
dengan pelan dan hati-hati Lucas membantu jalan Cika. Rosa yang baru datang dan melihat Cika dengan Lucas langsung berlari mengejar mereka.
" kenapa Lo nggak telfon gue sih " ucap Rosa sambil mengambil alih tangan cika tapi di tahan lucas
" nggak papa biar gue yang bantu Cika Ros " ucap Lucas mengajak Cika tetap berjalan
" eh " Rosa kaget dengan perlakuan Lucas ke Cika
" tuh anak kenapa sih, apa dia suka ya sama Cika, au ah " ucapnya pada dirinya
Cika kali ini tetap berjalan dengan Lucas
*****
" silahkan anda sudah di tunggu Bu Rere di dalam nona tuan " ucap pegawai butik
" terimakasih " jawab mereka berbarengan
Nova dan Rendy masuk sesuai arahan pegawai butik
" Tante " ucap Nova dengan memeluknya dan cipika-cipiki dengan Rere
" ahirnya kamu datang juga, nggak nyangka Tante bentar lagi kamu udah mau nikah aja " ucap Rere
" hahah iya loh Tan, owh iya tan ini kenalin Rendy calon suami Nova " ucap Nova memperkenalkan Rendy
" Rendy Tante " ucap Rendy
" cantik dan ganteng cocok sudah " ucap Rere
" ah Tante bisa aja " jawab Nova
" owh iya dimana Cika, sudah lama banget dia nggak kesini " tanya Rere
" Cika masih kuliah tan, nanti sepulang kuliah aku udah suruh dia kesini " ucap Nova
" yaudah kalau gitu, ini tante udah siapkan baju buat kalian coba kalian lihat, apa yang kurang " ucap Rere sambil mengajak Nova dan Rendy melihat bajunya
Nova terkesima saat melihat baju yang selalu sempurna ketika di jahit oleh Rere.
" nggak salah aku percaya sama Tante, ini mah beneran keren banget " ucap Nova
" kamu ini bisa aja, Tante kan selalu menjaga kwalitas yang terbaik buat semua pelanggan Tante " ucap Rere
Nova memeluk Rere saking bahagianya.
Rere sudah menjadi desainer Nova saat dia mengikuti kontes model pertama dan sampai saat ini tak jarang dia juga selalu ambil alih dalam busana yang selalu di pakai Nova.
setelah mereka meliihat lihat baju yang akan di kenakan besok saat acara tunangan, mereka di ajak untuk duduk sebentar dan mengobrol dengan Rere.
****
kejadian semalam membuat tubuh Mona merasa letih, tidurnya terusik karena sinar matahari mulai masuk melalui jendela dan menyinari wajahnya.
" aw " ucap Mona yang masih terbungkus selimut
" sudah bangun " ucap Reno sambil membenarkan kemejanya
" kok kamu nggak bangunin aku " tanya Mona
" kamu terlalu lelah makanya aku nggak bangunin kamu " ucap Reno
" kamu sih " ucap Mona
" ya gimana kamu juga gitu terlalu menggoda " ucap Reno
" kamu mau kerja " tanyanya
" iya dong, kalau nggak kerja pasti bakal ngomel tuh orang, kamu juga kerja gih " ucap Reno
__ADS_1
" sebentar ya " ucapnya dan ingin turun tapi di hentikan oleh Reno
" eits tunggu, aku keluar dulu aku sudah rapi soalnya takut kalau aku tergoda lagi sama kamu " ucap Reno keluar dari kamar Mona
" hahahah, so soan deh kamu semalam juga ganas banget " ucap Mona
tanpa basa basi Mona bersiap siap untuk bekerja
hanya butuh waktu 30 menit Mona mempersiapkan semuanya.
" sayang kapan kamu nikahin aku " tanya Mona
" secepatnya, setelah kita mendapatkan semua itu aku akan segera menikahi kamu " ucap Reno mencium kening Mona
mereka berdua bergegas pergi menuju kantor agar tidak telat. seperti biasa Reno memberhentikan Mona di tepi jalan dekat dengan perusahaan agar semua orang tidak curiga dengan hubungan mereka.
tapi mereka salah ternyata di belakang itu semua Rendy sudah menyuruh beberapa anak buahnya untuk mengintai dirinya dan melaporkan semua kegiatan yang dia lakukan.
mereka lupa siapa musuh mereka dan seberapa pintar musuhnya.
****
" makasih ya " ucap Cika dengan senyum
" sama sama, kalau kamu butuh bantuan jangan lupa kasih tau aku " ucap Lucas
" owh iya kau keluar dulu ya " pamit Lucas
" iya " ucapnya
Lucas keluar karena ada sesuatu yang harus di selesaikan di ruang organisasi, tapi sebelum dia sampai Jesica sudah menarik tangan lucas.
