
" kok kamu tampar aku, bener kan yang aku omongin, bukannya kamu seneng kalau ibu kamu udah meninggal " ucap Mona marah
" diem kamu, dulu memang iya tapi sekarang aku nyesel Mon " bentak reno
" kamu jahat " ucap Mona
" maafin aku sayang " ucap Reno sambil memegang tangan Mona
Mona menghempaskan kasar tangan Reno dan berlari ke luar menuju mobilnya. dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
****
" ahirnya kelar juga " ucap Rosa sambil membereskan barang-barangnya
" Lo balik sama siapa Ros " tanya Riri
" seperti biasa mbak naik angkot " jawab Rosa
" Lo itu tiap malem naik angkot kagak takut Ros, mending balik Ama gue yuk " ajak Riri
" ah nggak deh mbak nanti malah ngerepotin " ucap Rosa
" enggak kok Ros, ayo balik Ama gue " ajak Riri
" nggak papa mbak aku naik angkot aja, yaudah yuk balik " ucap Rosa sambil menutup pintu resto
" yaudah kalau gitu, gue balik dulu ya " ucap Riri
" iya mbak hati hati " ucap Rosa
Rosa berjalan menuju tempat biasa dia menunggu angkot. sudah hampir 30 menit Rosa duduk tapi tidak ada satupun angkot yang melewatinya tidak seperti biasanya.
malam semakin larut Rosa meras takut disini sendiri, ingin menelfon kekasihnya tapi dia tidak ingin Jo tahu kalau dirinya bekerja.
terlihat beberapa orang berjalan sempoyongan menghampiri Rosa.
" neng ngapain duduk sendiri di sini " tanya pemuda itu ambil mendekati Rosa
tercium bau alkohol saat dirinya berbicara
Rosa menggeser tubuhnya agar menjauh dari pria itu, dengan senyum liciknya para pemuda itu melihat ke arah Rosa.
Rosa mengerti arti tatapan itu langsung terburu buru berlari menjauh dari para pemuda itu. bayangan kejadian di beberapa bulan lalu langsung teringat jelas di fikiran Rosa.
dengan cepat Rosa berlari dan menangis.
" tolong " teriak Rosa
saat rosa berlari dia menabrak salah satu anak geng motor.
" aw " ucap Rosa yang terjatuh
" wah cewek nih " ucap anak geng motor itu
" tolong tolong saya " ucap Rosa sambil memundurkan tubuhnya
" hey bung mending Lo kasih wanita ini ke kita iya nggak " ucap pria pemabuk itu
" wait wait wait enak aja Lo kalo ngomong, dia jatah gue lah " ucap pria itu
__ADS_1
" wes Lo berani macem macem sama gue, ini itu daerah kekuasaan gue " ucap pria pemabuk itu
" kalo Lo bisa lawan gue itu cewek akan jadi milik Lo, kalo Lo kalah Lo pergi dari sini " ucap pria itu
mereka melakukan perkelahian 3 lawan 1.
Rosa semakin takut dan menangis saat dirinya di perebutkan oleh lelaki yang kurang ajar. dia memundurkan tubuhnya untuk berusaha kabur dari para lelaki itu.
saat dirinya ingin kabur tangannya di pegang oleh anak geng motor itu.
" mau kemana, nggak lihat kalau gue itu menang jadi Lo harus ngelayanin gue dan temen-temen gue " ucap pria itu dengan senyum liciknya
" aku mohon jangan lakukan itu " ucap Rosa
pria itu tidak menggubris ucapan Rosa dan tetap melanjutkan perjalanan dengan menarik tangan Rosa kasar
ketika sampai di markasnya dia melepaskan tangannya kasar dan membuat Rosa terjatuh.
" aw " ucap Rosa dengan menangis sesenggukan
" weh Lo bawa siapa nih " ucap teman pria itu
" gue Nemu tadi di jalan, lumayan bisa kita buat senang-senang disini " ucapnya
" saya mohon jangan lakukan itu " ucap Rosa dengan menangis
pria itu menampar pipi Rosa kasar hingga membuat lebam pipi Rosa.
