
tok tok tok
" permisi dok ada tamu yang ingin ketemu sama dokter " ucap suster
" siapa " tanya Fero
" aku " ucap wanita yang dulu adalah cinta pertama Fero, wanita yang sangat dicintainya
deg
jantung Fero berdetak kencang, meskipun sudah sedikit dia bisa melupakan Lala tapi rasa di hatinya tidak bisa di bohongi kalah dirinya masih mengharapkan Lala kembali padanya.
dengan pengaturan nafas yang panjang Fero berani bertanya
" kamu bisa keluar sus " ucap Fero pada suster itu dan di angguki olehnya
" ada perlu apa kamu datang kesini " tanya Fero sedikit cuek, karena menyembunyikan rasa tegang dan canggung pada dirinya
" jangan sok cuek kamu fer, aku tau kalau kamu masih belum bisa melupakan aku " ucap Lala
" nggak usah terlalu pede kamu, wanita bukan cuma kamu la " ucap Fero
" kamu nggak bisa bohong sama aku fer, buktinya saja kamu masih jomblo sampai saat ini " ucap Lala
" nggak usah basa basi la, lebih baik kamu bicara apa maksud dan tujuan kamu ke sini, aku sibuk " ucap Fero
" oke dokter Fero yang terhormat, aku kesini cuma mau ngasih ini sama kamu " ucap Lala sambil memberikan undangan pernikahannya
fero menerima undangan itu, dengan hati yang berat
" owh iya jangan lupa untuk membawa pasangan ya, buktikan kalau kamu memang sudah bisa melupakan aku " ucap Lala dan langsung pergi dari ruangan Fero
" sial " ucap Fero sambil melemparkan undangan itu
" gue harus bawa siapa biar Lala percaya kalau gue udah bisa move on dari dia " ucap Fero sambil menyender di kursinya
****
adegan pelukan Cika dan Rosa terganggu karena suara dering ponsel dari handphone Rosa.
terlihat nama Johan yang tertera di ponsel Rosa.
" angkat dulu gih " ucap Cika
" bentar ya " ucap Rosa
Rosa mengangkat telfon dari Johan
Cika melihat kebucinan dari pasangan baru itu merasa jengah, dan malas
Cika membuka ponselnya dan mendapati Fero tengah mengechat dirinya.
kak Fero
π₯ Hay
π€ iya kak
π₯ gimana keadaan kamu
π€ alhmdulillah sudah agak baik, cuma ya gitu masih susah aja buat jalan
π₯ kamu harus coba jalan biar cepet bisa
π€ iya ini nanti aku mau belajar jalan
π₯ apa mau aku ajarin aja
π€ ah nanti ngerepotin lagiπ
π₯ enggak kok lagian aku juga nggak sibuk banget
π€ terserah kakak aja deh
π₯ yaudah aku jemput
π€ iya kak hati hati
cika hanya senyum-senyum melihat ponselnya, Rosa yang juga baru selesai telfon Johan bingung melihat Cika yang tiba-tiba senyum senyum tidak jelas.
__ADS_1
" cik gue pamit ya, gue mau ada urusan " ucap Rosa
" owh gitu pulang sama siapa? " tanya Cika
" ada nanti Jo jemput gue " jawab Rosa
" haish, iya deh yang sekarang udah punya pacar " ucap Cika
" makanya buruan cari, itu Lucas nganggur loh " balas Cika
" ah gue masih pingin sendiri " jawab Cika
" jangan gitu " ucap Rosa
" beneran, mending Lo cepet deh pulang gue mau pergi " usir Cika
" ih ngusir nih bocah, mau kemana " tanya Rosa
" belajar jalan " jawabnya
" sama? " tanya Rosa kepo
" udah nggak perlu tau " jawab Cika
" awas loh ya " ucap Rosa
" ya ya ya, hati hati ya Ros " ucap Cika
" iya, gue pulang dulu ya cik " pamit Rosa sambil memeluk dan mencium pipi Cika
setelah Rosa pulang Cika bersiap-siap untuk pergi dengan Fero.
****
berita tentang badan Mona yang melepuh sudah menyebar di dalam perusahaan.
" eh kalian tau nggak, sekertaris bos yang baru itu badannya tadi melepuh kena kopi " ucap si wanita berkacamata
" Lo tau dari mana, jangan nyebah hoax deh " ucap cici
" ih gue tadi liat pas dia keluar dari ruangan bos, dan tubuhnya merah merah seeprti kebakar gitu " ucap wanita berkacamata
" kayaknya bukan deh, tadi gue denger dari anak-anak cowok mbak Nova anak si bos datang dan dia pegang kopi di tangannya " ucap si wanita berkacamata
" jangan jangan " kata Cici
" ih gila tuh anak, masih baru kelakuan nya udah kayak gitu " ucap sisi
berita itu terdengar di telinga Reno, Reno membelalakkan matanya ketika tau kalau Mona tersiram kopi panas.
