
" ya Tuhan kenapa mereka nggak bisa di hubungi " ucap be sambil berjalan kedepan tanpa memperhatikan jalan
brukk
" maaf maaf saya tidak sengaja " ucap beni yang tanpa sengaja menabrak salah seorang perawat yang membawa pasien
" kalau jalan hati hati pak " ucap perawat itu yang langsung segera mendorong pasien yang terluka parah itu
beni melihat gelang yang tidak asing baginya di tangan seorang pasien yang sedang di bawa oleh perawat itu
" Mirna " teriak beni dan langsung berlari menghampiri seseorang yang sedang di dorong itu
" mohon maaf pak pasien harus segera di tangani " ucap suster dan langsung mendorong pasien masuk
" sus kenapa istri saya bisa seperti ini " tanya beni saat suster keluar dari ruang UGD
" istri anda mengalami kecelakaan pak " ucapnya
" terus dimana anak anak saya sus " ucap beni dengan mata yang berkaca-kaca
" tadi ada dua pasien remaja pak yang satu masih dalam kondisi kritis pak, kalau begitu saya permisi dulu ya pak " ucap suster itu
beni terduduk lemas di depan pintu UGD
" ya allah kenapa semua jadi seperti ini " ucap beni sambil terduduk dan berlinang air mata
puluhan notifikasi memenuhi ponsel beni, tapi beni tanpa sekalipun menggubris ataupun melirik ponselnya.
tatapan mata beni kosong menatap pintu UGD
di sisi lain Roni merasa cemas karena kakaknya tidak mengangkat telfon dari nya
" Abang kemana sih " ucap Roni bingung
sudah hampir siang beni tidak kembali ke ruang rawat ibunya, tiba tiba Roni mendengar ketukan pintu Roni pikir itu beni yang sudah kembali
" assalamualaikum " ucap Rendy dan Roy
" waalaikumsalam, loh siapa ya " tanya Roni
" perkenalkan saya Rendy calon suaminya Nova om dan ini teman saya " ucap rendy sopan
" owh iya iya, tapi Nova sama mamanya masih pulang kalo mas beninya nggak tau kemana dari tadi di hubungi nggak di respon " ucap Roni
" owh gitu ya Om " ucap Rendy
" iya nak, kamu tunggu aja disini mungkin bentar lagi mas beni sama Nova kembali, owh iya om ke toilet dulu ya permisi " ucap Roni
" iya om " ucap Rendy
" aduh Roy kok perasaan gue nggak enak sih, apalagi Nova dari tadi nggak angkat telfon gue, coba Lo tanya anak anak mereka udah ketemu Nova belom " ucap Rendy
" ya mungkin lagi ada urusan bos, bentar saya telfon dulu " ucapnya
Roy mengambil ponselnya di saku, dan melihat begitu banyak panggilan masuk yang tak terjawab dari anak buahnya
" bos saya angkat telfon dulu " pamit Roy
__ADS_1
" ***hallo ada apa "
" bos gawat "
" maksudnya "
" ponsel nona Cika, nona Nova dan nyonya nggak bisa di lacak bos "
" kok bisa "
" saya curiga ada sesuatu terjadi dengan mereka, apalagi saya tadi mendengar ada sebuah kecelakaan yang tidak jauh dari rumah sakit, dan saat ini posisi korban sedang ada di rumah sakit tempat ini tuan beni di rawat"
" kamu cepat cari tau, aku akan urus semuanya*** "
Roy mematikan ponselnya dia berjalan keluar ingin menanyakan tentang korban tabrakan itu, sekilas Roy melihat seseorang terduduk di depan pintu UGD yang di rasa tidak asing
Roy mencoba mendekati orang itu, matanya terbelalak saat melihat siapa yang ada di situ
dengan tatapan kosong beni tetap menatap pintu UGD, tiba tiba dia merasakan ada tangan yang memegang pundaknya
" tuan, kenapa anda ada di sini " tanya roy
beni tetap diam tanpa menggubris ucapan Roy
tidak berselang lama dokter keluar dari ruang UGD, beni langsung berdiri tepat di hadapan sang dokter
" gimana keadaan istri dan anak saya dok " tanya beni
