
Setelah saling memanjakan pasangan nya , mereka menikmati hidangan makan siang dan melewati hari di dalam kamar karena matahari bersinar teramat terik hingga terasa menggigit daging sang pemilik jiwa. Sore hari mereka keluar barmain di taman belakang area villa.
" Bunga disini semua cantik cantik ya sayang " mengibaskan rambut halus panjang dan lurus miliknya saat berbicara menghadap sang pujangga nan tampan di sebelah nya. " Ya cantik seperti dirimu yank.. sebab itu aku tidak bisa melupakan mu, membuatku mati tak bisa merasakan cinta sejati." kaki bongsor nya tetap mengayuh ayunan pelan membuat kedua sejoli ini benar benar melepaskan kerinduan satu sama lain sambil menikmati wahana permainan yang telah disediakan.
"Sayang, bolehkah aku menelfon bita ? " sedikit mengeser pandangan nya karena ingin menyaksikan langsung reaksi sang istri, bukan saja jawaban yang keluar dari bibir manis nya. " boleh , berbicara kepada avi juga boleh, dia istri mu juga sayang, tidak ada hak aku melarang mu"
memandang penuh keyakinan, benar benar ihklas memberi izin suami nya berbicara pada anak dan istri nya, bahkan kejujuran seperti ini yang sangat ia harapkan dalam hidup berumah tangga, sakit memang tapi inilah resiko yang harus dia tanggung, itu pun sudah benar benar matang ia pikirkan sebelum menerima permintaan abby menikahinya.
"Hp nya di kamar, mau ikut atau tunggu di sini..? " masih kikuk karena hanya risa saja yang mengetahui bila ada istri yang lain, kalau saja avi sudah mengetahui mungkin ia akan cuek menelfon disebelah risa.
__ADS_1
" pergilah sayang, aku menunggumu disini." berbicara sangat lembut dan penuh kenyamanan di sertai senyum manis dari bibir nya, membuat abby yakin bahwa risa istri yang mengerti akan dirinya.
abby pun pergi berlalu dari taman hingga risa memutuskan berjalan keliling area villa.
Indah sekali tempat ini, jika saja aku mempunyai anak aku akan sering membawa nya berlibur disini, udara nya sangat bersih.. bahkan tanpa parfum ruangan, alam ini begituu harum oleh aneka kesegaran bunga bunga.
"Eihh..eiiihh..ehhh... disini rupanya si penggo** ini.. jadi berapa satu malam kamu di bayar hahh..? " berdiri menghadap wajah risa mengintrogasi penuh amarah, suara yang mengebu gebu tak membiarkan risa mengeluarkan sepatah kata, mereka bergantian saling memberi cacian.
" Benarr juga say.. lihat beda jauhh dengan avi yang selalu bersinar dan elegan" tiba tiba luna mendorong tubuh mungil risa dan tersungkur di tanah, pada saat itu juga abby datang mencari istri nya dan menyaksikan perbuatan keji luna.
__ADS_1
" heiii..!! jangan berani menyentuh istri ku !" abby segera membantu risa berdiri dan membersihkan tubuh nya. " abby maksudmu apa ? " luna kaget akan kata kata amarah abby.
"Apa pedulimu , aku tidak mengenal mu .. sampai aku melihat kalian menyentuh ujung jarinya saja , aku akan menenggelamkan kalian di laut..!! muka merah padam abby semakin jelas saat mendengar pertanyaan kepo luna.
" Apa kau lupa, kami teman avi istrimu !" tidak mau kalah luna semakin ngotot kalau dia sangat mengenal nya , sebenarnya hanya lewat cerita cerita avi saja, karena abby tidak pernah ikut kemana avi pergi nongki bersama teman teman nya, yang dia tau avi meminta izin padanya untuk bertemu dengan teman teman nya. Tapi jawaban nya cukup membuat abby menarik nafas lalu mengatakan.
" Dia istriku juga , bahkan istri yang aku cintai untuk pertama dan terahkir , Pahamm.. !!"
Abby pergi berlalu dengan menggangkat tubuh sang istri menuju villa, abby merasakan sakit yang sangat dalam ketika merasakan tetesan air mata yang membasahi tangan nya, namun tidak ada suara tangisan. sesampai di villa abby meletakkan risa diatas tempat tidur, lalu mengambil tisu basah untuk membersih kan luka gores pada telapak tangan risa.
__ADS_1
" Menangislah bila ingin menangis, jangan menyimpan nya, cukup hatiku saja yang kamu simpan hehee.." abby mencoba menghibur pujaan hatinya meskipun tawa nya hanya dua bait tapi itu adalah hal yang tidak pernah dia lakukan kepada avi meskipun doa adalah istri pertama nya.