" Lo kenapa sih sekarang jadi baik banget ke Cika " tanya Jesica sebal
" ya kenapa sih jes " ucap Lucas
" kalo iya emang kenapa " jawab Lucas santai
bagai di sambar petir, hatinya benar-benar hancur saat mendengar kalau pria yang selama ini di cintainya mencintai wanita lain.
" gue buru buru nih, permisi " pamit Lucas
Lucas pergi meninggalkan Jesica yang sedang menahan tangisnya. dengan marah yang memuncak Jesica masuk ke kelas untuk melabrak Cika.
BRAKK
" apaan sih Lo " ucap Rosa
" diem lo gue nggak ada urusan sama Lo " ucap Jesica
" heh lo udah gue kasih tau jangan pernah deketin Lucas lo masih ngeyel aja ya " ucap Jesica
" apaan sih Lo Jes orang gue nggak deketin Lucas juga " ucap Cika
" apaan gue liat Lo tadi sama dia, Lo jangan pernah deketin dia lagi, dia pacar gue " ucap Jesica
" emang dia nganggep Lo sebagai pacar, jangan sok iye deh " ucap Cika
semua orang di kelas cuma bisa melihat tanpa membantu
" emang ya Lo cewek j*l*Ng " ucap Jesica sambil ingin menjambak rambut cika
PLAKK
" jangan pernah Lo katain sahabat gue " ucap Rosa dengan menampar pipi Jesica
" sialan Lo, berani Lo ya nampar gue " ucap Jesica
" buat apa gue nggak berani " ucap Rosa
__ADS_1
" Lo itu ya udah miskin belagu lagi " ucap jesica
" nggak papa gue miskin yang penting gue nggak jahat kayak Lo " ucap Rosa
" udah Ros nggak usah di ladenin cewek kayak gini " ucap Cika
" gue nggak terima lah Lo di kata katain cik " ucap Rosa
" udah lah yang penting apa yang dia tuduhkan itu nggak bener " ucap Cika
" so care banget sih Lo Ros, jangan jangan Lo cuma mau nampung hidup aja sama si ja*l*Ng ini , heh " ucap Jesica
" tapi kalian cocok kok sama sama benalu " ucap Jesica dan langsung pergi dari tempat itu
amarah Rosa makin menggebu-gebu saat terucap kata kata dari mulut Jesica
" udah udah cukup jangan emosi "ucap Cika menenangkan Rosa
Cika dan Rosa pergi ke toilet untuk mendinginkan pikirannya. tiba-tiba ada kaki yang menghalangi jalan mereka sampai ahirnya mereka jatuh dan membuat kaki Cika semakin sakit.
" aaa sakit banget " ucap Cika dalam tangisnya
" makanya jangan macem-macem sama gue " ucap Jesica dan temannya lalup meninggalkan Cika dan Rosa yang sedang jatuh
Dari jauh terlihat Roy berlari karena melihat Cika terjatuh.
Roy menggendong Cika ke ruang kesehatan dengan di arahkan oleh Rosa. dengan tubuh yang kekar dan perawakan yang keren Roy menjadi pusat perhatian di universitas ini.
" gila keren banget sih tuh orang "
" iya beruntung banget Cika ya "
" emang dia siapanya Cika sih "
" kayaknya itu pengawalnya deh, liat aja dia langsung sigap gitu "
begitulah cuitan para mahasiswi saat melihat Roy
Roy panik saat Cika memejamkan matanya
" cik Cika kamu kenapa, bangun cik " ucap Roy, Roy mulai menambah kecepatan berjalannya agar segera sampai di ruang kesehatan
setelah mereka sampai Rosa langsung menyuruh dokter untuk memeriksa keadaan Cika. tanpa basa-basi dokter langsung memeriksa Cika
" gimana keadaan nya dok, kenapa dia tidak membuka matanya " ucap roy
" dia cuma sedikit shock saja, apa sebelumnya dia pernah terkilir " ucap dokter
" iya dok dia kemarin terkilir tapi hari ini dia sudah sedikit baikan " ucap Roy
" lebih baik dia jangan terlalu sering berjalan dulu kalau bisa dia pakai kursi roda dulu sementara " ucap dokter
" apa kakinya semakin parah " tanya Rosa
" karena ini jatuh untuk kedua kalinya jadi bisa dibilang begitu, tapi kalau sering terapi pasti dia akan segera pulih kembali, dan saya mohon jangan buat dia terlalu lelah " ucap dokter
tiba-tiba salah seorang dosen datang ke ruang kesehatan karena mendapatkan laporan tentang Cika
" ada apa ini " tanya dosen
" kaki cika terkilir pak " ucap Rosa
" tapi sekarang gimana keadaannya, dan kalau boleh tau anda siapa " tanya dosen menunjuk Roy
" saya pengawalnya Cika pak " ucap Roy
sang dosen menanyakan kenapa kejadiannya seperti ini dan Rosa menceritakan semuanya tanpa kurang dan tambah.
dosen itu berpamitan keluar dan buru buru untuk memanggil Jesica untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
__ADS_1