
malam ini Cika dan keluarganya bermalam di rumah sakit, di kamar yang sudah di pesan untuk neneknya
" ma gimana kalau nanti nenek di pindahkan aja ke Jakarta, biar tinggal di rumah kita, apalagi sebentar lagi kan pernikahan kak Nova akan berlangsung " saran Cika
" bener juga ya sayang, Ron gimana menurut kamu " tanya Mirna
" aku sih terserah mbak gimana baiknya, tapi apa ibu mau mbak " ucapnya
" ya kita coba aja dulu, biar mas beni yang bicara sama ibu " ucap Mirna
" semoga ibu mau mbak " ucapnya
Karena hari sudah semakin larut mereka semua beristirahat di ruangan itu, tapi tidak dengan beni yang saat ini masih berada di ruang ICU untuk menjaga ibunya.
*****
" arghh " teriak Fero kesakitan
" dokter kenapa " tanya Vina
" tolong obati tangan saya sus " ucap Fero
" baik tunggu sebentar dok " ucap Vina
Vina mengambil peralatan untuk mengobati tangan Fero yang terluka, dengan perasaan senang Vina bisa dekat dengan Fero
" aw " ucap Fero
" maaf, sudah selesai dok " ucap Vina
" yaudah terimakasih, kamu boleh kembali " ucap Fero
" apa dokter tidak butuh bantuan lagi, atau dokter bisa saya antar pulang dok kalau perlu " ucap Vina
" nggak perlu mending kamu pulang saja sekarang " ucap Fero dingin
" baik dok " ucap Vina kecewa
setelah Vina keluar Fero mencoba menggerakkan tangan nya yang terluka karena tidak sengaja terkena pisau.
" kayaknya nggak bisa nih gue pulang sendiri " ucap Fero
" apa gue terima aja tumpangan suster itu " pikir Fero
tapi tiba-tiba ucapan Cika sebelum dia pergi terlintas di pikiran nya
" astaga mikir apaan sih gue " ucap Fero sambil mengacak-acak rambutnya
Fero mencoba menelfon rendy
" hallo ren "
" apaan "
" dimana Lo "
" di jalan mau balik, ada apa "
" gue minta tolong boleh "
" tolong apaan "
" tangan gue sakit, gue mau minta tolong jemput gue, gue nggak bisa bawa mobil "
" elah yaudah tunggu, ini juga gue lagi Deket sama klinik Lo "
" ah baik banget calon kakak ipar "
" b*ngk* Lo, tunggu 5 menit lagi gue sampe "
" iya hati hati "
sambil menunggu Rendy datang Fero menyenderkan tubuhnya di kursinya, sambil memejamkan matanya
kurang lebih 5 menit seperti yang di ucapkan Rendy, ahirnya dia datang dan langsung masuk ke ruangan Fero, karena klinik juga sudah tutup
" Lo mau tidur di situ aja " ucap rendy yang saat ini duduk dengan kaki di meja sambil meminum minuman kaleng yang dia bawa
" sial Lo, kapan Lo Dateng " tanya Fero
__ADS_1
" barusan, kenapa tangan Lo " ucap rendy
" nggak sengaja kena pisau waktu gue beresin barang " ucapnya.
" makanya jangan mikirin Cika mulu, kagak fokus kan Lo " ucap rendy mengejek
" lah gimana coba, baru tadi gue jadian lah sekarang udah LDR aja " ucap Fero memelas
" elah gue aja yang selalu di tinggal pas dia lagi syuting juga biasa aja fer " ucap rendy
" beda Bambang " ucapnya
" alah alah drama Mulu, cepet balik kagak Lo " ucap rendy
" ya balik lah " jawab Fero
" yaudah ayo " ajak Rendy
Fero langsung keluar dengan Rendy, dia mengunci ruangannya dan langsung saja keluar
" pak titip mobil saya ya " ucap Fero kepada satpam yang menjaga kliniknya
" iya dok " jawabnya
Fero masuk ke mobil Rendy dan pergi dari kliniknya
*****
pagi sekali Rosa mendapatkan telfon dari Cika
drttt
" hallo cik "
" Ros hari ini tolong ya ijinin gue, gue lagi ada di surabaya dirumah eyang "
" eyang Lo kenapa "
" eyang kritis, tapi sekarang alhmdulillah udah baikan "
" syukurlah cik, titip salam buat keluarga Lo dan semoga eyang Lo cepet sembuh "
" iya waalaikumsalam "
Rosa menaruh ponselnya di meja riasnya dan dia langsung bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
30 menit Rosa menghabiskan waktunya di dalam kamar mandi
