ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 40


__ADS_3

" kenapa dia nggak angkat telfon sih " ucap Fero cemas


tok tok tok


" permisi dok nyonya maria sudah menunggu di depan " ucap Vina


" suruh dia masuk " ucap Fero


Vina menyuruh pasien untuk masuk ke ruangan Fero


" selamat siang nyonya Maria " ucap Fero sopan


" siang dokter " jawabnya


" gimana keadaan anda nyonya " tanya Fero


" sudah lebih baik dokter, terimakasih sudah sabar mengobati saya " ucapnya


" itu sudah kewajiban saya nyonya " ucap Fero dengan senyum tulusnya


" sebenarnya saya kesini bukan untuk cek up dok " ucapnya


Fero mengerenyitkan dahinya


" kalau bukan cek up nyonya ada perlu apa " tanya Fero


" saya mau ngasih ini buat dokter sebagai tanda terimakasih saya " ucapnya sambil memberikan paper bag


" apa ini nyonya " tanya Fero


" ah nanti dokter juga tau, yaudah kalau begitu saya permisi ya dokter, terimakasih atas waktunya " pamitnya


" iya nyonya terimakasih kembali " ucap Fero


setelah wanita itu pergi Fero membuka paper bag yang di beri wanita itu, ternyata sebuah syal rajut yang begitu indah


Fero baru menyadari kalau setengah jam lagi dia harus segera berangkat ke Surabaya untuk menemui Cika


" ini kenapa semua nggak ada yang jawab telfon sih " ucap Fero kesal


" lebih baik gue siap siap aja deh keburu telat " ucapnya pada diri sendiri


Fero keluar dan melihat Vina sedang menelepon seseorang dengan senyum di wajahnya, tapi ya seperti biasa Fero tidak merespon sedikitpun, hanya berpamitan kalau dirinya harus keluar kota untuk sementara waktu


*****


" argh " ucap Nova merintih kesakitan


" sayang kamu sudah sadar " ucap Rendy


" Roy panggil dokter cepat Roy " ucapnya pada Roy


" baik bos " jawab Roy


Roy keluar untuk memanggil dokter, sedangkan Rendy tetap menggenggam tangan Nova


tidak berselang lama dokter pun datang ke ruangan Nova dan Mirna


" silahkan dok " ucap Rendy


dokter memeriksa keadaan Nova


" alhmdulillah pasien sudah siuman " ucapnya


" alhmdulillah, terus bagaimana dengan mama mertua saya dok, kenapa mama belum sadar juga " tanya Rendy


" kemungkinan sebentar lagi sadar, anda bisa menunggunya " jawabnya

__ADS_1


" baiklah kalau begitu saya permisi dahulu ya pak " pamit dokter itu


" baik dok " jawab Rendy


" syukurlah kamu sudah siuman sayang " ucap Rendy sambil mengelus rambut Nova


Nova melirik ke sisi kirinya terlihat mamanya masih terbaring lemas di atas kasur, dia mencoba mencari dimana adiknya tetapi tidak ada


" Cika " ucap Nova terbata


Rendy hanya diam dan menahan air matanya agar tak menetes


" non Cika ada di ruangan sebelah nona " jawab Roy sengaja berbohong


" apa benar yang di katakan Roy sayang " tanya Nova


" iya sayang, Cika ada di ruang sebelah " jawabnya


" kalau begitu aku mau ketemu Cika " ucap Nova


" sayang saat ini kamu masih sakit, besok besok aja kalau kamu sudah sembuh aku ajak, saat ini kamu masih lemas " ucap Rendy menahan Nova


" kamu istirahat lagi ya " ucap Rendy


" yaudah kalau gitu " jawab Nova


Nova memejamkan kembali matanya untuk mengistirahatkan tubuhnya


Rendy berjalan menuju sofa dan duduk sambil menyenderkan punggungnya dan menutup matanya dengan tangannya sendiri


" Roy gue minta tolong beliin makanan buat papa, gue tau papa pasti belum makan " ucap Rendy menyuruh roy


