
" gila capek banget hari ini " ucap Cika
" iya nih, tu dosen kagak kira kira kalau ngasih tugas " ucap Rosa
" iya tuh emang " ucap Cika
" Lo langsung balik apa mau ikut gue dulu " tanya Rosa
" kemana " ucap Cika
" ke cafenya Jo lah kita nongkrong dulu " ucap rosa
" hilih nongkrong Lo kata, gak ah ntar gue jadi nyamuk lo lagi " ucap Cika
" hahahaha eh iya juga ya, baru sadar gue " ucap Rosa yang langsung membantu Cika mendorong kursi rodanya
" balik sama siapa Lo " tanya Rosa
" pesen taksi online deh kayaknya gue " ucap Cika
" lah kak Roy kagak kerja " ucap Rosa sambil berjalan
" gila Lo ya, dia kan masih berduka " ucap Cika
" yaudah gue tungguin ya lagian Jo juga belum jemput gue " ucap Cika
" emang best banget sahabat gue ini " ucap Cika
Rosa Langsung memeluk sahabatnya itu
di ujung lorong terlihat jesica yang tidak senang melihat Cika dan Rosa
" tunggu pembalasan gue " ucap Jesica dengan senyum liciknya
Rosa dan cika menunggu taksi online yang sudah di pesan Cika sampai ahirnya Jo datang untuk menemani cika
" loh cik lama nggak ketemu kok sekarang malah di kursi roda sih " tanya Jo
" haha iya biar cepet sembuh aja makanan pake kursi roda " ucap Cika
" dia kan habis jatuh lagi sayang terus kakinya nggak boleh terlalu banyak gerak gitu " ucap Rosa menjelaskan
" owh gitu, nggak bilang sih kan kalau gitu gue bawa mobil biar bisa sekalian anter Lo balik " ucap Jo
" ah nggak perlu Jo, gue udah pesen taksi kok, nah itu dia Dateng " ucap Cika
" owh itu, yaudah gue bantuin naik " ucap Jo
Jo dan rosa membantu cika untuk naik ke mobil taksi online.
" makasih ya, gue jalan dulu " ucap Cika sambil melambaikan tangannya.
saat ini Cika langsung menuju taman dan menunggu Fero disana, dia mengabari Fero kalau dirinya akan langsung ke taman.
****
Ting
suara notifikasi di ponsel Fero, tapi saat ini dia sedang sibuk menangani pasien nya.
kurang lebih 30 menit Fero baru kembali ke ruangannya dan membuka ponselnya. dia tercengang melihat pesan Cika dan hampir30 menit yang lalu dia mengirimkan.
Fero bergegas menuju taman untuk menemui Cika.
hanya 15 menit dia sampai di taman karena dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. dia langsung mencari dimana Cika menunggunya.
__ADS_1
Fero melihat Cika sedang duduk di kursi, saat dia ingin menghampiri dia melihat seorang pria sedang memberikan minuman kepada Cika. hatinya hancur melihat kejadian itu, tapi dia sadar dan juga harus profesional dalam bekerja.
Fero menghela nafasnya berat, dan dia langsung berjalan ke arah Cika dengan senyum yang di paksakan.
" cik maaf ya sudah lama menunggu " ucap Fero
" iya kak nggak papa kok, kita mulai Sekarang " ucap Cika
" boleh kok " ucap Fero singkat
Fero melakukan pekerjaannya secara profesional meski sakit di hatinya.
Cika merasa ada yang aneh dengan Fero, karena dari tadi dia hanya diam tidak seperti biasanya.
