
" naik mobil gue aja ntar Roy gue suruh bawa mobil Cika " ucap Rendy
" gila Lo terus gue pulangnya naik apaan, mending biar gue sama Cika bawa mobil gue aja, ntar gue anterin balik Cika terus Roy pulang aja " ucap Fero
" yaudah terserah Lo aja deh fer " ucap Rendy
" udah siap kan " ucap cika yang baru keluar dari kamar mandi
" udah yuk berangkat " ajak Fero
mereka semua keluar dari ruangan Fero
" eum sus saya keluar dulu, kalau ada yang mencari saya atau pasien datang tolong bilang saya nggak ada ya dan suruh kembali saja nanti malam oke " ucap fero
" baik dok " ucap suster itu
Rendy dan Nova sudah berjalan mendahului Fero. Fero mengemudi mobilnya menyusul mobil Rendy.
" makasih ya kamu udah mau terima aku " ucap Fero yang sedari tadi menggenggam tangan Cika
" nggak tau kenapa aku juga ngerasa nyaman dan selalu senang dekat sama kamu " ucap Cika
Fero mencium tangan Cika
" love you sayang " ucapnya
hampir 30 menit mereka menyusuri jalan raya, dan pada akhirnya mereka sampai di di sebuah rumah mewah tapi memang tidak semewah rumah Cika.
" dek ayo masuk " ajak Nova
" iya kak bentar " jawab Cika
" sayang ayo " ajak Cika ke Fero
tiba-tiba ponsel Fero berdering
" kamu masuk dulu saja sayang, nanti aku nyusul aku angkat telepon dulu " ucap Fero
" yaudah aku tunggu ya " ucap Cika
Cika masuk bersama Nova dan Rendy
" assalamualaikum " ucap mereka
" waalaikumsalam, ahirnya kamu datang juga " ucap mamanya
di situ terlihat mama Cika dan juga teman arisan mamanya
" katanya cuma makan sama keluarga kamu aja " tanya rendy berbisik
" mana aku tau kalau Tante Rere ngundang temen arisannya " jawab Nova
" maaf telat semuanya " ucap Nova dengan senyum canggung
" nah ini dia yang di tunggu-tunggu calon mantu, cantik kan " ucap Rere kepada teman-teman nya
Cika, mama dan kakaknya shock mendengar ucapan Rere, apalagi Fero yang baru saja tiba di belakang Cika. hati Fero seperti di hancurkan dari ketinggian. Rendy yang melihat Fero di belakang nya langsung memegang tangan Fero karena Fero ingin keluar.
" nggak usah cabut, kalau Lo cabut berarti Lo mengiyakan kalau memang Cika calon mantu tuh orang " bisik Rendy
" tapi gue sakit hati nantinya ren " ucapnya
" udah Lo berdiri aja di sebelah Cika terus Lo genggam tangannya beres kan " ucap Rendy
Fero mengikuti saran Rendy, dia berdiri di dekat Cika dan menggenggam tangan Cika.
" loh itu siapa, kalau dia calon mantu jeng Rere masak dia pegangan tangan sama cowok lain " ucap salah satu ibu ibu sosialita
__ADS_1
" dia pacar aku Tante " ucap Cika
" loh jeng gimana sih ini " ucapnya
" ya kan sebelum janur kuning melengkung dia masih punya siapa-siapa " ucap Rere
tiba-tiba Lucas keluar dan menyapa Cika, tanpa peduli dengan kehadiran Fero
" cik kamu kok nggak bilang kesini, kan bisa aku jemput tadi " ucap Lucas
" aku udah sama kakak " ucap Cika
refleks tangan lucas memegang tangan Cika dan mengajak nya ke meja makan
" hemm " Fero berdehem
" maaf " Cika melepaskan tangan lucas dari tangannya
" kenalin ini pacar aku Fero " ucap Cika mengenalkan Fero pada Lucas
" Fero " ucap Fero dingin
seperti di sambar petir ketika mengetahui kalau Cika sudah memiliki kekasih, Dengan terpaksa Lucas menerima jabatan tangan Fero.
