ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 30


__ADS_3

" Ros gue ngerasa ada yang mantau kita terus deh dari tadi " ucap Rere yang saat ini sedang membereskan barang-barangnya


" alah itu cuma perasaan mbak aja " ucap Rosa bohong


" iya mungkin ya " ucap Rere


" iya lah mbak, kamu nggak pulang " tanyanya


" Lo duluan deh ini gue masih ada urusan bentar " ucap Rere


" yaudah aku balik duluan mbak " pamit Rosa


Rosa berjalan kedepan untuk pulang. ketika dia sudah di parkiran ada sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti di depannya.


" siapa ya " tanya Rosa dalam hatinya


tiba-tiba kaca mobil terbuka dan terlihat Jo sedang tersenyum kepadanya.


" sayang " ucap Rosa


" ayo masuk, aku anter kamu " ucap Jo


" tapi " kata Rosa


" apa kamu mau kejadian seperti kemarin terulang lagi, kalau aku sih enggak ya " ucap Jo


" yaudah deh " ucap Rosa yang seperti terpaksa memasuki mobil Jo, dan Jo mulia mengendarai mobilnya dengan santai


" kok terpaksa gitu sih " ucap Jo


" mana ada, kok kamu jemput aku " tanya Rosa


" heleh udah keliatan tau dari wajah kamu kalau terpaksa, emang nggak suka kalau aku jemput ha " ucap Jo yang pura pura kesal


" apaan sih jangan Ngada Ngada deh " ucap Rosa dengan wajah yang terlihat lucu bagi johan


" hahahaha " Jo tertawa


" kok ketawa apanya yang lucu, kan kau tanya malah ketawa aneh ih " ucap Rosa


" iya iya maaf, kamu lagi dapet ya kok marah marah Mulu sih, sensi banget ke aku " ucap Jo


" enggak, cuma lagi pingin aja marah sama kamu " ucap Rosa


" lah aku kan pacar kamu, bukannya di sayang malah di marahin gimana sih " ucap Jo


" ya maka dari itu kan kamu pacar aku makanya aku marahnya ke kamu bukan ke orang lain " ucap Rosa


jo menghentikan mobilnya di depan rumah kontrakan yang kecil. Rosa kaget saat Jo menghentikan mobilnya di depan rumah itu.


" kok berhenti emang udah sampai " ucap Rosa pura pura


Jo menggenggam tangan Rosa dan menatapnya dengan tatapan sayang, Rosa menundukkan wajahnya karena tidak mau membalas tatapan kekasihnya itu.


" tatap aku " ucap Jo


terpaksa Rosa menatap mata Jo


" kenapa kamu mau tanya kok aku bisa tau Sekarang tempat tinggal kamu, kamu kenapa harus bohong dan nggak jujur sama aku sih " ucap Jo serius


Rosa mengangguk dan langsung menangis di hadapan Johan, dengan lembut Johan memberikan pelukan yang membuat Rosa nyaman.


" aku nggak mau ngerepotin kamu, hiks " ucap Rosa yang terisak


" sayang kamu ngomong apa sih, mana ada kamu itu ngerepotin aku, jangan pernah sekalipun kamu sembunyikan apapun dari aku " ucap Johan


" aku sudah tau semuanya " ucapnya

__ADS_1


Rosa mengangkat kepalanya dan melihat kearah Johan


" iya aku tau semuanya, tentang apa yang terjadi sama kamu beberapa hari ini " ucapnya


" maaf " ucap Rosa


" iya, tapi kamu harus janji jangan pernah sekalipun kamu bohong atau nyembunyiin hal hal penting seperti ini lagi dari aku " ucap lembut Johan


Rosa mengangguk dan masih memeluk erat kekasihnya itu.


****


seperti biasa keseruan di meja makan keluarga Cika yang selalu ramai.


