ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 50


__ADS_3

" suster " ucap Fero


" iya dok " jawabnya


" untuk beberapa hari kedepan saya ijin cuti dan pasien atas nama Bu Dewi sudah saya alihkan kepada dokter Neta " ucap Fero


" apakah kondisi pasien sudah lebih baik dok " tanyanya


" kondisinya sudah lebih baik makanya saya bisa alihkan kepada dokter Neta " ucap Fero


" baiklah kalau begitu dok " jawabnya


" owh iya dimana suster Vina " tanya Fero


" saya juga nggak tau dok, karena saya belum melihatnya dari tadi " ucapnya


" kalau begitu saya permisi, kalau ada yang mencari saya kamu bisa langsung alihkan ke dokter Neta saya juga sudah mengabari dia " ucap Fero


" iya dok " ucapnya


Fero langsung masuk kedalam ruangannya


" ahirnya bisa ketemu cika " ucap Fero sambil tersenyum membayangkan wajah kekasihnya


tiba-tiba ponselnya berdering dan bertuliskan nama bundanya


" hallo assalamualaikum bund "


" waalaikumsalam anak bunda kok nggak pernah ngabarin bunda ya sekarang "


" aduh maafin Fero ya bunda ku tersayang "


" hemm lupa ya sama bunda "


" mana mungkin aku lupain bunda "


" ya terus kenapa kok nggak ngabarin, kalau bunda nggak telfon pasti kamu juga nggak akan telfon iya kan "


" heheheh, ya gimana bund Fero banyak banget pasien ini aja Fero baru ambil cuti beberapa hari "


" cuti, emang kamu mau kemana "


" mau ke Surabaya bund "


" ngapain tumben banget, kamu mau liburan sayang "


" enggak bund "


" terus "


" aku mau nemuin pacar aku yang saat ini di rawat di sana "


" pacar, kamu punya pacar "


" eum iya bund "😬


" kamu punya pacar tapi nggak kasih tau bunda, benar kan kamu udah lupain bunda buktinya pacar kamu aja nggak kamu kenalin ke bunda "


" ya bukan gitu bund, gimana caranya aku ngenalin ke bunda baru sehari pacaran udah LDR aku terus di tambah dia saat ini belum sadarkan diri setelah kecelakaan yang menimpa dia dan keluarganya jadi Fero juga belum bisa ngenalin dia ke bunda "


" astagfirullah kamu yang sabar ya nak, apa perlu bunda sama papi kamu ikut njenguk ke Surabaya biar sekalian kenalan sama pacar kamu "


" apa nggak ngerepotin bund, apalagi papi sekarang kan sibuk juga "


" kalau bunda yang ngomong pasti papi mau kok sayang, apalagi ini buat anaknya "


" makasih banget bund, bunda selalu ngertiin aku "


" ya kan kamu anak bunda, owh iya kapan kamu berangkat ke Surabaya "

__ADS_1


" hari ini aku mau berangkat bund, beberapa jam lagi pesawat aku juga akan terbang "


" yaudah kalau gitu kamu hati hati ya sayang "


" iya bund, aku matiin dulu ya bund aku mau siap siap "


setelah mematikan ponselnya Fero langsung keluar dari ruangannya dan bergegas pergi ke apartemennya


" suster jangan lupa untuk memantau kondisi Bu Dewi " ucap Fero


" baik dok " katanya


Fero langsung saja pergi ke apartemennya, dia mengendarai mobil nya dengan santai


saat ada lampu merah tanpa sadar matanya melihat toko boneka di pinggir jalan, dia langsung ingat kepada cika dan berinisiatif membeli kan Cika boneka


Fero langsung memberhentikan mobilnya di depan toko, dirinya langsung masuk untuk mencari boneka untuk Cika


setelah muter-muter mencari boneka nya ahirnya dia menemukan boneka yang lucu yang bagus untuk di berikan kepada Cika



" lucu banget, pasti cika suka" ucap Fero


Fero langsung membawanya ke kasir untuk segera di bayar


" ini pak silahkan " ucap kasir sambil memberikan barang nya


Fero segera membayar dan membawanya keluar


dia langsung masuk ke dalam mobilnya dan meneruskan perjalanan nya


******


" apa rencana Lo " tanya Vina


" untuk saat ini Lo nggak perlu tau, yang perlu Lo lakuin adalah dekati dokter itu aja " katanya


