
setelah mengajari Cika dan mengantarkan dia pulang Fero kembali ke apartemennya, tapi dia melihat notifikasi di ponselnya Rendy meminta untuk bertemu malam ini di cafe biasa tempat mereka nongkrong.
Fero membersihkan tubuhnya dan bersiap siap untuk bertemu teman-teman nya.
Fero mengendarai mobil nya pelan untuk menikmati suasana jalan yang tidak terlalu ramai.
cafe permata
" sorry gaes gue telat ya " ucap Fero kepada teman-teman nya
" kagak sih, ini malah yang ngajak kita kumpul malah belom Dateng gue udah abis satu gelas nih " ucap temannya
" tau nih, ngapain sih Rendy ngajak ketemu, tumben banget " tanya temannya
" sorry sorry gue telat, tadi ada urusan dulu soalnya " ucap Rendy sambil meminum jus temannya
" iye kagak ngapa ngapa, tapi kagak Lo minum juga minuman gue " ucap temannya sensi
" ngapain ren tumben Lo ngajak nongkrong " tanya Fero
" gue mau ngasih kabar doang nih, kabar bahagia " ucap Rendy
" apaan " ucap temannya sambil memakan kentang goreng di depannya
" dua hari lagi Lo harus Dateng ke acara gue " ucap rendy
" acara apa " tanya Fero
" acara tunangan gue, kan disini gue kagak ada keluarga, gue minta bantuan Lo pada buat temenin gue besok jadi pengganti keluarga gue " ucap Rendy
" tenang aja bro kita pasti bakal Dateng " ucap temannya
" gue juga pasti usahain jadwal gue ren " ucap Fero
" thanks gaes " ucap Rendy dengan memeluk sahabatnya itu
" ih masak ketua geng motor nangis " ucap salah satu temannya meledek
" b*ngk* Lo pada " ucap Rendy
" owh iya ren mksih banyak ya Lo udah selamatin gue saat itu, coba kalo Lo nggak ada bisa abis gue " ucap Fero
" santai aja Lo kan Sahabat gue, mana mungkin gue biarin Lo celaka, tapi sorry gue langsung cabut soalnya gue mau ke new York jadi siap siap dulu " ucap Rendy
" pantesan gue bangun Lo udah nggak ada, tapi makasih Lo udah kasih tu anak buah Lo buat jagain gue " ucap Fero
" hahahah iya sama-sama "
mereka semua tertawa dan mengobrol sampai larut malam. karena merasa tubuhnya sangat lelah Fero berpamitan pada temannya untuk pulang dulu. apalagi besok dia juga akan mengadakan pertemuan penting dengan pasien nya.
****
" aduh sayang sakit banget " ucap Mona merintih kesakitan
" kenapa bisa begini sih " ucap Reno dengan memberikan salep pada tubuh Mona yang terluka
" ini semua gara gara wanita sialan itu, wanita yang melabrak kita di cafe waktu itu " ucap Mona marah
" Nova " tanya Reno
" entah " ucapnya
" apa dia mengenali kamu " tanya Reno
" ya ampun ya mana mungkin dia ngenalin aku, kan aku udah nyamar " ucap Mona
" bagus, jangan sampai ada yang ngenalin kamu, apalagi tau kalau kita berdua bersekongkol " ucap Reno
" aduh kamu bisa pelan nggak sih, sakit tau " amuk Mona
" iya maaf " ucap Reno
__ADS_1
Reno memejamkan matanya saat duduk di sofa milik Mona ketika selesai mengobati kekasihnya itu. sedangkan Mona mengganti pakaian nya dengan baju santai yang sedikit terbuka dan sedikit menggoda Reno dengan duduk di pangkuan nya.
" mau menggodaku kah " tanya Reno
" hanya sedikit main main kecil " ucapnya
Reno membuka matanya dan memeluk tubuh Mona. tanpa basa basi Mona membalikkan tubuhnya menghadap Reno, dengan pelan Reno mulai mencium bibir Mona dan mencoba masuk kedalamnya Mona juga membalas ciuman panas itu, tangan Reno dengan telaten menyusuri tubuh Mona.
sampai pada akhirnya mereka sama-sama melakukan hal yang biasa di lakukan sebuah pasangan halal.
suasana dingin di luar sana tidak menjadi penghambat mereka dalan melakukan suatu hubungan intim.
****
pagi yang cerah, sinar matahari masuk melewati jendela yang berlapis korden.
Cika mulai membuka matanya dan mengumpulkan nyawanya.
" kayaknya kaki aku udah nggak terlalu sakit deh " ucap Cika pada dirinya sendiri
cika mencoba turun dari tempat tidurnya dan mencoba berjalan menuju meja riasnya sendiri tanpa bantuan tongkat. Cika sangat senang karena dia berhasil melakukan itu, dan dia bisa kuliah untuk hari ini dan melakukan aktivitas lainnya.
" kayaknya aku harus kasih tau kak Fero nih " ucap Cika, Cika memberi tau Fero melalui pesan singkat yang ia kirim kepada Fero.
setelah memberitahu Fero Cika langsung mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kuliah pagi ini.
