
perjalanan dari klinik sedikit macet, karena jam sudah menunjukkan pukul 6 malam, membuat Cika merasa jenuh di dalam mobil, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa.
" udah nyampe cik " ucap Roy
" yaudah kak Roy minta tolong bantu aku ya, masuk ke dalam " ucap Cika
" pasti dong " ucap Roy keluar dari mobil untuk membantu Cika masuk ke butik
" makasih kak " ucap Cika ketika sudah duduk di kursi rodanya
Roy mendorong cika untuk masuk kedalam menemui pemilik butik
" permisi " ucap Roy tegas
" iya ada yang bisa di bantu " ucap pegawai wanita yang terpesona dengan ketampanan Roy
" ya Allah nikmat mana lagi yang kau dusta kan " batin pegawai itu
" saya ingin bertemu Bu Rere, apakah beliau ada " tanya Roy
" atas nama siapa ya " ucap pegawai itu
" atas nama Cika " ucap Roy
" sebentar ya saya panggil dulu " ucap pegawai itu meninggalkan mereka
Cika yang sedari tadi mengedarkan pandangannya untuk melihat lihat gaun pengantin di hadapannya. tiba-tiba saja seseorang menabrak kursinya
Brukk
" aw aduh " ucap Cika, untung saja Cika tidak sampai terjatuh dari kursinya
" non " ucap Roy sambil memegangi kursi roda Cika
" eh maafin saya " ucap pria itu dan langsung berdiri
" loh Lucas " ucap Cika
" cika, wah emang jodoh itu nggak kemana ya "ucapnya
" ehh " ucap Cika
" hahahah becanda, ngapain kamu disini? " tanya Lucas
" aku ada urusan di sini " ucap Cika
" kamu sendiri " tanya Cika
" aku mau ketemu mamaku "ucap Lucas
" loh kalian sudah saling kenal? " tanya Rere
" Tante, mama " ucap Cika dan Lucas sambil menyalami tangan Rere
" sayang kamu kenal sama Cika " tanya Rere
" ini temen kuliah aku ma " ucap Lucas
" owh gitu, ya ampun Cika kaki kamu kenapa nak " ucap Rere
" owh ini cuma kekilir aja Tante, makanya aku telat kesininya tadi aku ke dokter dulu soalnya " ucap Cika
" tapi kamu nggak papa " tanya Rere
" udah nggak papa kok Tante " ucap Cika
" aduh cik kalau tau kamu mau kesini mending tadi bareng aku aja " ucap Lucas
" ya mana dia tau sih, udah jangan gombalin anak orang Mulu " ucap Rere sambil menjewer telinga Lucas
" sakit ma " ucap Lucas memegang telinganya
" ayo kita di ruangan Tante saja, owh iya Cika dia " ucap Rere menunjuk ke Roy
" owh ini kak Roy, bodyguard aku Tante, suruhan papa " jawab Cika sopan
" owh Tante kira pacar kamu " ucap Rere
" lah ya bukan lah ma, kan dia calon mantu mama " ucap Lucas menunjuk ke Cika
" udah udah ayo " ucap Rere sambil mengajak mereka ke ruangannya
mereka semua berjalan menuju ruangan Rere untuk membahas tentang gaun untuk acara pertunangan Nova.
__ADS_1
" kamu bisa berdiri? " ucap Rere
" eum bisa kalau di bantu Tante, tapi nggak bisa lama lama " ucap Cika
" biar aku yang bantu ya " ucap Lucas
" Iyah " ucap Cika
Roy dan lucas membantu cika untuk berdiri sementara, agar bisa di ukur.
" sudah " ucap Rere
Cika di bantu kembali untuk duduk di kursi rodanya
" maaf ya Tante aku malah jadi ngerepotin gini " ucap Cika
" aduh nggak papa nak " ucap Rere
" owh iya kalian udah lama kenal dong " tanya Rere ke Cika dan lucas
" udah lama Tante, cuma nggak Deket aja " ucap Cika
" kenapa? " tanya Rere
" ya emang nggak Deket aja Tante " ucap Cika
Cika melihat jam yang melingkar di tangannya sudah menunjukkan pukul 7 malam
" Tante Cika pulang dulu ya " pamit Cika
" ya ampun kok cepet banget sih nak " ucap Rere
" iya Tante udah malem, takut papa mama nyariin " jawab Cika
" yaudah kalau gitu hati hati ya " ucap Rere
Cika mencium tangan Rere dan keluar di bantu oleh Roy.
" Cika pamit ya Tan, assalamualaikum " ucap Cika
Roy mengendarai mobilnya dengan tenang.
