Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
Cinta Gila


__ADS_3

"Permisii.. permisii ibu ibu.." Menerobos masuk dalam kerumunan. "Ada apa ini..?" Berteriak kesal melihat dua wanita yang membelakangi nya begitu kotor karena lemparan telur yang sempat dia perhatikan saat keluar dari mini market.


Saat mendengar suara laki laki mendekat ke arah nya Risa langsung memutar badan dan berlari ke arah nya.


"Don.. Doniii.." Hatinya teramat sakit hingga tak tertahankan lagi butuh sandaran yang mampu menopang agar tidak runtuh.


"Risa.." Mata nya tak mampu berkedip saat mendapati orang yang teraniaya adalah sahabat nya sendiri di tambah melihat Sari yang juga terlihat kacau ikut menjadi bulan bulanan para ibu ibu yang mudah sekali termakan gosip.


"Owg.. ibu ibuuu.. mungkin itu juga lelaki yang pernah di goda nya , yaa ngakk..? lihat aja nempel begitu, dasar pelakor." Linda semakin mengompori ibu ibu yang masih menonton aksi kekerasan pada orang yang tidak mereka kenal.


"Apa maksud mu hah, wanita penggoda, pelakor ? jangan sembarangan memfitnah orang !!" Menatap tajam Linda dan Luna yang lenggak lenggok tidak sedikitpun merasa bersalah bahkan menyombongkan dirinya seperti orang yang tidak pernah berbuat dosa.


Tidak bisa menahan emosi pada diri nya lagi saat Risa menangis terisak isak lalu Doni mengeluarkan hape dari saku celana nya dan buru buru menfkan panggilan keluar.


Tut..tut..tut.. Huhh.. lama banget seh angkat telfon aja, dasar lemot banget.


"Ya tunggu sebentar lagi masih di kasir neh." Bawel bangett. Menjawab kesal sambil ngomel dalam hati nya.


"Risa di depan toko di bully ibu ibu." Menjawab cepat dan emosii.


Membuat Abby berlari begitu saja meninggalkan kasir tanpa mengakhiri panggilan telfon nya yang masih dia genggam. Keluar menengok ke kanan dan kiri hingga mendapati orang yang sedang berkerumun. Tubuh nya yang kekar dan tegap mampu menyingkirkan orang orang yang berdiri rapat membuat lingkaran hingga mengunci Risa dan Sari yang tak bisa lolos dari serangan mereka yang sengaja di kompori oleh kedua sahabst Avi.


"Risaa.." Berteriak panik memanggil nama Risa. "Apa yang terjadi..?" Suaranya terdengar sangat emosi saat mendapati tubuh mungil Risa yang berlumuran telor.

__ADS_1


"Ibuu.. ibuuu.. ini nehh laki laki suami saya yang sudah berhasil di goda oleh pelakor tidak tau diri itu, lihat aja sok peduli gitu." Kembali mengompori ibu ibu yang masih berdiri berkerumun memandati halaman minimarket.


"Huuu..dasar pelako"


"Wanita tidak tau malu.." Para ibu ibu meneriaki Risa dengan cemooh nya.


"Iyaa bener.." Luna ikut membenarkan tuduhan Linda namun Abby menyela dengan suara yang meninggi.


"Benar.. ? apa yang benar..? kalian tidak tau apa apa tapi main fitnah.. lihat yang telah kalian lakukan sampai membuat nya terpuruk. Saya kasih tau yang sebenar nya, Dia adalah calon istri saya, cinta pertama saya tapi kami harus berpisah karena orang tua saya telah menjodohkan saya dengan wanita yang tidak saya kenal hingga akhirnya kami bertemu dan aku." Menjelaskan apa ada nya yang terjadi namun tiba tiba Risa mencegahnya.


"Bby.. ngak perlu kamu jelaskan, biar saja Tuhan yang tahu." Aku tidak ingin kamu mempermalukan dirimu sendiri. Mengusap wajahnya yang sudah merasakan panas nya matahari dan panas nya caci maki orang orang.


