ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 14


__ADS_3

kesibukan mulai di rasakan semua pegawai di perusahan Wijaya. tidak terkecuali Reno, karena saat ini dia mengikuti rapat bulanan.


hampir 2 jam mereka baru keluar dari ruang meeting. rasa lelah dan letih yang di rasakan ketika baru keluar dari ruang meeting.


Beni langsung masuk ke dalam ruangannya. belum sempat dia memejamkan matanya ada suara ketukan pintu


tok tok tok


" masuk " ucap Beni


" permisi tuan " ucap wanita yang menggunakan pakaian yang sangat seksi


Beni melihat wanita itu dari bawah sampai atas lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah lain.


" siapa kamu, beraninya kamu datang tanpa janji ke ruangan saya " tanya beni cuek


" sial kenapa si tua Bangka ini nggak tergoda sama penampilan gue " batin wanita itu


" perkenalkan saya Mona, saya yang di tunjuk menjadi asisten bapak pengganti asisten bapak yang lama " jawab wanita itu


" sopankah kamu datang untuk bekerja dengan pakaian yang seperti itu " tanya beni sambil membaca bukunya


" maafkan saya pak, saya baru saja pulang dari London dan baju baju saya masih seperti ini pak " jawab bohong Mona


" kalau memang niat bekerja pasti sudah di persiapkan dengan matang kan pastinya " ucap Beni


" mohon maafkan saya pak, besok saya akan bekerja dengan pakaian yang seperti pegawai lainnya " ucap Mona


" baiklah untuk saat ini kamu saya maafkan, tapi tidak untuk kedepannya " ucap beni


" terimakasih pak " ucap Mona


" pergi dari ruangan saya dan lakukan pekerjaan mu, kalau ada perlu apa apa kamu bisa bertanya dengan jeni di depan " perintah beni ( meskipun dia ceritanya sekertaris tapi dia tidak seruangan sama pak beni, karena ya tau sendiri lah dia tipikal orang yang setia jadi pasti dia jaga hati sang istri dong )


" sial dia ngusir gue " batin Mona


" iya pak, saya permisi " ucap Mona dengan senyum palsunya


Mona keluar dari ruangan beni dan masuk ke ruangan kerjanya. dengan wajah yang masam dia menghubungi Reno.


" hallo " ucap Mona


" iya sayang, gimana kamu sukses ngelakuin rencana kita " jawab Reno


" boro boro, belum sempat aku menggodanya dia sudah ngusir aku tau, pake acara ceramah lagi masalah penampilan aku " ucap sebal Mona


" kamu harus sabar, kita masih punya banyak waktu disini, apalagi kita bersatu pasti kita bisa " jawab Reno


" nanti pulang kerja aku mau belanja " ucap Mona


" bukannya kemarin sudah " jawab Reno


" gara gara bos kamu aku harus beli baju jkerja seperti pegawai lain " jawab Mona


" yaudah nanti pulang kerja oke, aku tunggu kamu di luar gerbang " ucap Reno


" kok di sana, aku jalan dong " ucap kaget Mona

__ADS_1


" ya iya lah sayang, kalau disini bisa gagal rencana kita, apalagi ini perusahaan beni ayah Cika " ucap Reno


" yaudah deh " jawab ketus Mona


" sabar ya, love you " ucap Reno


" iya, love you to " ucap Mona dan langsung mematikan ponselnya


di ruangan lain terlihat pria dengan senyum yang licik melihat drama yang baru saja ia tonton.


****


" ahirnya kelar juga semuanya " ucap Nova sambil duduk di kursi


" gimana kak udah beres " tanya mamanya


" udah ma, tinggal acara aja " jawab Nova


" kamu sih dadakan banget " ucap mamanya


" ya gimana ma, orang Rendy juga gitu " ucap Nova


" nggak nyangka bentar lagi anak mama udah mau nikah " ucap mamanya dengan mata yang berkaca-kaca


Nova yang melihat mamanya hampir menangis langsung memeluk tubuh mamanya. Cika di bantu papanya turun dari kamar dan menuju ruang makan melihat drama antara ibu dan anak itu.


