ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 51


__ADS_3

matahari kini mulai tenggelam dan berganti dengan bulan yang terang menyinari bumi nya


perasaan senang kini di rasakan Fero meskipun masih ada rasa sedih yang di rasakan nya karena dia masih belum tau kalau sebenarnya kekasihnya sudah sadar


Fero berjalan menyusuri jalanan rumah sakit dengan membawa koper kecil dan paper bag yang berisikan boneka dan makanan ringan yang tadi ia beli


setelah hampir sampai di depan ruangan Cika dia menghela nafas panjang agar dirinya kuat melihat kekasihnya itu


terlihat ruangan yang di jaga ketat oleh beberapa bodyguard, Fero berjalan mendekati nya


" tuan " ucap salah satu bodyguard


" iya " jawab Fero dengan senyum


" huft " Fero membuang nafasnya kasar


kreaat


mata Fero terbelalak dan tubuhnya mendadak kaku seperti mati rasa saat melihat kekasihnya sedang tertawa riang dengan kakak, mama dan sahabatnya


brakk


suara paper bag yang berisi Snack dan bonekanya terjatuh, Cika langsung menoleh ke arah suara itu


" kak Fero " ucap Cika


seketika air mata Fero lolos begitu saja dan tanpa sadar ia berlari ke arah Cika sambil memeluk nya dan meninggalkan koper serta paper bag yang ia bawa tadi


" ahirnya kamu udah sadar sayang " ucapnya berbisik kepada Cika


Cika langsung membalas pelukan Fero


" woy inget Napa disini masih ada orang " ucap Rosa


" hust dia kan lagi kangen kangennan, kamu pasti juga gitu kan " ucap Nova mencubit lengan Rosa


" aw kak Nova jahat banget " ucap Rosa sok gemas


" uhhh apaan sih " ucapnya


Fero melepaskan pelukannya setelah menghapus air matanya dan tersenyum lebar meskipun masih terlihat matanya berkaca-kaca


" udah selesai kangen kangenan nya " ucap mirna


" eh Tante maafin Fero, tadi Fero refleks ngelakuin itu " ucap Fero


" nggak papa nak Tante tau kok " ucapnya


" owh iya Tante gimana kabar tante dan kak Nova " tanya Fero


" alhmdulillah baik kok " jawab mereka


" kamu sendiri gimana Fer " tanya Nova


" alhmdulillah baik " jawab Fero


" kok kamu lama nggak kesini " tanya mirna


" saya udah kesini pas pertama aku tau kalian kecelakaan, tapi tiba-tiba ada pasien yang membutuhkan bantuan saya jadinya saya harus kembali ke Jakarta " jawab Fero


" ya ampun kamu bertanggung jawab sekali nak " ucapnya


" ah ya itu kan memang sudah tugas saya sebagai seorang dokter Tante " ucap Fero


" eh fer apa yang Lo buang tadi " tanya Nova


" astaga gue lupa " ucap Fero sambil berlari mengambil paper bag dan menaruh kopernya di kursi


" nih " ucap Fero sambil memberikan paper bag yang berisi Snack kepada Nova


" tumben Lo baik " ucapnya meledek


" sialan Lo " jawab Fero


lalu Fero memberikan paper bag yang berisi boneka kepada Cika

__ADS_1


" nih buat kamu " kata Fero


" apa ini " tanya Cika


" buka aja, aku harap kamu suka " kata Fero


Cika membuka paper bagnya dan melihat ada sebuah boneka lucu di dalamnya, bibirnya tersenyum saat melihatnya


" makasih ya " ucap Cika


" iya " jawab Fero


" lucu banget bonekanya " ucap Rosa


" udah nanti aku beliin juga bonekanya, kamu mau " kata Jo


" mau " jawab Rosa sambil menatap Jo dengan wajahnya dan di imut imutkan


" idih jijik banget gue Ros ngeliat Lo " ucap Nova


" sirik aja deh, maklum disini nggak ada pasangannya kan jadi nggak bisa gini " ucap Rosa meledek sambil memeluk tubuh Jo


sedangkan Johan kaget tapi dia langsung tersenyum


semua orang di buat tertawa melihat kelakuan Rosa dan Nova


*****


" dimana Mona, woy Lo denger nggak sih " teriak Reno


brakk


suara pintu yang di buka paksa


" ayo ikut " ucap seorang pria sambil menarik paksa tangan Reno


Reno di tarik paksa dan di bawa di suatu tempat yang lebih baik dari pada tempat ia di sekap