Reno langsung menghubungi Mona untuk menanyakan keadaannya. tanpa basa basi Reno menghampiri Mona secara diam-diam.
****
tok tok tok
" non ada tamu " ucap bibi
" iya bi, tolong bantu aku jalan ya " ucap Cika
" iya non " jawab bibi
Cika di bantu bibi untuk turun menemui Fero yang sudah menunggunya.
" kak Fero nunggu lama ya " tanya Cika
" enggak kok, baru aja aku nyampe cik " ucap Fero
" yaudah ayok, emang kita mau kemana " tanya Cika
" di taman aja biar luas " ucap Fero
" owh gitu " ucap Cika
" ayo " ucap Fero membantu Cika untuk jalan menuju mobilnya
" makasih kak " ucap Cika karena sudah di bukakan pintu layaknya seorang putri.
Fero mengendarai mobilnya dengan santai, Cika mengamati sepanjang jalan yang mereka lewati. tanpa sengaja Cika melihat sebuah undangan pernikahan di mobil Fero.
__ADS_1
" dari teman kakak? " tanya Cika dengam memegang undangan itu
" dari mantan " ucap Fero berat
" owh maaf kak " ucapnya sambil mengembalikan undangan itu
" santai aja " ucap Fero
" owh kak Fero dokter pantesan aja dia telaten banget kemarin waktu aku sakit " batin cika
karena jarak taman dan rumah Cika tidak terlalu jauh, mereka hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai di taman. Fero membantu Cika untuk turun dan berjalan.
Fero mulai mengajari Cika berjalan, tiba tiba perasaan Fero tidak karuan saat memegang bahu Cika.
" sial kenapa jantung gue ini malah lari maraton sih " batin Fero
tidak terasa mereka sudah menghabiskan waktu hampir 30 menit untuk belajar jalan, Fero mengajak Cika untuk beristirahat sebentar.
" tunggu ya aku beliin minum dulu " ucap Fero
" iya kak " ucap Cika
Fero pergi membeli minuman dingin untuk menghilangkan haus.
" lama ya " tanya Fero
" enggak kok kak, malah cepet banget " ucap Cika
" nih minum dulu " ucap Fero sambil menyodorkan minuman ke Cika
cika menerima nya dan langsung meminumnya
" cik aku boleh minta saran nggak " ucap Fero
" apa kak " tanya Cika
" menurut kamu apa aku perlu datang ya ke pernikahan mantan aku " ucap Fero
" kalau menurut aku sih boleh aja kakak datang selagi emang kalian tidak ada masalah, ya kalau bisa kakak harus bawa yang lebih dari mantan kakak biar dia tau kalau kakak juga bahagia " ucap Cika
Fero tersenyum ketika mendengar ucapan Cika
" tapi masalah nya kakak sekarang lagi sendiri gimana coba " tanya Fero
" ya itu sih terserah kakak aja, kalah kakak nggak enak mau datang karena kakak masih sendiri ya mau gimana lagi, tapi seenggaknya kakak Dateng aja kak kasian udah ngasih undangan masak nggak Dateng " ucap Cika
" eum gimana kalau aku ajak kamu aja " ucap Fero yang membuat Cika tersedak
" eh maafin aku " ucap Fero sambil membantu Cika memegang minumannya
" huh " ucap Cika
" maksud kakak apa, kenapa kakak malah ajak aku " tanya Cika
" ya nggak papa dari pada kakak sendiri " ucap Fero
" tapi aku kan sakit kak, malah nanti ahirnya nyusahin kakak " ucap Cika
" tenang aja, masih ada waktu 1 Minggu lagi kok, kamu akan kakak ajarin jalan " ucap Fero
" eum " kata Cika
" gimana, mau ya kali ini aja kakak minta bantuan kamu cik, jadi pasangan kakak di pesta itu " ucap Fero
" eum boleh deh itung itung aku balas Budi ke kakak, karena kakak selalu bantuin aku " ucap Cika
sangking senangnya Fero refleks memeluk tubuh cika, membuat Cika mematung karena kaget. Fero buru buru melepaskan pelukannya
" maaf tadi reflek " ucap Fero
" mau lanjut apa udah latihannya " tanya Fero
" terserah kakak aja " ucap Cika canggung
" lanjut bentar yuk " ajak Fero
" iya kak " jawabnya
mereka melanjutkan latihannya
__ADS_1