
" sepertinya itu ruangannya pi, tapi kenapa banyak banget orang berpakaian hitam ya Pi " ucapnya
" iya juga ya bund, coba deh kamu lihat lagi benar atau tidak itu ruangannya " ucap Richard
" kita coba tanya saja kesana Pi " ucapnya
mereka berjalan menuju ruangan yang di jaga oleh beberapa bodyguard
" permisi apa benar ini ruangan cika " tanya Richard
" benar, anda siapa dan ada perlu apa dengan nona cika " tanya bodyguard
" kita mau menjenguk cika " ucap istri Richard
" mohon maaf demi keamanan kita tidak mengijinkan orang asing untuk masuk " ucap bodyguard itu
" tapi kita orang tua dokter Fero " ucap istri Richard
bodyguard itu membisikkan sesuatu kepada temannya dan temannya Langsung masuk untuk memanggil Fero
tidak lama Fero keluar dan memeluk erat tubuh kedua orangtuanya
" mohon biarkan mereka masuk " ucap Fero Kepada bodyguard
" baik, saya minta maaf atas ketidak sopanan saya tuan " ucap bodyguard itu
" tidak masalah " jawab Richard
mereka masuk bersama Fero kedalam ruangan
Fero memperkenalkan orang tuanya kepada cika dan mamanya cika
" Tante kenalkan ini bunda dan papi saya " ucap Fero
" saya monikd dan ini suami saya Richard " ucapnya
" saya mirna, ini Nova kakaknya cika dan ini Rendy tunangannya Nova " ucap mama cika
" ya ampun cantik cantik sekali kalian " ucapnya
" terimakasih Tante " ucap cika dan nova
" owh iya ini saya bawa oleh oleh, maaf ya cuma ini soalnya si Fero bilangnya juga mendadak banget " ucap Monik
" ya ampun jeng repot repot banget sih, makasih sebelumnya " ucapnya
" aduh nggak repot kok, sekalian kita berkenalan kan " ucap Monik
" gimana keadaan kamu nak " tanya Richard dengan nada tegas
" syukurlah saat ini sudah lebih baik om " ucap cika
" syukurlah nak " ucap Richard
kreeaatt
pintu terbuka, beni masuk dan terkejut melihat ruangan cika yang ramai
" siapa ma " ucap beni
__ADS_1
" owh ini dia papanya anak anak " ucap mirna
" tuan beni " ucap Richard
" tuan Richard kita bertemu lagi " ucap beni
" loh kalian sudah saling kenal " tanya Fero dan cika bareng
" tuan Richard ini rekan bisnis papa sayang " kata beni ke cika
" rekan bisnis papi fer " jawab Richard
" loh jadi calon besan saya itu tuan beni kalau begitu saya langsung setuju " ucap Richard
" wah selain rekan bisnis juga kita juga akan menjadi besan " ucap beni
wajah cika dan Fero memerah mereka salting karena di goda oleh papanya
sedangkan semua orang di situ malah tertawa melihat wajah keduanya
mirna menyuruh Richard dan Monik duduk di sofa sedangkan Fero tetap di dekat cika
" saya jadi merasa tidak enak, tuan jauh jauh dari Singapore kesini untuk menjenguk anak saya " ucap beni
" tidak perlu seperti itu tuan saya dan istri tidak merasa kerepotan kok, malahan kita senang ya bund " ucap Richard kepada istrinya
" iya loh pak beni, kalau saya nggak ajak dia pulang ke Indonesia mungkin suami saya akan bekerja terus menerus, makanya saya ajak kesini biar dia refresh " ucap Monik
" ternyata sama saja seperti suami saya ya jeng " ucapnya
" memang para suami kalau sudah bekerja sampai lupa waktu " ucap Monik
" kamu yang nyuruh orang tua kamu kesini " tanya cika
" bunda sendiri yang minta kesini " jawab Fero
" ya kalau kamu nggak ngasih tau mana mungkin bunda kamu tau aku di rawat di sini " ucap cika
