
suara burung mulai bersautan, sinar matahari pagi yang kini mulai menembus jendela ruangan disambut senyuman oleh cika
" morning sayang " ucap mamanya sambil mencium kening cika
" morning ma " jawab cika
" seneng banget " ucapnya
" jelas ma ahirnya aku boleh pulang " kata cika
" eum seneng nya anak mama " ucapnya
cika tersenyum lebar kepada mamanya tiba-tiba dokter masuk dengan wajah ceria seperti biasa sedangkan mamanya langsung pergi ke kamar mandi
" wah semangat sekali hari ini " ucap dokter yang langsung mengecek kondisi cika
pp
" pasti dong dok " ucap cika
" owh iya kak fero mana " tanya dokter
" loh kok dokter kenal pacar saya " tanya cika
" loh kak fero belum cerita ternyata " ucapnya
" cerita soal apa " tanya cika
" saya ini juniornya kak fero saat masih kuliah " jawabnya
" owh iya, wah kebetulan sekali " kata cika
" ya mungkin ini kali ya yang dinamakan takdir " ucapnya
tok tok tok
" morning sayang " ucap fero yang berjalan langsung mendekati ranjang cika
" hem hem " dehem dokter
" wah maaf ya, owh iya gimana keadaan calon saya " tanya fero
" sangat baik, saya heran dia satu satunya pasien saya yang masa pemulihan nya paling cepat " ucapnya
" ya iya lah kan ada aku, iya kan sayang " ucap fero sambil memainkan alisnya
" ih apaan sih kamu " ucap cika yang sedang menahan malu
" astaga jadi nyamuk nggak enak juga ternyata " ucapnya
" maaf ya dok " ucap cika
" owh iya cika hari ini kamu sudah boleh pulang " ucapnya
" alhmdulilah ahirnya aku pulang juga, bosen lama lama disini " ucap cika
" owh iya jangan lupa jaga kesehatan dan jangan terlalu banyak pikiran karena bisa mempengaruhi cedera yang ada di kepala kamu "ucapnya
" baik dok " ucap cika
" wah kita bakal nggak ketemu lagi dong " ucap fero
" iya kak padahal baru aja kita ketemu " ucap dokter
" ya makannya kamu main main ke Jakarta " ucap fero
" pasti kak " ucapnya
" loh fero udah dateng, eh ada dokter juga " ucap mama cika
" eh tante " ucap fero sambil menyalami tangan mirna
" dari tadi " tanya mirna
" baru aja dateng tan " jawab fero
" owh gitu, eh iya dok gimana keadaan cika apa dia udah bisa pulang hari ini " tanya mirna
" alhmdulilah hari ini cika sudah boleh pulang tapi jangn lupa untuk selalu dijaga kesehatannya " ucapnya
" tuh dengerin cik " ucap mamanya
" iya iya mam " ucap cika
__ADS_1
" kalau begitu saya permisi dulu ya masih banyak yang harus saya periksa " ucapnya
" eh dok saya mau undang dokter untuk makan malam bersama nanti malam, ya itung itung sebagai ucapan Terimakasih kita " ucap mirna
" ah sebenarnya nggak perlu repot repot bu " jawabannya
" enggak repot kok dok, apalagi dokter kan juga teman kak fero mau ya dok untuk makan malam di rumah saya " ucap cika
" loh kalian berteman? " tanya mirna
" iya bu kak fero senior saya dulu " jawabnya
" nah kalau gitu jangan nolak ajakan saya untuk makan malam di rumah ya dok " ucap mirna
" eum iya sudah nanti saya usahakan datang, kalau boleh tau alamat nya dimana " tanyanya
" owh iya sayang sampai lupa, ini alamatnya dok " ucap mirna sambil memberikan secarik kertas kepada dokter
" terimakasih, yaudah kalau begitu saya permisi " ucapnya
" iya dok, kita tunggu kehadiran nya " ucap cika
ketika dokter keluar selang beberapa menit beberapa perawat datang untuk membantu melepas infus di tangan cika
" ahirnya pulang juga " ucap cika
" inget pesen dokter nak " ucap mamanya
" iya ma., owh iya papa mana " tanya cika
