
pagi ini entah ada perasaan apa tiba tiba Rosa memimpikan Cika
" aaaaaaaa huh huh huh " teriak Rosa
" untung cuma mimpi, tapi kenapa bisa gue mimpi kayak gitu " ucap Rosa bingung
Rosa turun dari ranjangnya dan membereskan tempat tidur nya, dia membuka jendela rumahnya dan melihat mobil Jo masih terparkir di depan rumahnya.
rosa berfikir kenapa kekasihnya itu pagi pagi sudah ada di sini, atau mungkin dia tidak pulang semalam
dengan masih menggunakan pakaian tidurnya Rosa berlari keluar menemui Jo
tok tok tok
Rosa mengetuk kaca mobil Jo
" Rosa " ucap Jo lirih sambil mengucek matanya
Jo membuka pintu mobilnya
" kenapa tidur disini " tanya Rosa spontan
" aku takut kamu kenapa-kenapa makannya aku tidur disini " jawab Jo
Rosa tersipu malu karena ucapan Jo
" yaudah kamu pulang gih " ucap Rosa
" kok kamu ngusir aku " ucap Jo tidak terima
" kan aku udah nggak papa, terus kamu mau apa coba, kalo disini terus nantinya malah gg Enak sama tetangga " ucap Rosa
" tapi aku mau anterin kamu kuliah " ucapnya
" hemmm "
" gimana mau nggak " ucapnya dengan memainkan alisnya
" ya ya ya, tunggu disini dan jangan masuk " ucap Rosa
Rosa masuk ke kontrakannya untuk bersiap siap
*****
pagi yang cerah, suasana kantor juga tenang seperti biasanya, Karen memang tidak di beri tau kalau atasan mereka mengalami kecelakaan
tapi tidak dengan Reno, saat ini dia sedang merencanakan sesuatu dengan kekasihnya
" sayang kali ini jangan sampai gagal, kita harus mengambil semuanya " ucap Reno
" oke, jadi aku akan mengalihkan perhatian si bandot tua yang nyebelin itu, terus kamu masuk dan cari apa yang kita butuhkan " ucap Mona
" oke siap kamu hati hati " kata Reno
Mona dan Reno langsung melancarkan aksinya
" permisi pak " ucap mona dengan nada sedikit di centilkan
" eh cantik, ada apa tumben kesini " ucapnya
" gini saya cuma mau ngobrol aja sama bapak bisa " ucap Mona
" selalu bisa dong kalau buat wanita secantik kamu " ucapnya
__ADS_1
mona muak dengan ucapan lelaki itu tapi di harus tetap melakukan aksinya, di sisi lain Reno masuk ke dalam ruangan Beni dimana dia meletakkan aset asetnya. tanpa pikir panjang Reno bergegas masuk dan untungnya saat itu ruangan sedang tidak terkunci karena Mona sudah mengatur semuanya.
" sialan dimana dia nyimpan semua berkasnya " ucapnya sambil tetap mencari
tidak berselang lama Reno menemukan beberapa map yang ternyata di dalamnya terdapat beberapa surat penting
" gila banyak banget, bisa kaya nih gue kalau gini " ucapnya dengan senyum licik
Reno bergegas mengambil semua berkas itu dan langsung keluar dari ruangan agar tidak ketahuan
karena tergesa-gesa ingin pergi tanpa sadar Reno menjatuhkan beberapa map
" ah sial " umpatnya
" apa anda perlu bantuan " ucap seseorang dengan nada yang sangat dingin
Reno mengangkat kepalanya dan langsung shock melihat orang itu
*****
dokter keluar dari ruangan ICU dimana Cika saat ini di rawat
" gimana keadaan pacar saya dok " ucap Fero
" syukurlah saat ini keadaannya sudah mulai membaik dan dia sudah melewati masa kritisnya, mungkin Nanti kalau kondisinya sudah sangat stabil kita akan pindahkan dia di ruang rawat " ucap dokternya
" terimakasih dok " ucap Fero
" sama sama, kalau begitu saya permisi dulu " pamitnya
Fero sedikit tenang mendengar penjelasan dari dokter itu
tidak berselang lama Rendy datang membawakan makanan untuknya
" makan dulu lah, masak Lo nggak makan dari semalem, owh iya gimana kata dokter " ucapnya sambil memberikan sekotak makanan dan air mineral
" syukurlah dokter bilang dia sudah melewati masa kritisnya ren, dan mungkin kalau kondisinya stabil dia akan di pindahkan ke ruang rawat " jawab Fero
" syukurlah kalau begitu, yaudah Lo makan gih biar gue jaga disini " ucapnya
" enggak biar gue makan disini aja ren, thanks ya udah bawain makanan " ucap Fero sambil membuka kotak makanan nya
tiba-tiba Rendy mendapatkan telfon dari anak buahnya, terlihat senyum licik yang saat ini menghiasi wajahnya saat mengangkat telfon nya