****
" nggak deh, bakal ngamuk nanti Abang aku sayang " ucap Reno
" yaudah deh, hati hati " ucap Mona
" iya, aku pulang dulu " pamit Reno dan langsung mengendarai mobilnya.
suasana malam membuat Reno melajukan mobilnya dengan santai, dia menikmati suasana malam ini. tiba-tiba Reno melihat mobil Cika melewati mobilnya, dengan senyum liciknya Reno merencanakan sesuatu. dia mengejar mobil Cika dia ingin memberikan kejutan untuk Cika.
ciittttt
mobil Reno menghadang mobil Cika di tempat sepi. Reno langsung turun untuk menjalankan rencananya.
" br*ngs*k " ucap Roy dengan emosi
" kak Roy gimana, itu Reno mantan aku " ucap Cika ketakutan
Roy menggunakan masker dan keluar untuk menghajar Reno.
" maksud Lo apa ngehadang mobil gue "ucap Roy
" mana Cika " tanya Reno
" buat apa Lo nyari dia " ucap Roy
" bukan urusan Lo, gue ada urusan sama dia " ucap Reno
" dia nggak ada " ucap Roy
" jangan bohong Lo " ucap Reno sambil ingin menonjok pipi Roy, tapi di tahan oleh Roy dan di hempaskan kasar oleh Roy
" br*ngs*k Lo " ucap Reno marah
Roy melayangkan pukulan kepada Reno, samai ahirnya Reno tersungkur di jalan. dengan sekuat tenaga Reno membalas pukulan Roy dan terkena di bagian perutnya.
" bedebah Sialan " ucap Roy sambil terus memukuli wajah Reno
di belakang jauh terlihat mobil yang mengintai reno melihat semua kejadian itu dan mendapatkan telfon dari Rendy.
" hallo bos "
__ADS_1
" gimana apa rencana cecunguk itu selanjutnya "
" sepertinya masih sama seperti yang saya kabari kemarin bos, apalagi dia sekarang masih lemah di jalan bos"
" maksudnya "
" sepertinya dia menghadang mobil adik anda lagi bos, tapi Roy menghajar dia habis habisan "
" apa perlu kita bantu Roy bos untuk menghabisi dia "
" tidak perlu, kalian tonton saja apa yang menjadi hiburan kalian saat ini, tetep pantau dia jangan sampai dia lolos "
" baik bos "
Rendy mematikan telfonnya
kedua anak buah Rendy hanya diam di dalam mobil menuruti perintah bosnya itu, sedangkan Roy sudah kembali kedalam mobil dan membawa Cika pergi dari tempat itu.
Reno masih terbaring tidak berdaya di atas jalan, dia berusaha berdiri untuk masuk ke dalam mobilnya.
dengan bersusah payah Reno ahirnya bisa memasuki mobilnya dan mencoba mengendarai mobilnya.
" sial siapa pria itu, kenapa dia selalu ada di balik Cika " ucap Reno
" sepertinya gue harus kerja ekstra agar mereka bisa hancur " ucap Reno lagi sambil mengepalkan tangannya
dengan pelan Reno mengendarai mobilnya, sedikit rasa sakit yang di rasakan nya.
hampir 30 menit Reno sampai di depan rumahnya, dengan langkah gontai Reno berjalan menuju rumahnya.
tok tok tok
dengan kasarnya Reno mengetuk pintu rumahnya
" Bu buka " teriak Reno
dengan pelan ibunya membukakan pintu untuk Reno.
" lama amat sih " ucap Reno
" kamu kenapa nak " tanya ibunya
" udah jangan banyak tanya, mending obatin luka gue " ucap reno
" iya iya tunggu dulu " ucap ibu Reno
dengan telatennya ibu Reno membersihkan dan mengobati luka yang ada di tubuh Reno.
" pelan dong sakit tau " ucap Reno dengan teriak
" ibu udah pelan nak " ucap ibunya lembut
" pelan apanya sih, mau bikin tambah sakit apa " teriak Reno
BRAKK
Roy mencengkeram kerah kemeja Reno dan menghempaskan di kursi
" bisa nggak Lo ngehormati ibu " ucap Roy
" apaan sih Lo bang " ucap Reno
" gue udah sabar ngadepin Lo ren, Lo itu emang anak nggak tau di untung ya " ucap Roy
" udah Roy udah " ucap ibunya dengan menahan tangisnya
" Bu dia harus tau semuanya Bu, semua kebenaran ini " ucap Roy
" jangan Roy jangan " ucap ibunya
" tapi Bu " ucap Roy
" kebenaran apa yang kalian bicarakan " tanya Reno
" nggak ada ren " ucap ibunya
" jangan bohong Bu " bentak Reno
" Reno yang sopan Lo kalo ngomong " ucap roy
" makanya jawab " ucap Reno
" Lo itu sebenernya "
__ADS_1