" Lucas, owh iya silahkan duduk " ucap Lucas
Fero dan Cika langsung duduk di sebelah mamanya
" Tante " ucap Fero sopan
mamanya hanya senyum dan mengangguk membalas sapaannya Fero
mereka semua menikmati makanannya tanpa ada suara pergibahan. tiba-tiba ponsel mamanya berbunyi dan membuat mamanya buru buru ingin pulang dari rumah rere
" aduh re kayaknya aku sama anak anak buru buru pulang deh, ada urusan " ucap mama Cika
" ya ampun jeng kan belom selesai kita ini arisan nya " ucap temannya
" yaudah kalau begitu mbak " ucap Rere
" maaf ya semuanya " ucapnya sopan
" ayo sayang kita pulang " ajaknya kepada anak anaknya
" permisi semua " ucap Nova dan Cika sopan
mereka keluar mengikuti mamanya yang terburu-buru
" ma kenapa sih kok buru buru " tanya Nova
" eyang sayang, eyang kritis sekarang dia ada di ruang ICU " ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca
" apa terus gimana ma " tanya Cika sedih
" papa sudah pesankan tiket untuk kita terbang hari ini juga " ucapnya
" kalian bareng mama aja biar kita bisa cepet, papa udah nunggu kita di bandara " ucap mamanya
" biar aku yang anter ma " ucap Rendy
" aku juga boleh ikut anter kan " tanya Fero
" baiklah kalian bisa ikut " ucap mamanya
mereka semua pergi ke bandara karena sudah di tunggu oleh papanya di sana
Rendy mengemudikan mobilnya dengan cepat tapi tetap berhati-hati, kurang lebih 30 menit mereka akhirnya mereka sampai di bandara, terlihat beni sudah menunggu di sana.
__ADS_1
" kalian sudah sampai, papa sudah suruh asisten untuk mengemasi barang-barang kalian " ucap beni
" gimana keadaan eyang pa " tanya Cika
" eyang masih kritis sayang, jadi kamu doain aja eyang biar segera melewati masa kritisnya " ucap beni
" siapa dia " tanya beni ke istrinya
" dia pacar Cika pa " ucap mamanya
" owh " ucapnya singkat
Fero menggenggam tangan Cika untuk menenangkan hati Cika
" kamu sabar ya doakan aja yang terbaik untuk eyang kamu, biar dia bisa melewati masa kritisnya " ucap Fero
" aku nggak mau sampai eyang kenapa Napa kak " ucap Cika dengan memeluk Fero
" udah kamu tenang " ucapnya
nomor penerbangan mereka sudah di panggil beni mengajak keluarga segera masuk
" aku masuk dulu ya " pamit Cika ke Fero
" jaga diri kamu di sana ya " ucapnya
" iya, kamu juga jaga diri di sini, jangan sampai kamu kegoda sama suster itu " ucap Cika
" enggak sayang " ucapnya
" yaudah, dah sayang " ucap Cika sambil melambaikan tangannya
Fero tetap di posisinya, menatap Cika sampai dia menghilang dari pandangannya
" udah lah bro kita berdoa aja biar eyang sehat selalu " ucap Rendy menepuk pundak Fero
" iya ren, btw emang rumah eyangnya di mana " tanya Fero
" di Surabaya " ucap rendy
" owh gitu, yaudah kita cabut yuk " ajak Fero
mereka meninggalkan bandara dengan menggunakan mobil masing-masing
Fero mengendarai mobilnya ke arah klinik karena masih ada pasien yang harus dia rawat
****
suasana hening di dalam rumah yang cukup mewah, terlihat dua orang sedang duduk di sebuah kursi sofa
" apa tugas gue " ucap pria dengan tato yang hampir memenuhi seluruh tubuhnya
" tugas Lo gampang, seperti biasa Lo habisi orang yang sudah menggagalkan usaha gue ngedapetin cinta gue " ucap Vina
" mana orangnya " tanyanya
" ini " ucap Vina sambil memberikan foto Cika yang dia ambil diam diam
pria itu mengamati wajah Cika yang sepertinya tidak asing baginya
" nyali Lo besar juga bisa berurusan dengan mereka " ucap pria itu
" maksud Lo " tanya Vina
" dia di kelilingi anak buah black wolf geng motor terbesar dan paling di takuti di kota ini " ucapnya
" gue nggak peduli, yang penting cewek itu bisa gue singkirin gimanapun caranya " ucap Vina
__ADS_1
" Lo tenang aja, gue pasti bakal bantu lo apalagi itu adalah musuh bebuyutan gue " ucapnya dengan senyum licik
" oke gue tunggu hasil nya " ucap Vina