ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 60


__ADS_3

" sayang kita ada dimana " tanya mona


" sepertinya kita ada di kapal " jawab reno


" kita mau dibawa kemana " tanyanya


" kau juga nggak tau sayang, tapi lebih baik kamu pegang tangan aku biar kamu nggak takut lagi " ucap reno


mona memegang erat tangan reno, reno melihat ke arah jendela dia melihat sebuah sungai panjang dengan pohon pohon tinggi di sisiNya


" hutan " ucap reno lirih sambil menghela nafas panjang


******


" aduh aku nggak sabar banget mau pulang " ucap cika


" semua orang juga nungguin kamu sayang " ucap fero dan cika tersenyum


fero mendorong kursi roda cika hingga sampai ke mobil


papa dan mamanya juga sudah menunggu cika dan fero di mobil


roy membukakan pintu mobil untuk cika dan fero, sekalian juga membantu cika untuk masuk ke mobil


kemudian roy menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang


cika membuka jendela dan menatap keluar jendela sepanjang jalan dengan senyuman


" udah lama banget aku nggak ngerasain hawa sejuk ini " Ucap cika


fero menggenggam tangan cika dan mengusap Lembut punggung tangannya


tidak terasa mobil sampai di rumah nenek cika, roy memarkirkan mobilnya di depan pintu masuk dan langsung membukakan pintu untuk cika


mata cika terlihat sangat bahagia saat dia sampai di rumah neneknya, fero langsung mendorong kursi roda cika dan diikuti oleh kedua orang tua cika serta roy


Tiba-tiba


" doorrr, surprise " teriak semua orang saat cika masuk ke dalam rumah


" woww " ucap cika kaget, terlihat raut wajahnya saat ini sangat bahagia karena mendapatkan surprise dari keluarga nya dan juga orang tua fero


" makasi banget " ucapnya dengan mata yang berkaca kaca


" uh sayang, selamat datang kembali di rumah ya " ucap nova sambil memeluk cika


" ini semua ide kakak kamu loh " ucap omnya


" oh iya, makasih banget kak " ucap cika sambil memeluk erat tubuh kakaknya


" aduh udah udah jangan nangis nangis ah, gimana kalau kita sekarang makan " ucap mamanya


" nah iya, papa udah laper " ucap papa cika sambil bercanda


semua orang tertawa dan langsung saja berjalan menuju meja makan


tersedia banyak sekali makanan di meja makan yang bisa membuat semua orang merasa lapar

__ADS_1



" wow siapa yang menyiapkan semua ini " tanya mamanya


" anak kamu dong jeng siapa lagi " jawab mama fero


mirna tersenyum lalu mengajak mama fero untuk mengambil makanannya


" ohohoho lihatlah semua makanan ini terasa menggoda " ucap papanya


" Wah iya dong siapa dulu yang masak " ucap Nova


" pasti mbok kan " ucap papanya


" aku dong pa " ucap nova


" tapi tetep di bantu mbok kan " ucapnya


" ya iya sih, hahaha " ucap nova


" papa bangga sama kamu " ucapnya sambil mengacak rambut nova


" ah papa bisa aja, yaudah ayo makan " ucap nova


" om ayo makan, fero cika roy ayo semuanya kita makan " ajak nova


semua orang langsung saja mengambil makanan dan memakannya


semua orang makan dengan tenang dan dibselingin pembicaraan kecil


setelah selesai makan mereka pindah di ruang keluarga untuk mengobrol satu sama lain, tapi beda halnya dengan dua sejoli itu


fero menemukan sebuah ayunan kayu, dia menyuruh cika untuk duduk di situ



" sejuk ya " ucap fero sambil menggoyangkan ayunan dengan pelan


" iya " ucap cika sambil memejamkan matanya


" makasih kamu masih tetap ada buat aku " ucap cika


" kamu nggak perlu bilang gitu, itu memang udah kewajiban aku toh, ya meskipun juta belum resmi tapi kan sebentar lagi juga resmi " ucap fero yang membuat cika tersipu malu