" sayang gimana persiapan pernikahan kamu sayang, udah sampe mana " tanya mamanya


" udah 75 persen ma " jawab Nova


" kurang apa lagi nov " tanya papanya


" dikit lah pa, tinggal yang kecil-kecil gitu " jawabnya


" owh kamu udah hubungin Tante Rere kan untuk bajunya " tanya mamanya


" udah beres semua ma " jawab Nova


" permisi tuan nyonya itu di depan ada tamu yang nyari non Cika " ucap bibi


" siapa bi, cowok apa cewek " tanya Cika


" cowok non " jawabnya


" siapa ya " ucap Cika


" cowok Lo semalem kali " ucap Nova


" Lucas " jawab Cika


" nah iya non itu namanya " ucap bibi


" ngapain dia kesini " tanya Cika


" siapa itu sayang " ucap papanya


" temen Cika pa " jawab Cika


" Lucas anaknya Rere kah " tanya mamanya


" iya ma, owh iya kalau gitu Cika temuin dia dulu ya " pamit Cika


Cika langsung pergi menemui Lucas di depan, sedangkan papanya melirik mamanya dengan tatapan tajam. karena merasa seperti sedang di sudutkan dia memalingkan wajahnya dari sang suami.


" Lucas " ucap Cika


" eh cik " ucapnya


" kamu ngapain pagi pagi kesini " tanya Cika


" mau jemput kamu, mau ngajak kamu berangkat bareng " ucap Lucas


" owh gitu ya " ucap Cika


" gimana kamu mau " tanyanya


" eum tapi kak Roy " tanya Cika


" kan ada aku ngapain harus ajak bodyguard kamu " tanya Lucas

__ADS_1


" ya kalau nggak mau ya nggak papa kok " ucap Cika


" yaudah nggak papa, tapi dia bisa kan naik mobil sendiri " ucap Lucas


" kenapa emangnya " tanya Cika


" ya nggak papa sih " ucap Lucas dengan cengar cengir


" yaudah deh nanti aku omongin, aku ijin papa dulu ya " ucap Cika


" iya cik, eh aku boleh ikut nggak sekalian pamit sama papa kamu " ucap Lucas


" boleh, yuk " ajak Cika


Cika dan Lucas menemui ppaa mamanya di meja makan


" pa hari ini Cika berangkat bareng Lucas ya, nanti biar kak Roy bawa mobil Cika ngasal di belakang " ucap Cika


papanya melihat Lucas dari atas sampai bawah dengan tatapan yang tidak bersahabat


" pa gimana boleh kan " ucap Cika pada papanya yang hanya diam


" iya sayang, boleh kok " ucap mamanya


" yaudah Cika berangkat ya ma pa " pamit Cika menyalami tangan mama papanya


" om Tante saya pamit ya " ucap Lucas


" iya hati hati bawa mobilnya ya nak " ucap mama Cika, sedangkan papa dan kakaknya hanya diam dengan senyum simpul


" iya Tante " ucap Lucas


****


suasana klinik terasa sepi seperti juga suasana hati Fero saat ini, dia sedang memainkan bolpoin di tangannya.


tok tok tok


" permisi dok " ucap suster


" iya ada apa " tanya Fero


" saya mau ngomong dok " ucapnya


" iya " ucap Fero


" saya mau pamit dok, saya ijin tidak bekerja disini lagi " ucapnya


" loh kenapa sus, apa ada masalah tapi saya rasa suster tidak pernah melakukan kesalahan apapun " tanya Fero kaget


" enggak dok, saya saat ini hanya ingin menjadi ibu rumah tangga saja dok, saya ingin merawat anak dan suami saya di rumah " jawabnya


" hemm kalau gitu keputusan suster saya juga tidak bisa berbuat apa-apa, nanti saya akan Cari pengganti kamu, dan ini buat kamu " ucap Fero sembari memberikan amplop kepada suster


" ya Allah dok makasih banyak ya dok, saya tidak akan melupakan kebaikan dokter selama ini sama saya, sekali lagi terimakasih dok " ucapnya


" iya sus, salam buat keluarga di rumah ya " ucap Fero


" iya dok, kalau begitu saya permisi dulu dok " pamit suster


" iya " Jawab Fero


Fero menyenderkan tubuhnya dan memejamkan matanya.


" huh beban lagi sudah ini " ucap Fero terbangun


Fero menghubungi temannya untuk mencari pengganti suster yang ada di kliniknya

__ADS_1


__ADS_2