
Doni dan Dina sudah lebih dulu sampai di cafe, sambil menunggu yang lain datang, Doni beraksi mengeluarkan gombalan nya dengan main tebak - tebakan.
"Sayang coba tebak, cincin... cincin apa yang membuat bahagia seumur hidup ?" Mengetuk ngetuk meja dengan jari telunjuk nya seakan menghitung waktu menunggu jawaban .
"Gampang ini mah, cincin berlian." Ha haa tertawa puas .
"Salah, hayo apa coba ?" kembali memberi kesempatan.
"Umm.. cincin permata, atau batu akik , kayak yang lagi viral itu kan yank hahha." Sangat yakin akan jawaban nya dan tertawa riang di depan Doni.
"Maaf tapi masih salah sayang." Menjawab datar dan lirih .
"Yah jadi apa dunk, cincin berlian dan permata itu sangat mahal sayang." Kecewa karena merasa jawaban nya sudah tepat namun masih saja salah.
"Yahh, ngambek dehh, sudah nyerah nihh..?" Membelai rambut Dina yang terurai jatuh di samping telinga nya.
"Ngak mau nyerah, karena jawaban aku sudah benar." Tidak mau kalah.
"Salah sayang, yang benar itu, cincinta..ku padamu ha ha ha. . kan sangking cinta nya jadi gagap ngomong nya." Tertawa terbahak bahak, puas banget melihat Dina yang mulai terbawa emosi karena jawaban realita menurut nya semua salah.
"Risaaa..." Membiarkan kekasih nya puas menertawakan dirinya, dan teriak kegirangan melihat kedatangan risa lalu berdiri menghampiri nya.
"Haiii Din.." Mereka pun saling berpelukan seakan telah lama tidak bertemu.
"Haa.. lama sekali, apa tidak merindukan ku juga ?" Doni mengacaukan mereka yang sedang meluapkan kerinduan karena pada saat acara pertunangan mereka hanya sekedar say hello.
"Baiklah aku juga merindukan mu." Memeluk nya sekilas.
__ADS_1
Mereka pun duduk bersama dalam meja yang sudah di reservasi terlebih dulu oleh Doni. Sambil bergurau Risa memilih memesan minuman lebih dulu.
"Oya, mana Jhony katanya dia yang akan menjemputmu ?" Menengok ke kanan dan kiri saat tidak terlihat Jhony bersama Risa.
"Dia mencari tempat parkir, penuh banget di depan." Menjelaskan singkat. "Aku order lebih dulu boleh ya, haus banget." Tersenyum sambil memegang lfhernya yang jenjang.
"Boleh banget , apa seh yang enggak buat sahabat terbaikku." Dina memeluk lengan sahabat nya, rasa nya belum puas meluapkan kerinduan nya.
Lalu Risa memesan jus alpukat kesukaan nya dan menambahkan wafel raisin kesukaan nya. Mereka pun bercerita tentang masa kuliah dan masa dimana mereka belajar memasak di kos.
"Din ingat ngak dulu kita belajar masak , pas sayur dan lauk kita sudah siap tapi aku lupa nyetekin tombol cooking pada ricecooker, haha haha." Tertawa geli teringat masa itu.
"Ha ha haa .. iya padahal sudah laper banget, yahh nunggu lagi deh.. trus ingat ngak kita pertama kali bikin nasi goreng tapi cabe nya aku kasih air serasa bikin sambel wkwkw." Saling mengingatkan kesalahan yang membuat mereka tertawa ngakak.
"Huss..ada Abby dan istri nya datang." Berbicara lirih di hadapan Dina dan Risa, yang duduk membelakangi sehingga hanya Doni yang nampak saat ada yang datang.
Tingkah laku Bita membuat mereka memperhatikan kedua nya, bahkan Dina terheran - heran mengapa sampai anak nya Abby bisa sebahagia itu melihat Risa.
"Apa kabar Bita, haii.." Mengajak Bita duduk di kursi sebelah nya setelah tadi menempel pada tubuh nya dan memeluk nya sangat erat. Lalu melambaikan tangan dan tersenyum pada Avi dan mantan suaminya.
