
di sebuah gudang kumuh dan terlihat tak terurus, di situ terlihat seorang wanita dan dua pria sedang terikat dalam kursi dan dijaga sekelompok pria berbaju hitam.
" lepasin br*ngs*k " teriak wanita itu
" apa salah gue kenapa kalian sekap gue " teriaknya lagi, terlihat wanita itu dengan pakaian yang berantakan dan rambutnya yang lusuh
" makanya jangan pernah kamu coba coba masuk ke kandang singa kalau tidak mau hal seperti ini terjadi " ucap pria berbaju hitam
tiba-tiba ponsel pria itu berbunyi
" dia masih disini bos "
" owh baiklah, kita tunggu anda datang saja "
" siap laksanakan "
******
" mampir ke klinik temen aku bentar yuk di depan " ajak Rendy
" iya terserah kamu aja sayang " ucap Nova
Rendy melajukan mobilnya ke arah klinik Fero yang tidak jauh dari lokasi nya saat ini.
hanya membutuhkan waktu 5 menit mereka akhirnya sampai, Nova seperti melihat mobil yang tidak asing baginya.
" sayang lihat deh itu mobil Cika kan " tanyanya kepada Rendy yang baru saja ingin melepas sabuk pengaman nya
" loh iya sayang, ngapain dia disini apa dia sakit " ucap Rendy
" aduh mending kita segera cek aja aku takut dia kenapa-kenapa " ucap Nova dengan terburu-buru keluar dari mobil Rendy
Nova berjalan cepat untuk mengecek apakah adiknya baik baik saja, tapi seketika dia melihat Roy berdiri tepat di depan mobil Cika
" Roy " teriak Nova yang membuat Roy berbalik
" non Nova " ucap Roy
" kamu kenapa disini, dimana Cika " tanya Nova
" non Cika ada di dalam " ucap Roy
belum selesai Roy berbicara Nova berlari masuk kedalam klinik, Roy tercengang melihat kekasih bosnya itu berlari ke kedalam klinik.
" Roy " ucap Rendy
" bos " ucapnya
" Nova kenapa, apa terjadi sesuatu dengan cika " tanya Rendy
" tidak bos, tadi saya belum selesai bicara tapi non Nova Langsung lari bos, saya juga bingung " ucap Roy
" hmmm yaudah kamu tunggu di sini " ucap Rendy yang ingin menyusul kekasihnya
" bos " ucap Roy
" apa yang sekarang kamu rencanakan " jawab Rendy
" saya sudah menahan satu dan mungkin sebentar lagi akan ada lagi " ucap Roy
" jangan kau apa apakan tunggu info dari saya selanjutnya " ucap Rendy yang langsung pergi meninggalkan Roy
Rendy menyusul Nova yang saat ini sedih saat melihat dokter tengah memeriksa pasien yang berlumuran darah di ruang UGD
" sayang " ucap Nova memeluk Rendy saat dia datang menghampiri
" kamu kenapa nangis sih " ucap Rendy yang bingung dengan kekasihnya saat ini
" Cika sayang, dia ada di dalam " ucapnya menunjuk ruang UGD
" ngaco kamu ah " ucap Rendy
" iya kamu lihat itu, aku udah cari Cika dimana mana tapi dia nggak ada, dan kamu lihat Cika tadi pakai baju itu sayang lihat " ucap Nova histeris
" lihat aku, Cika nggak papa sayang makanya kalau orang belum selesai ngomong jangan asal ambil kesimpulan " ucap Rendy menyentil dahi Nova
" aw, terus dia dimana " ucapnya
" ya mana aku tau, kata Roy dia ada di dalam mungkin konsultasi dengan dokter di dalam " ucap Rendy
" mungkin saja ya sayang " ucap Nova
tiba-tiba Fero keluar dari ruang UGD dan melihat sahabatnya itu di depan ruang UGD
" Ren, ngapain Lo ada yang sakit " ucap Fero
" eh fer, enggak kok barusan habis ada salah paham dikit " ucap Rendy
" gue kira kenapa, soalnya cewek Lo kayak habis nangis gitu " ucap Fero
" kagak, gue kesini mau cari Lo " ucap Rendy
" owh ayo ayo ke ruangan gue, gue juga baru kelar ini ngurusin pasien " ajak Fero , seakan dia lupa kalau di ruangannya ada Cika
" masuk masuk " ucap Fero
" weh lama juga gue nggak pernah mampir ke sini " ucap Rendy
" emang Lo sombong banget, mampir aja kagak pernah " ucap Fero
Nova melihat lihat ruangan Fero, dia melihat sebuah tas wanita di meja kerjanya
tiba-tiba suara pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Cika dari dalam kamar mandi
