ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 45


__ADS_3

BYUUURRR


" bangun Lo " ucap boy sambil memegang gelas kosong


" br*ngs*k " kata Reno sambil mengusap wajah nya


" nih makan " ucapnya sambil menyodorkan makanan


" sialan lo, Dimana Pacar gue " ucap Reno


" dia baik " jawabnya singkat


" Lo jangan macem-macem sama dia, dia lagi hamil sekarang dimana dia " teriak Reno


" ah elah berisik ya Lo, gue bilang pacar Lo baik baik aja " ucapnya sambil mencengkram erat wajah Reno lalu menghempaskan nya


" br*ngs*k " ucap Reno sambil mencoba berdiri untuk melawan tapi dia sudah tidak memiliki tenaga


" Lo ini batu ya emang, kan gue nyuruh Lo makan bukan ngelawan gue, udah baik gue kasih makan, mungkin kalau bos nggak nyuruh gue habisin Lo mungkin saat ini Lo udah mati " ucap boy dan langsung pergi dan tak lupa mengunci pintunya


Reno merasakan sakit di sekujur tubuhnya


" kamu dimana sayang, gimana keadaan anak kita " ucap Reno frustasi


di tempat lain Mona yang saat ini merasakan pusing di kepalanya


" arghh " ucap Mona merintih


" dimana gue " ucapnya lagi


terlihat tempat Mona di sekap memang sedikit berbeda dengan Reno, Karena mereka tau Mona sedang hamil ya meskipun ibunya jahat Rendy juga nggak Setega itu menyiksa bayi yang nggak bersalah


" Reno sayang kamu dimana " teriaknya


kreeattt


" udah bangun Lo, nih makan " ucap salah satu anak buah Rendy sambil memberikan makanan


" siapa kalian, kenapa gue ada disini " tanya Mona


" nggak usah banyak tanya, cepet makan " ucapnya dingin lalu pergi dari tempat itu


" aw " ucap Mona sambil memegang perutnya


karena memang dia harus mengisi stamina tubuh nya, karena saat ini bukan hanya dirinya yang harus makan tapi juga anak dalam kandungan nya dia terpaksa makan makanan yang di beri pria tadi


*****


" kalian sudah sadar " ucap beni


" pa dimana anak kita " tanya istrinya langsung


" kalian tenang aja Cika baik baik aja kok, cuma dia saat ini perlu istirahat aja " jawabnya santai


" kalau begitu biarkan kita ketemu Cika ya pa " ucap Nova


" loh jangan dong kalian aja masih sakit gini kok mau ketemu Cika, mending sekarang kita makan aja ya biar kalian cepet sehat " ajak beni


" tapi pa " ucap Nova


" shuutt makan aja ya biar kalian cepet sembuh " ucap beni


ahirnya mereka menuruti perintah beni


tapi sebelumnya beni menyuruh Roy untuk menjaga Cika dan menyuruh Rendy untuk datang kesini


*****


malam ini cuaca memang sedikit tidak bersahabat, diluar hujan yang tidak begitu deras membasahi pelataran rumah sakit


terlihat seorang wanita berlari menuju 1 ruangan dengan langkah yang gontai disusul seorang pria di belakangnya


tapi saat dirinya sudah sampai di depan pintu dia dilarang masuk oleh anak buah Rendy

__ADS_1


" kenapa ini " tanya Rosa


" orang asing dilarang masuk " jawabnya


" gue bukan orang asing bagi Cika " ucap Rosa


" heh, kami tidak akan mudah percaya " jawabnya dingin


" Lo nggak percaya, panggil bos Lo " ucap Rosa


pria itu masuk dan memberitahu Roy kalau ada orang asing yang mencoba masuk


Roy keluar dengan wajah sedikit marah tapi saat melihat siapa orang yang berada di depan wajahnya berubah menjadi senyuman tapi wajahnya kembali berubah ketika dirinya melihat Johan


" dia mencoba ingin masuk " ucapnya


" dia sahabat non Cika jadi biarkan mereka masuk " ucap Roy


" dari tadi dong harusnya " ucap Rosa sewot


" udah udah jangan gitu " kata Jo


" yaudah ayo masuk " ucap Roy sambil mempersilakan mereka masuk


Rosa langsung berlari ke ranjang Cika dengan air mata yang langsung mengalir


" cik bangun cik, gue ada disini " ucapnya dengan suara yang terisak


" kak Roy kenapa Cika bisa seperti ini " tanya Rosa


" mobil yang dia, non Nova dan nyonya tumpangi remnya blong dan mengalami kecelakaan tunggal saat ingin pulang ke rumah tuan " jawab Roy