" ya maaf waktu itu aku pamit ke bunda terus bunda nanya ya aku jawab " ucap Fero
" kan aku jadi nggak enak ngerepotin gini, mana bunda sama papi kamu dari bandara langsung kesini lagi " ucap cika
" udah lah kalau buat calon mantu mereka nggak papa " ucap Fero
" apaan sih kamu yang, ngeselin deh " ucap cika
mereka semua sedang asyik mengobrol sedangkan Rendy mendapat pesan dari roy, Rendy langsung berpamitan untuk keluar menemui roy
" maaf sebelumnya saya permisi dulu ada urusan " ucap Rendy sopan
semua menganggukkan kepalanya
di luar Roy sudah menunggu Rendy
" bos " ucap Roy
" gimana " ucap Rendy
" sepertinya sekarang kita harus menyelesaikan masalah Reno bos, saya kasihan melihat kekasihnya yang sedang hamil " ucap Roy
__ADS_1
" sebenarnya gue juga berfikir seperti itu Roy, karena bagaimanapun anak yang ada di dalam kandungan nya nggak salah " ucap Rendy
" bagaimana pendapat bos kalau kita pulang untuk menyelesaikan semuanya " ucap Roy
" tidak terlalu buruk, pesankan 2 tiket buat kita hari ini kita berangkat " ucap Rendy
" baik bos " ucap Roy
" owh iya jangan lupa perketat penjagaan, karena kita sedang tidak ada di sini beberapa hari dan juga awasi juga keluarga dari Fero karena dia sudah termasuk bagian keluarga gue " ucap Rendy yang langsung masuk ke dalam ruangan
Roy menjalankan tugasnya untuk memesan tiket pesawat yang berangkat hari ini juga dan memberi tau bawahannya
" maaf om Tante, pa ma Rendy mau pamit pulang dulu ke Jakarta soalnya ada urusan penting yang harus Rendy selesaikan " ucap Rendy sopan
" kok kamu nggak ngabarin aku sebelumnya " bisik Nova
" iya soalnya dadakan, cuma beberapa hari kok selesai semuanya aku pasti cepat balik kesini " ucap Rendy
" ah elah ren gue baru aja Dateng Lo udah balik aja " ucap Fero
" Lo nya aja kelamaan " ucap Rendy
" jam berapa pesawat kamu berangkat " tanya beni
" belum tau pa tapi hari ini Rendy pulang, karena tiket nya masih di pesan roy " jawabnya
" hati hati ya nak " ucap mirna
" iya ma, kalau begitu Rendy pamit dulu " ucap Rendy sambil berpamitan kepada orang orang disitu termasuk Nova
" fer jagain adik gue " ucapnya kepada Fero
" sayang aku pasti akan cepat balik lagi kesini kok, kamu tenang aja " ucapnya kepada Nova
" iya, janji ya kamu harus baik baik saa dan segera kembali " ucap Nova
" iya pasti kok " ucapnya
Nova mengantarkan Rendy ke depan, karena dirinya dilarang untuk mengantarkan sampai bandara oleh Rendy
" hati hati ya " ucap Nova
Rendy dan Roy langsung bergegas pergi di antar oleh salah satu bodyguard nya sedangkan Nova kembali masuk
" tuan beni saya merasa tidak asing dengan calon suami anak anda " ucap Richard
" ya karena menang dia juga pembisnis tuan " jawab beni
" apa dia Rendy yang pengusaha muda dan sukses itu " tanyanya
" benar sekali tuan " ucap beni
" wah calon menantu anda memang sangat hebat " ucapnya
" ah tuan bisa saja, anak tuan kan juga calon menantu saya dia juga hebat bisa menjaga dan mengobati anak saya " ucap beni sambil tertawa renyah
" benar juga " jawabnya sambil tertawa
ketika sang suami sedang mengobrolkan bisnis sang istri pun juga sama mengobrol tentang ( ah kalian pasti tau lah wanita apa yang di omongin ), tapi bedak lagi dengan pasangan mereka malah asyik ngebucin di tengah tengah keluarganya
__ADS_1