ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 5


__ADS_3

" berani Lo ya menginjakkan kaki Lo ke rumah gue " ucap Nova dingin


" saya habis ketemu pak beni kak " ucap Reno


" kak gimana keadaan Cika, kata Ijah dia habis dari rumah sakit " tanya Reno lagi


" jangan sok peduli deh Lo sama adik gue " ucap Nova ketus


" dia masih pacar aku kak, jadi aku berhak tau keadaan dia " ucap Reno


" pacar lo bilang, ngaca dong lo, Lo udahs selingkuh tapi masih nganggep adek gue pacar Lo, ke Maruk banget sih Lo " jawab Nova


" kak saya bisa jelasin semuanya, apa yang kakak lihat itu salah paham kak " ucap Reno dengan wajah memohon


" nggak ada yang perlu Lo jelasin, lebih baiks sekarang Lo pergi dari rumah gue, gue jijik liat cowok kayak Lo " usir Nova


" pak juki " teriak Nova


" iya non " ucapnya sopan


" usir dia dari rumah saya, saya nggak mau lihat wajah dia di sini " ucap Nova sembari meninggalkan Reno dan pak juki


" ayo mas, keluar dari sini " ucap pak juki sambil memegang tangan Reno


" lepas, gue bisa jalan sendiri "jawab Reno kasar


Reno keluar dari rumah Cika dengan wajah yang marah.


" sialan si Nova, beraninya dia ngusir gue, awas aja Lo gue bakal bikin perhitungan sama lo " ucapnya dalam hati


Reno langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk kembali ke kantor.


****


di sebuah ruangan yang tak begitu besar, yang menjadi sebuah markas anak anak geng motor yang paling di takuti di kota ini.


Rendy baru saja memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam markas, Rendy adalah ketua dari geng motor itu. Rendy langsung duduk di kursi kejayaannya.


" selamat datang bos, tumben kau mengajak kita semua kumpul di markas, apa ada sesuatu hal yang penting " ucap salah satu anak buah Rendy


" gue butuh bantuan kalian " ucap Rendy dingin


" bantuan apa bos " tanyanya


" gue mau kalian awasi pria itu " ucap Rendy sambil memberikan foto Reno kepada salah satu anak buahnya


" satu lagi gue butuh 2 orang untuk jagain adik gue dari jarak jauh " ucap Rendy lagi


" siapa yang akan kau pilih bos " jawab salah satu anak buah


" dimana Roy " tanya Rendy


" maaf bos, tadi Roy ijin untuk menjaga ibunya yang sakit bos " jawab anak buahnya


" baiklah, gue pilih Roy dan Lo buat jagain adik gue, dan kalian berpencar awasi laki laki itu, tapi jangan sampai Lo habisi dulu sebelum ada perintah dari gue " ucap Rendy


" gue pergi dulu ada urusan " pamit Rendy


Roy? iya kakaknya Reno, dia adalah kaki tangan Rendy orang paling di percaya Rendy untuk menjalankan tugas apapun. nah apa jadinya nih kalau Roy tau adiknya yang sedang di cari oleh bosnya, apalagi Reno sudah membuat adik bosnya kecewa!!


kita lanjut lagi yuk...

__ADS_1


****


Reno sudah sampai di kantor dan langsung memberikan berkas itu kepada sekertaris bosnya.


Reno kembali di ruangannya, dia jmulai merencanakan sesuatu untuk bisa menghancurkan keluarga Cika, dan menguasai hartanya.


memang sedari awal dia berpacaran dengan Cika agar bisa masuk ke dalam perusahaan yang dari dulu dia impikan. kalau bisa dia bisa mengambil alih perusahaan itu. yah rencana itu memang dari dulu sudah dipikirkan dan di lakukan Reno dari hal hal kecil, tapi sayang sebelum dia merebut perusahaan rencananya hampir gagal karena dia kepergok selingkuh.


Reno saat ini berusaha keras agar dirinya bisa mengambil alih perusahaan itu. dia berencana mengajak kakaknya agar bisa bekerja sama dengan dirinya.


" sebaiknya gue ajak kak Roy, pasti dia mau bantuin gue " gumamnya


dia menelepon Roy, tapi sayang nomor yang di hubungi tidak menjawab


" sialan kemana sih orang, di hubungi selalu nggak pernah di angkat " ucap Reno


karena sudah lelah bolak-balik telfon api tetap sama tidak di respon, dia akhirnya mengirim pesan untuk kakaknya.


bang Roy


📤 bang Lo dimana


📤 Sialan Lo angkat kek telfon gue


📤 woy gue ada kerjaan nih mau gak Lo


📤 capek gue, ntar telfon gue balik


Reno ahirnya melanjutkan pekerjaannya.