" ah kamu bisa aja " ucap cika dan di balas senyuman oleh fero


" kamu cantik " ucap fero yang membuat pipi cika merah


" kamu tau nggak kamu itu cantik, kamu baik mirip seperti bunda " ucap fero


" maksud kamu " tanya cika, fero langsung berlutut di depan cika sambil memegang tangannya


" dari dulu itu kau selalu berharap agar aku bisa memiliki seorang pendamping yang seperti bunda, karena bunda itu idaman banget buat aku sayang dan saat ini aku sudah menemukan seseorang itu yaitu kamu " ucap fero


" jadi maksud kamu aku wanita idaman kamu " ucap cika


" iya sayang " ucap fero

__ADS_1


" tapi kenapa kamu sedih saat mengatakan bunda " tanya cika


" bunda itu sebenarnya ibu sambung aku " ucap fero


" maksudnya bunda bukan ibu kandung kamu " tanya cika


" iya jadi dulu waktu aku masih kecil papi sama mami aku bercerai karena ternyata mami selingkuh dan selalu mengabaikan aku dan juga sering memukuli aku ketika papi sering ke luar negeri " ucap fero


" terus gimana keadaan kamu " tanya cika


" ya ketika papi pulang mami selalu bilang kalau aku jatuh saat main seperti itu lah alasannya, mami sedari dulu nggak pernah sayang sama aku dan papi tapi suatu hari papi tiba-tiba memberi kejutan dia datang tidak memberi tahu mami dan saat itulah papi tau kelakuan mami sebenarnya " ucap fero dengan menahan tangisnya


" papi marah besar dan mengusir mami dari rumah " ucap fero dengan air mata yang saat ini sudah mengalir


cika langsung memeluk erat tubuh fero yang saat ini bergetar karena tangisannya


" kamu tenang ya " ucap cika


fero mengeratkan pelukan nya seperti tidak ingin kehilangan cika


" tenang aku akan selalu bersama kamu " ucap cika


" aku nggak mau kehilangan kamu " ucap fero


" aku juga nggak akan tinggalin kamu sayang " ucap cika yang membuat fero melepaskan pelukan nya dan menatap mata cika


terlihat ketulusan yang terpancar di mata cika


" kamu lucu ya kalau lagi nangis " goda cika


fero langsung segera menghapus air matanya karena malu telah di goda cika


" emmm gimana kalau kita masuk kamu harus istirahat " ucap fero


" ah bilang aja kalau kamu malu kan sama aku, hahahahah " ledek cika


" apaan sih kamu " ucapnya


" sini sini aku usapin dulu air matanya, masa mau masuk ke dalam masih ada air matanya " ucap cika sambil mengusap air mata fero


fero tersenyum melihat cika yang mengusap air matanya, dia merasa beruntung saat ini memiliki cika saat ini


saat ini cika dan fero berjalan masuk untuk menemui orang tua mereka


sedangkan di ruang keluarga semua orang berkumpul bercanda dan mengobrol santai


" sepertinya saya tidak salah pilih menantu ini " ucap beni


" wah iya dong anak saya gitu " jawab papi fero


" tapi memang benar ya namanya jodoh itu nggak bisa di tebak siapa sangka kita akan besanan " ucap mirna


" iya jeng dan ternyata suami kita rekan bisnis, itulah takdir " ucap bunda fero


" dan kalian tau kalau aku ketemu fero itu pertama kali di bandara dan saat itu juga cika kenalin fero ke aku, tapi saat itu aku udah ngeliat kalau dia itu anak baik " ucap beni


" ya gimana kan papinya juga baik pasti anaknya juga baik dong " ucap papi fero

__ADS_1


" aduh kenapa pede sekali anda bung " ucap beni yang membuat semua orang disitu tertawa


__ADS_2