ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 59


__ADS_3

suara burung mulai bersautan, sinar matahari pagi yang kini mulai menembus jendela ruangan disambut senyuman oleh cika


" morning sayang " ucap mamanya sambil mencium kening cika


" morning ma " jawab cika


" seneng banget " ucapnya


" jelas ma ahirnya aku boleh pulang " kata cika


" eum seneng nya anak mama " ucapnya


cika tersenyum lebar kepada mamanya tiba-tiba dokter masuk dengan wajah ceria seperti biasa sedangkan mamanya langsung pergi ke kamar mandi


" wah semangat sekali hari ini " ucap dokter yang langsung mengecek kondisi cika


pp


" pasti dong dok " ucap cika


" owh iya kak fero mana " tanya dokter


" loh kok dokter kenal pacar saya " tanya cika


" loh kak fero belum cerita ternyata " ucapnya


" cerita soal apa " tanya cika


" saya ini juniornya kak fero saat masih kuliah " jawabnya


" owh iya, wah kebetulan sekali " kata cika


" ya mungkin ini kali ya yang dinamakan takdir " ucapnya


tok tok tok


" morning sayang " ucap fero yang berjalan langsung mendekati ranjang cika


" hem hem " dehem dokter


" wah maaf ya, owh iya gimana keadaan calon saya " tanya fero


" sangat baik, saya heran dia satu satunya pasien saya yang masa pemulihan nya paling cepat " ucapnya


" ya iya lah kan ada aku, iya kan sayang " ucap fero sambil memainkan alisnya


" ih apaan sih kamu " ucap cika yang sedang menahan malu


" astaga jadi nyamuk nggak enak juga ternyata " ucapnya


" maaf ya dok " ucap cika


" owh iya cika hari ini kamu sudah boleh pulang " ucapnya


" alhmdulilah ahirnya aku pulang juga, bosen lama lama disini " ucap cika


" owh iya jangan lupa jaga kesehatan dan jangan terlalu banyak pikiran karena bisa mempengaruhi cedera yang ada di kepala kamu "ucapnya


" baik dok " ucap cika


" wah kita bakal nggak ketemu lagi dong " ucap fero


" iya kak padahal baru aja kita ketemu " ucap dokter


" ya makannya kamu main main ke Jakarta " ucap fero


" pasti kak " ucapnya


" loh fero udah dateng, eh ada dokter juga " ucap mama cika


" eh tante " ucap fero sambil menyalami tangan mirna


" dari tadi " tanya mirna


" baru aja dateng tan " jawab fero


" owh gitu, eh iya dok gimana keadaan cika apa dia udah bisa pulang hari ini " tanya mirna


" alhmdulilah hari ini cika sudah boleh pulang tapi jangn lupa untuk selalu dijaga kesehatannya " ucapnya


" tuh dengerin cik " ucap mamanya


" iya iya mam " ucap cika

__ADS_1


" kalau begitu saya permisi dulu ya masih banyak yang harus saya periksa " ucapnya


" eh dok saya mau undang dokter untuk makan malam bersama nanti malam, ya itung itung sebagai ucapan Terimakasih kita " ucap mirna


" ah sebenarnya nggak perlu repot repot bu " jawabannya


" enggak repot kok dok, apalagi dokter kan juga teman kak fero mau ya dok untuk makan malam di rumah saya " ucap cika


" loh kalian berteman? " tanya mirna


" iya bu kak fero senior saya dulu " jawabnya


" nah kalau gitu jangan nolak ajakan saya untuk makan malam di rumah ya dok " ucap mirna


" eum iya sudah nanti saya usahakan datang, kalau boleh tau alamat nya dimana " tanyanya


" owh iya sayang sampai lupa, ini alamatnya dok " ucap mirna sambil memberikan secarik kertas kepada dokter


" terimakasih, yaudah kalau begitu saya permisi " ucapnya


" iya dok, kita tunggu kehadiran nya " ucap cika


ketika dokter keluar selang beberapa menit beberapa perawat datang untuk membantu melepas infus di tangan cika


