ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 29


__ADS_3

" wih Fero ahirnya Lo move on juga " ucap sahabatnya


" ah apaan sih Lo " ucap Fero


" kenalin lah cewek Lo " ucapnya


" jangan ah ntar Lo suka lagi " ucap Fero bercanda


" b*ngk* lo, gue duluan ya " pamitnya


Cika yang baru saja kembali dari toilet tiba tiba dia bertabrakan dengan seseorang


" loh kamu bukannya adiknya Nova " ucap sahabat Fero


" kakak siapa ya " tanya Cika


" gue temennya Rendy calonnya nova " jawabnya


" owh iya kakak yang waktu itu nganter bang Rendy ya " ucap Cika


" iya, kok disini " tanyanya


" ini lagi nemenin temen kak " ucap Cika


" owh gitu " ucapnya


" kalau gitu aku permisi dulu kak " pamit Cika


Cika pergi dan kembali duduk di dekat Fero


" maaf kak lama " ucap Cika


" iya nggak papa " ucap Fero


tiba-tiba


drttt


kak Roy


📥 kakak mohon kamu jangan jauh-jauh dari dokter Fero


📥 kakak curiga ada orang jahat saat ini di sekitar kamu, jangan pernah terima minuman atau makanan apapun dari orang asing


📥 kakak Sekarang ada di depan dengan anak buah kakak dan kakak juga sudah curigai seseorang


📥 sekarang kakak sudah ngerencanain sesuatu, nanti kakak akan kasih tau kamu


Cika mengembuskan nafasnya kasar dengan memejamkan matanya


" kamu kenapa " tanya Fero


" nggak papa kak, cuma agak pusing aja " ucap Cika


" kita pulang aja ya " ajak Fero


" nggak usah kak, kan acaranya belum selesai nggak enak ah sama temen kakak " ucapnya


" tapi kamu gimana " ucap Fero khawatir


" udah kak Fero nggak usah khawatir aku nggak papa, tadi cuma sedikit pusing aja aku buat duduk aja hilang kok " ucap Cika


" yaudah kamu jangan kemana-mana disini aja Deket aku " ucap Fero


" iya kak " ucapnya dengan senyumnya


di balik tembok terlihat wanita sedang mondar-mandir dengan ponsel yang sedang dibawanya

__ADS_1


" sial gimana sih kerja mereka kok belom ada kabar juga " ucap wanita itu


drttt drttt


ponselnya berdering dan terlihat nama ornag yang dari tadi dia tunggu


" gimana? " tanyanya langsung


" sudah beres bos, silahkan bos bisa lihat sendiri disini dia sedang bersama kami " ucap seseorang yang ada di sebrang


" baik gue akan kesana, jangan apa apakan dia sebelum gue Dateng " ucapnya dan langsung mematikan ponselnya


" Cika sebentar lagi Lo akan ngerasain apa yang gue rasain, Lo akan terima akibat dari apa yang Lo perbuat ke gue " ucapnya


wanita itu langsung pergi menemui orang yang selesai dia telfon.


****


" Ros semalam perasaan gue nggak enak, Lo nggak papa kan " tanya Riri


" enggak mbak, buktinya aku baik kan sekarang " ucap Rosa


" syukurlah, aku takut kamu kenapa-kenapa soalnya Sekarang lagi banyak banget preman di sekitar sini kalau malam hari, apalagi aku denger ada markas salah satu geng motor besar di Deket sini " ucap Riri


" udah mbak tenang aja, aku nggak papa kok yaudah ayo kerja lagi " ucap Rosa


Rosa melanjutkan pekerjaannya sebagai pelayan restoran


****


" ayo pulang " ajak Fero


" iya kak " jawab Cika


Fero kembali menggenggam tangan Cika untuk membantu nya berjalan


" kita pulang dulu " ucap Fero pada Lala


" ya ampun thanks ya udah Dateng, owh iya kalian kapan nyusul " ucap Lala


" doain aja " ucap Cika spontan yang membuat Fero membelalakkan matanya


" wah pasti dong di doain " ucap Lala


" yaudah kita pamit, permisi " ucap Fero


Fero berjalan ke mobil dan di lihatnya banyak sekali orang berjas di dekat mobilnya, dan terlihat juga Roy berada tepat di depan mobilnya, Fero bingung dan melirik ke arah cika