Fero yang melihatnya merasa merinding, tapi dia tetap mengabaikan
" jangan sampai dia lolos untuk saat ini, gue akan temuin kalian saat keadaan disini sudah baik "
" Rendy dan kamu nak, lebih baik kalian istirahat di rumah saya " ucap beni kepada mereka berdua
" kita disini aja Om saya mau jaga Cika " ucap Fero
" iya pa, malah lebih baik papa yang istirahat papa kan belum istirahat sama sekali " jawab Rendy karena melihat keadaan beni yang pucat
" kamu tidak perlu memikirkan papa, papa akan jaga keluarga papa disini " jawabnya
" pa jangan gini, nanti papa sakit kalau papa sakit gimana aku ngejelasin kepada Nova dan mama " ucapnya
" tidak ren " ucap beni lemas
iba tiba BRUUKK
beni tergeletak pingsan di depan Rendy dan Fero, Fero langsung saja memberikan penanganan
__ADS_1
" cepat panggilkan suster " teriak Rendy kepada anak buahnya
" baik bos " jawabnya
tidak berselang lama suster datang dan membawa beni ke UGD untuk mendapatkan penanganan dan mendapatkan infus Karena kondisinya sangat lemah
" hufttt " ucap Rendy yang saat ini menjaganya
" saya dimana, ren kenapa papa disini, terus siapa yang jaga keluarga papa " ucapnya sambil ingin berdiri tapi di tahan oleh Rendy
" tunggu pa, papa tenang aja ya mama dan Nova sudah ada Roy dan beberapa anak buah aku disana, sedangkan nenek juga ada adik papa dan aku juga meminta beberapa anak buah aku menjaganya, kalau Cika aku sudah suruh Fero pa, jadi untuk saat ini papa istirahat aja disini kondisi papa sangat lemah " jawab Rendy
" ren makasih kamu sudah bantu keluarga papa " ucap beni
" pa nggak usah makasih, kan sebentar lagi beni juga akan jadi anak mantu papa, dan beni juga sudah anggap keluarga ini seperti keluarga Rendy sendiri pa " jawab Rendy
" makasih nak " ucapnya
" iya pa, owh iya lebih baik papa istirahat biar anak buah Rendy yang jaga depan, Rendy akan ke ruangan Nova " ucap Rendy
" iya, jangan bilang tentang keadaan papa ke Nova dan mamanya " pintanya
" iya pa, papa tenang aja yaudah Rendy pamit, assalamualaikum " pamitnya
" waalaikumsalam " jawabnya
Rendy menuju ke ruangan Nova tapi sebelumnya dia mampir dulu ke ruang ICU, dia melihat Fero yang sedikit marah setelah mengangkat ponselnya
" Lo kenapa " tanya Rendy
" gue harus balik, ada pasien yang butuh gue ren " ucap Fero
" yaudah Lo balik aja, kan ada gue disini " ucapnya
" terus gimana dengan Cika, kan Lo jaga Tante dan kak Nova apalagi om juga saarini keadaan nya masih lemah " ucap Fero
" ya elah disini ada Roy, dan Lo lihat kan hampir di setiap sudut rumah sakit ini ada anak buah gue " ucap rendy
" tapi ren, gue gak bisa ninggalin Cika sendiri " ucap Fero
" fer gue tau Lo sayang sama Cika, tapi Lo jangan ngorbanin pekerjaan Lo, ini juga pasien butuh Lo fer, disini kita banyak yang akan menjaga Cika, Lo tenang aja dan lebih baik Lo pulang selesaikan tugas Lo dulu gue pasti akan kasih kabar ke Lo " ucapnya sambil menepuk bahu Fero
dengan menghela nafas panjang Fero ahirnya mengambil keputusan unuk segera pulang
" yaudah gue titip Cika ya ren, jangan lupa li kasih kabar ke gue " ucap Fero
" Lo tenang aja, anak buah gue akan anter Lo ke bandara dan mereka juga akan siapin tiket pesawat untuk siang ini " ucapnya
" thanks ren Lo emang sahabat sekaligus calon kakak ipar yang baik " ucap Fero sambil memeluk tubuh Rendy
****
" huh untung gue suka, meskipun marah marah gitu gapapa " ucapnya
Vina melanjutkan kerajaan, tiba tiba seorang pria berdiri tepat di hadapan nya
" kamu ngapain disini " tanya Vina dengan wajah sedikit takut
" gue mau nagih janji Lo " jawabnya
" gue bakal tepatin janji gue nanti, untuk saat ini mending Lo pergi gue nggak mau ketahuan " ucap Vina
" oke gue tunggu nanti ketika Lo pulang kerja " ucapnya dan langsung pergi dari hadapan vina
__ADS_1
" huft sialan tuh orang bikin gue takut aja " ucap Vina
" siapa tadi vin " tanya temannya