" kok bisa sih, terus saat ini Tante dan kak Nova gimana " tanya Rosa


" alhmdulillah saat ini nyonya dan non Nova sudah siuman Ros " jawab Roy


" rem blong kok bisa " tanya Johan


" kita semua juga masih menyelidiki kasus ini " ucap Roy


" gue keluar bentar " ucap Roy


Roy keluar untuk memberitahu Rendy kalau Johan saat ini ada di ruangan Cika


" bos "


" iya "


" Johan saat ini ada di ruangan non cika"


" siapa dia, ngapain Lo masukkan orang asing ke ruangan Cika "


" dia pacar Rosa dan juga ketua geng black devil "


" hah, yang bener Lo, Rosa pacaran sama dia "


" iya bos "


" gue akan kesana "


Rendy langsung mematikan ponselnya


sedangkan Roy langsung kembali masuk ke ruangan Cika, dia melihat Johan yang saat ini duduk di sofa dengan wajah yang seperti biasah tidak pernah bersahabat


tidak lama kemudian pintu terbuka dan Rendy masuk dengan wajahnya yang dingin, matanya langsung menuju ke ranjang Cika dia melihat Rosa sedang menggenggam erat tangan cika


" Ros " ucap Rendy dengan senyuman


" kak Rendy " jawab Rosa


" kapan kamu datang " tanyanya


" aku baru saja datang kak " jawab Rosa dengan terisak

__ADS_1


" owh gitu " jawabnya dan langsung melirik tajam ke arah Johan


Rosa mengerti arti tatapan itu dan langsung menjelaskan siapa Johan


" itu pacar aku kak Johan " kata Rosa


" Johan " ucap johan sambil mengulurkan tangannya


" Rendy " jawabnya singkat sambil membalas uluran tangan Jo


" owh iya kak kata kak Roy Tante sama kak Nova juga di rawat gimana keadaan mereka sekarang " tanya Rosa


" syukurlah mereka saat ini baik baik saja, dan mereka sedang ada di ruangannya " jawabnya


" syukurlah kak, apa mereka tau keadaan Cika " ucap Rosa


" untuk saat ini kita semua belum memberitahu keadaan Cika kepada mama dan Nova kita tunggu keadaan mereka pulih baru kita ceritakan " jawabnya


" owh iya kak gimana keadaan neneknya Cika katanya mereka kesini untuk menjenguk neneknya Cika " tanya Rosa lagi


" nenek juga masih di rawat di ruangannya dan keadaan nya juga berangsur membaik " jawab Rendy


" kak apa aku boleh melihat Tante " tanya Rosa


" boleh kok, ayo kakak antar " tawar Rendy


Rosa mengikuti Rendy untuk pergi ke ruangan Nova dan mamanya


*****


karena perutnya sangat lapar tapi dia masih lelah karena pekerjaan nya yang cukup melelahkan Fero berinisiatif membeli makanan Lewat ojek online


sedangkan di luar Vina yang sedang asyik dengan ponselnya dikagetkan dengan seorang supir ojek online yang mengantarkan makanan atas nama Fero


" permisi mbak suster " katanya


" iya ada yang bisa di bantu " jawab Vina judes


" ini mbak saya mau antar makanan atas nama dr Fero " ucapnya


" owh untuk dokter yaudah biarkan saya aja yang anter ya pak, dokter feronya masih sibuk ada pasien " ucap Vina bohong dengan senyum terpaksa


" yasudah kalau begitu saya titip mbak " ucapnya


" iya iya sudah lebih baik bapaknya pergi deh " ucap Vina


" iya mbak, permisi " ucapnya


" iya iya " jawab Vina


dia langsung memoles kan sedikit bedak pada wajahnya karena dia ingin terlihat cantik di depan Fero


" ah udah cantik pasti dokter terpesona ngeliat aku " batinnya


dia mengetuk pintu ruangan Fero berkali kali, karena tak ada jawaban dia memberanikan diri langsung masuk kedalam ruangannya


terlihat Fero yanh saat ini tertidur si atas kursi sofa dengan kerah yang terbuka dan lengan yang di gulung yang memperlihatkan betapa indah ciptaan tuhan ini


" ya ampun tidur aja masih ganteng " teriaknya dalam hati


" dokter kamu itu seharusnya menjadi milikku bukan wanita itu " batinnya lagi


dia mencoba mendekatkan wajahnya ke wajah Fero dan berusaha mencium pipi Fero


" eh apa apaan kamu, kurang ajar ya kamu " ucap Fero dan langsung membenarkan posisi duduknya


sedangkan Vina yanv kaget langsung terjatuh tepat di depan Fero


" eum maaf dok tadi saya mau bangunkan dokter karena saya mau mengantar makanan dari ojek online dok " jawabnya bohong


karena kesal Fero tidak menggubris ucapan Vina dan hanya menyuruhnya menaruh makanan di meja


" taruh meja lalu keluar dari ruangan saya " ucap Fero dingin

__ADS_1


" baik dok " jawabnya kecewa


Vina keluar dengan hati yang kacau


__ADS_2