ISTRI IDAMAN SANG DOKTER

ISTRI IDAMAN SANG DOKTER
BAB 23


__ADS_3

" kenapa perasaanku nggak enak gini ya " ucap Roy gelisah


saat ini pikiran Roy sedang kacau, ibunya tidak bisa di hubungi dari tadi. Roy mondar-mandir di depan mobil Cika.


Cika melihat Roy yang cemas bergegas menyuruh Rosa untuk mempercepat mendorong kursi rodanya.


" kak Roy kenapa? " tanya Cika


" iya kak, kok cemas sih " tanya Rosa


" nggak papa kok, udah pulang ya, kita Langsung ke dokter Fero atau pulang dulu " ucapnya dengan tergesa-gesa


" kakak jangan bohong " ucap Cika


" kak kalau ngomong tenang dong, tarik nafas "ucap Rosa


Roy menarik nafasnya yang tidak teratur


" Cika habis gini lanjut ke dokter Fero kan " tanya Roy


" engga kak, kata dokter Fero hati ini dia nganterin pasien nya yang meninggal gitu katanya " ucap Cika


" owh berarti pulang ya " ucap Roy


" iya " jawab Cika


" Lo ikut gue ya Ros kerumah " ucap Cika


" siap bos " ucap Rosa


tiba-tiba ponsel Roy berdering, Roy mengangkat nya dan terlihat wajah shock dan sedih. Roy menahan tangisnya agar tidak terlihat. Cika dan Rosa melihat itu menjadi bingung.


" kak kenapa kak? " tanya Cika


" cik maafin kakak ya, kakak ijin untuk pulang " ucap Roy dengan mata yang berkaca-kaca


" kak kenapa kak " tanya Cika dan Rosa


" ibu kakak meninggal cik " ucap Roy


" innalilahi wa innailaihi rojiun " ucap Cika dan Rosa


" aku turut berdukacita kak " ucap Rosa


" iya kak Cika juga ya" ucap Cika


" kalau gitu kita bareng aja ke rumah kakak " ucap Cika


" nggak usah cik, nanti malah tuan nyariin lagi " ucap Roy


" udah kak Roy tenang aja aku akan jujur sama papa kok, pasti papa juga paham dengan keadaan ini " ucap Cika


"yaudah kalau gitu, biar kakak yang nyetir " ucap Roy


" eh kak emang kakak nggak papa, biar Rosa aja kalau kakak masih sedih " ucap Rosa


" udah nggak papa kok Ros " ucap Roy


" yaudah ayo " aja Cika


Roy langsung membantu Cika masuk ke mobilnya dan dia langsung mengemudikan mobil Cika.


dengan hati hati Roy mengendarai mobil meskipun hatinya ingin segera sampai, tapi dia masih berfikir jernih dia membawa 2 orang di mobil bukan hanya dirinya sendiri yang berbeda di dalam mobil.


kurang lebih 30 menit akhirnya mereka sampai di rumah Roy. sebelum masuk roy menurunkan Cika dan mendudukkan nya di kursi roda.


Roy berlari memeluk tubuh ibunya yang sudah terbaring kaku dengan menangis tersedu-sedu.


sebelum masuk Cika melihat seperti motor Fero yang terparkir di dekat ambulans.


" Lo kenapa " tanya Rosa


" nggak papa Ros " ucap Cika


saat Cika dan Rosa masuk, mata Cika langsung tertuju pada dokter yang menunduk sambil membaca Yasin.

__ADS_1


" kak Fero " ucap Cika berbisik


" kok dia bisa ada disini " batin cika bertanya tanya


Cika dan rosa langsung mengambil air wudhu dan meminjam kerudung kepada Roy dan langsung ikut membaca Yasin bersama warga setempat.


" Bu kenapa ibu ninggalin Roy " ucap Roy dengan tangisannya


" maafin Roy Bu, Roy nggak bisa jaga ibu " ucap Roy


Fero mendengar suara itu seperti tidak asing banginya, Fero melihat dan ternyata benar itu Roy bodyguard Cika. Fero mendekati nya karena jaraknya juga tidak terlalu jauh dari Roy.


" kamu yang sabar ya " ucap Fero


Roy mendongak kan wajahnya ke Fero


" dokter, bukannya dokter nya non Cika " tanya Roy


" iya benar " ucap Fero


" dokter kenapa ada di sini dok " tanya Roy


" maaf sebelumnya saya yang menangani ibu kamu dan saya tidak bisa mengabari keluarganya jadi saya putuskan untuk ikut mengantar jenazah di kediaman nya " ucap Fero


" sebelumnya terimakasih banyak ya dok "ucap Roy


Fero mengangguk dan menepuk pundak roy


" mas Roy apa bisa sekarang kita makamkan jenazah ibu anda " ucap pak ustadz


" boleh saya hubungi adik saya sebentar pak ustadz " ucap Roy


" silahkan " jawabnya


Roy masuk ke kamarnya dan menelfon Reno, tapi ponselnya tidak dapat di hubungi untuk saat ini.


