
" syukurlah acaranya berjalan dengan lancar ya mas " ucap Roni
" iya Ron alhmdulillah banyak yang ikut mendoakan ibu " jawab beni
tiba-tiba Rendy datang dengan berjalan tergopoh-gopoh
" pa " ucapnya
" kenapa kamu ren " tanya Beni
" Cika pa, Cika pingsan lagi " ucap rendy
" apa kenapa bisa begitu " ucap beni dengan nada keras
" dia tidak sengaja mendengar kalau nenek sudah meninggal pa " jawab Rendy
" APA " teriaknya
" lebih baik kita langsung ke rumah sakit " ucap Roni dan di angguki oleh semuanya
" Roy cepat siapkan mobil, kita ke rumah sakit sekarang " ucap Rendy
mereka semua berlari menuju mobil dan Roy langsung menjalankan mobilnya, di susul beberapa bodyguard di belakang mobil yang di tumpangi Roy
hanya butuh waktu kurang lebih 20 menit mereka ahirnya sampai di rumah sakit
beni, Rendy dan Roni langsung berlari menuju ruangan Cika, sedangkan Roy langsung memarkir kan mobilnya
kreaat
beni, Rendy dan Roni langsung berjalan menuju ranjang Cika
" pa " ucap Mirna dan langsung memeluk suaminya
" kenapa dia bisa begini ma " tanya beni
" maafin mama pa, maafin mama " ucapnya
" kenapa kamu minta maaf, apa yang kamu lakukan " tanya beni
" dia nggak sengaja denger aku bicara kalau ibu meninggal mas, maafin aku " ucapnya sambil memeluk erat suaminya dan menangis, sedangkan beni langsung membalas pelukan itu
" om maafin saya, Karena saya Cika jadi seperti ini " ucap Fero
beni menghela nafasnya berat
" ini semua bukan salah kamu, mungkin ini memang sudah waktunya Cika tau ya meskipun waktunya tidak pas " ucap beni dengan lemah
" maafkan saya om " ucap Fero
" kamu tenang saja " jawabnya
" bagaimana kata dokter ma " tanyanya lagi
" kata dokter dia mengalami shock pa " jawab mirna
" tapi tenang aja pa dia pasti akan sadar " ucap Nova
" yaudah kalau gitu ini kan sudah malam mendingan kalian pulang biar papa sama Rendy jagain Cika " ucap beni
" om apa saya boleh ikut jagain Cika disini " tanya Fero
" baik " jawabnya
" makasih om " ucap Fero dan di angguki oleh beni
" ren tolong anter mereka kedepan " ucap beni
mereka keluar dari ruangan Cika dan berjalan menuju mobil
Johan tiba tiba menarik tangan Rosa pelan dan membawanya untuk berbicara
" ada apa " tanya rosa
__ADS_1
" kita pulang malam ini ya " kata Jo
" kenapa kok mendadak banget sih, kata kamu besok " ucap Rosa
" maaf sayang ini juga aku baru di kabarin ada urusan penting banget " ucapnya
" emang kamu udah beli tiketnya " tanya Rosa
" udah dan waktu kita keberangkatan kita 1 jam lagi " katanya
" astaga sayang, kok kamu bilangnya dadakan banget sih " ucap Rosa
" maaf yaudah ayo kita ambil koper kita dan langsung pamit untuk ke bandara " ucapnya
" yaudah ayo " ucap Rosa
mereka langsung menyusul Mirna dan nova yang saat ini sudah berada di mobil
" kalian Kemana saja " tanya mirna
" eum maaf tante barusan aku ngobrol bentar sama Jo, maaf ya nunggu lama " kata Rosa
" iya nggak papa kok " jawab mirna
" eum oh iya tan aku mau ngomong " kata Rosa
" ngomong apa nak " tanyanya
" malam ini aku nggak bisa nginep, aku harus kembali ke Jakarta " kata Rosa
" kok mendadak banget Ros " ucap Nova
" iya nak kok dadakan sih " kata Mirna
" eum itu Jo ada urusan yang mendadak Tan jadinya aku ikut pulang juga, nggak mungkin kan aku pulang sendiri " katanya
" ya ampun, terus kamu nggak pamit sama Cika dong " ucap Mirna
" hemmm yaudah nak " katanya
******
" sialan gara gara dia gue hari ini nggak tau Fero keluar " ucap Vina menggerutu
tiba-tiba ada suara yang mengagetkan nya