" si Cika kagak masuk, nggak enak banget sumpah deh hari bakalan " ucap Rosa sambil menyisir rambutnya
tiba tiba terdengar suara mobil berhenti tepat di depan rumahnya, Rosa sudah menduga kalau itu kekasihnya
tok tok tok
" iya tunggu " Rosa berjalan menuju pintu
kreatt
Rosa shock saat melihat siapa yang ada di depan pintu
" ka kak Roy " ucap Rosa terbata
" assalamualaikum Ros " ucap Roy
" eh waalaikumsalam kak " ucap Rosa
" ma masuk kak " ajak Rosa
" nggak usah Ros, disini aja " jawab Roy
" kok kak Roy bisa ada disini " tanya rosa
" maaf semalem aku nggak sengaja liat kamu terus aku ngikutin kamu " ucap Roy
" jadi " ucap Rosa terpotong
" iya Ros aku tau semua, maaf " ucap Roy
" nggak papa kak, owh iya eum ada perlu apa kakak ke sini " tanya Rosa
__ADS_1
" aku di suruh Cika jemput kamu, tadi Cika telfon kamu lagi buat ngasih tau tapi kamu nggak angkat jadi Cika suruh aku cepet Dateng ke rumah kamu" jawab Roy
" astaga sorry tadi aku di kamar mandi " ucap Rosa
" yaudah yuk berangkat " ajak Roy
" eum iya kak tunggu bentar, aku ambil barang aku dulu " ucap Rosa
Rosa masuk untuk mengambil barangnya, tiba tiba terdengar suara keributan di luar rumahnya
bughh
" ada perlu apa Lo disini " ucap Jo yang saat ini memukul wajah Roy dan mencengkeram kerah baju Roy
Johan tau kalau Roy adalah kaki tangan Rendy salah satu anggota geng motor yang paling ditakuti, dia tidak ingin kekasihnya kenapa-kenapa
" bukan urusan Lo " jawab Roy dingin
" tentu ini urusan gue " ucap Jo
bughh plak
Johan memukul wajah Roy, Roy pun sebaliknya mereka bertengkar di depan rumah kontrakan Rosa.
" stop stop " teriak Rosa
" apa apaan ini, kalian kenapa berantem di sini sih " ucap Rosa
Jo dan Roy berhenti saat Rosa datang
Rosa membantu johan untuk berdiri dari tubuh Roy
" kenapa kenapa kamu pisahin, kamu ada hubungan sama dia " ucap Jo
" kamu apaan sih, aku nggak ada hubungan apapun sama dia " ucap Rosa
" terus kenapa " tanya Jo
" ya kalian ngapain pagi pagi udah berantem di depan rumah aku, kalian nggak malu di lihatin semua orang ha " teriak Rosa
" sayang dia orang yang berbahaya, aku tau dia makanya aku takut dia ngapa ngapain kamu " ucap Jo Sambil memegang pundak Rosa
" dengerin aku, kak Roy itu orang baik sayang " ucap Rosa
" sayang dia itu anak geng motor, jahat kan " ucap Jo
" sayang tunggu dulu dia itu bodyguard nya Cika, masak sih dia anak geng motor kamu aneh-aneh aja deh " ucap Rosa
" maksud kamu dia itu " ucap Johan terpotong
" iya sayang, dia kerja di rumah Cika jadi bodyguard nya dia yang selalu jagain dia " ucap Rosa
" terus ngapain dia disini bukannya di rumah Cika " tanya Johan dan menatap sinis ke arah Roy
" gue di suruh jemput Rosa " ucap Roy
" ngapain Lo jemput pacar gue " ucap Johan
" gue di suruh, denger nggak sih Lo " ucap Roy
" Halah palingan Lo modus kan, Lo mau Deket Deket sama pacar gue " ucap Johan sensi
" Ros ini pacar kamu, mau maunya kamu sama dia " ucap Roy
" sialan Lo " ucap Johan sambil ingin memukul wajah Roy
" sayang, udah " ucap Rosa melerai
" kamu kenapa sih belain dia Mulu, kamu tau nggak dia itu kaki tangan Rendy salah satu anggota geng motor black wolf yang paling di takuti di kota ini " ucap Johan
" heh sadar diri dong lo, Lo juga kan ketua geng motor Rick devil " ucap Roy santai
Rosa kaget mendengar ucapan Roy, dia langsung menatap tajam kearah Johan
" sayang nggak gitu, aku bisa jelasin ke kamu ya " ucap Johan
Rosa tidak menggubris ucapan Johan, dia langsung pergi meninggalkan mereka berdua dengan wajah yang masam, Rosa langsung naik ojek yang ia hentikan di depannya.
" br*ngs*k Lo, gara gara Lo Rosa jadi marah kan, awas Lo ya gue habisi Lo kalau Rosa nggak maafin gue " ucap Johan meninggalkan Roy
__ADS_1