" ahirnya pulang juga " ucap cika


" inget pesen dokter nak " ucap mamanya


" iya ma., owh iya papa mana " tanya cika


" tadi bilangnya masih cari kopi paling sebentar lagi juga dateng " ucapnya


kreaatttt


" tuhkan baru aja di bicarain pa " ucapnya


" makanya kok telinga papa panas, hahaha " ucap beni


" ada ada aja sih " ucap mirna sambil tersenyum melihattingkah suaminya


" yaudah siap siap gih, katanya pulang roy udba nunggu di depan " ucap beni


" kak roy bukannya sama abang " tanya cika


" astaga abang " ucap cika


" Rendy mah emang gitu sayang dia kalau menyangkut orang terdekatnya " ucap fero


" iya abang itu emang baik banget " ucap cika


" yaudah mending kamu sekarang mama anter buat ganti baju " ucapnya dan di angguki cika


mirna mengantarkan anaknya kekamar mandi untuk ganti baju, sedangkan fero dan beni sedang berbincang di luar


*******



" ahirnya kelar juga ya om " ucap Nova


" iya nov, gak sia sia halaman belakang luas gini pintar kamu " ucap roni


" siapa dulu dong Nova " ucap nova


" eh tante om udah bangun " tanya Nova sopan kepada orang tua fero


" udah nak " jawabannya


" tante nyaman nggak di sini, ya maaf kalau beda seperti rumah tante, hehehe " ucap Nova


" aduh ini sangat nyaman banget, tante suka apalagi disini terlihat damai banget " ucapnya


" ya namanya juga masih di daerah perkampungan tante " ucap Nova


" eh iya kamu lagi buat apa? " tanyanya


" eum kau lagi buat penyambutan buat cika tante " ucap nova


" ya ampun kamu sangat sayang banget ya sama adik kamu " ucapnya


" sayang banget tante, karena dari kecil kita selalu bersama " ucap Nova


" eum dekorasi nya bagus nak, apa kamu semua yang atur " tanya Richard

__ADS_1


" iya om ini aku semua yang atur " ucap Nova


" berbakat sekali kamu jadi WO nak " ucapnya


" hehehhe ya gimana ya tan aku suka sih " ucap Nova


" tapi om seperti tidak asing sama kamu loh " ucap Richard


" nggak asing gimana om " tanya Nova bingung


" seperti melihat kamu di majalah " ucap Richard


" dia mah model pak " ucap roni


" oh iya nak " tanyanya heran


" iya om tante, saya model udah lama banget " jawab nova


" aduh emang anak anak beni ini semua berbakat ya bund " ucap Richard


" iya pi " jawaban istrinya


" ah om tante bisa aja, owh iya apa kalian mau sarapan itu di meja makan udah di siapin sama bibi " ucap Nova


" enggak lebih enak makan bareng bareng kan " ucap Richard


" owh gitu ya tan, kalau gitu tante duduk dulu aja aku mau kedalam dulu " ucap Nova


nova masuk untuk mengambil ponselnya untuk menghubungi papanya


" hallo assalamu'alaikum pa "


" waalaikum salam, gimana apa udah selesai semuanya "


" udah selesai pa, papa dimana sekarang "


" papa lagi urus administrasi bentar lagi juga pulang "


" yaudah aku tunggu ya "


" iya sayang "


" yaudah assalamu'alaikum "


" waalaikum salam "


Nova kembali mengecek apakah kejutannya sudah 100 persen beres


Tiba-tiba ponselnya berdering lagi


" ***hallo "


" sibuk banget "


" iya nih lagi urus buat kejutan cika "


" tadi aku udah suruh roy untuk balik duluan "


" jadi roy udah disini, terus kamu kapan "


" aku masih belum tau sayang, kalau urusan disini udah selesai aku pasti akan segera kembali "


" eum yaudah deh segera selesaikan ya sayang "


" pasti dong my future wife "


" eum dasar "


" yaudah aku lanjutin kerjaan aku dulu "


" iya segera kembali aku kangen "


" jangan kangen yang berat "


" alah alah jangan sok sok an jadi dilan deh, beda kamu mah "


" biar agak romantis gitu yang "


" jadi diri sendiri aja, kamu loh udah romantis "


" yaudah iya tuan putri, aku kerja lagi ya muach*** "


Nova mematikan ponselnya sambil tersenyum malu

__ADS_1


__ADS_2