah bos, bos mau apakan adik saya karena untuk kesalahan adik saya yang saat ini tidak bisa di toleransi lagi " ucap Roy pasrah


" untuk saat ini gue masih tahan dia di markas kita dengan kekasihnya " ucapnya


" iya bos itu lebih baik " kata Roy


" Roy tapi saat ini gue nggak enak sama Lo " ucap Rendy


" bos kesalahan nya saat ini sangat fatal, dan bos tau saya sudah mengabdi di keluarga pak beni jadi saya lebih membela pak beni bos " ucapnya


" baik gue nggak akan apa apain dia sebelum Lo ngeliat dia " ucap Rendy


" tapi bos " ucapnya


" udah biarin " ucap Rendy


" owh iya jaga Cika untuk saat ini gue akan ke ruangan Nova " ucap Rendy lagi


" oke bos, tuan Fero dimana bos kalau boleh tau " tanyanya


" dia sudah kembali karena harus menangani pasien, yaudah gue pergi dulu " ucap rendy


Rendy langsung menuju ruangan Nova sedangkan Roy duduk di depan ruang ICU


*****


" sayang kok kamu kayak banyak pikiran gitu, kamu kenapa " tanya Jo


" iya nih aku lagi khawatir sama Cika dari kemarin dia nggak bisa aku hubungi " jawab Rosa


" kamu udah telfon bodyguard nya yang ngeselin itu kah " tanyanya


" udah sih katanya Cika nggak papa, tapi feeling aku ngerasain ada sesuatu terjadi sama Cika " jawab Rosa


Jo menggenggam tangan Rosa


" kamu tenang ya mungkin kamu lagi banyak pikiran, mendingan kamu doain dia sayang semoga dia baik baik saja " ucap Jo menenangkan Rosa


" makasih banyak kamu selalu ada buat aku, owh iya kamu nggak kerja " tanya Rosa

__ADS_1


" kan ada anak anak sayang, kamu kan tau aku pemiliknya " ucapnya


" sayang meskipun kamu pemilik cafe kamu jangan gitu dong, beri contoh yang baik ke anak buah kamu, jadi setelah anterin aku kuliah kamu langsung balik ke cafe ya, jangan lupa makan juga " kata Rosa


" uh sweetnya pacar aku " ucap Jo manja


" idih kok aku geli sih, hahahaha " ucap Rosa sambil tertawa terbahak-bahak


Jo senang ketika melihat kekasihnya tertawa


" tuh udah sampai " ucapnya


" makasih ya udah anterin aku " kata Rosa


" iya sayang, yaudah kamu masuk gih sana jangan lupa nanti telfon ya kalau ada apa apa " ucapnya


" siap bos yaudah aku masuk dulu, muach " ucap Rosa dan langsung mencium pipi Jo


" iya hati hati " jawabnya sambil tersenyum


Rosa turun dari mobil Jo dan langsung berjalan ke ruang kelasnya, dan saat di kelas banyak pertanyaan dari geng gibah di kelasnya


" eh Ros kok Lo sendiri mana Cika "


" iya nih biasanya selalu berdua "


" dia lagi di luar kota " jawab Rosa


" owh pantesan Lo sendiri aja "


" hemm iya " jawab Rosa singkat karena males berurusan dengan geng gibah


Rosa memasangkan earphone di telinganya dan memutar musik favoritnya agar tidak mendengarkan ucapan orang orang


dia melakukan panggilan video Dengan Roy agar dia tau dimana Cika


" e e eh Ros ada apa " tanya Roy gugup


" kak Roy kok kayak ada di rumah sakit siapa sakit "


" eum itu anu, neneknya non Cika lagu sakit iya "


" kak Roy jangan bohong kak "


" enggak ngapain aku bohong sama kamu "


tiba-tiba terdengar suara dokter yang bicara kalau keadaan Cika sudah stabil dan akan di pindahkan ke ruang rawat