....


Roy yang sedari tadi mengurus ibunya yang sedang sakit tidak menyadari kalau banyak panggilan masuk di handphone nya. setelah dia kembali dari kamar ibunya dia membuka ponselnya dan melihat begitu panyak pesan dan panggilan tak terjawab di ponselnya.


Roy lalu membuka pesan yang dikirim bosnya


si boss


📥 gue ada kerjaan penting buat Lo, nanti malam kalau bisa, Lo temuin gue di rumah utama.


📥 owh iya, gue denger ibu Lo sakit semoga cepet sembuh, dan itu gue udah transfer uang buat Lo bawa ibu Lo ke rumah sakit


📤 siap bos nanti saya akan datang ke rumah utama


📤 makasih bos sebelumnya


Reno


📥 bang Lo dimana


📥 Sialan Lo angkat kek telfon gue


📥 woy gue ada kerjaan nih mau gak Lo


📥 capek gue, ntar telfon gue balik


" ngapain sih nih anak " ucap Roy setelah membaca pesan adiknya, dia langsung menelpon balik Reno


Tut Tut Tut


" *hallo ada apa? " tanya Roy singkat

__ADS_1


" bang gue ada kerjaan nih, Lo mau nggak kerjasama dengan gue " ajak Reno


" apaan " tanyanya


" gue bicarain nanti di rumah " ucap Reno


" ganggu banget sih Lo, gue ada urusan bye " jawabnya dengan mematikan telfon sepihak*


....


jam sudah menunjukkan pukul 9 malam Roy bergegas pergi menemui Rendy, karena ibunya sudah tidur. ketika Roy keluar dari kamarnya dia bertemu Reno, dan Reno ingin memberi tau rencana yang sudah ia susun sedari tadi.


" bang gue perlu ngomong sama Lo " ucap Reno


" apaan sih Lo, Lo tau nggak gue sibuk gue harus kerja " jawab Roy


" alah bang kalo rencana gue berhasil Lo nggak perlu kerja capek capek kayak gini bang, Lo kerja malam pulang pagi tapi kagak kaya kaya " ucap Reno mengejek, tapi Roy tidak menggubris dia malah tetap berjalan keluar.


" bang dengerin gue dulu, gue mau ajak Lo kerja sama buat ngehancurin Beni Wijaya dan mengambil alih perusahaan nya " ucap Reno dengan senyum liciknya


Roy berhenti sejenak untuk mengingat ingat nama Beni Wijaya, tapi dia lupa. jadi dia tetap melanjutkan jalannya.


" bang Lo kagak mau " tanya Reno


" Gak " jawab Roy dan langsung bergegas pergi mengendarai motor kesayangannya


" gila Lo bang, Lo tetep mau kita hidup miskin, woy bang, ah br*ngs*k " teriak Reno sambil menendang pintu


****


di rumah utama Rendy sedang meminum teh di ruangan favoritnya dengan di temani Nova kekasihnya. karena memang orang tua Rendy sudah lama meninggal jadi dia tinggal seorang diri bersama pembantu yang dulu menjaganya sedari kecil.


tok tok tok


" den ada mas Roy di depan " ucap Odah


" baiklah, suruh dia menunggu" jawab Rendy


" baik den " jawabnya, Odah langsung menutup kembali pintu ruangan


" sayang aku kedepan dulu " pamit rendy


" sudah malam, aku pulang ya takutnya papa nyariin " ucap Nova


" aku anterin kamu, kamu beres beres aja dulu aku tunggu di bawah " ucap Rendy


" terus Roy gimana " tanya Nova


" tenang aja dia bisa nunggu kok, aku keluar dulu " jawab Rendy sambil mencium kening Nova


Rendy turun dari lantai atas untuk menemui Roy di ruang tamu.


" Roy gue mau nganterin Nova pulang dulu, Lo tunggu gue di sini, Lo kalau mau makan minta aja sama mbok Odah, jangan sungkan sama gue " ucap Rendy sambil menepuk bahu Roy


" makasih banyak bos, bos selalu baik banget sama saya, saya jadi nggak enak bos " ucap Roy


" Roy gue udah nganggep Lo sebagai Saudara, jadi Lo nggak usah sungkan sama gue, ibu Lo juga udah baik banget sama gue " ucap Rendy


Nova yang melihat sisi lain dari diri Rendy langsung berkaca-kaca. dia tidak menyangka kalau Rendy si cowok cuek, dingin dan sadis jika sedang menghadapi musuh-musuhnya bisa selembut dan sebaik ini.


***

__ADS_1


eh maaf ya ketinggalan fotonya mas Roy



__ADS_2