ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 12


__ADS_3

BRAAKK


" Rosa Rosa " teriak Lukman sambil mencari dimana anaknya berada


" ngapain kamu kesini " tanya sinis Susi


" dimana Rosa " tanya Lukman


" Rosa bukannya di rumah Cika " jawabnya


" dia tidak di sana " jawab Lukman


" maksudnya, terus dia dimana " tanyanya


" mana aku tau " ucapnya langsung duduk di sofa


dia mencoba menelfon tapi sayangnya selalu tidak ada jawaban dari Rosa.


Lukman memutuskan untuk bermalam di rumah itu untuk menunggu kedatangan Rosa susipun mengiyakan ucapan Lukman demi sang anak.


****


hari yang cerah tapi tak secerah hati Cika yang saat ini sedang cemas memikirkan bagaimana keadaan Rosa.


" kemana sih kamu Ros " ucap Cika yang sedari tadi mondar mandir dengan memegang ponselnya


" apa gue telfon si Jo aja, barangkali dia tau dimana Rosa " ucap Cika


Tut Tut Tut


" hallo assalamualaikum " ucap Cika


" ya, waalaikumsalam " ucap Jo


" ( sayang aku udah siap tinggal berangkat ) " Cika mendengar suara wanita yang tidak asing di telinganya, Langsung saja Cika mengubah panggilan nya menjadi panggilan video dan terlihat wanita yang sedari tadi dia cemaskan.


" Rosa " teriak Cika, Rosa yang mendengar teriakkan Cika langsung mendekati Jo


" emang b*ngk* Lo ya, gue udah pusing banget nyariin Lo dan Lo malah ah sudahlah, apa yang kalian lakukan " ucap Cika dengan berpura-pura menutup matanya


" jangan salah faham dong, aku baru sampe buat njemput Rosa " ucap Jo


" tau nih sialan banget " ucap Rosa


" maksudnya gue gagal faham nih dan sekarang kalian dimana" ucap Cika


" tenang tenang, Rosa ada di apartemen gue " jawab Jo


" kok bisa " tanya Cika


" ah biar dia sendiri nanti yang jelasin ke kamu cik " jawab Jo


" mana dia sekarang dan tadi gue denger kalian panggil sayang, apa jangan-jangan " ucap Cika


" nggak usah lebay, besok gue bakal cerita semua " teriak Rosa


" awas Lo ya, Lo pokok hutang penjelasan sama gue " ucap Cika

__ADS_1


" terserah Lo deh, gue lagi buru buru bye " ucap Rosa mematikan ponselnya


" sialan nih anak " ucap cika


setelah menelfon Johan Cika bergegas turun kebawah untuk sarapan.


wangi masakan mamanya yang selalu lezat membuat Cika merasa lapar ingin segera dirinya memakan semua makanan nya.


" asik nih makanan favorit aku semua, makasih mama " ucap Cika sambil memeluk mamanya


" sama sama sayang " ucap mamanya


" dek nanti kamu ke supermarket depan ya, beliin mama barang " ucap mamanya lagi


" beli apa ma? " tanya Cika sambil memasukkan nasi ke piringnya


" nanti mama tuliskan " ucap mamanya


" siap ma " jawab Cika


mereka semua menyelesaikan makannya


setelah makan Cika bergegas pergi ke supermarket untuk membeli barang pesenan mamanya.


" ma Cika berangkat " ucap Cika sambil masuk kedalam mobilnya, tentunya dia tidak sendiri selalu ada Roy di sampingnya


Roy mengendarai mobil Cika dengan santai karena suasana jalan tidak terlalu rama jadi hanya butuh waktu beberapa menit untuk sampai di supermarket.


Cika masuk dan membeli apa yang sudah dituliskan mamanya.


" oke kak " jawab Cika


setelah mengecek semua barangnya Cika baru menyadari kalau ada barang yang belum di ambilnya, dia ijin untuk mengambil barang itu ke Roy.