" kita serahin ke bos dulu aja " ucap teman pria itu
" bos mana mungkin mau kan bos udah punya pacar " ucapnya
mereka menarik tangan Rosa kasar dan membawa ke ruangan bos-nya
" permisi bos " kata pria itu
" ya " ucap bosnya
" saya membawa pelayan untuk bekerja di sini bos " ucap pria itu
lelaki yang sedari tadi duduk membelakangi mereka akhirnya memutar kursinya untuk melihat anak buahnya.
saat pria itu memutar kursinya Rosa masih menundukkan kepalanya.
Jo kaget saat melihat siapa yang di bawa anak buahnya, dengan wajah marah dia menyuruh mereka melepaskan Rosa. Jo menyuruh anak buahnya keluar dari ruangan nya.
Jo mendekat dan memeluk erat tubuh Rosa. Rosa yang kaget akan perlakuan bos dari pria itu langsung meronta ingin melepaskan tubuhnya tapi dia mencium bau parfum yang tidak asing baginya. dia membuka matanya dan mengangkat kepalanya melihat siapa yang memeluknya, saat dia melihat kekasihnya yang saat ini ada di depannya dia langsung membalas pelukan hangat Johan.
" aku takut " ucap Cika
" jangan takut aku ada disini " ucapnya sambil membelai lembut rambut Rosa
" hiks hiks hiks " tangis Rosa
Jo tetap mendekap erat tubuh kekasihnya itu.
lumayan lama akhirnya Rosa tertidur di pelukannya, senyum yang sedari tadi terukir di wajahnya memudar dan menjadi sebuah amarah saat melihat luka lebam di pipi Rosa.
dengan pelan Jo menidurkan Rosa di kamar yang ada di ruangannya.
__ADS_1
Jo keluar menemui anak buahnya yang membuat Rosa seperti itu.
BRAKK
Jo menendang kasar pintu ruangan dan membuat seisi ruangan takut karena kemarahan bosnya.
Jo mencari kedua orang itu dan memukulinya dengan membabi buta. kemarahan Jo yang tiba-tiba membuat heran semua orang.
" bos kenapa ya "
" kenpaa mereka yang dipukuli "
" iya apa mereka ngelakuin kesalahan "
begitulah ucapan orang orang yang ada di situ
" apa yang Lo lakuin sama pacar gue " teriak Jo marah
" maaf bos saya tidak tau kalau itu pacar bos " ucapnya membela diri
" nggak akan ada kata maaf buat orang yang udah nyakitin seseorang yang gue sayang " ucap Jo
" bawa mereka ke sel dan penjarakan mereka disana " ucap Jo sambil meninggalkan ruangan itu
" satu lagu Rey tolong Lo Carikan makanan dan baju ganti buat pacar gue " ucap Jo
" baik bos " jawab Rey
Johan kembali ke ruangannya untuk melihat keadaan Rosa.
****
mentari sudah terlihat sejak tadi, hari ini Cika masih tetap setia di tempat tidurnya. karena memang hari ini dia bisa libur dan besok akan di adakan acara di kampusnya.
" hoammm, udah pagi nih " ucap Cika
Cika mencoba menggerakkan kakinya, begitu senangnya dirinya ketika merasakan kalau kakinya sudah tidak terlalu sakit untuk berjalan.
" ya Allah alhmdulillah ahirnya aku bisa berjalan, terimakasih ya Allah " ucap Cika
kreaat
" sayang " ucap mamanya
" ma kaki aku udah nggak sakit lagi " ucap Cika
" alhmdulillah sayang " ucap mamanya sambil memeluk Cika
" kamu udah ngabarin Fero " tanya mamanya
" biar nanti jadi surprise aja ma, owh iya nanti malam aku mau ke pesta bareng kak Fero boleh kan " ucap Cika
" iya boleh tapi janji jangan sampai pulangnya larut malam " ucap mamanya
" oke ma, siap " ucap Cika sambil mencium pipi mamanya
mamanya keluar dari kamarnya untuk menyiapkan keperluan papanya.
" pasti kak Fero seneng kalau aku bisa jalan, jadi aku nggak ngerepotin dia malam ini " ucapnya dengan senyum
__ADS_1