Cika keluar dengan wajah shock karena melihat kakaknya sedang ada di ruangan kekasihnya, Cika langsung duduk di dekat Fero
" kakak, Abang " ucap Cika
" Cika, ngapain kamu disini " ucap Rendy
" hah nganterin makanan " ucap Nova kaget
" iya kan dia pacar aku, kalian saling kenal " tanya Fero
" dia kakak aku " ucap Cika
" hah seriusan kamu sayang " ucap Fero
" serius kak " ucap Cika
Fero kaget mendengar ucapan cika
" jadi si b*ngs*t ini calon kakak ipar aku dong " ucap Fero menunjuk Rendy, Cika hanya mengangguk dengan senyum
" heh sopan dikit dong Lo sama kakak ipar, hahahah " ucap Rendy
" jadi ini dokter yang kamu ceritain ke kakak itu dek " tanya Nova
" iya kak " jawab Cika
" pantesan kakak kayak nggak asing sama namanya, owh iya kalian ketemu dimana kok bisa kenal " ucap Nova
" wait wait wait Lo kagak sediain gue minum, gue tamu loh, apalagi gue calon kakak ipar Lo " ucap Rendy
" sialan Lo, tunggu bentar " ucap Fero
Fero memesankan makanan melalui aplikasi ojek online
" sabar sabar, gue udah pesenin " ucap Fero
" pertanyaan aku tadi belom kalian jawab loh " ucap Nova
" gini loh gue sama Cika nggak sengaja ketemu, terus kita lama nggak ketemu lagi sekalinya ketemu waktu itu di mol terus cukanya sakit, yaudah gue terus ngajarin Cika buat jalan dari situ gue ngerasa nyaman sama dia " ucap Fero
__ADS_1
" owh gitu ceritanya " ucap Nova
" jadi yang kemaren kata anak anak Lo bawa cewek waktu di acara mantan Lo itu Cika " ucap Rendy
" iya lah siapa lagi coba " ucap Fero
" sejak kapan emang Lo pacaran " tanya Rendy
" hari ini bang " jawab Cika
" ah cik kenapa coba kamu itu suka sama di dokter sok ganteng, masih ganteng juga Abang kemana mana " ucap Rendy
" kagak usah membanggakan diri Lo " ucap Fero sinis
" heh kenyataan emang gue lebih ganteng dari Lo " ucapnya tak mau kalah
" hih bisa nggak sih kalian itu nggak berantem " ucap Nova jengah
suasana berubah menjadi dingin ketika mendengar suara ketukan pintu
tok tok tok
" permisi dok ini ada titipan dari ojek online " ucapnya dengan nada centil
" taruh di situ aja " ucap Fero dingin
" baik dok " ucapnya
" oke, sekarang silahkan kamu keluar dari ruangan saya , terima kasih sudah membawakan ini " ucap Fero dingin
" baik dokter " ucapnya sambil melirik Cika dengan tatapan tidak suka
ketika Vina keluar Rendy memukul kepala Fero dengan bantal
BUGG
" apaan sih " ucapnya
" Lo mau nyakitin adek gue, pake punya perawat kayak gitu " ucap Rendy
" heh gue aja nggak tau tiba tiba tuh anak udah ada di sini, dia disini juga karena temen kerjaan temen gue " ucap Fero
" gue kayak ngerasa tuh cewek suka sama Lo fer " ucap Nova
" emang dari awal aku udah ngerasa gitu, entah kak Fero ngerasain atau nggak " ucap Cika dengan nada sebal
" aku ngerasain kok makanya sikap aku berubah kan ketika sama dia, aku geli sama sikapnya dia beneran " ucap Fero
" heleh geli geli ntar suka awes Lo, gue habisin Lo kalau Lo sakit adek gue " ucap Rendy
" ah tenang aja gue nggak akan nyakitin dia kok, iya kan sayang " ucap Fero dengan mengedipkan sebelah matanya
" insyaallah semoga ya kak " ucap Cika
" kita makan yuk, laper nih " ucap Cika
" nah dari tadi gue sebenarnya udah kode Lo pada kagak ada yang peka sih " ucap Rendy
" apaan sih kamu sayang " ucap Nova
" owh iya kak Roy belum makan juga loh kak, kasian " ucap Cika
" tenang aku juga udah pesenin buat Roy kok " ucap Fero
" makasih ya " ucap Cika dengan senyum manisnya
mereka menghabiskan makanan yang di pesan Fero
di balik tembok terlihat Vina yang saat ini menahan amarahnya, dia sudah merasa muak dengan semua ini, padahal dia baru saja bekerja tapi rasanya dia seperti tidak ingin Fero di miliki orang lain hanya dirinya lah yang harus memiliki Fero.
dia mengeluarkan ponselnya dan menelfon seseorang dengan tersenyum licik.
