ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 13


__ADS_3

suasana hening yang saat ini mulai dirasakan Johan sedari tadi ketika mobilnya sudah berada di depan rumah Rosa. dengan lembut Jo menggenggam tangan Rosa dan mencoba mengajak Rosa berbicara


" aku yakin orang tua kamu sudah menunggu di dalam " ucap Jo lembut


" tapi Jo aku nggak yakin " ucap Rosa


" harus yakin sayang " ucap Jo


dengan berat hati Rosa memasuki rumah nya dengan menggenggam erat tangan Jo


" assalamualaikum " ucap Rosa dan Jo


" waalaikumsalam " ucap mama papanya


" Rosa sayang kamu kemana saja nak " ucap mamanya berlari sambil memeluk erat tubuh Rosa tapi Rosa hanya diam tak membalas nya


emosi Lukman memuncak saat melihat Rosa datang dengan laki laki yang berpenampilan berandal


BUGG


" kurang ajar beraninya kamu membawa kabur anak saya " ucap Lukman


Jo tersungkur ke lantai karena mendapat serangan mendadak dari papa Rosa


" saya tidak melakukannya om " ucap Jo


" jangan bohong kamu, terus maksud kamu apa datang berdua dengan anak saya " ucap Lukman sambil ingin memukul wajah Jo tapi di tahan oleh tangan Rosa


" jangan pernah salahin Johan " ucap Rosa


" kenapa kamu belain laki laki berandal ini Ros " tanya Lukman


" dia pacar aku " ucap Rosa


" apa maksudmu, papa nggak setuju " ucap Lukman


" kenapa " tanya Rosa santai


Jo dan mamanya sedari tadi cuma bisa melihat pertengkaran anak dan ayah itu tanpa mau ikut campur, hanya sesekali Johan mengelus punggung Rosa agar dia tenang.


" laki laki seperti ini yang kamu pilih, kamu lihat apa dari dia " ucap Lukman


" dia baik " jawab Rosa


" mana mungkin " elak Lukman


" pa, papa nggak bisa menyimpulkan orang itu baik atau jahat hanya lewat covernya doang pa, belum tentu dia yang berpenampilan bagus itu selalu baik dan orang yang berpenampilan buruk itu selalu jahat " ucap Rosa


" kamu melawan papa kamu sendiri demi pria itu " ucap Lukman emosi


" pa sadar dimana kalian saat malam itu? malam dimana kalian mengucapkan kata perpisahan, kalau saja Johan tidak membantu aku mungkin saat ini aku hancur dan pasti kalian juga tidak akan mungkin bertemu aku lagi " ucap Rosa dengan mata yang berkaca-kaca, untung saja Johan sigap untuk menenangkan Rosa


" kalian hanya memikirkan perasaan kalian, kalian nggak pernah memikirkan aku " ucap Rosa dan langsung berlari menuju kamarnya dan meninggalkan semua orang yang ada di ruang tengah


Johan yang mengerti keadaan itu langsung buru buru pamit dari rumah Rosa.


" ah sial sakit banget, untung aja calon mertua kalo nggak pasti gue habisin tuh " ucap Johan sambil memegang wajahnya yang lebam

__ADS_1


****


" bisa jalan? " tanya Fero sambil membuka pintu mobil untuk cika


" lumayan sakit sih kak " ucap Cika


" yaudah sini " ucap Fero membopong tubuh Cika dan membantu untuk berjalan


" eh kak, maaf aku ngerepotin terus loh " ucap Cika


" santai aja " ucap Fero


mereka berdua masuk ke dalam salah satu restoran yang cukup terkenal di kota.


mereka masuk dan memesan makanan yang spesial di resto itu


" owh iya lama ya kita nggak ketemu setelah kejadian di danau itu " ucap Fero


" iya juga ya kak, hehehe " ucap Cika


" owh iya ini sapu tangan kakak kan " ucap Cika sambil mengeluarkan sapu tangan Fero yang di bawanya


" iya sih, tapi buat kamu aja deh barangkali kamu butuh lagi, haha " ucap Fero


" beneran nih, yaudah aku simpen ya kak " ucap Cika


" iya " jawab Fero


tidak berselang lama pelayan restoran datang dengan membawa makanan yang di pesannya


