ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 47


__ADS_3

pranggg


" tolong, sakittt " teriak Mona


Reno yang sedang memejamkan matanya tiba tiba mendengar suara kekasihnya


dor dor dor


" buka, gue mau ketemu Mona buka " teriak Reno


" woy denger nggak sih Lo, pacar gue kesakitan gue mau ketemu dia " teriak Reno lebih keras


di sisi lain Mona saat ini sudah di bawa ke klinik tempat Fero Bekerja atas perintah Rendy


flashback on


tok tok tok


" tolong saya " ucap Mona sambil mengetuk pintu


boy langsung membukanya dan melihat Mona sedang memegangi perutnya


" kenapa Lo " tanya boy


" tolong saya, perut saya sakit " jawabnya


" jangan nipu kita ya Lo " ucap boy


" aku nggak bohong, aku beneran sakit tolong aku " ucapnya sendu dengan nada yang terdengar kesakitan


boy langsung pergi untuk menelfon Rendy


" hallo bos "


" ada apa "


" ini cewek si Reno seperti kesakitan bos, kita harus gimana "


" apa sih yang Lo maksud "


" ceweknya Reno bos dia kesakitan dan memegang perutnya terus, kita harus gimana bos "


" sial "


" cepet Lo bawa dia ke klinik Fero, biar gue langsung hubungi dia "


" siap bos "


setelah telfon di matikan boy langsung bergegas membawa Mona ke klinik Fero


sedangkan Rendy saat ini menghubungi Fero


" fer "


" ada apa, apa Cika udah sadar "


" sial bukan itu yang gue bahas, Lo masih di klinik kan "


" iya kenapa "


" anak buah gue sedang menuju klinik Lo dan mereka bawa cewek, dia sedang kesakitan "


" lah emang sakit apaan "


" gue nggak tau, katanya dia dari tadi megang perutnya terus "


" kok bisa dia sama anak buah Lo, emang Lo racunin dia sampai dia gitu "


" gue nggak tau pasti tapi dia itu lagi hamil "


" eh b*g* gue itu bukan dokter kandungan, sialan Lo "


" terus gimana "


" eh Lo itu ketua geng motor yang paling bodoh yang pernah gue kenal, ya Lo periksakan ke dokter kandungan lah ren bukan ke gue "


" Lo atur deh, Lo suruh dokter kandungan yang ada di klinik Lo buat periksa tuh cewek "

__ADS_1


" hemm, Lo belom jawab pertanyaan gue "


" apaan "


" Lo apaain tuh cewek, inget Lo ada Nova "


" sialan Lo, emang Lo pikir gue cowok apaan "


" ya terus "


" ntar gue kabarin, sekarang gue lagi mau nganter mertua gue balik "


" loh mama sama Nova udah boleh pulang "


" iya, yaudah gue matiin dulu bye, owh iya jangan lupa gue minta tolong urus tuh cewek "


" iya bawel amat sih Lo "


" heh gue calon kakak ipar Lo, yang baik Lo ke gue "


" sial "


Fero langsung saja memberi tahu temannya yang sebagai dokter kandungan untuk bersiap siap menerima pasien sebelum dirinya pulang


flashback off


kreeattt


" berisik banget sih Lo " ucap pria bertubuh dempal


" gimana gue nggak berisik, pacar gue kesakitan, dimana dia " tanya Reno


" pacar Lo udah di bawa ke rumah sakit " jawabnya


" gue mau ketemu dia " teriak Reno sambil mencoba lari tapi dia di dorong oleh pria itu


" jangan coba-coba Lo kabur dari sini " kata pria itu


" tapi gue mau ketemu dia, dia lagi hamil anak gue, br*ngs*k " ucap Reno dengan nada marah


" saat ini dia sudah di urus dan di bawa ke rumah sakit jadi Lo tetap disini dan diam " ucapnya sambil menutup pintu dengan keras


*****


" iya ma " jawabnya


beni mendorong kursi roda Mirna keluar


" kamu dari mana sayang " tanya Nova karena Rendy baru saja masuk


" aku barusan angkat telfon dari Fero " jawab Rendy


" owh gitu, yaudah yuk pulang " ajak Nova


Rendy mendorong kursi roda Nova keluar di susul Rosa dan Jo di belakangnya bersama para bodyguard nya


mereka berjalan melewati kamar Cika, tapi hanya melihat dari pintu depan tanpa masuk karena mereka melihat Cika yang terlelap tidur, mereka tidak mau mengganggu istirahat Cika


