
" Ros gue ngerasa ada yang mantau kita terus deh dari tadi " ucap Rere yang saat ini sedang membereskan barang-barangnya
" alah itu cuma perasaan mbak aja " ucap Rosa bohong
" iya mungkin ya " ucap Rere
" iya lah mbak, kamu nggak pulang " tanyanya
" Lo duluan deh ini gue masih ada urusan bentar " ucap Rere
" yaudah aku balik duluan mbak " pamit Rosa
Rosa berjalan kedepan untuk pulang. ketika dia sudah di parkiran ada sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti di depannya.
" siapa ya " tanya Rosa dalam hatinya
tiba-tiba kaca mobil terbuka dan terlihat Jo sedang tersenyum kepadanya.
" sayang " ucap Rosa
" ayo masuk, aku anter kamu " ucap Jo
" tapi " kata Rosa
" apa kamu mau kejadian seperti kemarin terulang lagi, kalau aku sih enggak ya " ucap Jo
" yaudah deh " ucap Rosa yang seperti terpaksa memasuki mobil Jo, dan Jo mulia mengendarai mobilnya dengan santai
" kok terpaksa gitu sih " ucap Jo
" mana ada, kok kamu jemput aku " tanya Rosa
" heleh udah keliatan tau dari wajah kamu kalau terpaksa, emang nggak suka kalau aku jemput ha " ucap Jo yang pura pura kesal
" apaan sih jangan Ngada Ngada deh " ucap Rosa dengan wajah yang terlihat lucu bagi johan
" hahahaha " Jo tertawa
" kok ketawa apanya yang lucu, kan kau tanya malah ketawa aneh ih " ucap Rosa
" iya iya maaf, kamu lagi dapet ya kok marah marah Mulu sih, sensi banget ke aku " ucap Jo
" enggak, cuma lagi pingin aja marah sama kamu " ucap Rosa
" lah aku kan pacar kamu, bukannya di sayang malah di marahin gimana sih " ucap Jo
" ya maka dari itu kan kamu pacar aku makanya aku marahnya ke kamu bukan ke orang lain " ucap Rosa
jo menghentikan mobilnya di depan rumah kontrakan yang kecil. Rosa kaget saat Jo menghentikan mobilnya di depan rumah itu.
" kok berhenti emang udah sampai " ucap Rosa pura pura
Jo menggenggam tangan Rosa dan menatapnya dengan tatapan sayang, Rosa menundukkan wajahnya karena tidak mau membalas tatapan kekasihnya itu.
" tatap aku " ucap Jo
terpaksa Rosa menatap mata Jo
" kenapa kamu mau tanya kok aku bisa tau Sekarang tempat tinggal kamu, kamu kenapa harus bohong dan nggak jujur sama aku sih " ucap Jo serius
Rosa mengangguk dan langsung menangis di hadapan Johan, dengan lembut Johan memberikan pelukan yang membuat Rosa nyaman.
" aku nggak mau ngerepotin kamu, hiks " ucap Rosa yang terisak
" sayang kamu ngomong apa sih, mana ada kamu itu ngerepotin aku, jangan pernah sekalipun kamu sembunyikan apapun dari aku " ucap Johan
" aku sudah tau semuanya " ucapnya
__ADS_1
Rosa mengangkat kepalanya dan melihat kearah Johan
" iya aku tau semuanya, tentang apa yang terjadi sama kamu beberapa hari ini " ucapnya
" maaf " ucap Rosa
" iya, tapi kamu harus janji jangan pernah sekalipun kamu bohong atau nyembunyiin hal hal penting seperti ini lagi dari aku " ucap lembut Johan
Rosa mengangguk dan masih memeluk erat kekasihnya itu.
****
seperti biasa keseruan di meja makan keluarga Cika yang selalu ramai.