" kok pada nangis nangis gini sih " tanya Cika


" ada apa ma kak " tanya papanya


Beni tersenyum mendengar ucapan sang istri, dia juga tidak menyangka kalau sebentar lagi putrinya akan menjadi milik orang lain.


" udah udah nangis nya, makan yuk laper nih " ucap Cika


" ah sial, lagi baper juga " ucap Nova


" bwahahahahah " tawa Cika mengalun keras


mereka menghabiskan waktu sedikit lmaa di meja makan, karena tidak hanya makan tapi juga mereka membahas tentang acara pertunangan Nova.


karena pembahasan makin serius mereka pindah keruang tengah untuk meneruskan pembicaraan.


tidak terasa sudah berjam jam mereka mengobrol Sampai Cika merasa matanya sudah tidak kuat lagi untuk meneruskan pembicaraan ingin pamit untuk tidur. karena kakinya masih sedikit sakit dengan pelan Cika bangun dari kursinya dan berjalan dengan tongkatnya. tanpa basa basi papanya menggendong Cika menuju kamarnya.


****


malam semakin larut, suasana dingin mulai menusuk hingga ke tulang. dengan telatennya Roy menjaga ibunya sampai ibunya tertidur.


terdengar suara ketukan di pintu depan, Roy membuka kan pintu dan benar Reno baru saja pulang.


" dari mana aja Lo jam segini baru pulang " tanya Roy


" kerja lah " jawab santai Reno


" Lo liat jam, mana ada kantor jam segini baru pulang " jawab ketus Roy


" kepo banget sih Lo bang " ucap Reno

__ADS_1


" heh ibu lagi sakit dan Lo enak banget pulang tengah malem kayak gini " ucap Roy


" elah emang dari dulu udah sakit kan bang " jawab Reno dengan santainya


BUGG


pukulan keras di layangkan di wajah Reno.


" bang apaan sih Lo " ucap Reno


" Lo udah kelewatan ren " ucap Roy


" salah gue apa, emang bener kan ibu dari dulu nyusahin sakit sakitan terus " ucap Reno


dengan wajah yang marah dan tangan yang mengepal erat Roy menahan agar tidak menimbulkan keributan


" apa Lo mau pukul gue lagi, pukul bang " ucap Reno


" Lo makin hari makin kurang ajar ren " ucap Roy


" terserah Lo " ucap Reno sambil meninggalkan Roy yang tengah menahan amarahnya


" br*ngs*k Lo tunggu aja ren, Lo pasti akan nyesel " ucap Roy dengan nada yang berbisik


****


" gimana keadaan Cika ya " tanya Fero pada dirinya sendiri


sampai Ahirnya dia mencoba menelfon Cika tapi sayang panggilan tidak terjawab.


" eh kenapa dengan gue, kenapa gue mikirin dia terus " ucap Fero


" ah sial kenapa bayangan Cika terus yang muncul di pikiran gue, lebih baik gue selesai kan urusan gue


Fero menyelesaikan tugasnya, meskipun dia sudah pulang dari klinik tapi masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan.


karena hari sudah sangat malam dan jam juga menunjukkan pukul 1 malam Fero mencoba mengistirahatkan tubuhnya.


.


.


.


.


.


.


.


hallo assalamualaikum makasih banyak ya yang udah suport udah setia baca istri idaman sang dokter, maaf ya kalau ada kata kata yang masih salah. owh iya jangan lupa like komen dan vote ya, komen di bawah kritik dan saran saran kalian biar akunya juga tambah semangat bikin lanjutannya heheheh😁😁😁


tungguin kisah kelanjutan ya, pokoknya terimakasih banyak.


assalamualaikum πŸ€—πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2