" tadi bilangnya masih cari kopi paling sebentar lagi juga dateng " ucapnya
kreaatttt
" tuhkan baru aja di bicarain pa " ucapnya
" makanya kok telinga papa panas, hahaha " ucap beni
" ada ada aja sih " ucap mirna sambil tersenyum melihattingkah suaminya
" yaudah siap siap gih, katanya pulang roy udba nunggu di depan " ucap beni
" kak roy bukannya sama abang " tanya cika
" astaga abang " ucap cika
" Rendy mah emang gitu sayang dia kalau menyangkut orang terdekatnya " ucap fero
" iya abang itu emang baik banget " ucap cika
" yaudah mending kamu sekarang mama anter buat ganti baju " ucapnya dan di angguki cika
mirna mengantarkan anaknya kekamar mandi untuk ganti baju, sedangkan fero dan beni sedang berbincang di luar
*******
" ahirnya kelar juga ya om " ucap Nova
" iya nov, gak sia sia halaman belakang luas gini pintar kamu " ucap roni
" siapa dulu dong Nova " ucap nova
" eh tante om udah bangun " tanya Nova sopan kepada orang tua fero
" udah nak " jawabannya
" tante nyaman nggak di sini, ya maaf kalau beda seperti rumah tante, hehehe " ucap Nova
" aduh ini sangat nyaman banget, tante suka apalagi disini terlihat damai banget " ucapnya
" ya namanya juga masih di daerah perkampungan tante " ucap Nova
" eh iya kamu lagi buat apa? " tanyanya
" eum kau lagi buat penyambutan buat cika tante " ucap nova
" ya ampun kamu sangat sayang banget ya sama adik kamu " ucapnya
" sayang banget tante, karena dari kecil kita selalu bersama " ucap Nova
" eum dekorasi nya bagus nak, apa kamu semua yang atur " tanya Richard
__ADS_1
" iya om ini aku semua yang atur " ucap Nova
" berbakat sekali kamu jadi WO nak " ucapnya
" hehehhe ya gimana ya tan aku suka sih " ucap Nova
" tapi om seperti tidak asing sama kamu loh " ucap Richard
" nggak asing gimana om " tanya Nova bingung
" seperti melihat kamu di majalah " ucap Richard
" dia mah model pak " ucap roni
" oh iya nak " tanyanya heran
" iya om tante, saya model udah lama banget " jawab nova
" aduh emang anak anak beni ini semua berbakat ya bund " ucap Richard
" iya pi " jawaban istrinya
" ah om tante bisa aja, owh iya apa kalian mau sarapan itu di meja makan udah di siapin sama bibi " ucap Nova
" enggak lebih enak makan bareng bareng kan " ucap Richard
" owh gitu ya tan, kalau gitu tante duduk dulu aja aku mau kedalam dulu " ucap Nova
nova masuk untuk mengambil ponselnya untuk menghubungi papanya
" hallo assalamu'alaikum pa "
" waalaikum salam, gimana apa udah selesai semuanya "
" udah selesai pa, papa dimana sekarang "
" papa lagi urus administrasi bentar lagi juga pulang "
" yaudah aku tunggu ya "
" iya sayang "
" yaudah assalamu'alaikum "
" waalaikum salam "
Nova kembali mengecek apakah kejutannya sudah 100 persen beres
Tiba-tiba ponselnya berdering lagi
" ***hallo "
" sibuk banget "
" iya nih lagi urus buat kejutan cika "
" tadi aku udah suruh roy untuk balik duluan "
" jadi roy udah disini, terus kamu kapan "
" aku masih belum tau sayang, kalau urusan disini udah selesai aku pasti akan segera kembali "
" eum yaudah deh segera selesaikan ya sayang "
" pasti dong my future wife "
" eum dasar "
" yaudah aku lanjutin kerjaan aku dulu "
" iya segera kembali aku kangen "
" jangan kangen yang berat "
" alah alah jangan sok sok an jadi dilan deh, beda kamu mah "
" biar agak romantis gitu yang "
" jadi diri sendiri aja, kamu loh udah romantis "
" yaudah iya tuan putri, aku kerja lagi ya muach*** "
Nova mematikan ponselnya sambil tersenyum malu
__ADS_1