ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 6


__ADS_3

Plung, plung


suara air danau yang di lempari batu, Cika duduk sendiri di tepi danau dengan terik matahari yang cukup panas hari ini.


Cika duduk termenung dengan mata yang berkaca-kaca, dia tidak menyangka kalau Reno yang dianggapnya paling sayang sama dirinya ternyata bisa menduakan dia.


" kenapa harus gue yang mengalami semua ini, kenapa? " teriak Cika


" Lo jahat ren, Lo jahat " ucap Cika sambil menangis


tiba-tiba ada sebuah tangan memberikan sapu tangan kepada Cika.


" jangan nangis, nih ambil " ucap Fero


" kamu siapa? " tanya Cika


" aku Fero " ucap Fero sambil duduk di sebelah Cika


" aku Cika " jawabnya


" kamu ngapain sendirian di sini, sepi lagi tempatnya bahaya tau cewek cantik kayak kamu sendirian di sini " ucap Fero


" nggak papa, tadi cuma lewat terus mampir aja di sini, kalau kakak kenapa di sini " jawab Cika


" owh tadi aku lewat, terus ngeliat kamu sendirian di sini, teriak teriak lagi " ucap Fero


" heheh, iya buat ngelupain semua masalah aku kak makanya aku teriak " ucap Cika


" udah mau mendung nih kamu nggak pulang? " tanya Fero


" iya bentar lagi juga mau pulang " jawab Cika


" di jemput? " tanyanya sambil celingukan


" enggak, pesen taksi kak " jawab Cika santai


" gimana kalau aku anter aja " ucap Fero menawarkan tumpangan


" ah nanti ngerepotin kak Fero lagi, lebih baik aku naik taksi aja kak " ucap Cika


" nggak kok, aku juga lagi santai untuk hari ini, yuk keburu hujan " ajaknya


dengan rasa terpaksa Cika menerima ajakan Fero, karena hari juga sangat mendung.


di dalam perjalanan Cika hanya diam dengan melihat jalanan sekelilingnya, sekalinya berbicara dia hanya menunjukkan arah jalan ke rumahnya.


hujan semakin deras mengguyur kota. puluhan kali suara dering ponsel yang sedari tadi tak dihiraukan Cika. Fero sesekali melirik Cika yang berada di sebelahnya dengan penuh pertanyaan dalam hatinya, tapi dia tidak sesibuk itu untuk mengetahui urusan seseorang.


ahirnya mereka sampai di rumah Cika, belum sempat Cika turun ada sebuah telvon masuk di ponsel Fero, dia terlihat cemas saat mengangkat nya seperti ada sesuatu yang harus segera diatasi. Cika mengajak Fero untuk masuk tapi sayang Fero harus segera pergi karena ada sesuatu hal yang penting yang harus di selesaikan. setelah Cika turun Fero langsung bergegas pergi untuk menyelesaikan urusannya.


" assalamualaikum ma, Cika pulang " teriak Cika, dengan suasana hati yang sudah baik


" waalaikumsalam, non dari tadi nyonya pusing nyariin non Cika, non dari mana saja non, hampir saja non nova menyuruh anak buah mas Rendy buat nyariin non Cika, terus tuan mau telfon polisi non " jawab Ijah dengan perasaan khawatir

__ADS_1


Cika hanya tersenyum simpul melihat begitu khawatir keluarganya ketika dia tiba-tiba pergi dari rumah.


" tadi aku bosen bi di rumah, jadi aku keluar bentar " jawab cika


" tapi non nggak papa kan " tanya Ijah


" ya seperti yang mbok lihat saat ini "ucap Cika


" yaudah aku ke kamar dulu ya, owh iya mama papa sama kak Nova pada kemana " ucap Cika


" ada di ruang tengah non, apa perlu saya panggilkan " tawar Ijah


" nggak usah bi, aku kesana sendiri saja " ucap Cika dan langsung pergi dimana keluarga berkumpul


sedari tadi ponsel yang ada di dalam tasnya tidak berhenti-henti berdering, Cika langsung mengangkat telfon ya dengan perasaan geram, meskipun ada rasa kecewa di dalam hatinya.


" Cika sayang aku bisa jelasin semuanya, apa yang kamu lihat itu salah sayang, dia adik aku sayang " ucap Reno


" aku mohon kamu dengerin aku kali ini saja, kita ketemuan ya, atau nggak aku datang ke rumah kamu " ucap Reno memohon


" *aku nggak mau denger penjelasan kamu, udah jelas semuanya jadi lebih baik kita akhiri saja hubungan ini " ucap Cika sambil mematikan ponselnya


tut Tut*


" ah br*ngs*k gue harus berusaha buat dia percaya lagu sama gue, atau nggak gue akan nyulik dia " ucap Reno


....


