
Setelah menghantar pengantin baru, mereka pun pulang masing masing, doni dan dina kembali ke hotel pratama dan jaya menghantar sari pulang, tetapi di perjalanan jaya menawarkan diri menemani sari jalan jalan.
"sar, mau mas temani jalan g? " semoga saja sari mau, dari pada aku balik ke hotel jadi obat nyamuk mereka, hahh.. menyebalkan saja..
sambil tetap menatap jalan lurus di depan seolah jaya hanya basa basi saja menawarkan diri, agar sari tidak salah paham, karena dia merasa suntuk bila harus menyaksikan sahabat nya berpacaran.
"boleh kalau tidak merepotkan mas jaya" dengan wajah polos nya sari pun menerima tawaran jaya, dia juga berpikir hanya untuk memanfaatkan liburan nya kali ini, merasa boring juga bila harus jalan sendiri.
" jadi kita mau jalan kemana? apa kamu mau nonton ? " sambil mengetuk ngetukan jari jari nya diatas setir mengisi kecanggungan nya.
" boleh, tapi jangan film horor ya mas..! " kedua tangan nya lalu di rekatkan seolah olah seperti orang berdoa.
kan bisa serba salah kalau lagi serem serem nya, kalau sama kakak bisa menutup mata di pundak nya, masa iya mau sembunyi di pundak mas jaya kan malu .
__ADS_1
" hahah takut yaa.." pecah juga suasana canggung diantara kedua nya seakan mendapatkan lotre saat sari merasa takut akan film horor. hingga membuat nya tertawa meledek gadis manis di sebelah nya.
***
Setelah pesawat landing mereka bersiap siap turun dan keluar dari bandara dengan penjemputan dari pihak villa, seorang laki laki berdiri di pintu luar bandara dengan mengangkat kertas putih yang bertuliskan nama Mr. Abby & Miss.Risa.
"Anda menjemput kami, saya abby dan ini risa istri saya " setelah keluar dari pintu abby menghampiri orang yang memegang kertas atas nama nya.
" Iya tuan, saya di utus dari villa pulau putri untuk menjemput tuan " dan ahkirnya sang sopir membawa mobil nya yang telah di parkirkan menuju pintu kedatangan membawa serta abby dan risa menuju villa.
" Jika tuan memerlukan apa apa bisa menghubungi saya lewat telfon, makan malam akan di siap kan sore nanti , jika tidak ada yang di perlukan saya mohon diri " dengan membungkukan badan nya pak kosim pamit kembali ke tempat tinggal nya yang ada di samping villa tersebut.
" Baiklah pak kosim , trimakasih banyak atas sambutan nya dan trimakasih untuk kopi nya " senyumnya yang simpul dan hanya sedikit tertarik dari wajah nya menampakan kesan ramah tapi tetap berwibawa abby mengucap trimakasih karena telah menyiapkan segala nya untuk dirinya dan risa.
__ADS_1
" Humm... aroma khas udara yang sangat sejuk " dengan menarik napas lalu menghembuskan nya keluar risa sangat menyukai udara yang di hasil kan oleh pepohonan yang hijau dan asri.
" Kita naik keatas , pemandangan dari dalam kamar kita sangat indah, aku yakin kamu akan menyukainya" sambil melingkarkan tangan nya ke dalam pinggang risa , seakan menunjukan dia sangat tahu akan hobi istri nya ini.
percayalah sayang aku akan membahagiakan mu selamanya, aku akan menebus kesalahan ku karena telah meninggalkan mu.
Saat masuk kedalam kamar mereka di kejutkan dengan wewangian bunga mawar segar yang ada di dalam pot bunga diatas meja nakas, juga bertabur di lantai dengan membentuk lambang cinta dan hiasan bebek beradu pandang yang terbuat dari handuk dan di letakkan cantik di atas tempat tidur menimbulkan kesan romantis bagi kedua nya.
" Waow.. harumm sekali mawar merah ini.." kembali risa menarik napas nya dalam dalam saat indra penciuman nya menangkap aroma mawar yang segar, lalu abby memeluknya dari belakang dan membawa nya melihat alam yang terbentang hijau dari balik jendela.
" Apa kamu menyukai tempat ini "
" Sangat suka, alam yang begitu indah dengan pepohonan yang hijau dan taman belakang yang penuh bunga bermekaran, bagaimana sayang bisa tahu tempat ini " Kedua nya masih terus menatap indah nya alam yang ada di villa pulau putri banyak di suguhkan berbagai macam bunga menambah indah nya taman, udara yang menyapa helaian rambut risa yang terurai melambai lambai lembut.
__ADS_1
" Doni yang memilih nya " seketika melepaskan pelukan nya saat mengucapkan nama doni ada terbesit rasa cemburu nya merasuk dalam pikiran nya.
haistt sudah sejauh ini saja masih ada kamu don dalam liburan kami. hu"uhh