" baik bos " ucap Roy dan langsung pergi untuk mencari makanan


*****


" sial nih anak dari tadi nggak di jawab jawab telfon gue " ucapnya kesal


" apa gue telfon Roy aja ya " ucapnya lagi, Fero mencoba mencari nomor telepon Roy yang pernah di berikan cika


" hallo assalamualaikum "


" iya waalaikumsalam, siapa ya "


" Roy ini saya fero "


" owh dokter, iya dok kenapa " ucap Roy sedikit menenangkan


" Rendy mana kenapa dari tadi saya telfon dia nggak jawab "


" bos lagi ada urusan dok "


" ini saya sudah ada di bandara "


" owh kalau begitu biar anak buah saya yang Jemput dokter, dokter tunggu saja dulu di situ "


" yaudah saya tunggu jangan lama-lama "


" baik dok "


Fero mematikan ponselnya


karena perutnya dari tadi tidak terisi makanan Fero memutuskan pergi ke salah satu food court di sana


kurang lebih 25 menit dia menunggu dan akhirnya mobil jemputan nya sudah datang


" maaf tuan sudah menunggu " ucap supir

__ADS_1


" iya nggak papa " jawab Fero


Fero langsung masuk ke dalam mobil, dan sang supir melajukan mobilnya dengan santai


suasana hening terjadi di dalam mobil, Fero yang sedari tadi tetap mencoba menghubungi Cika meskipun tak satupun Cika merespon


ahirnya mereka sampai di rumah sakit


Fero berjalan masuk dan melihat Rendy sudah ada di depan pintu masuk rumah sakit, sedang menunggunya


" br*ngs*k Lo, kenapa Lo nggak jawab telfon gue " ucap Fero kesal


" sorry gue sibuk " ucap Rendy yang saat ini seperti sedang menyembunyikan sesuatu


" Lo nggak sembunyi in apapun kan dari gue " tanya Fero


Rendy membuang nafas nya kasar


" nanti Lo juga tau " ucapnya


Rendy mengajak Fero untuk ke ruang ICU karena kondisi Cika yang semakin parah, ahirnya dokter memindahkan Cika ke ruang ICU


" Lo ngapain ajak gue ke ruang ICU ren " tanya Fero


Rendy tidak bisa menjawab pertanyaan Fero, dia hanya diam menatap ruangan itu dengan air mata yang lolos begitu saja


karena tidak ada respon dari Rendy fero mendekati ruang ICU dan melihat beni di depan pintu dengan mata yang terpejam


" om " panggil Fero


beni membuka matanya dan melihat Fero saat ini di depannya


Fero menyalami tangan beni


" kamu " ucap beni


" iya om saya Fero kekasih Cika, kalau boleh tau cikanya mana om " tanya Fero


beni menghela nafas berat sambil menahan air matanya


" Cika di dalam " ucap beni dengan suaranya yang berat sambil menunjuk ruang ICU


" om jangan bercanda " ucap fero dengan mata yang berkaca-kaca


" fer sabar fer, papa nggak bercanda Cika mengalami kecelakaan pagi tadi " ucap Rendy sambil memegang pundak fero


sedangkan beni sudah duduk kembali di kursinya


Fero terduduk lemas di lantai rumah sakit , dengan air mata yang mengalir


" Lo bercanda kan ren " ucap Fero terisak


" gue nggak bercanda fer, dan saat ini keadaan Cika masih kritis " ucap rendy yang mensejajarkan tubuhnya dengan fero


Fero menangis dengan sigap Rendy memeluk tubuh Fero


" Lo yang sabar ya fer, gue yakin Cika pasti sembuh " ucap Rendy


" gue mau masuk ren, gue mau tau keadaan Cika " ucap Fero


" Cika masih belum bisa di jenguk fer, kita tunggu aja dokter mengijinkan kita masuk " ucap Rendy


" kenapa jadi seperti ini ren " ucap Fero


" Lo tenang, mending Sekarang Lo sholat Lo doain Cika biar dia cepet sembuh " ucapnya


Fero pergi untuk sholat dan berdoa di mushola

__ADS_1


__ADS_2