Reno melihat kondisi mona yang lemas dan terbaring lemas di tempat tidur hatinya terasa sakit


Reno langsung berlari ke arah Mona


" sayang maafin aku, aku udah buat kamu seperti ini " ucap Reno


Mona perlahan membuka matanya


" ren " ucapnya dengan suaranya yang parau


" iya sayang, gimana keadaan kamu " ucap Reno


" sakit ren " ucapnya merintih


" sabar ya " ucap Reno


" apa ini balasan dari kejahatan yang selalu kita perbuat " tanyanya


Reno hanya diam tanpa bisa menjawab pertanyaan Mona


" ren apa ini " ucapnya terpotong


" kamu jangan pikirkan itu semua, yang terpenting kamu saat ini harus sehat dan sembuh dulu, owh iya kamu makan lalu minum obatnya dulu " kata Reno sambil memberikan makanan yang memang sudah di sediakan dan obat yang sudah ada di meja


Reno merasa kasihan kepada Mona saat ini, memang ini salahnya yang memposisikan dirinya dalam keadaaan seperti ini dan melibatkan Mona


******


" kamu tidur ya udah malem banget soalnya " ucap Fero lembut


" iya " jawab Cika dengan senyuman


perlahan Cika menutup matanya dan mereka pindah ke sofa yang ada di ruangan cika


" owh iya Fero kamu akan tinggal dimana malam ini nak " tanya mirna


" kalau boleh saya akan jaga Cika disini, kalau Tante ijinkan " ucap Fero

__ADS_1


Mirna tersenyum melihat ketulusan Fero kepada Cika


" Tante setuju saja kalau kamu jaga Cika disini tapi Rendy dan Roy akan menemani kamu disini " ucapnya


" baik Tante makasih sebelumnya " ucap Fero


" iya " jawabnya


" owh iya Tante om sama Rendy kemana ya kok nggak kelihatan " tanya Fero


Mirna melihat ke belakang dan melihat Cika yang tertidur pulas


" om sama Rendy di rumah Fero " jawabnya


" kenapa mereka nggak kesini " tanya Fero


" mereka sedang tahlilan di rumah fer " jawabnya lagi


" tahlilan untuk kesembuhan nenek dan Cika ya Tan pasti " ucap Fero


" bukan " katanya


" hah kok bukan " kata Fero


" iya bukan, karena itu tahlilan karena ibu mertua Tante sudah meninggal " jawabnya dengan mata yang berkaca-kaca


pranggg


suara gelas terjatuh, mereka semua berlari menuju arah suara


" Cika " teriak mereka bersamaan


Fero langsung berlari saat Cika terdiam dan langsung memeluknya


" apa yang kalian bicarakan " ucap Cika yang lemas di pelukan Fero


" kita nggak bicara apa apa kok " ucap Fero


" bohong, kalian bilang nenek aku meninggal " ucap Cika dengan air mata yang jatuh membasahi pipinya


" Cika sayang " ucap mamanya


" kenapa kalian bohong ke aku, kenapa klaina nggak jujur ke aku, argghhh " ucap Cika sambil memegang kepalanya


flashback on


" aduh haus banget lagi, mana mereka lagi bicara di depan " ucap Cika


Cika mendudukkan tubuhnya dan saat dirinya sedang mengambil gelas yang ada di meja di dekat ranjangnya tiba Edia mendengar


" iya bukan, karena itu tahlilan karena ibu mertua Tante sudah meninggal " ucap Mirna


tanpa sadar Cika gelas yang di pegang ya jatuh kelantai dan membuat dirinya terdiam lemas


flashback off


" kamu jangan banyak mikir dong sayang nanti kamu sakit lagi " ucap Fero


" kalian jahat, kalian jahat " ucapnya dan langsung pingsan di pelukan Fero


" Cika bangun sayang " ucap Fero


" Cika nak, Nova panggil dokter cepat " ucap Mirna


Nova langsung memanggil dokter dengan alat yang ada di dekat ranjang


selang beberapa menit dokter datang untuk memeriksa kondisi Cika


" gimana dok keadaan anak saya " tanya mirna


" dia shock berat, apa ada sesuatu atau sebuah kabar yang membuat dirinya seperti ini " tanya dokter


" dia baru saja mendengar kabar kalau neneknya meninggal dok " ucap Mirna


" eumm lain kali tolong jangan pernah memberi kabar berat apapun yang akan membuat dirinya menjadi seperti ini " ucap dokter

__ADS_1


" iya dok " jawabnya


__ADS_2