"Tidak biarkan semua tahu, dan akuuu.. memaksa nya menikah, setelah 5th kami akhirnya bertemu secara tidak sengaja. Namun dia..wanita yang sangat saya cintai lebih memilih pergi dan menceraikan saya karena tidak ingin melukai hati istri saya dan ingin melihat keluarga saya bahagia, bahkan dia sangat baik kepada anak saya. Kalian tidak berhak menghakimi nya karena semua kesalahan saya yang tidak pernah bisa berhenti mencintainya..." Berteriak menggebu gebu hingga tanpa sadar air mata nya bisa lolos dari balik gunung es yang sangat beku dan tubuh nya sudah lemas terduduk di hadapan Risa.


"Huuuu.. dasar tukang fitnah.. plokk plokk.." Salah satu ibu yang berkerumun berteriak sambil melemparkan telor yang masih tersisa di kantong belanja nya ke wajah Luna dan Linda.


"Auu..sakit tau.. dasar mak mak rempong."Sakit dan malu pastinya hingga ingin berlari meninggalkan kerumunan namun ibu ibu yang di katain rempong semakin tersulut emosi lalu memburu mereka dan menghujani nya dengan lemparan telur yang semakin banyak sampai seluruh tubuh nya benar benar basah dan anyir.


"Huekkk.. cepatlah Lin buka mobil nya , ayo kabur.." Luna mendorong tubuh Linda sambil berlari ke arah parkir mobil mereka.


"Ibu ibu ayo kita minta maaf , kasian yaa wanita itu.. ternyata kita salah." Seorang ibu berhenti mengejar dua wanita yang sudah menjadi kompor meleduk.


"Iya bener, ngak nyangka ya ada wanita yang mau berkorban begitu besar." menggerakan kipas yang ada di tangan ngak jelas ke sembarang arah hanya untuk sekedar bergaya.

__ADS_1


"Iyaa aduhhh.. kalau saya sudah ngak tahan harus berkorban tapi masih saja di hina hina oleh sahabat istrinya." Saling mengeluarkan pikiran nya masing masing.


"Jangan jangan memang suruhan istri pertamanya yang ingin balas dendam tapi tidak ingin terlihat kotor." Menatap ibu ibu yang lain seperti meyakinkan bahwa benar saja pikirannya.


"Iyaa kan jadi kita yang kotor , bener juga ya jeng.. pandaii banget istri pertamanya." Kepolosan nya membuat ibu ibu yang lain berteriak ke arah nya.


"Bukan begituuu jengggg... bukan kotor kena telor ini tapi kotor nama baik nya." Menjelaskan satu demi satu kata.


"Memang nama nya siapa jeng kok tau kalau baik..?" Masih melonggo penasaran.


"Hu"uhh pusing dehh.. sudahlahh aku mau pulang, bye."


"Sama aku juga pulang dehh.. bye.."


"Iyaa bye semua.."


"Kok aku di tinggalin gitu sehh..?" Manyun karena semua pada meninggalkan nya satu persatu.


Sementara Abby masih setia berlutut meminta maaf pada Risa. Hingga ada seseorang datang nenghampiri mereka.


"Sudahlah lepaskan Risa biarkan dia pulang membersihkan dirinya, nanti malam kita bicarakan bersama." Berdiri di samping Risa menyaksikan Abby berlutut sambil memegang kedua kaki Risa untuk berharap maaf nya di terima.


"Mamii..mi... tolong dengarkan ini bukan salah Risa, ini semua salahku mii.." Mendongak ke atas saat suara khas yang begitu dia kenal sejak kecil tiba tiba muncul di saat dia bertekuk lutut di baqah kaki wanita yang tidak pernah di setujui oleh nya.

__ADS_1


"Mami akan mengurus nya nanti saat kita semua berkumpul, Risa cepatlah pulang, bersihkan tubuh mu, nanti malam kami akan berkunjung kerumah mu." Menjauh pergi setelah memberi pesan kepada anak nya dan juga Risa.


__ADS_2