" kak Fero tenang aja, nggak ada apa-apa kok mereka semua anak buah Abang aku yang jagain aku kak " ucap Cika menjelaskan


" kak Roy gimana " tanya Cika


" kamu tenang aja semua sudah beres, sekarang kamu pulang aja sama dokter Fero biar nanti mereka yang akan mengawal kalian " ucap Roy


" yaudah kita pulang dulu ya Roy " ucap Fero


Cika di bantu Fero untuk masuk kedalam mobil Fero


Fero mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang dan di belakangnya terlihat mobil sedan hitam yang mengikutinya


" kenapa harus di kawal seperti ini " tanya Fero


" eum itu karena waktu itu pernah ada orang yang berniat mencelakakan aku kak dan sampai saat ini sih sepertinya juga masih banyak yang ingin aku celaka, jadi Abang dan papa nyuruh kak Roy buat jaga aku " ucap Cika


" tapi kamu nggak papa kan " ucap Fero khawatir


" nggak papa kak udah tenang aja " ucap Cika

__ADS_1


" padahal kamu baik cik, tapi kenapa ada aja orang yang nggak suka sama kamu " ucap Fero


" yah gimana kak namanya juga manusia pastinya ada aja yang nggak suka sama kita, tapi kita juga nggak bisa memaksa mereka untuk suka kan " ucap Cika


" sabar ya semua pasti ada hikmahnya di balik ini semua " ucap Fero


" iya kak " ucapnya


" eh kakak punya sesuatu buat kamu " ucap Fero


" apa " tanyanya


Fero merogoh sakunya dan mengambil sebuah kotak, langsung saja dia berikan kepada Cika


" ini buat kamu " ucap Fero


" apa ini " tanya Cika sambil memegang kotak itu


" kamu buka dong " ucap Fero


Cika membuka kotak itu dan melihat sebuah kalung cantik yang berliontin berlian


" kak apa maksudnya " tanya Cika


Fero menghentikan mobilnya di dekat taman kota


" gimana ya ngomongnya " ucap Fero berbisik


" kak " kata Cika


" cik aku emang bukan orang yang romantis, aku suka sama kamu, tapi aku nggak butuh pacar untuk saat ini, aku butuh pendamping hidup apa kamu mau jadi calon ibu dari anak-anakku " ucap Fero sambil memegang tangan Cika


Cika tertegun saat Fero mengungkapkan perasaan nya, sejujurnya saat ini Cika mulai merasa nyaman dengan Fero, entah itu perasaan cinta atau memang sekedar rasa nyaman sebagai teman.


" gimana cik " tanya Fero


Cika masih terdiam tanpa menjawab pertanyaan Fero


****


" pah kamu tau Rere kan " ucap mama Cika


" iya tau, dia kan teman mama dan juga desainer nya nova " ucap papanya sambil menonton film


" dia tadi kesini " ucapnya


" terus " kata beni yang bingung arah ucapan istrinya


" eum tadi dia bilang dia mau jodohin Cika sama anaknya " ucapnya


" apa maksudnya Dikira ini masih jaman Siti Nurbaya pake acara jodoh jodohan, terus kamu jawab apa " tanya beni


" ya aku jawab kalau urusan itu kita nggak bisa atur, karena yang menjalani kan anak kita bukan kita " ucap mamanya


" bagus, karena kita kan tidak tau gimana sikap dan sifat anaknya itu " ucap beni


" iya makanya itu, tapi gimana kalau kita tanyakan sama Cika, dia kan kenal sama anaknya Rere pa " ucap mamanya


" terus kamu mau paksa dia buat setuju gitu " ucap beni sewot


" apa sih, pernah kah mama maksa anak anak mama kalau urusan percintaan mereka " ucap mamanya tak kalah sewot


" yaudah kalau emang mau di tanyakan tanya aja baik baik, tapi jangan pernah paksa anak papa untuk mau di jodoh jodohkan apalah itu " ucap beni yang langsung meninggalkan istrinya


" hemmm emang ya dasar ngeselin tapi aku cinta " ucapnya


" Rere sih pake acara jodoh jodohin segala, udah tau suami orangnya nggak suka acara kayak gitu " ucap mamanya

__ADS_1


dia langsung pergi mengikuti suaminya.


__ADS_2