" ren Lo dimana sih, ibu meninggal Lo malah nggak bisa di hubungi " ucap Roy


Roy memutuskan untuk memakamkan ibunya tanpa Reno, Karena waktu juga hampir sore jadi dia memutuskan sendiri.


" Cika " ucap Fero


" kak Fero, kok disini " tanya Cika


" iya tadi kakak yang nanganin ibunya Roy " tanya Cika


" korban tabrak lari, kasian banget cik makanya aku ikut anter dan bilang ke kamu kalau hari ini nggak bisa ngajarin kamu " ucap Fero


" ah mulia banget kakak ini " ucap Cika


" biasah deh " ucap Fero


" kakak nggak ikut sholat " tanya Cika


" ikut lah, ini tadi ada telvon makanya kakak angkat dulu, yaudah kakak masuk dulu ya " ucap Fero


" iya kak " kata Cika


Roy menyolatkan ibunya dan mengantarkan nya ke kuburan. Fero, cika dan Rosa juga ikut mengantar jenazah.


" eum mas Roy saya permisi dulu ya " ucap Fero


" makasih banyak ya dok, sudah bawa ibu saya kesini " ucap Roy dengan tegar


" sama sama, yaudah saya permisi " ucap Fero


" cik aku permisi ya " pamitnya pada Cika


" iya kak, hati hati " jawab Cika


Fero melajukan motornya


Cika dan Rosa menunggu orang tua Cika datang untuk melayat


hampir 30 menit mereka menunggu, terdengar suara mobil di depan, Roy langsung berlari dan menyambut papa Cika

__ADS_1


" assalamualaikum " ucap orang tua Cika


" waalaikumsalam " jawab semua orang Yang ada di rumah


" saya turut berdukacita Roy " ucap Beni sambil menepuk pundak roy


" terimakasih tuan " jawab Roy


" silahkan duduk tuan, nyonya, bos " ucap Roy


Roy kedapur untuk membuat minuman untuk tamunya


saat ini Roy berniat jujur kepada keluarga Cika kalau dirinya adalah kakak dari Reno. dengan mengatur nafasnya Roy membawa minuman kedepan.


" silahkan di minum, maaf cuma ada ini di rumah saya " ucap Roy


" terimakasih Roy " ucap mama Cika


" kenapa bisa kejadian seperti ini Roy " tanya Beni


" kata dokter tadi ibu saya menjadi korban tabrak lari tuan, saya juga tidak tau kenapa bisa ibu saya berada di luar rumah " ucap Roy


" kamu yang sabar ya Roy " ucap Beni


" iya tuan " ucap Roy


" tuan sebelumnya saya mau minta maaf saya sudah menyimpan rahasia ini cukup lama " ucap Roy


" apa maksudmu Roy " tanya beni bingung


" saya mau jujur " ucap Roy sambil menghela nafasnya panjang


" apa Roy " tanya rendy


" sebenernya saya dan Reno adalah adik kakak " ucap Roy


" APAA " ucap semua orang kaget, kecuali Rendy


" apa maksudmu Roy, jangan bohong kamu " tanya tegas beni


" maafkan saya tuan, saya tidak bohong " ucap Roy


" ahirnya kamu mengakuinya Roy " ucap Rendy santai yang membuat Roy terkejut


" bos "


" Rendy "


" Abang "


ucap semua orang yang ada di dalam ruangan itu


" gue udah tau Roy kalau Lo itu adik kakak sama Reno, tapi gue lihat selama ini Lo berpihak sama gue, maka dari itu gue diem dan nunggu buat Lo jujur ke kita " ucap Rendy


" jadi maksudnya kamu sudah tau ren, tapi tidak bilang sama papa " ucap Beni


" tenang pa, ada saatnya kalian tau dan terbukti kan saat ini kalian tau dari Roy sendiri " ucap Rendy


" kenapa kamu tidak jujur saja dari awal roy " tanya beni


" saya takut tuan tidak akan percaya sama saya untuk menjaga non cika, karena saya butuh pekerjaan ini tuan untuk berobat ini saya " ucap Roy menunduk


" saya tau itu " ucap beni


" apakah saya masih tetap bisa bekerja sama tuan " ucap Roy


" ih emang siapa yang mecat kak Roy, enak aja kakak itu bodyguard aku jadi ya terserah aku dong " ucap Cika


" kamu dengar sendiri Roy apa yang di katakan anak saya " ucap beni dengan senyum tipisnya


" iya tuan, terimakasih banyak tuan, terimakasih bos, terimakasih non " ucap Roy


mereka melanjutkan mengobrol sampai malam dan akhirnya mereka pamit untuk pulang karena hari hampir larut.


suara mobil Reno sudah terdengar di luar. Roy sedari tadi duduk menunggu Reno di ruang tamu dengan kaki yang berada di atas meja. setelah terdengar suara pintu terbuka Roy berdiri dari tempatnya dan berjalan ke arah Reno.

__ADS_1


BUGGH


__ADS_2