" enak nggak? " tanya Fero


" iya dong, ini kan tempat favorit aku " ucap Fero


" ih pantesan " ucap Cika


" heheh, owh iya cik kamu jalan berdua gini sama aku ada yang marah nggak " tanya Fero


" eumm enggak kok kak, kenapa kak " ucap Cika


" nggak papa sih, takut aja nanti pas kita enak enak makan tiba-tiba ada yang Dateng terus marah marah lagi, hahahaha " ucap Fero


" hahah tenang aja kak " ucap Cika


mereka berdua menghabiskan makanannya dengan sesekali bersenda gurau.


ahirnya Fero meminta nomor telepon Cika dan mengantarkan Cika pulang.


20 menit sudah mereka habiskan di perjalanan untuk sampai di rumah cika.


tok tok tok


kreat


" loh non Cika, non kenapa? " tanya pembantu Cika


" tadi kekilir bi " jawab Cika

__ADS_1


" aduh biar bibi bantu jalan non, terus si Roy mana non " ucap bibi


" nggak perlu bi udah ada kak Fero kok, eum kak Roy lagi ada perlu jadi dia pulang dulu, owh iya ni minta tolong bibi bawain belanjaan aku di mobil kak Fero " ucap Cika


bibi hanya mengangguk dan mengambil belanjaan Cika. Fero dan Cika masuk ke rumah dan duduk di ruang tamu.


" bi kok sepi? " tanya Cika ketika bibi melewatinya


" owh tadi non nova sama pacarnya lagi ngurusin acara yang mau di gelar besok non, terus tuan tadi ada meeting, kalau ibu ada di dalam non " jawab bibi


" yaudah nanti bibi kesini tolong bawain minuman sama makanan ya, dan satu lagi bawain tongkat ya yang ada di gudang, aku susah jalan soalnya " ucap Cika


" baik non " jawab si bibi dan langsung meninggalkan Cika dan Fero


bibi menyiapkan makanan dan minuman untuk Fero serta mengambil tongkat di gudang. karena si bibi membawa tongkat Mirna menanyakan untuk siapa tongkat itu.


" kamu ngapain bawa tongkat bi? " tanya Mirna


" owh ini nyonya, non Cika tadi kekilir katanya kakinya jadi saya di suruh ambil tongkat " jawab bibi


" apa, dimana dia sekarang " ucap Mirna


" ada di ruang tamu nyonya " jawab bibi


tanpa basa basi Mirna langsung berlari ke ruang tamu karena mendengar kalau kaki anaknya terkilir.


dia melihat pria asing sedang duduk dengan anak nya.


" Cika " panggil mamanya


Fero terbangun dan langsung menyalami Mirna


" ini siapa nak? " tanya Mirna dan menunjuk ke Fero


" ini temen aku ma " jawab Cika


" saya Fero Tante " ucap Fero


" owh gitu " jawab Mirna


" sayang katanya kaki kamu kekilir, kok bisa sih " tanya Mirna


" iya ma tadi pas ambil barang kaki aku nggak sengaja ke kilir, untung aja ada kak Fero ma yang bantu aku " jawab Cika


" di mana Roy, bukannya tadi kamu pergi sama Roy " tanya Mirna


" kak tadi ada urusan ma, katanya ibunya sakit terus aku suruh dia pulang buat bawa ibunya ke rumah sakit " jawab Cika


" ya ampun kasian Roy, owh iya nak Fero makasih ya udah bantuin Cika " ucap Mirna


" sama sama Tante " jawab Fero


" owh iya Tante kayak nggak asih Lo sama kamu nak, seperti kita pernah ketemu dimana ya " ucap Mirna


" mungkin mirip kali Tante " ucap Fero


" mungkin kali ya, yaudah kalian ngobrol aja duku Tante tinggal masuk ya, sayang mama masuk dulu " ucap Mirna

__ADS_1


" iya Tante " ucap Fero


mereka mengobrol sampai tidak sadar kalau hari sudah agak sedikit sore. tiba-tiba ponsel Fero berdering dan tertera nama suster yabg bekerja di kliniknya. karena sangat penting Fero ahirnya pamit dari rumah Cika untuk menemui pasien.


__ADS_2