" sayang gimana persiapan pernikahan kamu sayang, udah sampe mana " tanya mamanya
" udah 75 persen ma " jawab Nova
" kurang apa lagi nov " tanya papanya
" dikit lah pa, tinggal yang kecil-kecil gitu " jawabnya
" owh kamu udah hubungin Tante Rere kan untuk bajunya " tanya mamanya
" udah beres semua ma " jawab Nova
" permisi tuan nyonya itu di depan ada tamu yang nyari non Cika " ucap bibi
" siapa bi, cowok apa cewek " tanya Cika
" cowok non " jawabnya
" siapa ya " ucap Cika
" cowok Lo semalem kali " ucap Nova
" Lucas " jawab Cika
" nah iya non itu namanya " ucap bibi
" ngapain dia kesini " tanya Cika
" siapa itu sayang " ucap papanya
" temen Cika pa " jawab Cika
" Lucas anaknya Rere kah " tanya mamanya
" iya ma, owh iya kalau gitu Cika temuin dia dulu ya " pamit Cika
Cika langsung pergi menemui Lucas di depan, sedangkan papanya melirik mamanya dengan tatapan tajam. karena merasa seperti sedang di sudutkan dia memalingkan wajahnya dari sang suami.
" Lucas " ucap Cika
" eh cik " ucapnya
" kamu ngapain pagi pagi kesini " tanya Cika
" mau jemput kamu, mau ngajak kamu berangkat bareng " ucap Lucas
" owh gitu ya " ucap Cika
" gimana kamu mau " tanyanya
" eum tapi kak Roy " tanya Cika
" kan ada aku ngapain harus ajak bodyguard kamu " tanya Lucas
__ADS_1
" ya kalau nggak mau ya nggak papa kok " ucap Cika
" yaudah nggak papa, tapi dia bisa kan naik mobil sendiri " ucap Lucas
" kenapa emangnya " tanya Cika
" ya nggak papa sih " ucap Lucas dengan cengar cengir
" yaudah deh nanti aku omongin, aku ijin papa dulu ya " ucap Cika
" iya cik, eh aku boleh ikut nggak sekalian pamit sama papa kamu " ucap Lucas
" boleh, yuk " ajak Cika
Cika dan Lucas menemui ppaa mamanya di meja makan
" pa hari ini Cika berangkat bareng Lucas ya, nanti biar kak Roy bawa mobil Cika ngasal di belakang " ucap Cika
papanya melihat Lucas dari atas sampai bawah dengan tatapan yang tidak bersahabat
" pa gimana boleh kan " ucap Cika pada papanya yang hanya diam
" iya sayang, boleh kok " ucap mamanya
" yaudah Cika berangkat ya ma pa " pamit Cika menyalami tangan mama papanya
" om Tante saya pamit ya " ucap Lucas
" iya hati hati bawa mobilnya ya nak " ucap mama Cika, sedangkan papa dan kakaknya hanya diam dengan senyum simpul
" iya Tante " ucap Lucas
****
suasana klinik terasa sepi seperti juga suasana hati Fero saat ini, dia sedang memainkan bolpoin di tangannya.
tok tok tok
" permisi dok " ucap suster
" iya ada apa " tanya Fero
" saya mau ngomong dok " ucapnya
" iya " ucap Fero
" saya mau pamit dok, saya ijin tidak bekerja disini lagi " ucapnya
" loh kenapa sus, apa ada masalah tapi saya rasa suster tidak pernah melakukan kesalahan apapun " tanya Fero kaget
" enggak dok, saya saat ini hanya ingin menjadi ibu rumah tangga saja dok, saya ingin merawat anak dan suami saya di rumah " jawabnya
" hemm kalau gitu keputusan suster saya juga tidak bisa berbuat apa-apa, nanti saya akan Cari pengganti kamu, dan ini buat kamu " ucap Fero sembari memberikan amplop kepada suster
" ya Allah dok makasih banyak ya dok, saya tidak akan melupakan kebaikan dokter selama ini sama saya, sekali lagi terimakasih dok " ucapnya
" iya sus, salam buat keluarga di rumah ya " ucap Fero
" iya dok, kalau begitu saya permisi dulu dok " pamit suster
" iya " Jawab Fero
Fero menyenderkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
" huh beban lagi sudah ini " ucap Fero terbangun
Fero menghubungi temannya untuk mencari pengganti suster yang ada di kliniknya
__ADS_1