" kak aku lupa beli oatmeal nih " ucap Cika


" biar saya saja " tawar Roy


" nggak mending kakak tunggu aku di kasir atau di mana, biar aku aja yang ambil, tenang nanti kalau ada apa-apa aku kabarin kakak " ucap Cika


" yaudah kakak tunggu di situ ya " ucap Roy sambil menunjuk ke arah kasir


Cika mengangguk dan langsung pergi untuk mengambil barang itu


" aduh kenapa tinggi banget sih " ucap Cika dengan menjinjit


karena terlalu sulit untuk mengambil barang sampai akhirnya kaki Cika terkilir dan hampir saja dia jatuh, kalau saja tidak ada yang menangkap nya dia pasti akan jatuh ke lantai.


" aww " ucap Cika memejamkan matanya karena hampir jatuh


" ehh " ucap Fero menangkap tubuh cika


" kak Fero " ucap Cika setelah membuka matanya


" Cika, kamu nggak papa kan " tanya Fero


" sakit kak kaki aku " ucap Cika

__ADS_1


Fero membantu Cika untuk duduk di salah satu kursi kosong yang ada di situ, Fero memijit kaki Cika yang terkilir.


" aww sakit kak " ucap Cika dengan memejamkan matanya


" sabar ya, aku beliin minyak urut dulu " ucap Fero meninggalkan Cika


karena kakinya masih sakit dia terpaksa harus tetap duduk di kursi itu, tiba tiba Roy datang dengan tergesa-gesa


" Cika kamu kenapa " tanya Roy


" kaki aku terkilir kak " jawabnya


" kok bisa " ucap Roy


" tadi nggak sengaja terkilir tapi udah mau di obati kok, owh iya Kaka Roy ngapain kok tergesa-gesa kesini " tanya Cika


" sebenarnya kakak mau pamit sama kamu karena ibu kakak sakit cik, tapi ngeliat kamu sakit kayak gini aku nggak tega, biar aku anter kamu dulu habis itu aku pulang ya " ucap Roy


" eh jangan kak, mending kakak pulang aja kasian ibu kakak, nanti aku telfon Rosa buat jemput aku atau nggak kak Nova suruh jemput aku, jadi kakak langsung pulang aja kak, kasian ibu kakak " ucap Cika


" tapi cik " jawab Roy tertahan


" kak Roy, kakak harus cepet bawa ibu kakak ke rumah sakit dari pada nanti kenapa Napa, owh iya ini uang buat kakak bawa ibu kakak ke rumah sakit dan kakak bisa bawa mobil aku " ucap Cika


" ya Allah makasih banyak ya cik, kakak berhutang Budi sama kamu, kalau gitu kakak permisi dulu ya dan biar kakak bawa ini ke kasir dan bayar dulu cik biar nanti kamu nggak perlu antri " ucap Roy


" kak Roy udah nggak usah kakak cepet pulang aja, ibu kakak lebih membutuhkan " ucap Cika


" ya Allah maafin kakak cik, kakak belom bisa jujur sama kamu, padahal keluarga kamu udah baik banget sama kakak " batin Roy


" yaudah kakak permisi " pamit Roy


tidak selang beberapa menit setelah kepergian Roy, Fero datang dengan minyak urut di tangannya


" maaf lama, tadi antri soalnya " ucap Fero


" iya kak nggak papa " jawabnya


Fero langsung memijit kaki Cika yang sakit


" loh ini barang kamu banyak banget, gimana cara kamu bawanya " tanya Fero


" tadi aku sama bodyguard aku kak, tapi dia ijin kalau ibunya sakit yaudah dia pulang dan nanti ini aku mau telfon supir kak " ucap Cika


" gimana kalau aku anter kamu aja, sekalian kita mampir makan dulu gimana " ucap Fero


" emang aku nggak ngerepotin kakak " tanyanya


" enggak dong cik, yaudah aku bawa ini ke kasir ya " ucap Fero


" kak Fero nggak usah, biar aku aja " ucap Cika sambil mencoba berdiri


" aw " katanya


" kaki kamu masih sakit, gimana kamu mau berdiri cik, kalau gitu aku bantu kamu jalan " ucap Fero


Fero membantu Cika untuk ke kasir dan membawakan barang barang Cika.

__ADS_1


__ADS_2