" Lo ngelamun aja ntar kesambet sukur " ucap temannya
" hih apaan sih " ucap Vina judes
" nih Lo suruh bikin laporan nya " ucapnya sambil memberikan sebuah map
Vina mengambil map itu dengan sedikit menggerutu dan wajah yang kesal
" inget ya Vin 3 hari jangka waktunya " ucap temannya
" kenapa cepet banget sih " ucap Vina
" tau tuh, itu di suruh atasan mending Lo kerjain aja deh dari pada ngomel tuh orang " katanya
" hemmm " jawab Vina
Vina menghela nafas nya sambil membuka map dan mengerjakan laporannya, tiba tiba ponselnya berdering
dreeettt
π© gue udah nemuin cara, tinggal Lo jalanin tugas Lo "
" br*ngs*k, tuhan kenapa kesialan ini menghampiri ku hari ini " ucap Vina
Vina mengerjakan laporan sampai hampir larut ya karena memang saat ini dirinya sift malam
******
__ADS_1
" Cika " ucapnya
" nenek, kenapa nenek ninggalin Cika " kata Cika sambil menangis dan memeluk neneknya
" kamu nggak boleh sedih " ucapnya
" gimana Cika nggak sedih nenek adalah satu satunya orang yang selalu ngertiin Cika, sayang banget sama cika, Selalu manjain cika, kalau nenek pergi siapa yang akan manjain Cika " kata Cika
" masih banyak orang yang sayang sama kamu nak, papa mama kakak mereka sayang banget sama kamu, mereka pasti akan menyayangi kamu seperti nenek sayang kamu " ucapnya sambil membelai lembut rambut cika lalu ia berdiri
" nenek mau kemana, nenek nggak boleh pergi " ucap Cika
" nggak bisa nak, nenek harus pergi " ucapnya
" nggak nek, nenek harus disini nemenin Cika " ucap Cika
" nek, nenek " teriak Cika tapi neneknya tetap berjalan dengan senyuman terukir di bibirnya
" nek jangan tinggalkan Cika nek " teriak Cika
" nenek " ucap cika lagi
" nenek, nenek jangan tinggalkan Cika nek " ucap Cika mengigau dan membuat Fero tersadar
" sayang " ucap Fero
Cika mulai membuka matanya dan melihat Fero di depannya, tiba tiba air mata nya lolos begitu saja di pipinya
Fero langsung menghapus air matanya dan menggenggam erat tangan kekasihnya itu
" kamu kenapa " tanya Fero
" nenek ninggalin aku " ucap Cika dengan sedih
" sayang kamu tenang ya " ucap Fero
" nenek pergi aku harus kejar nenek " ucap Cika sedikit keras dan membuat Rendy dan beni terbangun
" Cika " ucap mereka
" pa nenek ninggalin Cika pa " ucap Cika dengan menangis dan langsung memeluk tubuh papanya
" sayang kamu harus tenang ya " ucapnya
" nenek pa, nenek " ucap Cika yang masih saja menangis
" sayang denger papa, kita harus ikhlaskan nenek ya agar nenek juga tenang di sana " ucap beni
Cika semakin menangis di pelukannya
" eum pa gimana kalau kita besok ijin ke dokter untuk aja Cika ke makan nenek " usul Rendy
" sepertinya ide bagus, tapi kita harus ijin dulu ke dokter " ucap beni
" biar saya aja yang ijinkan om besok " ucap Fero
" baiklah " ucap beni
" Cika kamu tenang ya, kamu istirahat besok kakak akan bawa kamu ke makam nenek " ucap rendy
" apa kakak janji " tanya Cika
" kakak nggak bisa janji karena besok kita juga harus ijin kan ke dokternya " ucap Rendy
" iya sayang aku usahain besok dokter ijinkan kamu, tapi saat ini kamu harus istirahat dulu ya " ucap Fero
Cika mengangguk dan pelan pelan kembali ke posisi sebelumnya
cika menutup matanya perlahan dengan tangan yang masih bergenggaman dengan Fero
...Hay buat temen-temen maaf ya up-nya sedikit kemalaman untuk hari ini soalnya baru sempet untuk update, dan aku sebagai author mau berterima kasih banyak banyak kepada kalian yang udah mampir di novel iniπ€π€...
... semoga hari hari kalian lebih baik yaππ€...
__ADS_1