ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 28


__ADS_3

cahaya pagi menembus di sela sela jendela di ruangan Johan, membuat tidur Rosa terusik.


" kamu sudah bangun sayang " ucap Jo


" ini bukan mimpi " tanya Rosa


" enggak sayang, udah nggak usah fikirin kejadian semalem mending sekarang kamu sarapan ini ada susu hangat buat kamu " ucap Jo


Rosa mengangguk dan menyantap makanan nya, karena memang dirinya sangat lapar.


Jo melihat kekasihnya yang sangat lahap memakan semua makanannya sangat senang, tapi dia merasa bingung saat melihat baju yang sekarang di pakai Rosa karena bertuliskan sebuah nama restoran.


" kamu kerja " tanya Jo


Rosa langsung menghentikan makannya


" kenapa kamu nggak ngasih tau aku " ucap Jo sambil memegang dagu Rosa lembut


" maaf " ucap Rosa menunduk


Jo langsung memeluk tubuh Rosa dengan erat


" aku nggak mau kamu kerja " ucap Jo


" tapi " ucap Rosa


" nggak ad tapi tapian sayang " ucapnya


" dengerin aku dulu, sekarang aku udah nggak seperti dulu lagi, aku harus mencukupi kebutuhan aku sendiri dan aku juga sekarang nggak mampu biayai kuliah aku kalau aku nggak kerja sampingan sayang " ucap Rosa dengan mata yang berkaca-kaca


pelukan Jo semakin erat membuat Rosa menumpahkan air mata nya dalam pelukan Jo


" kamu besok kerja di tempat aku saja nggak usah di tempat lain kalau begitu " ucap Jo


" sayang aku nggak mau, aku nggak enak sama karyawan kamu yabg lain " ucap Rosa


" terus gimana " tanyanya


" ya aku tetep kerja di resto itu aja sayang " ucap Rosa


" oke tapi akan ada anak buah aku yang mengawasi kamu " ucap Jo


" tuh kan aku " ucapnya tertahan


" hust kalau kamu nggak mau nanti aku akan Dateng kesitu buat ijinin kamu agar nggak kerja lagi di situ " ucap Jo


" Hem yaudah deh nggak papa asalkan dari jarak jauh saja ya " ucap Rosa


" iya " ucap Jo


*****


" nggak sabar gue buat ketemu Cika " ucap Fero yang saat ini masih berada di kliniknya


Fero melihat jam yang melingkar di tangannya masih terlihat pukul 2 siang


" sial kenapa lama banget sih malamnya " ucap Fero dengan mengacak rambutnya


di sisi lain Cika sedang bersantai di balkon kamarnya dengan menggunakan masker wajah yang biasa dia gunakan.


ting


Lucas


📥 Cika


📤 ya


📥 Lo sibuk nggak nanti malam


📤 sorry malam ini gue ada acara


📥 eum gitu ya

__ADS_1


📤 emang ada apa


📥 lain kali aja deh cik


📤 yaudah deh kalau itu mau kamu


📥 maaf ya cik kalau aku ganggu kamu


Cika hanya membuka pesan itu tanpa membalasnya


" ah nggak sabar liat ekspresi kak Fero gimana kalau tau aku udah bisa jalan " ucapnya dengan senyum senyum


Cika langsung memejamkan matanya untuk tiduran sebentar sambil mendengarkan musik favoritnya.


tanpa sadar dia sudah hampir 3 jam dia tertidur di balkon


" ah udah sore, mending gue siap siap aja adeh " ucap Cika yang langsung berdiri dari tempatnya saat ini


Cika bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


kurang lebih 30 menit dia menyelesaikan ritual mandinya, dia langsung menggunakan gaun yang semalam di tambah make up tipisnya yang membuat wajahnya terlihat fresh dan lebih cantik.


kreatt


" Lo mau kemana dek " tanya Nova


" mau pergi lah " ucapnya


" sama siapa " tanya Nova


" dokter fero " balas Cika sambil membenarkan rambutnya


" Lo ada hubungan apa sih sama dokter itu cik " tanya Nova


" nggak ada hubungan apa-apa kak, emang kenapa sih " ucap Cika


" nggak papa sih, kayaknya Lo Deket banget sama tuh dokter, emang orangnya kayak gimana sih " ucap Nova


" ntar kakak juga tau " ucap Cika


" ya, eh kak di bawah ada siapa sih kok kedengerannya ada tamu " tanya Cika


" ada Tante Rere, entah lagi ngomongin apa sama mama " ucap Nova sambil memainkan ponselnya