" kak " ucap cika
" iya " ucap Fero singkat
" kakak kenapa? " tanya Cika
" nggak papa kok " ucap Fero
" eh cik aku pulang dulu ya soalnya mama telfon nih, kamu nggak papa kan " pamit Lucas
" nggak papa kok, kan ada dokter disini " ucap Cika
" yaudah aku pulang duluan ya " ucap Lucas
" iya " ucap Cika
Cika melanjutkan latihannya
tanpa disadari Cika hampir jatuh dan Fero refleks menangkap tubuh cika
" awas " ucap Fero
" eh maaf kak " ucap Cika sambil mencoba berdiri
" sini aku bantu " ucap Fero
" makasih " ucap Cika malu
" duduk dulu aja ya " ucap Fero
Cika hanya mengangguk
Fero mencari kursi Yang ada di dekat situ untuk mereka duduki
" hati hati " ucap Fero memegang tangan Cika
" iya kak " ucap Cika
" tadi siapa " tanya Fero
" temen " jawab Cika
" owh " ucap Fero
" kamu kenapa kak diem aja dari tadi " tanya Cika
" nggak papa " ucapnya
" cemburu " tanya Cika spontan
Fero langsung salah tingkah ketika Cika bertanya seperti itu
__ADS_1
" hahaha becanda kali ah kak, mana mungkin cowok sekeren kakak suka sama aku " ucap Cika
" jujur cik aku emang suka dan sayang sama kamu " batin Fero
" kok malah diem sih " ucap Cika
" eh nggak papa kok, maaf maaf " ucapnya
" jangan diem terus ntar kesambet baru tau " ucap Cika
" kamu ini ada aja " ucap Fero
" cik nanti ikut aku bentar ya " ucap Fero
" kemana " tanya Cika
" ke boutique beli gaun untuk besok " ucap Fero
" kak tapi " ucap Cika
" kenapa, kamu udah janji mau nemenin kakak kan " ucap Fero
" aku takut malah ngerepotin kakak, kan aku masih sakit " ucap Cika
" tenang aja aku nggak akan repot kok " ucap fero
ucapan Fero membuat Cika tersenyum
****
terlihat Reno terduduk diam di depan pusaran makam ibunya
" maaf " ucapnya dengan menaburkan bunga di makam ibunya yang masih basah itu
Reno langsung pulang ke rumahnya, saat ini dia ijin untuk tidak bekerja karena masih sediki shock karena kematian ibunya.
20 menit Reno menghabiskan waktunya di jalan, dan akhirnya sampai juga dia di rumahnya. Reno duduk di ruang tamu dan memejamkan matanya, tak terasa tangannya memegang sebuah paper bag dengan sedikit bercak darah kering di sisinya. Reno membuka matanya dan mengambil paper bag itu, karena rasa penasarannya ahirnya di membukanya.
dia melihat sebuah jam tangan pria yang terlihat mahal dan sebuah surat di dalamnya.
***untuk Reno anak ku sayang, ibu minta maaf mungkin selama ini ibu selalu bikin kamu kesel dengan sakitnya ibu, maaf juga kamu selalu marah karena ibu selalu bela Abang kamu, tapi tanpa kamu ketahui ibu sayang banget sama kalian, ibu tidak pernah membeda bedakan kalian. ibu minta maaf yang sebesar-besarnya sama kamu nak.
ini ibu belikan jam untuk hadiah ulang tahun kamu, maaf kalau selama ini ibu tidak pernah belikan kamu barang barang mewah dan ibu mohon agar kamu terima jam tangan ini ya nak.
... selamat ulang tahun anakku sayang***...
tes tes
" sial kenapa gue nangis, bukannya ini yang gue inginkan dari dulu " ucap Reno
" tapi kenapa hati ini berkata lain tuhan " ucap Reno
tiba-tiba Reno teringat rahasia yang di sembunyikan kakak dan ibunya. berhubung saat ini Roy sedang keluar Reno mencari bukti di kamar ibunya.
" gue penasaran apa sih yang mereka sembunyikan sampai ibu segitu nggak maunya gue tau " ucap Reno
Reno membuka lemari dan laci yang ada di kamar ibunya. dengan penuh semangat dia mencari ahirnya dia menemukan sebuah kotak di dalam lemari pakaian ibunya.
dia mencoba membuka kotak itu. Reno shock saat melihat dan membuka kotak itu, tanpa sadar air matanya menetes.
" ibu " ucap Reno sambil memeluk foto ibunya
****
***hallo semua, mohon maaf ya author belum bisa up Doble, kalau udah enak an insyaallah pasti bakal up Doble, tunggu dan jangan lupa like n comen ya🤗🤗🤗❣️
__ADS_1
makasih buat kalian yang udah setia nunggu update dari author. luv 🤗❣️🤗***