" ya Lo harus usaha dong sampai tuh dokter bisa Lo gapai " ucapnya


" ya ya ya " ucap Vina


lalu Vina melihat ponselnya dan melihat jam yang saat ini sudah telat untuk dirinya pergi bekerja


" sial gue telat, ini semua gara gara Lo " ucap Vina menyalahkan pria itu


pria itu hanya tersenyum smirk


" cepet anterin gue, gue bakal fikirin alasan setelah ini " ucap Vina


" oke " jawabnya


" eh eh eh, motor gue " tanya Vina


" gue tinggal lah buat apa motor butut di bawa bawa " ucapnya


" sialan Lo, itu motor buat gue nyamar malah Lo buang gila Lo ya " kata vina


" gue ganti besok " jawabnya singkat


" emang gila Lo ya " ucap Vina


selama perjalanan Vina tetap diam tanpa kata, dia bukannya memikirkan motornya tapi dia memikirkan alasan apa yang tepat untuk dia katakan pada Fero


tidak berselang lama Vina sampai di tempat kerjanya


dia berlari tergesa-gesa dan langsung menuju ruangannya untuk absen


" Vin kok kamu telat sih " ucap temannya

__ADS_1


" iya tadi ada sesuatu yang urgen banget " kata Vina bohong


" aduh bisa bisanya ya kamu, yaudah sana kamu kembali kerja " ucapnya


" oke " jawab Vina


Vina pergi ke tempanya, dia mulai melakukan pekerjaannya


tidak berselang lama ada seorang pasien dari dokter Fero


" permisi suster dokter feronya ada, saya mau cek up " ucap orang itu


" dokter Fero ya, oke tunggu saya akan temui beliau dulu " ucap Vina


" kak tolong urus ini dulu ya aku mau bantu ibu ini " ucap Vina kepada temannya


Vina berjalan ke ruangan dokter Fero dan mengetuk pintunya, tapi Fero tidak membukakan pintu sama sekali


tiba-tiba seorang suster memanggil Vina


" ada apa kamu ke ruangan dokter Fero " tanyanya


" ada pasiennya dokter Fero " jawab Vina


" dokter Fero ambil cuti dan pasiennya di alihkan kepada dokter Neta " katanya


" hah cuti, sejak kapan " tanya Vina kaget


" sejak tadi, katanya beberapa hari kedepan sih " ucapnya


" sial kenapa gue bisa nggak tau " batinnya


" yaudah mana pasiennya biar aku antar ke dokter Neta " ucapnya


" tuh ada di depan meja gue " jawab Vina sedikit ketus


suster itu langsung pergi menemui pasien itu dan langsung membawanya ke ruangan dokter Neta. sedangkan vina berjalan ke tempat kerjanya dengan wajah yang di tekuk


" kemana dia, apa dia pergi menemui Cika, apa dia tau kalau Cika udah sadar, sial wanita itu selalu saja jadi pengganggu di hidup aku, kalau dia masih hidup aku akan terus kalah dari dia, aku harus segera habisi dia " batin Vina sambil mengepalkan tangannya


******


" Rosa terimakasih kamu sudah nemenin Cika ya " kata Mirna


" ah Tante ini biasa aja lah Tan, kna dia sahabat aku " ucap Rosa


" Lo mah bukannya nemenin gue malah ngeledek in gue Ros, mana nanas manasin gue lagi " ucap Cika


Mirna hanya tersenyum melihat tingkah mereka


" owh iya kamu masih tetep nginep kan sayang di rumah Tante " tanya mirna


" eum kayaknya malam ini aja Tan, soalnya besok aku harus kembali aku ada kuliah sore dan dia juga harus kerja " jawab Rosa


" yaudah kalau begitu nak " ucapnya


tiba-tiba suara ponsel Jo berdering, dia pamit untuk mengangkat telfonnya


" ***hallo "


" apa kalian nggak salah "


" urus dia*** "


Jo terlihat dengan senyum smirk nya saat mematikan ponselnya


" sayang siapa " tanya Rosa yang membuat Jihan kaget


" bukan siapa siapa kok, masuk yuk " ajaknya

__ADS_1


mereka langsung kembali ke dalam ruangan Cika


__ADS_2