"Hai.. umm.. maaf Bita menggangumu." Merasa tidak enak karena putri nya terlihat hanya mau bersama nya saja.
"Tak apa.." menjawab singkat karena merasa kikkuk , binggung apa yang mau di bicarakan.
Abby hanya terdiam dan sibuk memainkan hape nya lalu berusaha mengalihkan pandangan nya pada Risa dengan mengajak Doni mengobrol, tak berapa lama Jhony muncul bersamaan dengan Jaya.
"Wahh kita terlambat neh Jay, lihat Risa sudah menghabiskan Jus nya dan sepiring wafel." Meledek Risa yang nampak sudah order terlebih dulu, dan saat mereka bercanda , orderan nya sudah di hantar lalu dia meminum dan memakan wafel nya tak bersisa.
__ADS_1
"Ha ha.. bener banget, tau banget itu piring wafel." Duduk di samping kiri Risa dan di hadapan Jhony.
"Yakan cuma ada wafel dan pisang keju, sudah pasti piring nya akan kotor terkena parutan keju dan susu, nah ini bersih." Sedetail - detail nya menjelaskan kenapa bisa menebak makanan Risa, padahal sesungguh nya karena dia pernah memesan nya saat pergi sendiri.
"Sedetail itu Jhon." Abby menanggapi Jhony singkat.
Tanggapan Abby membuat mereka terdiam, yang lain berpikir bahwa Abby masih saja cemburu melihat Risa di perhatikan oleh Jhony. Sehingga Doni memecah kesunyian saat mereka semua hanya terdiam.
"Pesanlah minum sesuka kalian." Meminta mereka untuk memilih orderan nya masing - masing.
"Ma, papa kopi panas." Merasa yang lain pada terdiam saat dia menanggapi Jhony, Abby melihat ke arah Avi yang juga ikut terdiam , takut akan salah paham, Abby meminta istri nya untuk memesankan minuman.
Sementara Risa tak menghiraukan nya, dia menikmati bercerita dengan Bita yang meminta nya untuk bermain bersama lagi. Setelah orderan mereka datang dan saling bercanda tiba - tiba Avi meminta maaf di hadapan mereka.
"Ris, maafkan aku , sudah berbuat kasar padamu." Tertunduk dan terdiam sesaat menunggu jawaban Risa.
Dan Risa menatap ke arah semua mata yang menyaksikan mereka, seakan meminta pendapat mereka. Lalu Dina yang ada di sebelah Bita mengajak Bita keluar bersama mba Sum.
"Maafkan aku juga , karena kekhilafan ku dan keegoisanku membuatmu terluka, bby tolong jagalah dan cintailah Avi melebihi cinta mu padaku, biarlah sekarang kita menjadi sahabat, seperti aku , Doni dan Jaya. Jangan pernah mengungkit semua yang telah berlalu." Memandang Avi yang tiba - tiba meraih tangan nya.
"Terimakasih banyak Ris, karena mu Abby membuka pintu hati nya untuk ku, mungkin jika bukan karena mu, aku hanya menikahi raga nya saja." Beralih memeluk Risa dan menangis akan kisah hidup nya yang begitu banyak cobaan menghampiri hatinya, namun kini dia mendapatkan cinta tulus dari suami nya, dan itu berkat Risa.
"Baiklah ternyata aku bukan sahabat, kalau begitu aku boleh jadi kekasih." Jhony memotong kisah drama antara Risa dan Avi, mencoba memecah kesunyian di hadapan nya.
"Ha ha ha.. kan memang kamu baru berteman dengan ku Jhon, jangan salah paham, baiklah aku juga akan mengangap mu sahabatku." Risa tertawa merasa lucu akan tingkah Jhony yang merajuk padanya.
Abby , Jaya dan Doni tak kalah terkejut mendengar candaan Jhony, tapi Doni dan Jaya sudah menduga nya, karena Jhony memang sudah terkenal susah dekat dengan wanita namun saat bertemu dengan Risa wajah nya nampak bersinar bahagia.
__ADS_1