seketika ponsel yang sedari tadi Roy pegang langsung terjatuh saat beni menanyakan keadaan Cika ke dokter
" tapi apa, gimana keadaan anak saya yang satunya dok " tanya beni dengan ekspresi wajah yang marah
" anak anda saat ini keadaan nya kritis pak, dia mengalami benturan yang cukup parah di kepalanya " ucap dokter itu
deg
tubuhnya lemas seakan tak kuat menahan beban, dengan sigap Roy membantu memegangi tubuh beni
" jangan bercanda dokter, anak saya baik baik saja kan " teriak beni
" tuan tenang tuan " ucap roy menenangkan
" apa saya bisa melihat keadaan anak dan istri saya " tanya beni lemas
" Anda bisa melihat istri dan anak anda setelah mereka di pindahkan di ruang rawat pak, kalau begitu saya permisi dulu " ucap dokter
air mata beni lolos begitu saja tanpa ijinnya
" aku gagal Roy, aku gagal " ucap beni
Roy membantu ayah bosnya itu duduk di kursi tunggu, lalu Roy menghubungi rendy untuk mengabarinya
" ***bos "
" ada apa Roy, apa ada perkembangan*** "
mulut Roy seakan kaku untuk berbicara, matanya kini berkaca kaca
__ADS_1
" ***Roy, jangan main main kamu "
" bos non Cika, non Nova dan nyonya mengalami kecelakaan bos "
" jangan bercanda kamu Roy "
" saya tidak bercanda bos, saat ini tuan beni dan saya sedang berada di depan ruang UGD*** "
tanpa basa-basi Rendy menjatuhkan ponselnya dan pergi menuju ruang UGD
" Roy " teriak Rendy
" pa gimana keadaan Nova dan yang lainnya pa " tanya Rendy kepada beni dengan air mata di pipinya
beni memeluk erat tubuh Rendy dengan air mata yang masih mengalir
Roy mengerti akan situasi itu, dia pergi dari tempat itu dan menemui anak buahnya untuk mencari tau penyebab terjadinya kecelakaan itu
" pa gimana keadaan mereka " tanya Rendy lagi
" salah satu anak papa saat ini keadaan nya kritis ren, tapi papa nggak tau siapa yang saat ini sedang kritis ren " ucap beni
" ya Allah pa " ucap Rendy sambil menyenderkan tubuhnya di tembok
suster keluar dari ruang UGD untuk memberitahu beni kalau istrinya akan di pindahkan di ruang rawat
" permisi tuan, istri dan anak anda bisa di pindahkan ruang inap, silahkan urus semuanya di ruang administrasi " ucap suster
" biar aku aja yang ngurus semua pa, papa disini aja tunggu mama " ucap Rendy yang langsung ikut dengan suster
kurang lebih 25 menit Rendy mengurus semuanya
suster mendorong brangkar pasien dan mendorongnya untuk di pindahkan
" Mirna, Nova " ucap beni saat melihat istri dan anaknya yang anak di pindahkan ke ruang inap
" Cika, ren jadi Cika yang " ucapnya terpotong
" pa papa tenang ya, pasti dokter akan menyembuhkan Cika, papa tenang pa " ucap Rendy dengan mata berkaca-kaca
" pa ayo " ajak Rendy
" Cika gimana ren " tanyanya
" kita doakan saja, dokter pasti akan melakukan yang terbaik untuk Cika pa " ucap rendy
" nggak ren, papa disini aja jaga Cika, papa mohon kamu jaga mama dan Nova, papa akan disini ren " ucap beni
" yaudah kalau gitu pa, Rendy permisi dulu " ucap Rendy
Beni tetap berada di ruang UGD menjaga Cika, sedangkan Rendy menjaga Nova dan mamanya, Rendy sengaja menjadikan satu ruangan untuk mama mertua dan calon istrinya itu di ruangan VIP
dalam perjalanan dia bertemu Roy
" perketat seluruh penjagaan di rumah sakit ini, termasuk ruangan eyang, gue nggak ingin kejadian seperti ini terulang lagi, gue yakin ini perbuatan rine x " ucap Rendy
" siap bos saya sudah menelfon semua anak buah kita untuk menyelidiki dan menjaga rumah sakit ini " ucap roy
__ADS_1