" gue ada kerjaan buat Lo, ntar malem gue kasih tau apa kerjaan Lo "
di sebuah gudang kumuh dan terlihat tak terurus, di situ terlihat seorang wanita dan dua pria sedang terikat dalam kursi dan dijaga sekelompok pria berbaju hitam.
" lepasin br*ngs*k " teriak wanita itu
" apa salah gue kenapa kalian sekap gue " teriaknya lagi, terlihat wanita itu dengan pakaian yang berantakan dan rambutnya yang lusuh
" makanya jangan pernah kamu coba coba masuk ke kandang singa kalau tidak mau hal seperti ini terjadi " ucap pria berbaju hitam
tiba-tiba ponsel pria itu berbunyi
" dia masih disini bos "
" owh baiklah, kita tunggu anda datang saja "
" siap laksanakan "
******
" mampir ke klinik temen aku bentar yuk di depan " ajak Rendy
" iya terserah kamu aja sayang " ucap Nova
Rendy melajukan mobilnya ke arah klinik Fero yang tidak jauh dari lokasi nya saat ini.
hanya membutuhkan waktu 5 menit mereka akhirnya sampai, Nova seperti melihat mobil yang tidak asing baginya.
" sayang lihat deh itu mobil Cika kan " tanyanya kepada Rendy yang baru saja ingin melepas sabuk pengaman nya
" loh iya sayang, ngapain dia disini apa dia sakit " ucap Rendy
" aduh mending kita segera cek aja aku takut dia kenapa-kenapa " ucap Nova dengan terburu-buru keluar dari mobil Rendy
Nova berjalan cepat untuk mengecek apakah adiknya baik baik saja, tapi seketika dia melihat Roy berdiri tepat di depan mobil Cika
" Roy " teriak Nova yang membuat Roy berbalik
" non Nova " ucap Roy
" kamu kenapa disini, dimana Cika " tanya Nova
" non Cika ada di dalam " ucap Roy
belum selesai Roy berbicara Nova berlari masuk kedalam klinik, Roy tercengang melihat kekasih bosnya itu berlari ke kedalam klinik.
" Roy " ucap Rendy
" bos " ucapnya
" Nova kenapa, apa terjadi sesuatu dengan cika " tanya Rendy
" tidak bos, tadi saya belum selesai bicara tapi non Nova Langsung lari bos, saya juga bingung " ucap Roy
" hmmm yaudah kamu tunggu di sini " ucap Rendy yang ingin menyusul kekasihnya
" bos " ucap Roy
" apa yang sekarang kamu rencanakan " jawab Rendy
" saya sudah menahan satu dan mungkin sebentar lagi akan ada lagi " ucap Roy
" jangan kau apa apakan tunggu info dari saya selanjutnya " ucap Rendy yang langsung pergi meninggalkan Roy
Rendy menyusul Nova yang saat ini sedih saat melihat dokter tengah memeriksa pasien yang berlumuran darah di ruang UGD
" sayang " ucap Nova memeluk Rendy saat dia datang menghampiri
" kamu kenapa nangis sih " ucap Rendy yang bingung dengan kekasihnya saat ini
" Cika sayang, dia ada di dalam " ucapnya menunjuk ruang UGD
__ADS_1
" ngaco kamu ah " ucap Rendy
" iya kamu lihat itu, aku udah cari Cika dimana mana tapi dia nggak ada, dan kamu lihat Cika tadi pakai baju itu sayang lihat " ucap Nova histeris
" lihat aku, Cika nggak papa sayang makanya kalau orang belum selesai ngomong jangan asal ambil kesimpulan " ucap Rendy menyentil dahi Nova
" aw, terus dia dimana " ucapnya
" ya mana aku tau, kata Roy dia ada di dalam mungkin konsultasi dengan dokter di dalam " ucap Rendy
" mungkin saja ya sayang " ucap Nova
tiba-tiba Fero keluar dari ruang UGD dan melihat sahabatnya itu di depan ruang UGD
" Ren, ngapain Lo ada yang sakit " ucap Fero
" eh fer, enggak kok barusan habis ada salah paham dikit " ucap Rendy
" gue kira kenapa, soalnya cewek Lo kayak habis nangis gitu " ucap Fero
" kagak, gue kesini mau cari Lo " ucap Rendy
" owh ayo ayo ke ruangan gue, gue juga baru kelar ini ngurusin pasien " ajak Fero , seakan dia lupa kalau di ruangannya ada Cika
" masuk masuk " ucap Fero
" weh lama juga gue nggak pernah mampir ke sini " ucap Rendy
" emang Lo sombong banget, mampir aja kagak pernah " ucap Fero
Nova melihat lihat ruangan Fero, dia melihat sebuah tas wanita di meja kerjanya
tiba-tiba suara pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Cika dari dalam kamar mandi