" assalamualaikum semua " teriak Cika


" dari mana aja kamu sayang, mama pusing nyariin kamu yang tau tau hilang " ucap mamanya


" tau nih anak, untung ya Rendy belom jadi gue telfon " ucap kakaknya sebal


" kamu dari mana cik? " tanya papanya


" satu satu yah, maaf banget Cika tadi pergi tanpa pamit, terus Cika lupa ngabarin kalian " jawab Cika santai


" ngeselin banget pa dia, ornag rumah pusing nyariin dia eh dia malah se santai ini " ucap Nova


" udah udah yang penting Cika sudah pulang kan, lain kali kalau mau keluar bilang dulu, terus kamu tadi pulang sama siapa " tanya mamanya


" tadi aku ketemu orang ma di sana, terus dia nawarin aku tumpangan " jawabnya


" lain kali jangan lakukan itu lagi, apalagi pulang sama orang yang nggak kamu kenal, iya kalau orangnya baik, kalau dia jahatin kamu gimana, papa nggak mau pokoknya, paham Cika " ucap tegas papanya


" siap pa, maafin Cika ya " ucap Cika


****


" kamu ngertiin aku sedikit dong " ucap pria itu dengan nada yang tegas


" aku sudah cukup lama menunggu kamu, tapi apa sampai saat ini kamu belum juga menikahi ku " jawab wanita itu

__ADS_1


" semua itu butuh proses la, apalagi aku masih belum sukses, nggak bisa seenaknya seperti itu " jawab pria itu


" aku capek seperti ini terus fer, lebih baik kita putus aja " ucap Lala sambil pergi meninggalkan Fero


Fero terbangun dari mimpinya


" ah br*ngs*k kenapa gue harus mimpiin dia lagi " teriak Fero


" Lala kenapa Lo nggak bisa nunggu gue la kenapa " ucap Fero frustasi


Fero berdiri dari tempat tidur nya dan pergi ke dapur untuk mengambil air putih. tiba-tiba Fero memikirkan Cika.


" lucu, cantik " gumamnya


****


suasana malam semakin mencekam, Rendy dan semua anak buahnya berpencar mencari salah satu orang yang menjadi penghianat di perusahaannya.


" br*ngs*k jangan sampai dia bisa lolos, cepat kejar " teriak Rendy


kemarahan Rendy memuncak ketika mengetahui kalau di perusahaannya ada seorang penghianat.


hampir 2 jam mereka menyusuri hutan tempat dimana laki laki itu bersembunyi. salah satu anak buah Rendy berhasil menemukan pria itu dan langsung menangkapnya. mereka membawa pria itu di markas untuk memberikan pelajaran yang setimpal.


BRAKKK


" beraninya Lo menjadi penghianat di perusahaan gue " ucap Rendy dengan mencengkeram erat kerah kemeja nya


" to tolong maafkan saya pak " ucap laki laki itu terbata


" maaf Lo bilang, cuih " ucap Rendy


" sa saya memerlukan biaya pak " jawab pria itu bohong


" hahahahhaha " tawa rendy mengalun keras setelah melepaskan cengkraman nya


" Lo pikir gue bodoh " ucap rendy


BUGG


rendy memukul wajah Bram keras, sampai dia terjatuh


" Lo pake duit gue buat foya foya, gue tau semua kelicikan Lo Bram " ucap Rendy dingin


" maafkan saya, maafkan saya " ucapnya dengan mencoba memegang kaki rendy


dengan kasarnya Rendy menendang tubuh laki laki itu, sampai dia terpental jauh


" bawa dia ke kantor polisi " ucap rendy dingin


" tolong, jangan bawa saya ke kantor polisi pak, gimana nasib keluarga saya " ucapnya


Rendy tidak menggubris ucapan pria itu, dia langsung pergi menuju ruangannya.

__ADS_1


saat ini Rendy bisa menahan untuk tidak langsung membunuh musuhnya karena Nova, dia sudah merubah Rendy pria yang dulu sadis, tanpa mengenal apa itu yang namanya ampunan.


Rendy bersyukur bisa bertemu dan mencintai wanita yang bisa menerima kekurangan nya di masa lalu.


__ADS_2