" alhmdulillah Cika baik baik saja, dia lelap sekali tidurnya pa " ucap Mirna dengan senyum


sedangkan beni sedikit gugup karena yang dia tahu saat ini Cika masih belum sadarkan diri


" sayang kok kak Rendy santai ya " bisik Rosa ke Jo setelah melirik kearah rendy


" ya nggak tau lah sayang " jawab Jo


" hih kamu ini ngeselin deh " ucap Rosa


drtttt drttt


ponsel Rosa berdering dan tertera nama mamanya


" sayang mama kamu telfon " kata Jo


" biarin aja, aku muak " jawab rosa


" nggak boleh gitu " katanya

__ADS_1


" udah deh diem aja, bkin nggak mood aja kamu " ucap Rosa dan langsung meninggalkan Jo


" salah lagi gue, astaga emang bener ya cewek selalu benar " batin Johan


Rosa mematikan ponselnya dan dan berjalan ke arah Mirna dan Nova


" owh iya Ros kamu tinggal dimana " tanya mirna


" di hotel Tante, ini aku mau langsung ke hotel Tan sama Johan " jawab Rosa


" lebih baik kamu tinggal di rumah om saja " kata beni


" iya, dari pada kamu di hotel nak " ucap Mirna


" eum gimnaa ya Tan, aku takut ngerepotin apalagi aku sama pacar aku " ucap Rosa


" alah santai aja deh Ros, ntar Lo tidur sama gue " ucap Nova


" iya nak, mau ya tinggal di rumah Tante " kata Mirna


" iya udah deh tan kalau Tante maksa " katanya


" owh iya pa, kita ke ruangan nenek yuk " ajak Nova


" iya pa, beberapa hari ini kan mama nggak tau keadaan ibu " ucapnya


" tapi kita lihat aja ya, jangan ganggu kan tau ini udah malam pastinya ibu sedang istirahat " kata beni


" iya pa " jawab nya


*****


pranggg


" apa apaan anak kamu ini, telfon nggak di angkat, sekarang malah di matiin " ucap papa Rosa


" itu juga anak kamu " jawab istri nya


" kamu saja terlalu memanjakan nya, makanya dia ngelunjak seperti ini " katanya


" kamu nyalahin aku lagi " ucap istrinya marah


" iya, kamu memang pantas di salahkan dalam hal ini " ucapnya


" kamu denger baik baik, kalau saja kamu nggak selingkuh mungkin keluarga kita nggak hancur, dan kamu nggak bangkrut " teriak istrinya


" br*ngs*k " ucapnya


plakkk


suara tamparan itu mengalun keras dan memberikan bekas merah di pipi mama rosa


******


" sialan memang si rendy " ucap Fero menggerutu


" dokter Fero " ucap Nia dokter kandungan yang memeriksa Mona


" iya dok, gimana keadaan nya dan bayinya " tanya Fero


" syukurlah segera di bawa ke sini, dia hanya mengalami kontraksi ringan dan dimana suaminya " tanyanya


" eum itu juga saya nggak tau dia teman saya " ucap Fero


" kalau saja ada suaminya saya mau kasih tau, harusnya jangan biarkan wanita hamil itu terlalu setres " ucapnya


" ya mungkin saja dia memiliki masalah keluarga kan kita nggak tau juga dok, owh iya apa dia harus menginap " tanya Fero


" sepertinya iya dok, besok pagi kalau kondisinya sudah sangat baik dia bisa pulang " katanya


" yaudah dok terimakasih atas bantuannya ya, dan saya minta maaf sudah mengganggu waktu pulang dokter " ucap Fero


" tidak masalah dok, kalau untuk pasir. saya pasti akan melakukan dengan segenap hati, kalau begitu saya permisi dulu " pamitnya


" iya hati hati dijalan " ucap Fero


Fero masuk ke ruangan wanita itu dan melihatnya terbaring lemah dengan mata terpejam di atas ranjang

__ADS_1


" siapa nih cewek, apa hubungannya sama si Rendy ya, mana hamil lagi " fikirnya


__ADS_2