Cika keluar dengan wajah shock karena melihat kakaknya sedang ada di ruangan kekasihnya, Cika langsung duduk di dekat Fero
" kakak, Abang " ucap Cika
" Cika, ngapain kamu disini " ucap Rendy
" hah nganterin makanan " ucap Nova kaget
" iya kan dia pacar aku, kalian saling kenal " tanya Fero
" dia kakak aku " ucap Cika
" hah seriusan kamu sayang " ucap Fero
" serius kak " ucap Cika
Fero kaget mendengar ucapan cika
" jadi si b*ngs*t ini calon kakak ipar aku dong " ucap Fero menunjuk Rendy, Cika hanya mengangguk dengan senyum
" heh sopan dikit dong Lo sama kakak ipar, hahahah " ucap Rendy
" jadi ini dokter yang kamu ceritain ke kakak itu dek " tanya Nova
" iya kak " jawab Cika
" pantesan kakak kayak nggak asing sama namanya, owh iya kalian ketemu dimana kok bisa kenal " ucap Nova
" wait wait wait Lo kagak sediain gue minum, gue tamu loh, apalagi gue calon kakak ipar Lo " ucap Rendy
" sialan Lo, tunggu bentar " ucap Fero
Fero memesankan makanan melalui aplikasi ojek online
" sabar sabar, gue udah pesenin " ucap Fero
" pertanyaan aku tadi belom kalian jawab loh " ucap Nova
" gini loh gue sama Cika nggak sengaja ketemu, terus kita lama nggak ketemu lagi sekalinya ketemu waktu itu di mol terus cukanya sakit, yaudah gue terus ngajarin Cika buat jalan dari situ gue ngerasa nyaman sama dia " ucap Fero
" owh gitu ceritanya " ucap Nova
" jadi yang kemaren kata anak anak Lo bawa cewek waktu di acara mantan Lo itu Cika " ucap Rendy
" iya lah siapa lagi coba " ucap Fero
" sejak kapan emang Lo pacaran " tanya Rendy
" hari ini bang " jawab Cika
" ah cik kenapa coba kamu itu suka sama di dokter sok ganteng, masih ganteng juga Abang kemana mana " ucap Rendy
" kagak usah membanggakan diri Lo " ucap Fero sinis
" heh kenyataan emang gue lebih ganteng dari Lo " ucapnya tak mau kalah
" hih bisa nggak sih kalian itu nggak berantem " ucap Nova jengah
suasana berubah menjadi dingin ketika mendengar suara ketukan pintu
tok tok tok
" permisi dok ini ada titipan dari ojek online " ucapnya dengan nada centil
" taruh di situ aja " ucap Fero dingin
" baik dok " ucapnya
" oke, sekarang silahkan kamu keluar dari ruangan saya , terima kasih sudah membawakan ini " ucap Fero dingin
" baik dokter " ucapnya sambil melirik Cika dengan tatapan tidak suka
ketika Vina keluar Rendy memukul kepala Fero dengan bantal
BUGG
" apaan sih " ucapnya
" Lo mau nyakitin adek gue, pake punya perawat kayak gitu " ucap Rendy
" heh gue aja nggak tau tiba tiba tuh anak udah ada di sini, dia disini juga karena temen kerjaan temen gue " ucap Fero
" gue kayak ngerasa tuh cewek suka sama Lo fer " ucap Nova
" emang dari awal aku udah ngerasa gitu, entah kak Fero ngerasain atau nggak " ucap Cika dengan nada sebal
" aku ngerasain kok makanya sikap aku berubah kan ketika sama dia, aku geli sama sikapnya dia beneran " ucap Fero
" heleh geli geli ntar suka awes Lo, gue habisin Lo kalau Lo sakit adek gue " ucap Rendy
" ah tenang aja gue nggak akan nyakitin dia kok, iya kan sayang " ucap Fero dengan mengedipkan sebelah matanya
" insyaallah semoga ya kak " ucap Cika
" kita makan yuk, laper nih " ucap Cika
" nah dari tadi gue sebenarnya udah kode Lo pada kagak ada yang peka sih " ucap Rendy
" apaan sih kamu sayang " ucap Nova
" owh iya kak Roy belum makan juga loh kak, kasian " ucap Cika
" tenang aku juga udah pesenin buat Roy kok " ucap Fero
" makasih ya " ucap Cika dengan senyum manisnya
mereka menghabiskan makanan yang di pesan Fero
di balik tembok terlihat Vina yang saat ini menahan amarahnya, dia sudah merasa muak dengan semua ini, padahal dia baru saja bekerja tapi rasanya dia seperti tidak ingin Fero di miliki orang lain hanya dirinya lah yang harus memiliki Fero.
__ADS_1
dia mengeluarkan ponselnya dan menelfon seseorang dengan tersenyum licik.
" gue ada kerjaan buat Lo, ntar malem gue kasih tau apa kerjaan Lo "