20 menit di rasa cukup untuk Cika membersihkan tubuhnya dan melanjutkan untuk memoles wajahnya dengan make up tipis.
tiba-tiba
tok tok tok
" masuk " ucap Cika
" udah sembuh dek? " tanya Nova sambil merebahkan tubuhnya di kasur
" udah agak sedikit baik sih nggak terlalu sakit, tapi udah bisa jalan kan kemarin aku abis latihan kak " ucap Cika
" iya aku latihan jalan sama orang yang nolongin aku " ucap Cika
" siapa " tanyanya
" kak Fero " ucap Cika
" gue kayak nggak asing sama nama itu " ucap Nova
" ya jelas lah nggak asing dia kan dokter, mungkin aja kakak pernah tau " ucap Cika
" serah lu deh, mulai kuliah hari ini " tanyanya
" iya nih, aku takut ketinggalan terus " jawab Cika
" eumm gitu, owh iya nanti pulang sekolah kamu langsung ke butik nya Tante Rere, soalnya buat ngukur baju kamu buat acara kakak " ucap Nova
" oke deh siap " jawabnya
" yaudah yok makan, udah di tunggu tuh " ucap Nova meninggalkan Cika
Cika segera turun dan menemui orang tuanya dengan berjalan sedikit tertatih. mereka semua melakukan acara sarapan dengan nikmat. tiba tiba Roy masuk.
" permisi tuan, saya mau minta maaf karena belakangan ini saya nggak bisa kerja dan menjaga non Cika " ucap Roy
" tenang aja Roy, lagian Cika juga nggak keluar rumah kok, owh iya gimana keadaan ibu kamu kata Cika ibu kamu sakit " tanya beni
" ibu saya sekarang sudah lebih baik tuan, dan saat ini saya juga sudah mendapatkan orang agar bisa menjaga ibu saya saat saya bekerja " ucap Roy
" yaudah kalau begitu, sekarang kamu anter Cika kuliah dan jaga dia, saya tidak mau terjadi apa apa sama dia " perintah beni
" siap tuan, saya pasti akan jaga non Cika " ucap Roy
Cika berpamitan kepada papa dan mamanya untuk berangkat di susul Roy di belakangnya.
__ADS_1
" jangan lupa dek " teriak Nova
" iya " ucap Cika
Cika memasuki mobil di bantu oleh Roy karena memang kakinya belum terlalu sehat.
" saya nanti akan menjaga kamu di depan kelas " ucap Roy
" jangan kak mending kakak di tempat biasa aja " ucap Cika
" kenapa " tanya Roy
" nanti teman teman aku pada nggak fokus lagi liat kak Roy, kan kak Roy manis banget " ucap Cika
Roy merasa malu atas pujian Cika
" ah kamu bisa aja " ucap Roy
" beneran kak Roy, bayangin aja waktu pertama kali kakak nganter aku, semua orang pada ngomongin kakak " ucap Cika
" ah saya jadi malu " ucapnya
" yah kenapa malu, emang kak Roy ganteng " ucap Cika
" kak Roy kenapa masih jomblo padahal kakak ganteng loh " tanya Cika
" ya mana ada cewek yang mau sama saya, saya kan bukan orang kaya " ucap Roy
" ih ya nggak semua Mandang harta kali ah kak " ucap Cika
" kebanyakan wanita jaman sekarang gitu cik, ya harta yang selalu di utamakan, kita orang susah gini bisa apa " ucap Roy
" jangan pesimis dong, emang tipe cewek idaman kakak apa " tanya Cika
" kakak sih nggak muluk muluk, yang penting baik dan bisa terima kekurangan saya, dan juga terima ibu saya gitu aja "ucap Roy
" semangat kak, pasti kakak akan dapat cewek seperti itu " ucap Cika
" ya semoga saja " ucap Roy
tidak terasa mereka sudah sampai di parkiran mobil universitas tempat Cika kuliah.
Cika dibantu Roy untuk turun dari mobilnya. dari kejauhan Lucas melihat Cika yang berjalan sedikit pincang segera berlari membantu Cika sebelum Roy mengantarkan Cika ke kelasnya.
" cika " ucapnya yang membuat Cika dan Roy melihat kepadanya
" kaki Lo kenapa " tanya Lucas
" owh ini kemarin kekilir tapi udah baikan kok " ucap Cika
" gue bantu ya " ucap Lucas sambil memegang tangan Cika dan melepaskan tangan Roy, Lucas langsung mendapat tatapan tajam dari Roy
" biar saya saja yang mengantarkan non Cika ke kelasnya " ucap Roy tegas, berbeda ketika bersama Cika
" elah kagak percaya banget ke gue, gue temen sekelasnya cika " ucap Lucas
" yaudah nggak papa kak biar aku sama Lucas aja, jadi kak Roy tunggu di sini aja ya " ucap Cika
" baik non " ucap Roy
" tuh kan udah di bilang " ucap Lucas meledek Roy
Lucas membantu Cika untuk berjalan menuju kelasnya. kesempatan untuk Lucas mendapatkan hati Cika.
terlihat dari jauh Jesica yang sedang marah karena Lucas saat ini sedang dekat dengan Cika
"sial pake pelet apa sih tuh cewek, sampai Lucas bisa ngedeketin dia " ucap Jesica
" awes aja Lo gue bakal bikin perhitungan sama Lo " ucap Jesica
Jesica ahirnya meninggalkan tempat itu dan pergi menuju kelasnya.
__ADS_1