" kak "


" eh Ros kamu jangan salah faham ya, itu bukan non Cika itu ada pasien lain namanya sama iya gitu "


" kak jangan bohong " ucapnya dengan mata berkaca-kaca


" ros tenang dulu kakak bisa jelasin, kamu tenang dulu "


" apa sih kak, apa yang kakak sembunyikan dari aku "


" Cika kecelakaan dan saat ini dia ada di rumah sakit "


" apa, kenapa kakak nggak ngasih tau aku jahat kakak ya "


Rosa mematikan ponselnya dan berlari ke toilet


" apa gue susulin dia aja di Surabaya biar gue tau kondisinya sekarang, tapi gue nggak ada uang, ya tuhan kenapa Cika harus seperti ini " ucapnya sambil menangis sesenggukan


dert dertt

__ADS_1


" hallo " ucapnya sesenggukan


" kamu kenapa, siapa yang buat kamu nangis bilang sama aku "


" sayang Cika "


" Cika kenapa dia yang "


" Cika kecelakaan dan saat ini dia ada di rumah sakit "


" yang bner kamu, kamu dapat kabar dari siapa "


" kak Roy dia baru saja jujur ke aku, aku pingin tau kondisi Cika sayang "


" emangnya dia saat ini di rawat di rumah sakit mana "


" dia ada di Surabaya "


" aku jemput kamu kita berangkat sekarang "


" tapi kerjaan aku sama kuliah aku "


" aku akan minta ijin ke dosen dan bos kamu, aku jemput kamu sekarang aku akan pesankan tiket juga untuk kita "


" tapi sayang "


" nggak ada tapi tapian kamu khawatir kan dengan Cika aku juga sayang karena dia adalah sahabat aku juga, owh iya rumah sakit nya dimana "


" nanti aku tanya ke kak Roy, makasih sayang eh tapi lebih baik setelah aku selesai kuliah saja aku ada kelas penting hari ini "


" yaudah kalau begitu, kamu masuk kelas aja dulu owh iya cuci muka gih sana jelek loh kamu kalau kayak gitu, mana habis nangis lagi "


" huh jahat banget, yaudah aku matiin dulu ponselnya "


Rosa mencuci muka nya agar tidak terlihat kalau dirinya selesai menangis


dia langsung saja kembali ke kelasnya


*****


hari sudah sedikit siang, pasien dari tadi tidak kunjung berhenti membuat Vina merasa lelah


tiba-tiba dia dikagetkan dengan suara yang ia rindukan


" dimana pasiennya " tanya Fero


" eh dokter udah sampai " jawabnya sambil sedikit genit dan membuat Fero jijik


" saya tanya dimana pasiennya " ucap Fero dengan nada keras


" eh itu dok ada di sana di ruang biasanya, tapi tadi dokter Nia sudah memberikan penanganan pertama dan sayini pasien sudah sedikit stabil" ucapnya


tanpa basa-basi Fero langsung pergi menuju ruangan yang di beritahu Vina


Fero masuk dan langsung memeriksa pasien itu karena itu adalah pasien istimewanya


" tolong di jaga kesehatan nya, jangan stres ya ibu dan mohon maaf saya telat datangnya " ucap Fero lembut


" makasih dok " jawabnya


" iya saya permisi dulu " pamit Fero


Fero kembali ke ruangannya untuk beristirahat, karena dia belum istirahat selama di Surabaya


tapi sebelumnya dia bicara dengan Vina agar tidak menggangu nya selama beberapa jam kecuali jika ada pasien gawat


dia merebahkan tubuhnya di sofa miliknya dengan lengan yang menutupi matanya

__ADS_1


tapi meskipun dia mencoba memejamkan matanya fikirannya selalu menuju ke Cika


" Tuhan tolong sembuhkan Cika saya mohon " batinnya dan tiba-tiba air mata lolos begitu saja


__ADS_2