" owh yaudah " ucap Cika


tok tok tok


" non ada tamunya di depan " ucap bibi


" iya bi suruh tunggu ya, bentar lagi aku kebawah " ucap cika


" gue udah cakep belom sih kak " tanya Cika


" iye udah, mending cepet deh kebawah keburu lama nunggu Lo, eh kursi roda Lo mana " ucap nova


" udah nggak pake lah " ucap Cika


" seriusan " ucap Nova tak percaya


" serius kak " ucap Cika, dengan senang Nova memeluk adiknya itu


" eh udah ah ntar rusak lagi dandanan gue " ucap Cika


" sialan Lo " ucap Nova


" aku pergi dulu ya kak " pamit Cika


dengan pelan dia berjalan menemui Fero, dan melewati Rere ya g sedang duduk dengan mamanya.


" aduh cantik sekali, mau kemana sayang " tanya Rere


" ada urusan Tante, aku permisi dulu ya Tante " ucap Cika sopan

__ADS_1


" ma Cika berangkat ya " pamitnya dengan mencium tangan mamanya


" hati hati ya, jangan malem malem pulangnya " ucap mamanya


" iya ma, assalamualaikum " ucap Cika


Cika berjalan menemui Fero yang duduk di ruang tamu. Fero tercengang melihat cika yang berjalan anggun dengan gaun yang semalam di tambah makeup tipis yang sesuai dengan wajahnya yang membuat Cika semakin cantik.


" kak ayo " ucap cika


" eh iya ayo cik " ucap Fero tapi dia tidak segera berjalan dia masih berfikir apa yang berbeda dengan Cika saat ini.


" kak " ucap Cika dengan menahan senyumnya


" bentar deh kayak ada yang beda gitu sama kamu, apa ya " ucapnya


Cika hanya senyum senyum sendiri, sedangkan Fero melihat Cika dari atas sampai bawah dan baru menyadari kalau Cika tidak menggunakan kursi rodanya.


" kamu " ucapnya


" iya kak aku udah bisa jalan pelan pelan " ucap Cika


" alhmdulillah " ucap Fero


" makasih ya kak, karena kakak ahirnya aku bisa jalan " ucap Cika


" sama sama, kakak juga seneng kok bisa ngajarin kamu " ucapnya


" yaudah ayo keburu malem " ajak Fero


tangan Fero refleks menggenggam tangan Cika membantu nya berjalan menuju mobilnya.


dengan kecepatan sedang saat ini Fero mengendarai mobilnya, kurang lebih 30 menit mereka sampai di lokasi.


layaknya seorang putri Fero membuka kan pintu dan membantu Cika untuk keluar dari mobilnya.


semua mata tertuju pada mereka, bagaimana tidak Fero yang menggunakan tuksedo warna navy yang senada dengan gaun yang saat ini di gunakan Cika. Fero berjalan dengan menggenggam tangan Cika.


" ahirnya kamu datang juga " ucap sang pengantin wanita yang tidak lain adalah mantan kekasih Fero


" pastinya, aku kan sudah bilang aku akan datang " ucapnya tegas


Lala melihat Cika dengan tatapan tanda tanya


" pacar gue " ucap Fero yang mengerti akan tatapan Lala


Cika langsung terbelalak ketika Fero mengenalkan dirinya sebagai kekasihnya.


dengan lembut Fero mengusap tangan Cika sebagai tanda agar Cika bisa tenang.


" yaudah kalau gitu silahkan menikmati hidangan nya " ucap Lala


" iya " ucap Fero singkat


Fero mengajak Cika untuk duduk di meja yang tersedia


" maaf ya tadi aku ngomong gitu " ucap Fero meminta maaf


" eum iya nggak papa kak, cuma tadi aku kaget aja " kata Cika canggung


" pasti kamu nggak nyaman jadinya " ucap Fero


" kak tenang aja, aku bisa Nerima kok santai aja ya " ucap Cika dengan senyum manisnya


" makasih banyak " balas Fero


saat ini mereka berdua mengobrol dengan teman-teman Fero. otomatis Cika juga ikut bergabung dengan teman-teman Fero, sampai ada seseorang yang mengenali Cika di pesta itu.


dia sedang berbicara dengan seseorang yang ada di telfon dengan senyum liciknya.


" baik gue tunggu hasilnya " ucap seseorang itu


*****

__ADS_1


yey makasih buat yang udah support, author mau ngucapin mohon maaf lahir dan batin ya🤗🤗🤗🙏🙏 marhaban ya Ramadhan


__ADS_2